cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
TEOLOGI PEMBERDAYAAN PEMUDA BERDASARKAN TITUS 2:6-7 DALAM MENYONGSONG BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA Ampang, Clarisa Jane Rahmania; Hesti, Ikma; Patiung, Ibet; Tumaang, Sarnita
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji model teologi pemberdayaan pemuda berdasarkan Titus 2:6-7 dalam konteks bonus demografi di Indonesia. Fenomena bonus demografi, yang ditandai dengan lonjakan signifikan populasi usia produktif, membuka peluang sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi relevansi prinsip-prinsip dalam Titus 2:6-7 untuk memberdayakan pemuda Indonesia menghadapi era bonus demografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis eksegesis terhadap Titus 2:6-7 dan studi literatur terkait pemberdayaan pemuda dan bonus demografi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teologi pemberdayaan pemuda berdasarkan Titus 2:6-7, yang menekankan mentoring, pendidikan karakter, dan pelatihan kepemimpinan, memiliki relevansi signifikan dalam konteks Indonesia. Model ini menawarkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek spiritual, intelektual, dan praktis, sejalan dengan kebutuhan pengembangan SDM Indonesia menghadapi tantangan era digital dan industri 4.0. Adaptasi model ini ke dalam konteks budaya dan sosial Indonesia berpotensi memberikan dampak signifikan dalam memanfaatkan bonus demografi untuk mencapai visi Indonesia maju 2045.
PESAN DAKWAH PADA FILM ANIMASI UPIN DAN IPIN EPISODE BAHAGIA SUASANA RAYA DAN RAMADAN DIBERKATI Saldi, Muhammad; Setiawati , Nur; Hasriani , Andi; Raehana , Syarifa; Syamsuriah , Syamsuriah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serial animasi Upin dan Ipin merupakan Film Animasi yang sangat digemari oleh anak-anak bahkan dikalangan remaja maupun dewasa. Film Animasi ini sangat menarik untuk diteliti karena serial kartun Upin dan Ipin merupakan salah satu Animasi yang banyak memberikan pemahaman tentang keislaman kepada anak-anak. Penulis memilih animasi Upin dan Ipin sebagai objek penelitian dengan mengambil dua episode dalam chanel YouTubnya yakni Bahagia Suasana Raya dan Ramadan Diberkati karena penulis menganggap Film Animasi ini mempunyai nilai keislaman yang lebih untuk diserap dan sebagai edukasi untuk anak-anak saat ini dibandingkan dengan Film Animasi lainnya yang sering bermunculan ditelevisi.Penulis meneliti tentang Pesan Dakwah yang terdapat dalam Film Animasi Upin dan Ipin Episode Bahagia Suasana Raya dan Ramadan Diberkati dengan tujuan untuk melihat metode Dakwah yang digunakan serta pesan dakwah yang terkandung didalamnya. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara mendalam serta menyeluruh, peneliti menggunakan Metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan tentang pesan-pesan dakwah yang terkandung didalamnya, Kemudian data tersebut diuraikan, dianalisis, dan dibahas untuk menjawab permasaalahan tersebut dengan menggunakan analisis isi (Content analysis). Pengumpulan data penelitian diperoleh dari sumber observasi dan dokumentasi, yakni scane, gambar, dialog dan juga simak dan catat point point yang diperluka.Hasil penelitian ini ditentukan bahwa film Animasi Upin dan Ipin Dua Episode yakni Bahagia Suasana Raya yang berdurasi 28 menit 38 detik dan Ramadan Diberkati berdurasi 20 menit 30 detik ini, menggunakan Metode Dakwah Bil-Lisan dan terdapat pesan-pesan dakwah yang terkandung di dalamnya, diantaranya Pesan dakwah Akidah: Ikhlas. Pesan dakwah Akhlak: membaca doa sebelum makan, sikap sabar, mengucapkan salam, dan tolong menolong. Serta Pesan syariah: menjalankan ibadah puasa, niat puasa, saling berbagi dan sholat tarwih hingga silaturahmi antar agama.
IMPLEMENTASI KONSEP PEMULIHAN TUBUH, JIWA, DAN ROH BERDASARKAN 1 TESALONIKA 5:23 DALAM PENDEKATAN HOLISTIK KONSELING PASTORAL Mangiu, Apriani; Mike, Mike; Silambi , Monika; Bilolo , Rana
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling pastoral menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pemahaman alkitabiah tentang natur manusia dengan kebutuhan kompleks individu di era modern. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi konsep pemulihan tubuh, jiwa, dan roh berdasarkan 1 Tesalonika 5:23 dalam pendekatan holistik konseling pastoral. Tujuannya adalah mengembangkan model konseling pastoral yang mengintegrasikan pemulihan fisik, psikologis, dan spiritual secara komprehensif. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini menganalisis sumber-sumber teologis, psikologis, dan konseling pastoral. Data dikumpulkan melalui tinjauan ekstensif literatur akademik dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik berbasis 1 Tesalonika 5:23 menawarkan kerangka kerja yang efektif untuk konseling pastoral kontemporer. Integrasi strategi pemulihan fisik, intervensi psikologis, dan praktik spiritual terbukti meningkatkan efektivitas konseling dalam menangani kompleksitas pengalaman manusia. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi, termasuk kebutuhan akan fleksibilitas dan sensitivitas kultural. Rekomendasi meliputi pengembangan pelatihan konselor, peningkatan penelitian empiris, dan adaptasi terhadap isu-isu kontemporer. Kesimpulannya, model konseling pastoral holistik berbasis 1 Tesalonika 5:23 menawarkan pendekatan yang alkitabiah dan relevan untuk memenuhi kebutuhan individu dalam konteks modern.
CONTEXTUAL EVANGELIZATION IN THE KETENGBAN TRIBE, STAR MOUNTAINS, MOUNTAIN PAPUA PROVINCE Malyo, Tirianus
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is dissatisfaction from the Researcher regarding the Evangelism service carried out by the Papuan Union Forest Service Team (PUFST), in the Ketengban Tribe, which seems to only fulfill routine, so the Researcher theoretically analyzes all service methods to obtain special attention in improving service methods that adapt to the situation and conditions in the Ketengban Tribe. The service system for people in the Ketengban tribe has not been implemented optimally, the methods used for service have not been considered and cooperation has not been created. All of this indicates the level of success of services in the Ketengban Tribe. This research aims to: (1) explain the root of the problems in the ministry of preaching the Gospel of Christ in the Ketengban Tribe; (2) finding and offering evangelistic methods to reach new souls (3) finding and offering a good quality of life for people in the Ketengban Tribe; (4). find and offer service methods to have spiritual qualities for believers in the Ketengban Tribe. The results of the research have found several appropriate methods to be used by researchers and the PUFST Mission Team to be used in the ministry of preaching the Gospel of Christ in the Ketengban Tribe. The researcher believes that the results of this research are very useful for everyone who has a longing for the ministry of preaching the Gospel of Christ to people in the Ketengban Tribe in order to reach new souls for God and teach spiritual qualities to people in the Ketengban Tribe. So that services can be carried out effectively and efficiently at the service location.
SIMFONI KEBANGKITAN JIWA: EKSPLORASI PENGARUH MUSIK DALAM SPIRITUALITAS UMAT HARE KRISHNA DI YOGYAKARTA Hanifatunnisa, Hanifatunnisa; Nurba, Abdi Prayudha
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana music berpengaruh terhadap spiritualitas umat Hare Krishna di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa music memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran spiritual dan kesucian diri umat Hare Krishna. Selain itu, music juga berpengaruh dalam pengalaman kolektif dan individual, transformasi emosional dan spiritual, dan berpengaruh dalam peningkatan kedalaman meditasi dan ibadah. Penganut Hare Krishna menggunakan music sebagai bagian dari upacara ritual dan perayaan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk memahami lebih lanjut bagaimana music berpengaruh terhadap spiritualitas umat Hare Krishna di Yogyakarta.
PELAYANAN HOLISTIK DI TENGAH GEMPURAN AI DALAM UPAYA GEREJA MELINDUNGI INTEGRITAS IMAN JEMAAT MELALUI PENDEKATAN MISI HOLISTIK DAVID BOSCH Kanan, Priska Wilda; Rinda, Rinda; Patulak, Hanastasya; Tangko, Yuliana Erna; Lince, Lince
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang strategi pelayanan gereja yang holistik dan kontekstual dalam merespons perlawanan Artificial Intelligence (AI), dengan menggunakan pendekatan misi holistik David Bosch. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur dalam konteks Indonesia selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis teologis antara pemikiran Bosch dan realitas perkembangan AI menghasilkan beberapa prinsip kunci, yaitu integrasi proklamasi Injil dengan pelayanan sosial, memahami AI sebagai bagian dari realitas dunia yang terus berubah, mengembangkan pendekatan yang relevan bagi masyarakat digital, menerapkan etika Kristiani dalam penggunaan AI, menikmati praktik spiritual dengan teknologi, dan mewujudkan kolaborasi interdisipliner. Kesimpulannya, gereja perlu mengadopsi model pelayanan holistik yang responsif terhadap tantangan AI untuk menjadi komunitas yang relevan dan transformatif di era digital.
IMPLEMENTASI HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI HUBUNGAN JARAK JAUH DALAM PERSPEKTIF MAQASHID ASY-SYRIAH: STUDI KASUS KECAMATAN LABATA KABUPATEN SOPPENG Risaldy, Ardi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi hak dan kewajiban suami istri dalam hubungan jarak jauh (LDR) di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, serta menganalisis perspektif Maqashid Asy-Syariah terhadap pelaksanaannya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan yuridis empiris, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami istri yang menjalani LDR menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi hak dan kewajiban, baik materiil maupun immateriil. Kendala utama meliputi kesulitan komunikasi, kurangnya pertemuan fisik, dan pemenuhan kebutuhan batiniah yang tidak optimal. Dari perspektif Maqashid Asy-Syariah, implementasi hak dan kewajiban dalam LDR harus memperhatikan prinsip melindungi agama, jiwa, pikiran, harta, dan keturunan untuk mencapai maslahat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pernikahan jarak jauh menimbulkan tantangan, dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip Maqashid Asy-Syariah, pasangan dapat mengatasi kesulitan dan mencapai tujuan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
KUALITAS HADIS ‘AQIQAH RIWAYAT ABŪ DĀWUD Amallindah, Amallindah; Siregar , Muhammad Nuh; Munandar , Munandar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil data yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kualitas hadis tentang jumlah hewan ‘aqiqah riwayat Abu Dawud memiliki kualitas ḍa‘īf. Karena dalam sanadnya terdapat rawi yang tidak diketahui riwayat hidupnya yaitu Habibah binti Maisarah, namun perawi tersebut dinilai maqbul oleh Ibnu Hajar. Secara keterkaitan, sanad di atas seluruhnya bersambung antara murid dan guru (ittiṣāl). Begitu juga dengan matan hadisnya, penulis tidak menemukan syāż dan ‘illat pada matan hadis di atas berdasarkan kritik matan yang dirumuskan al-Idlibi. Dengan demikian, hadis riwayat Abu Dawud yang menjadi hadis primer dalam penelitian ini memiliki kualitas ḥasan karena banyaknya jalur yang meriwayatkannya. Selanjutnya, pemahaman hadis tentang jumlah hewan yang disembelih pada salat aqiqah dalam perspektif hadis melibatkan analisis teks-teks hadis yang relevan serta penjelasan dari para ulama tentang makna dan penafsiran hadis-hadis tersebut. Dalam perspektif hadis, jumlah hewan yang disembelih pada salat ‘aqiqah, yaitu dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh para sahabat. Para ulama hadis menganggap ketentuan ini sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, dengan fleksibilitas berdasarkan kemampuan individu. Inti dari ‘aqiqah adalah mengekspresikan rasa syukur kepada Allah Swt dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, serta menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Saw.
REINTERPRETASI BUDAYA LONGKO’ TORAJA MELALUI PERSPEKTIF GALATIA 5:22-23 SEBAGAI STRATEGI KONTEKSTUALISASI DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Ruben, Serti; Pagiling, Veronika; Lobo, Sarti Marthen; Rande, Ani Ruben; Tasik, Bongga
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2223

Abstract

Penelitian ini mengkaji reinterpretasi budaya Longko’ Toraja melalui perspektif Galatia 5:22-23 sebagai kontekstualisasi strategi dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen. Masalah yang dihadapi adalah kesenjangan antara nilai-nilai budaya Longko’ dan ajaran Kristen, yang dapat menimbulkan konflik identitas bagi orang Kristen Toraja. Tujuan penelitian adalah mengembangkan strategi kontekstualisasi yang memadukan kearifan lokal Toraja dengan ajaran Kristen tentang buah-buah Roh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis sumber-sumber literatur terkait budaya Longko’, ajaran Kristen, dan teori kontekstualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi budaya Longko’ melalui perspektif Galatia 5:22-23 memberikan landasan yang kuat untuk strategi kontekstualisasi yang relevan secara kultural dan transformatif secara spiritual. Proses ini menghasilkan model pengajaran integratif yang memadukan nilai-nilai Longko’ dengan buah-buah Roh, memungkinkan peserta didik Toraja mengembangkan identitas Kristen yang diwajibkan dalam budaya lokal. Kesimpulannya, pendekatan kontekstualisasi ini menawarkan jalan tengah yang menghargai warisan budaya sambil tetap setia pada esensi ajaran Kristen, menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara iman dan budaya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen di Toraja.
TEOLOGI DIETRICH BONHOEFFER TENTANG 'GEREJA UNTUK ORANG LAIN' DAN RELEVANSINYA DALAM ERA DIGITAL BERDASARKAN MATIUS 5:13-16 Mappadang, Adelaide Auwike; Desiana, Desiana; Layana, Ratti
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi konsep "Gereja untuk Orang Lain" dari Dietrich Bonhoeffer dalam era digital, dengan fokus pada interpretasi Matius 5:13-16. Melalui analisis literatur dan pendekatan hermeneutik, studi ini mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi gereja di era digital, serta bagaimana konsep Bonhoeffer dapat direinterpretasi untuk konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Bonhoeffer tetap relevan dan bahkan semakin mendesak di era digital, namun memerlukan adaptasi. Gereja perlu mengembangkan "Digital Ecclesiology" yang memadukan pelayanan online dan offline, sambil tetap mempertahankan esensi komunitas dan hubungan personal. Analisis Matius 5:13-16 menegaskan panggilan gereja untuk menjadi "garam dan terang" di dunia digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja perlu mengadopsi pendekatan yang seimbang dan terintegrasi dalam menghadapi era digital, dengan fokus pada pengembangan literasi digital, etika digital berbasis nilai Kristiani, dan model-model konkret "Gereja untuk Orang Lain" dalam konteks digital.