cover
Contact Name
Azka Muharam
Contact Email
azkamuharam30@gmail.com
Phone
+6287817753084
Journal Mail Official
rivierajmi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 29649048     EISSN : 29632900     DOI : 10.58344
Journal Multidisiplin Indonesia is an national /scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV Riviera Publishing. Journal Multidisiplin Indonesia provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from Management, Education, Economics, Culture, Law and Sains that belong to the social context
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 605 Documents
Relevansi Filsafat Ki Hajar Dewantara Dalam Pendidikan Matematika di Era Evolusi Industri 4.0 (Society 5.0) Pratiwi, Inggit; Artika, Artika
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.548

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis relevansi pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam menghadapi era education 4.0 Tulisan ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari buku dan jurnal yang relevan dengan pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan era education 4.0. Teknik analisis dalam kajian ini adalah analisis tematik. Dari data kepustakaan, diperoleh kesimpulan bahwa dunia pendidikan di era education 4.0 menghadapai tantangan yang tidak ringan. Berbagai perubahan mengakibatkan terjadinya ketidakpastian (uncertainty). Dalam menghadapi tantangan tersebut, tidak hanya dibutuhkan berbagai keterampilan (skills) namun juga karakter yang kuat. Untuk menjawab tantangan education 4.0 pemikiran pendidikan dan kebudayaan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara diharapkan mampu menjadi salah satu solusi. Pemikiran pendidikan dan filosofi yang relevan dengan era education 4.0 antara lain, pertama, pentingnya pendidikan budipekerti, relevansi dari Teori Trikon di era digital, konsep sinergi antara keluarga, sekolah dan masyarakat (Tri Pusat Pendidikan) serta dalam tataran metodologis adanya sistem Among (care and dedication based on love).
Rencana Keberlangsungan Usaha Pada Kawasan Ekonomi Strategis Kota Palu Irwan, Irwan
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.549

Abstract

Pada tanggal 28 September 2018 pukul 18.02 waktu setempat, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang Kota Palu, diperparah dengan gelombang tsunami yang segera meluluhlantahkan wilayah pesisir Palu. Bencana dahsyat ini mengakibatkan lebih dari 3.475 korban jiwa dan kerugian materiil miliaran. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu menjadi daya tarik bagi kota dan daerah disekitarnya, selanjutnya mendorong Kota Palu untuk berkembang menjadi kota penyedia jasa sebagai penggerak utama kegiatan perekonomiannya, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Kota Palu (KEK) sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Strategis yang ditetapkan. Mengingat kerentanan Kota Palu terhadap risiko bencana multihazard, maka penguatan fungsi perekonomian perlu dilakukan, disertai dengan peningkatan ketahanan terhadap risiko bencana, sehingga diperlukan penguatan sumber daya yang ada, dimulai dari sumber daya manusia yang akan dibekali manajemen. dan keterampilan terkait mitigasi bencana, hingga infrastruktur tangguh bencana, guna menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian di Kawasan Strategis Perekonomian.
Peranan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Dalam Penanganan Tindak Pidana Terorisme Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Saputra, Rizky; Lina Sinaulan, Ramlani; Farhana, Farhana
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.551

Abstract

Keberadaan lembaga yang memiliki kewenangan khusus untuk melawan, mencegah dan memberantas terorisme diharapkan dapat menjadi jawaban atas ancaman terorisme yang berada di Indonesia. Dengan dikeluarkannya, Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk untuk melaksanakan Undang-undang tersebut kemudian mengeluarkan dan menetapkan satuan anti teror sesuai dengan Surat Keputusan Kapolri Nomor 30/VI/2003 pada tanggal 20 Juni 2003. Hal tersebut sebagai bentuk perlindungan masyarakat Indonesia. Namun demikian hubungan antara peraturan umum dan khusus tersebut tercakup dalam suatu proses harmonisasi hukum yakni sebagai suatu upaya atau proses untuk merealisasi keselarasan, kesesuaian, keserasian, kecocokan, keseimbangan di antara norma-norma hukum di dalam peraturan perundang-undangan sebagai sistem hukum dalam satu kesatuan kerangka sistem hukum nasional. Sebagai suatu aturan khusus yang bersifat khusus peraturan di luar KUHP tersebut harus tetap dan berada dalam batas-batas yang diperkenankan oleh hukum pidana formal dan materiil. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini metode pendekatan yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan dalam tipe penelitian normatif ini adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Jenis dan sumber data yang dijadikan bahan penelitian bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi dokumen. Teknik analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tugas Detasemen Khusus 88 Anti-Teror diatur oleh berbagai peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian, dan Perkap Nomor 23 Tahun 2011 tentang Prosedur Penindakan Terhadap Tersangka Tindak Pidana Terorisme. Di samping itu, penggunaan kekerasan oleh aparat penegak hukum adalah hal kompleks. Pasal 10 Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2009 memberikan pedoman yang jelas terkait larangan penyiksaan, perlakuan kekerasan, dan batasan penggunaan kekuatan.
Perkembangan Bisnis Di Era Digital Widya Astuti, Aurelia; Sayudin, Sayudin; Muharam, Azka
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.554

Abstract

Di era digital saat ini sistem dan proses lama harus dipikirkan ulang, dan teknologi baru harus diterapkan agar bisnis tetap kompetitif dan berkembang. Persaingan global yang tinggi memberikan tuntutan sendiri bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan inovasi produk dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk menghadapi tantangan global ini. Teknik pengumpulan data tentang perkembangan bisnis di era digital dilakukan melalui analisis data online, studi kepustakaan yang diperoleh dari Google Scholar, survey daring dan pemantauan media sosial untuk mengumpulkan informasi mengenai bisnis digital. Pemanfaatan teknologi seperti big data dan analisis sentimen juga dapat membantu dalam memahami perubahan yang terjadi dalam ekosistem bisnis digital. Teknologi dan internet telah membuka peluang baru bagi bisnis untuk mencapai pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Persaingan global yang tinggi memberikan tuntutan sendiri bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan inovasi produk dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk menghadapi tantangan global ini. Bisnis yang berhasil dalam era digital adalah yang dapat beradaptasi dengan cepat dan tetap responsif terhadap perubahan di pasar dan teknologi. Pelaku bisnis perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Surat Keterangan Ganti Rugi Terkait di Atasnya Telah Terbit Sertipikat Atas Nama Orang Lain Angga Luqyana, Ghina
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.555

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, Surat Keterangan Ganti Kerugian dapat dijadikan dasar pendaftaran tanah untuk pertama kali. Namun kenyataannya, objek kepemilikan tanah yang menggunakan dasar Surat Keterangan Ganti Kerugian telah didaftarkan dan telah diterbitkan sertifikat atas nama orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana akibat hukum dari sertifikat ganti rugi sebagai dasar pendaftaran tanah pertama kali dan bagaimana perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas tanah berdasarkan sertifikat ganti rugi yang atas sertifikat tersebut telah diterbitkan. nama orang lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori akibat hukum R. Soeroso dan teori perlindungan hukum Philipus M. Hadjon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif berupa bahan hukum kepustakaan atau data sekunder dengan bahan primer, sekunder, dan tersier, serta dengan pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan undang-undang, konseptual, dan kasus. teknik pengumpulan bahan hukum melalui penelitian kepustakaan dan teknik analisis bahan hukum dengan penafsiran gramatikal dan penafsiran sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat hukum surat ganti rugi tidak dapat digunakan untuk mendaftarkan tanah dan tidak adanya perlindungan hukum terhadap pemegang hak karena pemegang hak tidak dapat menguasai tanah, namun pemegang surat ganti rugi dapat mengajukan gugatan. gugatan ke pengadilan. Sarannya agar kantor pertanahan dapat lebih berkoordinasi dengan kecamatan terkait objek pendaftaran tanah dan lebih teliti dalam memeriksa objek tanah dari segi data fisik dan data yuridis serta bagi kantor pertanahan dalam hal memberikan perlindungan hukum dan Kepastian hukum kepada pemegang hak diharapkan dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan atau mengambil suatu kebijakan guna memberikan rasa aman dan nyaman.
Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Lele (Clarias Gartepinus) Dan Daun Kelor (Moringa Olifera) Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Dan Peningkatan Berat Badan Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Baqa Kota Samarinda 2023 Afifah Santoso, Bilqist
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.556

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan paling baik untuk bayi. Cakupan ASI eksklusif di kota Samarinda berjumlah 65,9% dan pada wilayah kerja Puskesmas Baqa tahun 2021 sebesar 38,6% disebabkan rendahnya produksi ASI pada ibu menyusui. Galaktogog merupakan senyawa pangan yang dapat meningkatkan produksi ASI terdapat pada daun kelor. Ikan lele mengandung asam amino esensial yang dapat merangsang produksi ASI. Olahan nugget ikan lele dan daun kelor akan di berikan pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Baqa untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian nugget ikan lele dan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dan peningkatan berat badan bayi di wilayah kerja puskesmas Baqa. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pre test and post test non equivalent control group. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Baqa dengan jumlah sampel 10 responden yaitu 5 responden kelompok kontrol dan 5 responden kelompok intervensi yang dilakukan selama 14 hari. Pengambilan data menggunakan formulir karakteristik responden, food record, dan pompa ASI. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Terdapat perbedaan signifikan antara volume ASI sebelum dan setelah pemberian nugget ikan lele dan daun kelor pada kelompok intervensi yaitu p value 0,043 dan terdapat perbedaan signifikan pada berat badan bayi antara sebelum dan setelah pemberian nugget ikan lele dan daun kelor pada kelompok intervensi yaitu p value 0,043. Terdapat pengaruh pemberian nugget ikan lele dan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dan peningkatan berat badan bayi di wilayah kerja puskesmas Baqa.
Kewenangan Bertindak Dalam Perjanjian Jual Beli Hak Atas Tanah Yang Dibeli Dari Harta Bersama Dalam Perkawinan Yang Masih Terikat Harta Bawaan di Hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah Wahyudi Arifin, Buyung; Sailellah, Sirajudin; Nur Widyanti, Amelia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.557

Abstract

Perbuatan hukum jual beli hak atas tanah atas harta perkawinan harus dilakukan dengan melaksanakan kewenangan bertindak antara suami dan istri, dan dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (LDO). Namun dalam praktiknya masih terdapat perbuatan hukum yang tidak melaksanakan kewenangan bertindak. Sehingga dapat mengakibatkan batalnya perjanjian jual beli tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini menyangkut penerapan kewenangan perbuatan jual beli hak atas tanah yang masih terikat pada harta perkawinan dan tanggung jawabnya. LDO jika perjanjian tidak menerapkan kewenangan untuk bertindak. Tujuannya untuk mengetahui penerapan kewenangan bertindak dan mengetahui sejauh mana tanggung jawab LDO dalam hal tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan studi lapangan. Teknik analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif dengan cara menghubungkan data yang satu dengan yang lain secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kewenangan penindakan harta perkawinan adalah dengan memberikan persetujuan di hadapan LDO atau melampirkan surat persetujuan. Tanggung jawab LDO atas akta tersebut adalah sejauh mana LDO menjalankan tugas dan wewenangnya. LDO tidak dapat dimintai pertanggungjawaban apabila para pihak melakukan perbuatan hukum. Namun apabila LDO melakukan kesalahan karena perbuatannya yang disengaja atau lalai melawan hukum dengan tidak menjalankan kewenangannya, maka LDO dapat dikenakan sanksi administratif, dan dituntut baik perdata maupun pidana. Kewenangan bertindak ini perlu diterapkan karena dalam harta perkawinan ini terdapat keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri, di samping itu juga agar salah satu pihak suami/istri tidak melampaui kewenangannya. Maka dalam hal ini, LDO hendaknya tidak hanya mengejar kebenaran formal yang disampaikan para pihak, namun juga kebenaran materil
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Pharamita, Aprillia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.558

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dimana terdinya peningkatan kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan oleh sekresi pankreas yang tidak normal sehingga terjadi penumpukan glukosa darah. Salah satu kunci keberhasilan terapi farmakologi adalah dengan kepatuhan minum obat. Faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus adalah tingkat pengetahuan yang merupakan faktor pendorong individu dalam menentukan sikap dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja kerja Puskesmas Sumurgung. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah 91 pasien yang terpilih dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang sudah tervalidasi. Uji Spearmen dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan cukup, sebagian besar memiliki kepatuhan minum obat sedang dan hasil uji korelasi Spearman terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai koefisien korelasi kuat antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung. Tingkat pengetahuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus, semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien maka semakin tinggi kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus. Sehingga risiko keparahan penyakit dan komplikasi diabetes melitus menurun serta kadar gula darah terkontrol.
Tanggung Jawab Pelaksana Wasiat Yang Tidak Menjalankan Kewajiban Berdasarkan Akta Hibah Wasiat Tirta Mutisari Situmorang, Riski; Ismail, Ismail; Franciska, Wira
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.563

Abstract

Disebutkan dalam Pasal 1005 KUH Perdata Jo. Pasal 957 KUH Perdata menjelaskan bahwa ahli waris dapat mengangkat seseorang sebagai pelaksana wasiat dan tanggung jawab pelaksana wasiat juga berarti suatu keharusan bagi seseorang untuk melaksanakan apa yang diwajibkan baginya. Dalam prakteknya, seorang pelaksana wasiat tidak melaksanakan kewajibannya sehingga menimbulkan kerugian bagi penerima wasiat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa akibat hukum dari pelaksanaan wasiat yang tidak dilakukan berdasarkan akta pemberian wasiat oleh pelaksana wasiat? dan bagaimana bentuk tanggung jawab pelaksana wasiat yang tidak melaksanakan kewajiban berdasarkan akta hibah wasiat? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori akibat hukum menurut Soeroso dan teori tanggung jawab hukum menurut Hans Kelsen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yaitu penelitian hukum kepustakaan atau data sekunder dengan sumber primer, sekunder. dan bahan hukum tersier. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undang-undang, konseptual, analitis dan kasus serta teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menginventarisasi kaidah hukum positif, buku literatur, jurnal dan sumber bahan hukum lainnya. Untuk teknik analisis bahan hukum dilakukan dengan penafsiran hukum yang sistematis dan gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat hukum pelaksanaan wasiat yang tidak dilaksanakan berdasarkan akta hibah wasiat oleh pelaksana wasiat menimbulkan kerugian bagi penerima wasiat yaitu pemberhentian atau pemberhentian dari tugasnya sebagai pelaksana wasiat. dari kemauan. hukum pelaksanaan wasiat terdapat dalam Pasal 1011 jo. Pasal 1021 KUH Perdata. Perbuatan melaksanakan wasiat yang menimbulkan kerugian bagi penerima wasiat merupakan perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 jo. 1367 KUH Perdata, karena pelaksana wasiat tidak berwenang menguasai benda wasiat untuk kepentingan pemilikan, maka pelaksana wasiat hanya berwenang menguasai benda wasiat untuk kepentingan pembagian atau pelaksanaan. kehendak. Bentuk tanggung jawab pelaksana wasiat yang tidak melaksanakan kewajibannya berdasarkan akta wasiat, yaitu para pelaksana wasiat wajib mengganti kerugian yang timbul akibat perbuatannya yang tidak melaksanakan kewajibannya berdasarkan akta wasiat. akta pemberian wasiat, hal ini disebabkan karena perbuatan pelaksana wasiat merupakan perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, apabila pelaksana wasiat menguasai benda wasiat sebagaimana tercantum dalam akta hibah, maka pelaksana wasiat wajib menyerahkan seluruh benda wasiat itu kepada penerima wasiat yang tercantum dalam wasiat. -akta hibah
Pengaruh Uji Tonikum Sarang Burung Walet (Tsbw) Terhadap Perilaku Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Paraquat Sebagai Sumber Lkpd Berorientasi Keterampilan Proses Sains Nur Fitri, Novia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tonikum Sarang Burung Walet (TSBW; Aerodramus fuchipagus) terhadap (a) refleks menghindari jurang, (b) refleks geotaksis negative, (c) posisi sudut kepala, (d) arah berenang, dan (e) penggunaan anggota badan. Dua puluh lima (25) ekor mencit (Mus musculus) jantan dewasa dibagi menjadi lima kelompok masing-masing terdiri atas 5 ekor mencit. Pada hari ke-1 kelompok P1, P2, P3, dan P4 dinjeksi ip 20 mg/kgBB paraquat. Pada hari ke-3 dan 4 kelompok P2, P3, dan P4 secara berurutan diberi dosis 75 mg, 100 mg, dan 150 mg/40 g BB TSBW secara gavage. Kelompok hewan control (P0) hanya diberi Akuadest 0,2 mL dengan cara yang sama. Pada hari ke-6 malam hari dilakukan uji panggung untuk (1) refleks menghindari jurang, (2) refleks geotaksis negative, (3) posisi sudut kepala, (4) arah berenang, dan (5) penggunaan anggota badan. Ijeksi paraquat nyata menurunkan skor lima uji panggung dibanding dengan kontrol. Perlakuan dengan TSBW dapat memulihkan skor tujuh uji panggung mendekati atau sama dengan kontrol. Dosis 150 mg/40 g BB TSBW adalah paling efektif memulihkan lima uji panggung akibat efek negative paraquat. TSBW berpotensi memulihkan efek negative paraquat. Informasi hasil peneleitian uji pengarus TSBW terhadap uji panggung Mus musculus ini disumbangkan dapat menjadi alternatif sumber Desain LKPD pembelajaran Biologi, Kelas XI Semester II Pada KD 3.10 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem koordinasi dan regfulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia More Issue