cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
PERAN PERCEIVED VALUE DAN BRAND TRUST TERHADAP REPURCHASE INTENTION MELALUI BRAND PREFERENCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KONSUMEN MCDONALD’S DI KOTA SEMARANG Lailatul Diniyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perceived value dan brand trust terhadap repurchase intention dengan brand preference sebagai variabel intervening pada produk McDonald’s di kota semarang. Metode penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan teknik purposive sampling. Data yang diperolah berasal dari kuesioner yang disebarkan melalui gform sebanyak 100 responden yang merupakan konsumen McDonald’s. Analisis data menggunakan regresi linear dan path analysis dengan pengujian mediasi menggunakan uji sobel. Pengujian menggunakan program IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand preference, brand trust berpengaruh positif terhadap brand preference, brand preference berpengaruh positif signifikan terhadap repurchase intention, perceived value tidak berpengaruh positif terhadap repurchase intention, brand trust tidak berpengaruh positif terhadap repurchase intention, dan brand preference mampu memediasi pengaruh perceived value dan brand trust terhadap repurchase intention.
Pedagogi Lokal: Pemanfaatan Tradisi ‘Lahan kakaluk’ sebagai Sumber Belajar Sejarah Politik di STKIP Sinar Pancasila Seran Clotilde; Bere Antonius
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7680

Abstract

Pembelajaran sejarah politik di perguruan tinggi selama ini masih didominasi oleh narasi nasional dan negara-sentris, sehingga kurang memberi ruang pada dinamika politik lokal yang hidup dalam masyarakat. Padahal, tradisi dan ritual adat menyimpan nilai-nilai politik yang penting sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai sosial, politik, dan budaya yang terkandung dalam tradisi Lahan kakaluk di Soka Wanibesak, Kabupaten Malaka, (2) menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dengan pembelajaran sejarah politik, dan (3) merumuskan model pedagogi lokal berbasis tradisi adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnopedagogik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Lahan kakaluk mengandung nilai kepemimpinan adat, musyawarah, legitimasi kekuasaan, solidaritas sosial, serta kontrol sosial yang berfungsi sebagai sistem politik lokal. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah politik melalui model pedagogi lokal yang kontekstual dan selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah politik guna membangun kesadaran kritis dan identitas budaya mahasiswa.
Implementasi Kebijakan Kuota 30% Perempuan Dalam Pemilu 2024 (Studi Kasus Di Kabupaten Sumba Barat Daya) Maria Skolastika Karina Bata; David B. W. Pandie; Alfred o. Ena Mau; Ernestus Holivil
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7681

Abstract

Penelitian ini membahas Implementasi Kebijakan Kuota 30% Perempuan dalam Pemilihan Umum 2024 dengan studi kasus di Kabupaten Sumba Barat Daya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan juga data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle yang dimana teori ini menekankan dua aspek penting yaitu isi kebijakan (content of policy) dan konteks implementasi (context of implementation). Kebijakan afirmatif ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang menekankan keterwakilan perempuan dalam politik, baik dalam pencalonan legislatif maupun keanggotaan lembaga penyelenggara pemilu. Namun, meskipun regulasi telah tegas, tingkat keterwakilan perempuan di Kabupaten Sumba Barat Daya masih jauh dari target. Data hasil pemilu menunjukkan bahwa sejak 2009 hingga 2024, keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya tidak pernah mencapai 15%, bahkan hanya berkisar 7–12%, sehingga belum memenuhi kuota ideal 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kuota 30% perempuan belum berjalan optimal akibat berbagai faktor, seperti budaya patriarki. Budaya patriarki masih menjadi salah satu faktor utama yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap perempuan dalam dunia politik, termasuk legislatif. Dalam masyarakat yang berpegang kuat pada nilai-nilai patriarkis, perempuan kerap dianggap kurang layak menempati posisi pengambil keputusan karena stereotip yang melekat, seperti dianggap emosional, tidak tegas, atau lebih pantas mengurus rumah tangga. Pandangan ini membuat perempuan sulit memperoleh kepercayaan politik, baik dari masyarakat pemilih maupun dari partai politik yang masih dominan dipimpin laki-laki, serta terbatasnya sumber daya pendukung di tingkat penyelenggara pemilu. Selain itu, strategi aktor, kepentingan politik, dan karakteristik lembaga penyelenggara turut mempengaruhi efektivitas implementasi kebijakan ini. Dampak implementasi yang belum optimal mengakibatkan perempuan masih memiliki suara politik yang lemah dan belum mampu mencapai critical mass dalam lembaga legislatif daerah.
Implementasi Literasi Sains dalam Pendidikan IPA di Sekolah Dasar Rina Istiwaroh Adam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7682

Abstract

Pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar sangat penting unruk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam literasi sains. Literasi sains Adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, menemukan pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti untuk memahami lingkungan. Kegiatan pengamatan, eksperimen, dan penalaran ilmiah dapat digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar untuk menerapkan literasi sains. Guru dapat membantu program pembelajaran yang mendorong siswa untuk menguasai kemampuan untuk mengamati fenomena alam, membuat pernyataan, mengumpulkan dan menganalisis data, dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti. Pembelajaran IPA yang didasarkan pada literasi sains dapat membantu siswa memahami cara berpikir kritis, memecahkan masalah, dan membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan literasi sains dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa.
Implementasi Manajemen Risiko dan Asuransi Aset Untuk Perlindungan Barang Milik Negara Irvan Pajar Kurniawan; Eli Apud Saepudin; Alika Cahya Ramdhani; Muhamad Afan Imanda; sindi Susilawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7685

Abstract

Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) kerap menghadapi risiko fisik, hukum, dan finansial yang berpotensi menimbulkan kerugian negara jika tidak ditangani secara komprehensif. Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen risiko dan mekanisme asuransi aset sebagai instrumen proteksi BMN di Indonesia. penulis melakukan tinjauan literatur review yang bersifat deskriptif terhadap kebijakan nasional, regulasi asuransi BMN, dan praktik yang relevan, serta merangkum temuan studi kasus dan kajian mengenai penerapan polis “all-risk” terhadap aset maupun bangunan negara, mekanisme klaim, dan dampaknya terhadap beban fiskal negara. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan manajemen risiko proaktif yaitu identifikasi risiko, penilaian, mitigasi teknis dan administratif dengan strategi transfer risiko melalui asuransi publik/komersial dapat menurunkan eksposur fiskal dan mempercepat pemulihan aset setelah kejadian. Namun, efektivitas asuransi bergantung pada desain kebijakan cakupan polis, klausul unnamed perils, kapasitas administrasi aset, dan ketersediaan data nilai aset yang akurat. Penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola BMN, digitalisasi peta aset, pelatihan unit pengelola, serta penyesuaian regulasi dan mekanisme pembiayaan premi agar program asuransi BMN berkelanjutan dan memitigasi beban anggaran negara. Temuan ini penting bagi pembuat kebijakan, manajer aset, dan penyedia jasa asuransi publik. Keywords: Asuransi Aset, barang Milik Negara, Manajemen Risiko
Employing Running Dictation for Developing Students’ Vocabulary Mastery for the Tenth-Grade Students of SMAN 1 Nita Sesilia Selvina; Marselus Yumelking; Genoveva Dua Eni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7686

Abstract

The objectives of the study were to improve the students’ vocabulary mastery in writing skills, to implement the Running Dictation Technique, and to determine the students’ responses toward the use of running dictation. The method of the research employed a Classroom Action Research (CAR) with the subjects of the research were 18 tenth-grade students of Class X-C selected through purposive sampling. Data were collected using vocabulary writing tests, observations, interviews, and field notes. The results indicated that the mean score improved from 62.35 in Cycle I, with 22.22% class percentage, to 77.26 in Cycle II, with 77.78% class percentage, and reached 87.44 in Cycle III, with 100% class percentage. The results of observation showed that the running dictation technique was implemented through the following stages: first, the researchers posted 5 sheets. Then, the teacher divided the students into 5 groups. Next, the teacher gave the students the opportunity to choose the first runner and writer in each group. Before the game started, the researchers explained the rules of the game and informed the students of the duration of the game. When the game began, the runners and writers had enough time to remember and comprehend the text before dictating it to their partners in order to minimize mistakes. The researchers repeatedly reminded each group to understand the texts using the pictures and to write the Indonesian translation after the English sentences. The researchers also reminded the students to rotate roles within the group until the entire text was completed. The results of the winning group were also announced to provide recognition and reward for the students’ efforts. The results of students’ responses were that the students became more enthusiastic in playing; they were also able to translate the texts more quickly and simply before submitting them.
The Perspectives of Elementary School Students Who Are Potentially Dyslexic in Learning English as A Foreign Language Angelica Romauli Silitonga; Luh Putu Artini; I Ketut Trika Adi Ana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7687

Abstract

Penelitian ini mengkaji perspektif siswa sekolah dasar kelas tiga yang berpotensi disleksia dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SD Negeri 1 Kaliuntu dan SD Negeri 1 Kampung Anyar. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga siswa dengan potensi disleksia dan tiga teman sebaya non-disleksia, penelitian ini menemukan bahwa siswa menghadapi hambatan dalam pengenalan huruf, pemahaman membaca, penulisan, ejaan, pemrosesan fonologis, serta persepsi auditori dan visual. Selain itu, ejekan dari teman sekelas memengaruhi aspek emosional mereka, meskipun beberapa siswa menunjukkan ketahanan. Teman sebaya non-disleksia cenderung memberikan bantuan, seperti membantu menulis atau membaca, namun juga melaporkan adanya bullying terkait kesulitan berbicara. Temuan ini mendukung teori tentang tantangan literasi pada disleksia dan dinamika sosial dalam pendidikan inklusif. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan pengajaran multisensori dan pelatihan kesadaran disleksia untuk meningkatkan pembelajaran yang inklusif.
Bimbingan Karier di Era Digital: Tantangan dan Peluang bagi Konselor Apriani Apriani; Arianto Arianto; Ali Irbar; Muh. Syamsir Husein; Ulfa Anisyah Agustina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes to the world of work, directly affecting career guidance practices. This condition requires career counselors to adapt by integrating digital technology into their professional services. This study aims to analyze the challenges and opportunities of career guidance in the digital era and their implications for counselors’ competencies. The research employs a qualitative approach using a systematic literature review method of national and international scholarly articles published between 2019 and 2026. Data sources were obtained from Google Scholar, ERIC, SINTA, and Scopus databases. Data analysis was conducted through data reduction, thematic exploration, and synthesis of findings. The results indicate that the main challenges of career guidance in the digital era include gaps in counselors’ digital competencies, difficulties in maintaining the quality of counseling relationships in online services, privacy and ethical issues, and the phenomenon of information overload experienced by clients. On the other hand, digital technology offers significant opportunities to improve service accessibility, time flexibility, and data-based personalization of career guidance. This study concludes that an effective approach to career guidance in the digital era requires a balanced integration of digital technology and a humanistic counseling approach. Therefore, strengthening counselors’ digital competencies and continuous professional development are essential.
Pengaruh Social Commerce Engagement, FoMO (Fear of Missing Out), dan Kredibilitas UGC terhadap Impulse Buying di TikTok Shop Mochamad Fazril Nur Fauzi; Gibran Liga Pratama; Sahrul Ahmad Dhani; Eteh Resa Asyifa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7693

Abstract

Impulse buying merupakan fenomena perilaku konsumen yang semakin dominan dalam konteks social commerce, terutama pada platform berbasis media sosial seperti TikTok Shop. Karakteristik TikTok Shop yang menggabungkan konten hiburan, interaksi sosial, dan fitur transaksi secara real-time menciptakan kondisi yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social commerce engagement, Fear of Missing Out (FoMO), dan kredibilitas user generated content (UGC) terhadap impulse buying pada pengguna TikTok Shop. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur kepada pengguna TikTok Shop yang pernah melakukan pembelian impulsif, dengan teknik non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda yang didukung oleh uji validitas dan reliabilitas instrumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur perilaku konsumen pada konteks social commerce serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pengelola platform dalam merancang strategi pemasaran digital yang lebih efektif.
Arah Baru Hukum Pidana Indonesia: Analisis KUHP Nasional dalam Perspektif Kepastian Hukum dan Hak Asasi Manusia Firza Prasetya Wardhana; Asmak Ul Hosnah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) merepresentasikan puncak dari upaya dekolonisasi sistem hukum pidana di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menguji secara kritis arah baru dan diskrepansi filosofis dalam KUHP Nasional dengan penekanan pada pencapaian tujuan dekolonisasi, yang diperkuat melalui perspektif pemikiran Dr. Asmak Ul Hosnah mengenai integrasi hak asasi manusia dan kepastian hukum. Analisis mengungkapkan adanya kontradiksi utama antara visi pembaharuan ideal dengan prinsip dasar negara hukum, khususnya pada Pasal 2 tentang “hukum yang hidup dalam masyarakat” (living law) dan reaktivasi Pasal 218 tentang delik penyerangan martabat Presiden. Selain itu, studi ini mengintegrasikan dimensi reformasi sanksi melalui analisis pidana mati bersyarat dan keadilan restoratif sebagai instrumen kemanusiaan. Analisis mengungkapkan adanya kontradiksi utama, yaitu konflik antara visi pembaharuan ideal dan prinsip-prinsip dasar negara hukum. Dua area utama konflik yang dibahas adalah pertama, Pasal 2 tentang “hukum yang hidup dalam masyarakat” (living law), yang dimaksudkan untuk mengakomodasi keberagaman hukum, namun secara inheren berpotensi melemahkan asas legalitas dan kepastian hukum. Kedua, reaktivasi Pasal 218 tentang delik penyerangan terhadap martabat Presiden, yang walaupun telah dimodifikasi menjadi delik aduan, berpotensi menciptakan efek gentar (chilling effect) dan menggerus kebebasan berekspresi, suatu hal yang berlawanan dengan spirit Putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2006. Studi ini berkesimpulan bahwa KUHP Nasional merupakan suatu produk kompromi yang kompleks antara partikularisme (nilai-nilai lokal) dan universalisme (prinsip-prinsip hukum modern). Keberhasilan implementasinya dalam mewujudkan keadilan substantif akan sangat bergantung pada bagaimana institusi peradilan, terutama Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi, melakukan interpretasi dan pengawalan terhadap pasal-pasal krusial tersebut di masa mendatang.