cover
Contact Name
Mega Firdaus
Contact Email
megafirdaus@unusida.ac.id
Phone
+6231-7970999
Journal Mail Official
ner@unusida.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Kampus II. Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur 61234
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Nusantara Educational Review
ISSN : -     EISSN : 30255678     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Nusantara Educational Review (NER) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Jurnal ini diterbitkan dalam versi online dengan akses terbuka dan unduhan gratis. NER menerbitkan artikel penelitian pada bidang pendidikan. Nusantara Educational Review terbit dua kali setahun pada bulan Agustus dan Februari.
Articles 74 Documents
The Implementation of Mind Mapping in Reading Narrative Text for Eight Graders Rahmadina, Indy; Kurniati, Ruri Fadhilah
Nusantara Educational Review Vol 2 No 2 (2024): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v2i2.1375

Abstract

The purpose of this study is to describe the learning process using mind mapping on reading narrative text material and student's perceptions of the use of mind mapping. Data collection was carried out in July 2023 in class VIII-A of Al-Muayyad Middle School Wates Kedensari Tanggulangin and totalled 8 students. This study uses qualitative descriptive research. The instruments used in this study were observation, interviews, and documentation. Researchers used observation techniques to obtain data during the mind-mapping learning process on reading narrative text material in class. Students gave a positive response to the use of mind mapping in class. The results of the interview showed that most students thought that the use of mind mapping could have a positive impact because felt interested in learning and found it easier to understand the material. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran menggunakan mind mapping pada materi reading narrative text dan presepsi siswa terhadap penggunaan mind mapping. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2023 di kelas VIII-A SMP Al-Muayyad Wates Kedensari Tanggulangin dan berjumlah 8 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik observasi untuk memperoleh data pada saat proses pembelajaran mind mapping pada materi reading narrative text dalam kelas. Siswa memberikan respon positif pada penggunaan mind mapping di kelas. Hasil wawancara menunjukan sebagian besar siswa beranggapan bahwa penggunaan mind mapping dapat memberikan dampak positif karena mereka merasa tertarik untuk belajar, dan lebih mudah memahami materi.
Pengembangan Media Pembelajaran Lingkungan Bersih Berbasis Android untuk Kelas 1 Pada Tema 6 Hamdan, Achmad Rofi; Murni, Arie Widya
Nusantara Educational Review Vol 2 No 2 (2024): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v2i2.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran lingkungan bersih berbasis Android pada tema 6 untuk kelas 1 Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Obyek penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran lingkungan bersih berbasis Android. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan angket validasi. Peneliti menggunakan tahapan-tahapan penelitian pengembangan menurut model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli materi memberikan nilai rata-rata 84% dan ahli media memberikan nilai rata-rata 85,7%, keduanya termasuk kategori "sangat layak". Media yang digunakan sudah sesuai dengan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator. Selain itu, siswa merasa nyaman dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan lebih fokus serta kritis berkat adanya kuis dalam aplikasi belajar This study aims to develop Android-based clean environment learning media on theme 6 for grade 1 of Elementary School. This type of research is research and development. The object of this research is to develop an Android-based clean environment learning media. Data collection techniques in this study were interviews and validation questionnaires. Researchers used the stages of development research according to the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The validation results showed that material experts gave an average value of 84% and media experts gave an average value of 85.7%, both of which were included in the "very feasible" category. The media used were Core Competencies, Basic Competencies, and indicators. In addition, students felt comfortable with information technology-based learning and were more focused and critical thanks to the quizzes in the learning application.
The Effectiveness of Presentation Practice Production (PPP) Model in Teaching Speaking to 8th Graders Shofiroh, Nadziyah; Noviyanti, Masyitah
Nusantara Educational Review Vol 2 No 2 (2024): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v2i2.1438

Abstract

This study uses a descriptive qualitative method, using observation and interview instruments. The results of the data analysis show that the implementation of the Presentation, Practice, Production (PPP) model has three stages. Each phase has different roles, activities, and models, in the presentation phase, the teacher introduces new language to students, done by using pictures or reading text. In the practice phase, students practice the new language in the control language. In the production phase, students are encouraged to use the new language in a freer way with communication tasks or creating paragraphs. The use of recount texts in learning is very useful, especially for training students' speaking skills. Although some students have difficulty in pronunciation, the Presentation, Practice, Production (PPP) model helps them be motivated to speak with teacher guidance, so that they can speak English better gradually. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen observasi dan wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa implementasi model Presentation, Practice, Production (PPP) ada tiga tahap. Setiap fase memiliki peran, aktivitas, dan model yang berbeda, dalam fase presentasi, guru memperkenalkan bahasa baru kepada siswa, dilakukan dengan menggunakan gambar atau membaca teks. Pada fase latihan, siswa mempraktikkan bahasa baru dalam bahasa kontrol. Pada tahap produksi, siswa didorong untuk menggunakan bahasa baru dengan cara yang lebih bebas dilakukan dengan tugas komunikasi atau membuat paragraf. Penggunaan teks recount dalam pembelajaran sangat bermanfaat, terutama untuk melatih kemampuan berbicara siswa. Meskipun beberapa siswa kesulitan dalam pengucapan, model Presentation, Practice, Production (PPP) membantu mereka termotivasi berbicara dengan bimbingan guru, sehingga mereka dapat berbicara bahasa Inggris dengan lebih baik secara bertahap.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Siklus Air Melalui Penggunaan Media Assemblr Edu di Kelas V Maharani, Aisyah Hindy; Murni, Arie Widya; Oktavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/4ms1fg44

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar materi siklus air melalui penggunaan media augmented reality Assemblr Edu pada peserta didik kelas V SDN Pucang 4 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan PTK dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan subjek 20 peserta didik kelas V. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas guru dan peserta didik. Pada Siklus I, aktivitas guru mencapai 67,3% dengan keterlaksanaan 84,6%, dan aktivitas peserta didik 76,6% dengan ketuntasan hasil belajar 60% (12 siswa tuntas, 8 siswa belum tuntas). Pada Siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 94,23% dengan keterlaksanaan 100%, dan aktivitas peserta didik 95% dengan ketuntasan hasil belajar 90% (18 siswa tuntas, 2 siswa belum tuntas). Peningkatan ini menunjukkan bahwa media Assemblr Edu yang dipadukan dengan strategi kooperatif TGT efektif meningkatkan pemahaman konsep siklus air, keterlibatan, dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media AR efektif sebagai pembelajaran interaktif untuk memahami konsep abstrak, dan penggunaan Assemblr Edu terbukti meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi siklus air. This study aims to improve learning outcomes of water cycle material using Assemblr Edu augmented reality media for fifth-grade students of SDN Pucang 4 Sidoarjo. This study uses a two-cycle CAR approach, each including planning, implementation, observation, and reflection, with 20 fifth-grade students as subjects. The observation results show a significant increase in teacher and student activities. In Cycle I, teacher activity reached 67.3% with 84.6% implementation, and student activity reached 76.6% with 60% learning outcome completion (12 students completed, 8 students did not complete). In Cycle II, teacher activity increased to 94.23% with 100% implementation, and student activity 95% with 90% learning outcome completion (18 students completed, 2 students did not complete). This increase indicates that Assemblr Edu media, combined with the TGT cooperative strategy, effectively increases students' understanding of the water cycle concept, involvement, and self-confidence. This study confirms that AR media is effective as interactive learning to understand abstract concepts, and the use of Assemblr Edu has been proven to improve the science learning outcomes of fifth-grade students at SDN Pucang 4 Sidoarjo on the water cycle material.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 3 pada Materi Pembagian melalui Penggunaan Media Papan Pintar Putri, Faradita Ariska Widya; Murni, Arie Widya; Octavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/cvzn1770

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pencapaian belajar peserta didik kelas III SDN Pucang IV pada materi pembagian melalui pemanfaatan media papan pintar. Penelitian ini merupakan PTK dua siklus yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan secara berulang untuk memperbaiki proses pembelajaran berdasarkan hasil dari siklus sebelumnya. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III SDN Pucang IV, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, dengan jumlah 23 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar. Menurut hasil penelitian, penggunaan media papan pintar dapat meningkatkan kinerja guru, partisipasi peserta didik, serta hasil belajar pada materi pembagian. Peningkatan ini terlihat dari ketuntasan hasil belajar yang meningkat dari 56,52% pada siklus I menjadi 86,95% pada siklus II. Media papan pintar memfasilitasi pembelajaran yang konkret, interaktif, dan menyenangkan sesuai tahap kognitif siswa sekolah dasar, sehingga efektif meningkatkan hasil belajar pada materi pembagian. This study aims to improve the learning achievement of third-grade students of SDN Pucang IV on division material using smartboard media. This study is a two-cycle CAR conducted in the even semester of the 2025/2026 academic year. Each cycle consists of the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection, which are carried out repeatedly to improve the learning process based on the results of the previous cycle. The subjects of the study were third-grade students of SDN Pucang IV, Sidoarjo District, Sidoarjo Regency, with a total of 23 students. Data collection was carried out through observation of teacher activities, observation of student activities, and learning outcome tests. According to the results of the study, the use of smartboard media can improve teacher performance, student participation, and learning outcomes on division material. This improvement is seen from the completeness of learning outcomes, which increased from 56.52% in cycle I to 86.95% in cycle II. Smart board media facilitates concrete, interactive, and fun learning according to the cognitive stage of elementary school students, thus effectively improving learning outcomes in division material.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 5 Pada Materi Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Hanif, M. Faizal; Murni, Arie Widya; Octavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/we5p1795

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan ketuntasan belajar. Pada siklus I, keterlaksanaan aktivitas guru mencapai 61,5%, aktivitas peserta didik 60,7%, dan ketuntasan hasil belajar 64%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 92%, aktivitas peserta didik menjadi 85,7%, dan ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila materi norma karena meningkatkan keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual peserta didik sekolah dasar. This classroom action research aims to improve the learning outcomes of fifth-grade students of SDN Pucang 4 Sidoarjo on the material of Norms in Community Life through the application of the Problem-Based Learning (PBL) learning model. This research was conducted in two cycles, where each cycle includes the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The instruments used included observation sheets of teacher and student activities, as well as learning outcome tests at the end of each cycle. The results showed a significant increase in teacher activities, student activities, and learning outcomes. In cycle I, the implementation of teacher activities reached 61.5%, student activities 60.7%, and learning outcomes completion 64%. After improvements were made in cycle II, teacher activities increased to 92%, student activities to 85.7%, and learning outcomes completion increased to 92%. These findings indicate that the PBL model is effective in implementing Pancasila Education learning on norms because it increases active involvement, critical thinking skills, and conceptual understanding of elementary school students.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Waktu dan Durasi melalui Media Jam Analog pada Kelas II Sekolah Dasar Rochmah, Salsabillah Ainur; Murni, Arie Widya; Octavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jeh6k695

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi waktu dan durasi melalui penggunaan media jam analog. Subjek penelitian terdiri dari 27 peserta didik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil pra-tindakan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan membaca jam dan menghitung durasi, sehingga nilai ketuntasan masih rendah. Pada Siklus I, penggunaan media jam analog mulai berhasil meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan hasil belajar, meskipun ketuntasan klasikal baru mencapai 66,6% dan belum memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan yang dilakukan pada Siklus II meliputi peningkatan kualitas instruksi, optimalisasi penggunaan media, serta pembelajaran yang lebih interaktif. Hasilnya, aktivitas guru mencapai 90,38%, aktivitas peserta didik meningkat menjadi 92,5%, dan ketuntasan hasil belajar mencapai 100%. Temuan tersebut membuktikan bahwa penggunaan media konkret berupa jam analog efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep waktu dan durasi, serta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan bermakna. This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the learning outcomes of second-grade students at Pucang 4 Elementary School, Sidoarjo, on the topic of time and duration using analog clocks. The subjects of the study consisted of 27 students. The study was conducted in two cycles, including planning, action implementation, observation, and reflection. The pre-action results showed that most students had difficulty reading the clock and calculating duration, resulting in low completion scores. In Cycle I, the use of analog clocks began to successfully improve teacher activity, student activity, and learning outcomes, although classical completion only reached 66.6% and had not yet met the success indicators. Improvements made in Cycle II included improving the quality of instruction, optimizing media use, and making more interactive learning. As a result, teacher activity reached 90.38%, student activity increased to 92.5%, and learning outcome completion reached 100%. These findings prove that the use of concrete media in the form of analog clocks is effective in improving students' understanding of the concepts of time and duration, and can create more active, interesting, and meaningful learning.
Penerapan Model Teams Games Tournament dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Materi Norma dan Kehidupan untuk Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa Kelas IV Maulah, Nabila Febriola Nichlatul; Baalwi, Muhammad Assegaf; Rosjda, Dina
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/hc7kqs45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SDN Banjarbendo pada materi Norma dan Kehidupan melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Permasalahan awal menunjukkan bahwa siswa kurang memahami materi karena pembelajaran masih berpusat pada guru dan bahan ajar yang terbatas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari pra-siklus, Siklus I, hingga Siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 62,00 menjadi 75,54 pada Siklus I, dan mencapai 82,50 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 17% menjadi 58%, dan akhirnya mencapai 92%. Peningkatan hasil belajar, aktivitas siswa, dan kinerja guru menunjukkan efektivitas model Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan pemahaman materi Norma dan Kehidupan. This study aims to improve the understanding of fourth-grade students of Banjarbendo Elementary School on the material of Norms and Life through the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model. Initial problems showed that students did not understand the material because learning was still centered on the teacher and limited teaching materials. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, which was implemented in two cycles, combining qualitative and quantitative approaches. The research subjects were 24 students. Data were collected through observation, learning achievement tests, and documentation. The results showed an increase from the pre-cycle, Cycle I, to Cycle II. The average student score increased from 62.00 to 75.54 in Cycle I and reached 82.50 in Cycle II. The percentage of learning completion also increased from 17% to 58% and finally reached 92%. Improvements in learning outcomes, student activities, and teacher performance demonstrate the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) model in improving understanding of Norms and Life material.
Penggunaan Media Visual Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Rambu-Rambu Lalu Lintas Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas 4 Vanoni, Annabillah; Sugiarto, Riski; Asror, Machfudzil
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/bw3gre25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media visual interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi rambu-rambu lalu lintas di kelas IV SDN Karangtanjung. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan satu siklus, terdiri atas pra-siklus dan siklus I. Hasil pra-siklus menunjukkan rendahnya ketuntasan belajar, di mana sebagian besar siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75. Setelah diterapkan media visual interaktif pada siklus I, terjadi peningkatan signifikan pada hasil belajar, aktivitas guru, dan keaktifan peserta didik. Ketuntasan belajar siswa meningkat secara klasikal, aktivitas guru meningkat dari kategori cukup menjadi baik, dan keaktifan siswa meningkat dari kategori rendah menjadi tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media visual interaktif efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman materi rambu-rambu lalu lintas pada siswa sekolah dasar. This study aims to determine the effectiveness of the use of interactive visual media in improving student learning outcomes on traffic sign material in grade IV of SDN Karangtanjung. The research method used is Classroom Action Research (CAR) with one cycle, consisting of pre-cycle and cycle I. The results of the pre-cycle showed low learning completeness, where most students had not met the Minimum Completion Criteria (KKM) 75. After the application of interactive visual media in cycle I, there was a significant increase in learning outcomes, teacher activity, and student activity. Student learning completeness increased classically, teacher activity increased from sufficient to the good category, and student activity increased from low to high category. These findings indicate that interactive visual media is effective to be used as an alternative learning strategy to improve understanding of traffic sign material in elementary school students.
Implementasi Model Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka: Studi Fenomenologis Pengalaman Guru Sekolah Dasar Asitah, Nur; Anam, Fatkul; Ismanto, Hadi; Wahyudi, Achmad; Adi, Tirto
Nusantara Educational Review Vol 4 No 1 (2026): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ghqj5z66

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut transformasi pembelajaran menuju pendekatan yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Model pembelajaran deep learning dipandang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut, namun praktik implementasinya di sekolah dasar masih menunjukkan dinamika yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan tantangan penerapan deep learning dalam Kurikulum Merdeka berdasarkan pengalaman guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci “deep learning” dan “kurikulum merdeka”, yang menghasilkan sepuluh artikel terpilih untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi deep learning memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, penguatan pembelajaran reflektif dan kontekstual, peningkatan keterlibatan aktif siswa, serta pengembangan berpikir kritis, kreativitas, dan karakter. Di sisi lain, tantangan utama meliputi keterbatasan pemahaman konseptual guru, minimnya pelatihan dan pendampingan profesional berkelanjutan, kendala infrastruktur dan literasi digital, serta meningkatnya beban administratif. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan sistem pelatihan guru berbasis praktik reflektif, penyediaan sarana pendukung yang memadai, serta kebijakan institusional yang adaptif untuk menjamin keberhasilan implementasi deep learning secara sistematis dan berkelanjutan di sekolah dasar. The implementation of the Independent Curriculum demands a transformation of learning toward a meaningful, reflective, and learner-centered approach. The deep learning model is considered relevant to address these needs, but its implementation in elementary schools still exhibits complex dynamics. This study aims to analyze the impact and challenges of implementing deep learning within the Independent Curriculum based on the experiences of elementary school teachers. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) with the PRISMA protocol. A literature search was conducted through the Google Scholar database using the keywords "deep learning" and "independent curriculum," resulting in ten selected articles for thematic analysis. The synthesis results indicate that the implementation of deep learning has a significant impact on improving teachers' pedagogical competence, strengthening reflective and contextual learning, increasing student active engagement, and developing critical thinking, creativity, and character. However, key challenges include teachers' limited conceptual understanding, lack of ongoing professional training and mentoring, infrastructure and digital literacy constraints, and increasing administrative burdens. These findings emphasize the need to strengthen teacher training systems based on reflective practice, provide adequate supporting facilities, and adopt adaptive institutional policies to ensure the successful and sustainable implementation of deep learning in elementary schools.