cover
Contact Name
Nurwahidah
Contact Email
ejournalspiritus@gmail.com
Phone
+6282340126316
Journal Mail Official
ejournalspiritus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Tente - Godo, Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima - NTB Hp. 082341574224
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spiritus: Religious Studies and Education Journal
ISSN : -     EISSN : 30309220     DOI : https://doi.org/10.59923/spiritus
This journal focuses its scope on issues of Religion and Education. We invite scientists, scholars, researchers and professionals in the fields of Religion, Education and Gender Equaty to publish their research in our Journal. This journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Religious Studies and Education: Religious Studies, Education, Religiuos and Peace, Islamic Studies, Islamic Law, Islamic economics and Business, Quranic and Hadith Studies, Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science dan Civilization in Islam, Islam in local or nation, Gender Equaty
Articles 35 Documents
Tafsir Sufi: Memahami Pengertian, Genealogi, Serta Urgensinya dalam Khazanah Keilmuan Al-Qur’an Hidayatul Putri Nur Fajriyah; Tholi’ Ziyadatul Ilmiyah; Fatika Viradinita Wardatul Azkiya; Moh Yardho
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Spiritus: Religious Studies and Education Journal
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v2i3.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman mengenai tafsir sufi, meliputi pengertian, genealogi, dan urgensinya dalam khazanah keilmuan Al-Qur’an. Permasalahan utama yang diangkat adalah terbatasnya kajian yang membahas secara mendalam kontribusi tafsir sufi terhadap pengayaan metodologi penafsiran, khususnya dalam konteks perkembangan keilmuan Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), memanfaatkan sumber-sumber primer seperti kitab tafsir klasik dan literatur sekunder berupa jurnal serta artikel ilmiah terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir sufi, baik bercorak nadhari maupun isyari, memberikan kontribusi signifikan dalam menggali makna dzahir dan batin ayat Al-Qur’an. Genealogi tafsir sufi memperlihatkan perkembangan historis yang panjang, mulai dari tokoh-tokoh awal seperti Sahl al-Tustari dan al-Qusyairi hingga Buya Hamka di era modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peran tafsir sufi dalam menjembatani pemahaman tekstual dan spiritual, serta relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat kontemporer yang menghadapi krisis spiritualitas dan pencarian makna hidup. Dengan demikian, tafsir sufi tidak hanya bernilai historis, tetapi juga penting untuk memperkaya studi tafsir dan praktik keberagamaan modern.
The Balance of Intellectuality and Spirituality in Islamic Education: A Pedagogical Interpretation Study of QS Al-‘Alaq Verses 1-5 and QS Az-Zumar Verse 9 Elsa Fikry Nurcahya; A ‘Izzatul Ifada; Sri Hafsari Fakriyah; Fatiha Nur Laili Azizah
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Spiritus: Religious Studies and Education Journal
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v2i3.452

Abstract

This study aims to explore the educational values contained in Surah Al-‘Alaq (verses 1–5) and Surah Az-Zumar (verse 9) using the tafsir tarbawi approach. This approach interprets Qur’anic verses by emphasizing educational values that are applicable and contextual, particularly in addressing the contemporary challenges of Islamic education. The research employs a qualitative method with a library research design, gathering data from the Qur’an, classical and contemporary exegesis (tafsir) sources, and relevant Islamic educational literature. The findings indicate that Surah Al-‘Alaq highlights the importance of scientific literacy rooted in tawhid (monotheism), while Surah Az-Zumar stresses that true knowledge is that which leads to khasyyah (reverent fear of God). These verses form a foundational framework for developing an Islamic education system that balances intellectual and spiritual aspects. The study is supported by the thoughts of scholars such as al-Ghazali and Syed Muhammad Naquib al-Attas, who emphasize the integration of knowledge, ethics, and adab (propriety). It is recommended that the tafsir tarbawi approach be strengthened in curriculum development, character education, and teacher training to shape insan kamil the ideal human being who embodies knowledge, faith, and noble character.
Peran Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Rana Inas Zahira
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i2.457

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi PAI dalam membangun nilai-nilai karakter mahasiswa di UIN Raden Mas Said Surakarta, khususnya nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dan observasi umum terhadap pendekatan pembelajaran PAI yang diterapkan di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum PAI telah memuat nilai-nilai karakter yang kuat, implementasinya masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal penyampaian materi yang kurang kontekstual dan metode yang kurang interaktif. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam strategi pengajaran, seperti penggunaan media digital, pendekatan dialogis, dan integrasi isu-isu kontemporer agar lebih relevan dengan kehidupan mahasiswa. Pendidikan Islam terbukti menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter mahasiswa, namun diperlukan adaptasi yang berkelanjutan agar tetap efektif di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman dan generasi muda.
Enlightening the People Educating the Nation: The Contribution of K.H. Hussein Muhammad's Thought in Islamic Education Nur Halizsah Andini; Aldi Wijaya Dalimunthe
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i2.458

Abstract

Islamic education has a strategic role in building a just and dignified national character. This article examines the thoughts of K.H. Husein Muhammad, a scholar who integrates Islamic values with a modern approach, which emphasizes the importance of inclusiveness, justice, and women's empowerment in education. This research uses a descriptive qualitative approach with a literature study of his book entitled Islam that Enlightens and Educates. The results showed that K.H. Husein Muhammad's thoughts on Islamic education are relevant to creating a generation with strong character, critical, and able to adapt to global challenges. According to him, enlightened and intellectualizing Islamic education must be able to build people's awareness and form individuals who are not only intellectually intelligent but also moral.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Anak Usia Dini Sesarian Nur Khoiriyah Sukarno
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.461

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pada anak usia dini. Artikel ini membahas pengaruh literasi digital terhadap tumbuh kembang anak, serta pentingnya peran orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi digital sejak usia dini. Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pemahaman etis dan sosial dalam memanfaatkan media digital secara bijak. Melalui pendekatan kajian pustaka, artikel ini mengungkap bahwa literasi digital dapat memberikan dampak positif seperti meningkatkan semangat belajar, kemandirian, dan keterampilan berpikir kritis anak. Namun, jika tidak disertai pengawasan yang tepat, penggunaan teknologi juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan konsentrasi, keterlambatan bicara, dan kecanduan gadget. Oleh karena itu, penerapan pola pengasuhan digital (digital parenting) menjadi kunci dalam mengarahkan anak agar mampu beradaptasi dengan lingkungan digital secara sehat dan seimbang. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi anak usia dini yang cakap dan bijak dalam dunia digital.
Membangun Aktor Politik Berkeadaban: Peran Nilai Spiritual dalam Menjaga Tatanan Demokrasi Indonesia di Era Post-Truth Muhammad Mukhriz Zakaria; Nuke Faridha Wardhani; Dwi Windyastuti Budi Hendrarti
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i3.477

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan masyarakat Muslim dalam menjaga tatanan demokrasi Indonesia di tengah dominasi era post-truth. Fenomena politik yang sarat propaganda, polarisasi identitas, dan disinformasi telah merusak keadaban politik nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan fokus pada nilai spiritual dalam Islam, khususnya melalui pendekatan tazkiyatun nafs ala sufi, sebagai strategi pembentukan aktor politik berkeadaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas Islam memiliki peran penting dalam memperkuat tata laku politik yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Proses penyucian jiwa melalui praktik muhasabah, mujahadah, dan riyadhah dapat membentuk pribadi yang tahan terhadap manipulasi dan godaan kekuasaan. Pendidikan politik yang mengintegrasikan nilai-nilai ini dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi politik yang bersih dan berkomitmen pada nilai demokrasi profetik. Temuan ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai spiritual dalam politik kontemporer untuk membangun tatanan demokrasi Indonesia yang beradab dan tahan terhadap krisis post-truth.
Analisis Kekerasan Sosial pada Anak Usia Remaja dalam Lingkungan Keluarga Yayah Rukiyah; Siska Sahira
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.506

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena kekerasan sosial yang dialami anak usia remaja dalam lingkungan keluarga. Berdasarkan data KPAI, sekitar 91% anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, yang meliputi kekerasan fisik, psikologis, verbal, hingga penelantaran. Faktor-faktor penyebab kekerasan antara lain pewarisan perilaku kekerasan dari generasi sebelumnya, sulitnya mengungkap kasus kekerasan ke ranah publik, serta latar belakang budaya yang menempatkan anak pada posisi terendah dalam struktur keluarga. Selain itu, kondisi keluarga yang disfungsional, tekanan ekonomi, dan rendahnya dukungan sosial juga meningkatkan risiko terjadinya kekerasan pada remaja. Dampak kekerasan ini tidak hanya menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketakutan, tetapi juga membentuk pola pikir remaja bahwa kekerasan adalah cara penyelesaian masalah, serta menimbulkan disharmoni dalam keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani kekerasan sosial terhadap anak usia remaja di lingkungan keluarga.
Penyimpangan Moral dalam Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan: Analisis terhadap Al- Anfal: 27 dan An-Nisa: 135 Salwa Dama Nazila; Ziyan Yusriana Asri
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i2.520

Abstract

The phenomenon of sexual violence and harassment in educational institutions is nothing new. However, ironically, religion, which should be a protector, has instead become a shield for the perpetrators, and should uphold moral and spiritual values. From 2020 to 2025, the National Commission on Violence Against Women recorded an increase in the number of reports of sexual violence in religious educational settings, including Islamic boarding schools. Amidst growing public awareness of gender justice and victim protection, abuses of religious authority continue to undermine public trust in religious institutions. From the perspective of the Quran, trustworthiness and justice are fundamental principles that must be upheld by every leader, including religious leaders. Q.S. Al-Anfal: 27 and Q.S. An-Nisa: 135 serve as normative foundations for exposing deviant behavior by some religious scholars, particularly in cases of sexual violence that undermine basic human values. This study aims to analyze the forms of moral deviations committed by religious scholars in cases of sexual violence using an approach to these verses. The method used is a qualitative approach with content analysis techniques. The results of the study indicate that: first, sexual violence in educational institutions is a form of betrayal of the religious and social mandates they hold. And the Qur'anic values ​​of trust and justice must be the benchmark in assessing and responding to cases of sexual violence, as well as being the basis for building collective awareness in rejecting the culture of silence towards victims.
Kajian Hadis Pada Akun Instagram @Hadispedia Dalam Tinjauan Otoritas Keagamaan Nizam Zulfa; Ahmat Kori; Muhammad Ikhsan
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i2.530

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam penyebaran hadis terutama di media Sosial. Salah satu media sosial yang cukup menarik ialah akun Instagram @hadispedia yang banyak memuat konten-konten tentang hadis dan keilmuannya serta isu-isu hadis lainnya. Namun, hal ini memunculkan suatu masalah tentang bagaimana peran otoritas keagamaan Islam, apakah ia akan tetap bertahan. Dua pertanyaan diajukan: Bagaimana model penyebaran hadis dan keilmuannya oleh akun Instagram @hadispedia? Kedua, bagaimana peran otoritas keagamaan Islam dalam akun Instagram @hadispedia? Penelitian ini merupakan studi kualitatif-deskriptif tentang sumber otoritas keagamaan di era disrupsi menggunakan pendekatan netnografi dengan teori otoritas keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, akun Instagram @hadispedia merupakan akun Instagram yang banyak memuat konten-konten hadis dan keilmuannya (hadis wa ulumuhu). Akun ini merupakan media keislaman dari El-Bukhari Institute. Lembaga atau yayasan ini telah lama bergerak di bidang pendidikan dan dakwah hadis. Terdapat tiga orang di belakangnya yang patut dijadikan pertimbangan dalam keotoritasan agama akun Instagram @hadispedia. Kedua, dengan mempertimbangkan beberapa aspek yaitu: kompetensi, relasi dengan kesejarahan, kekuasaan dan dampak, hubungan antar otoritas keagamaan tradisional dan media sosial, maka peran otoritas keagamaan Islam dalam akun Instagram @hadispedia hemat penulis akun ini memiliki otoritas keagamaan Islam yang masih melekat terutama dalam bidang hadis dan keilmuannya.
Peranan Guru dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa di Sekolah Dasar Didit Haryadi; Miftahul Jannah; Muarif Islamiah
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.562

Abstract

Kecerdasan emosional memiliki peranan penting dalam pendidikan masa kini, dan pendidik berfungsi sebagai teladan, pendorong dan penilai dalam mendukung siswa untuk meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam meningkatkan kecerdasaan emosional siswa seta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualiatif studi kasus yang mewawancarai beberapa guru di SDN 35 Nungga Kota Bima yang dipilih secara Purposive sampling serta menganalisis data dengan cara Miles dan Huberman yaitu mengumpulkan data, mereduksi sampai menarik kesimpulan. Adapun hasil penelitian di dapatkan Elemen yang mendukung perkembangan kecerdasan emosional siswa meliputi faktor fisik, psikologis dan lingkungan. Lingkungan yang kondusif dapat membantu siswa merasakan keamanan dan penerimaan sosial, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola emosi dan berinteraksi pada orang lain. Guru berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa tetapi ada faktor penghalang seperti variasi status sosial dan keberagaman budaya. Diperlukan pemahaman yang lebih lengkap dan usaha yang berfokus untuk memperkuat posisi guru dalam konteks ini. Pemahaman tentang soiknifikansi peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa dapat memberikan dampak postif dalam pembentukan generasi yang lebih seimbang dalam emosional.

Page 3 of 4 | Total Record : 35