cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+62292-426455
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia Ners
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/tscners
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal dalam bidang keperawatan yang memuat hasil-hasil penelitian ataupun konsep literature review dalam bidang keperawatan ataupun kesehatan. Scope keilmuan pada jurnal ini antara lain; Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Keluarga, Menejemen keperawatan serta Kegiatan yang bersifat Promotif, Prefentif, Kuratif dan Rehabilitatif.
Articles 125 Documents
NURSING STUDENTS PERCEPTION TOWARDS CARING BEHAVIOR OF CLINICAL INSTRUCTOR: A LITERATURE REVIEW Sri Yulian Hunowu; Fitri Arofiati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.183

Abstract

Background: Important factors for student success are determined by the behavior of an instructor. Students understand that caring instructors clinic can make students more confident. Caring behavior is a behavior that always assists others holistically. The objective is to know the perception of the caring behavior of nursing students on the clinical instructor. Method: This literature review uses searches from the Google Scholar database, Science Direct, EBSCO. At the initial stage of the search with keywords: "Caring Instructor" AND "Nursing Students Perceptions" obtained the results of 8 international articles from the range of 2014 to 2019 that correspond to the inclusion and exclusion criteria.Results: Based on the results of the literature review of 8 articles, it was found that the caring behavior of clinical instructors can be an indicator of how caring nursing students are when they enter the profession. According to nursing students caring behavior from clinical instructor have a positive attitude towards nursing students. Students become more compassionate, feel helpful when experiencing difficulties, are more open, confident and have high learning motivation.Conclusion: Caring behavior clinical instructor is to be considered by the clinical instructor to students. This is because nursing students always looked clinical instructor as a role model in demonstrating professionalism in nursing, and can improve the caring behavior of their students. Besides that, the caring behavior of the instructor can also improve the clinical learning process to be even better. Keywords: Nursing Student Perception, Caring Behavior, Clinical Instructor
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA BARUAS KOTA PADANGSIDIMPUAN Rizka Heriansyah; Wiwi Wardani Tanjung; Lola Pebrianthy
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5, No 2 (2020): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v5i2.249

Abstract

Latar belakang: Dewasa ini hampir 380 juta pasangan menjalankan keluarga berencana dan  66 – 75 juta diantaranya, terutama di Negara berkembang menggunakan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan yang dapat memiliki pengaruh positif maupun negatif terhadap berbagai organ tubuh wanita. Penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dalam waktu yang lama akan menyebabkan disfungsi seksual berupa penurunan libido (WHO, 2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA pada wanita usia subur.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriftif analitik dengan desain cross secsional. Penelitian dilakukan di Desa Baruas Kota Padangsidimpuan. Populasi Penelitian sebanyak 41 dan sampel penelitian sebanyak 41 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data yang digunakan adalah paired-sample T-testHasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA p=0.023 (p <0,05). Disarankan kepada wanita usia subur untuk mengikuti penyuluhan petugas kesehatan atau menggunakan kontrasepsi hormonal suntik DMPA` dan mau mengikuti kegiatan serta menjaga kesehatan atau jarak kehamilan sehingga stabil dan hidup sehat.Kesimpulan : Terdapat Hubungan pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA. Kata Kunci : Pengetahuan, Hormonal Suntik DMPA, Wanita Usia Subur
PEMILIHAN SAMPEL KUBIS DALAM PENGGUNAAN INTERVENSI KOMPRES DINGIN UNTUK MENURUNKAN BREAST ENGORGEMENT Bernadeta Novita Septiani; Anggorowati Anggorowati; Muhammad Nur
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6, No 2 (2021): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v6i2.298

Abstract

Latar Belakang :Breast engorgement merupakan kondisi payudara mengalami pembengkakan akibat produksi Air Susu Ibu (ASI) berlebih dan tidak dikeluarkan secara sempurna atau paripurna sehingga muncul kondisi pembendungan ASI yang terjadi akibat peningkatan aliran vena serta limfe pada payudara dalam masa menyusui. Breast engorgement dapat diatasi dengan menggunakan kompres dingin daun kubis. Zat utama dalam kubis (Brassica oleracea var. Capitata L) yang bisa mengurangi nyeri, pembengkakan dan peradangan payudara adalah sulfur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji determinasi kandungan sulfur pada kubis.Metode : Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pengambilan empat sampel kubis dari dua daerah yaitu daerah Sumowono-Ambarawa dan daerak Keteb-Magelang. Setelah pengambilan sampel dilakukan pengujian di laboratorium dan pemilihan sampel untuk media kompres payudara ibu post partum yang mengalami breast engorgement.Hasil: Berdasarkan analisa data terdapat perbedaan kandungan sulfur dalam kubis. Kubis yang memiliki kandungan sulfur paling tinggi adalah kubis putih hijau tua (asla daerah Keteb-Magelang) yaitu sebesar 0.1425 dan kubis dengan kandungan sulfur paling rendah adalah kubis putih hijau (asal daerah Sumowono-Ambarawa) yaitu sebesar 0.0638.Kesimpulan : Pemilihan sampel kubis untuk menurunkan breast engorgement menggunakan kompres dingin adalah salah satu cara yang harus dilakukan sebelum dipakai oleh pasien. Kubis yang dipilih untuk menangani breast engorgement adalah yang memiliki kandungan sulfur tinggi. Kata kunci : Kubis, Breast Engorgement, Kompres Dingin
MENCUKUPI STATUS GIZI ANAK DENGAN GERAKAN AKSI “AKU SUKA MAKAN IKAN” Puspito Panggih Rahayu; Casnuri Casnuri
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 01 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i01.342

Abstract

Latar belakang: Balita termasuk kelompok rawan gizi karena masih dalam masa pertumbuhan. Konsumsi makanan terutama energi dan protein merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi. Angka konsumsi ikan masih rendah sehingga salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan membentuk sikap yang positif gemar makan ikan sejak dini pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui status gizi balita setelah diberikan intervensi asupan ikan.Metode: Penelitian eksperimen dengan rancangan one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan di wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman DIY sebanyak 25 subjek. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Variabel bebas adalah pemberian intervensi ikan sebanyak 100 gram dengan frekuensi satu kali setiap hari selama 30 hari sedangkan varibel terikat adalah berat badan, tinggi badan, dan status gizi balita berdasarkan z-score TB/U. Analisis data dengan paired sampel t-test.Hasil: Ditemukan 44% balita berstatus gizi stunting pada awal penelitian. Setelah intervensi, terjadi penurunan persentase kejadian stunting menjadi 36%. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan tinggi badan (p=0,004) dan perbaikan status gizi berdasarkan Z-score (p=0,003) yang signifikan antara sebelum dan setelah intervensi. Namun, tidak demikian dengan berat badan yang tidak menunjukkan peningkatan antara sebelum dan setelah intervensi (p=0,982).Simpulan: Pemberian intervensi ikan sebanyak 100 gram dengan frekuensi satu kali setiap hari selama 30 hari dapat meningkatkan tinggi badan dan memperbaiki status gizi balita secara signifikan pada akhir intervensi. Kata Kunci: Balita; Stunting; Konsumsi Ikan; Protein
EFEKTIFITAS PIJAT TUI NA TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA USIA 12 BULAN DI DESA TONDOMULYO JAKENAN KAPUBATEN PATI Amelia Nur Hidayanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i02.385

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor terjadinya masalah gizi karena kurangan asupan nutrisi. Masa Balita merupakan masa periode emas pada pertumbuhan dan perkembangan. Masalah yang sering dihadapi adalah masa anak mengalami susah makan dan memilih makanan. Orang tua banyak menggunakan cara komplementer untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan pijat.  Pijat tui na susah makan merupakan salah satu teknik pijat  untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pijat tui na terhadap peningkatan berat badan pada balita usia 12 di Desa Tondomulyo, Jakenan, Kabupaten Pati.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain Quasy eksperimental dengan pendekatan Pretest – Posttest one group design. Sampling dengan total sampling.Hasil: hasil uji paired sample t test didapatkan hasil bahwa tidak terdapat efektifitas pemberian pijat tui na terhadap peningkatan berat badan pada balita usia 12 bulan di Desa Tondomulyo, Jakenan, Kabupaten Pati dengan nilai p-value 0,378. Kesimpulan: Tidak terdapat efektifitas pijat tui na terhadap peningkatan berat badan pada balita usia 12 bulan di Desa Tondomulyo, Jakenan, Kabupaten Pati
HUBUNGAN FAKTOR IBU SAAT HAMIL TERHADAP BERAT BADAN LAHIR DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) SYAFRIANI KECAMATAN NIBONG KABUPATEN ACEH UTARA Elizar Elizar; Amelia Nur Hidayanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i02.443

Abstract

Background: A baby's birth weight at birth is an important indicator of a child's vulnerability to disease, risk of disease, occurrence of disease in children and also predicts the child's health, growth, psychosocial development and chances of survival. Low birth weight babies are at risk of stunting. Risk factors associated with the incidence of LBW include socio-economic and maternal characteristics.Method: This research is an observational study with a cross-sectional approach which aims to analyze the relationship between maternal factors and birth weight in the Syafriani Independent Midwife Practice (PMB), Nibong District, North Aceh Regency. The sample in this study consisted of 41 post-partum mothers, where the sampling technique was determined by total sampling, namely all post-partum mothers recorded in medical records from January to February 2023. The sample criteria were mothers who gave birth to live babies and gestational age at term at the time of delivery.Results: From the results of analysis tests carried out, maternal factors including age, family income, complaints during pregnancy and parity were related to the baby's birth weight where the p-value was <0.05. The variables of maternal education, maternal occupation, history of miscarriage and pregnancy examination were not related to the baby's birth weight with a p-value >0.05. From the results of the multivariate analysis test using multiple logistic regression, it was found that only mothers who experienced complaints during pregnancy had a partial effect on birth weight with a p-value <0.05.Conclusion: The results of the study concluded that maternal factors related to birth weight included age, family income, complaints during pregnancy and parity. Keywords: Birth Weight, During pregnancy,Maternal Factors,
GAMBARAN KONDISI KESEIMBANGAN PASIEN BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO (BPPV) DI RSUD dr. SOEDONO MADIUN Puji Tri Hastuti; Elsye Maria Rosa; Moh Afandi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i2.8

Abstract

Latar Belakang; Benign  Paroxysmal  Positional  Vertigo  (BPPV) merupakan gagguan vestibuler yang paling sering dijumpai, memiliki gejala rasa pusing berputar diikuti mual dan muntah serta keringat dingin. BPPV mengakibatkan terjadi penurunan sistem vestibular sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan.Tujuan : Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi keseimbangan pasien BPPV.Metode : Penelitian ini merupakan peneilitian deskriptif kuantitatif. Pemilihan responden menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 34 orang.Hasil : Kondisi keseimbangan pasien BPPV didapatkan responden yang bisa bertahan 30 detik untuk berdiri di permukaan keras dengan mata tertutup mencapai 76.47% atau 26 orang responden penelitian dan dengan mata terbuka mencapai 52.94 % atau 18 orang responden. Sedangkan pada saat berdiri di permukaan lunak (diatas busa berukuran 40 x 40 cm, dengan tinggi 10 cm) tidak ada responden yang bisa bertahan berdiri selama 30 detik baik dengan mata terbuka ataupun dengan mata tertutup.Kesimpulan : Pasien vertigo mampu menjaga keseimbangan selama 30 detik dalam kondisi berdiri di permukaan keras, baik dalam kondisi mata tertutup maupun kondisi mata terbuka. Kata Kunci : Benign  Paroxysmal  Positional  Vertigo  (BPPV), Keseimbangan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PASANGAN USIA SUBUR UNTUK MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Yuanita Ananda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.71

Abstract

Latar belakang; Menurut  Dinas Kesehatan Kota Padang Wilayah Kerja Puskesmas Andalas merupakan Wilayah yang pasangan usia subur nya terbanyak di Kota Padang, dan juga didapatkan data Puskesmas Andalas termasuk didalam 5 besar yang merupakan banyaknya pasangan usia subur yang melakukan pemeriksaan leher rahim dan didapatkan 10 diantaranya IVA positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Wanita Usia Subur untuk melakukan deteksi dini kanker serviks di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang.Metode; Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional, penelitian telah dilakukan di RW O1 Kelurahan Ganting Parak Gadang, Populasi dalam penelitian ini adalah PUS yang berada di RW 01 Kelurahan Ganting Parak Gadang yang berjumlah 179 orang. Sampel penelitian sebanyak 65 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik chi –square.Hasil; Hasil penelitian lebih dari separuh (53,8%) pernah melaksanakan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dalam 5 tahun terakhir, kurang dari separuh (46,2%) responden memiliki tingkat pendidikan sedang, lebih dari separuh (63,1%) responden memiliki pengetahuan rendah, lebih dari separuh (50,8%) responden dengan dukungan suami tidak baik,Kesimpulan; Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disimpulkan terdapat hubungan pendidikan dengan perilaku Wanita Usia Subur, hubungan pengetahuan dengan perilaku Wanita Usia Subur, dan juga hubungan dukungan suami dengan perilaku Wanita Usia Subur.   Kata Kunci : Perilaku PUS, Pendidikan, Pengetahuan, dan Dukungan Suami
PENGARUH ESSENTIAL OIL LAVENDER TERHADAP KUANTITAS TIDUR SIANG DAN GANGGUAN TIDUR SIANG PADA ANAK PRA SEKOLAH Sitti Khadijah; Vitrianingsih Vitrianingsih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.178

Abstract

Latar belakang; Anak membutuhkan tidur yang adekuat untuk status kesehatan yang baik. Tanpa tidur yang seimbang, akan mendorong munculnya masalah perkembangan dan masalah kesehatan yang serius. Gangguan tidur pada anak dapat mempengaruhi perilaku dan emosi anak, dimana anak menjadi kurang perhatian, mudah lelah, aktivitas fisik dan daya ingat menurun, rewel bahkan menyebabkan temper tantrum. Salah satu cara yang aman dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas serta kuantitas tidur adalah dengan pemberian aromaterapi lavender.Metode; Jenis penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-postest design group. Populasi anak pra sekolah usia 3-6 tahun di PGTK Jogja Kids Park sebanyak 21 anak. Esssential oil diberikan secara inhalasi menggunakan diffuser selama 1 bulan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan analisis uji Paired t-test dan Mc Nemar.Hasil; Rata-rata skor kuantitas tidur siang sebelum pemberian essential oil lavender adalah 84,76 menit sedangkan rata-rata skor kuantitas tidur siang setelah diberikan essential oil lavender adalah 98,57 menit dengan p-value 0,013<0,05. Pengaruh aromaterapi lavender terhadap gangguan tidur siang dipeoleh p-value 0,065 > 0,05.Kesimpulan; Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh terhadap peningkatan kuantitas tidur siang pada anak pra sekolah namun tidak berpengaruh terhadap penurunan gangguan tidur siang. Kata Kunci : Essential Oil, Lavender, Kuantitas Tidur, Gangguan Tidur
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI FAST FOOD DENGAN MENARCHE DINI PADA REMAJA PUTRI Aida Yunizar Aida Yunizar; Novita Sari Batubara
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5, No 2 (2020): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v5i2.243

Abstract

Latar Belakang : Menarche dini adalah menstruasi pertama yang dialami wanita subur di bawah usia 12 tahun. Kondisi menarche dini karena mendapat lebih banyak produksi hormon estrogen daripada wanita lain pada umumnya, tentu saja ini menjadi penting.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu metode yang bertujuan untuk menemukan adanya hubungan antara variabel yang berbeda, untuk menghitung jumlah korelasi menggunakan statistik, teknik statistik ini dapat digunakan untuk menghitung antara dua variabel atau lebih dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional yang adalah penelitian yang dilakukan satu kali dan satu kali untuk mencari hubungan antar variabel.Hasil : Hasil penelitian dari 36 responden menunjukkan status hubungan dengan menarche pada siswa SMPN 2 dengan status gizi obasitas sebanyak 2 siswa (100%) mengalami menarche dini. Dalam status gizi obesitas sebanyak 24 siswa perempuan (70,6%) mengalami menarche pada usia dini sedangkan 10 siswa (29,4%) pada usia normal. kebiasaan mengonsumsi makanan fast food dengan usia menarche menunjukkan menarche dini yaitu sebanyak 3 siswa (27,2%) dan 8 siswa (72,8%) pada usia menarche normal. Pada anak perempuan yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan fast food (tidak baik) 23 siswa (92%) menarche pada usia dini sedangkan 2 anak perempuan (8%) pada usia normal.Kesimpulan :Terdapat hubungan status gizi dan kebiasaan mengkonsumsi fast food dengan menarche dini pada remaja putri. Kata kunci: Status Gizi, Fast Food, Menarche Dini, Remaja Putri

Page 3 of 13 | Total Record : 125