cover
Contact Name
Mega Firdaus
Contact Email
megafirdaus@unusida.ac.id
Phone
+6231-7970999
Journal Mail Official
ner@unusida.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Kampus II. Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur 61234
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Nusantara Educational Review
ISSN : -     EISSN : 30255678     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Nusantara Educational Review (NER) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Jurnal ini diterbitkan dalam versi online dengan akses terbuka dan unduhan gratis. NER menerbitkan artikel penelitian pada bidang pendidikan. Nusantara Educational Review terbit dua kali setahun pada bulan Agustus dan Februari.
Articles 63 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Implementasi Pendidikan Karakter untuk Mengatasi Bullying Asri, Dwi Nandini Novi; Sari, Dewi Vindy Aprilia; Maqbulah, Athiyah; Niharo, Nishfu Syahrin
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1505

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah serius yang dapat menghambat proses pembelajaran dan perkembangan karakter siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mengimplementasikan pendidikan karakter untuk mengatasi bullying di SDN Karangtanjung. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam kasus bullying, dari 12 kasus pada siklus pertama menjadi 3 kasus pada siklus kedua, yang mencerminkan berkurangnya perilaku agresif di kalangan siswa. Selain itu, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata nilai siswa naik sebesar 25% pada siklus kedua. Temuan ini mengindikasikan bahwa melalui implementasi pendidikan karakter, tidak hanya perilaku bullying yang dapat diminimalisir, tetapi juga hasil belajar siswa dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, pendidikan karakter terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, kondusif, dan mendukung keberhasilan akademik siswa. Bullying is one of the serious problems that can hinder the learning process and character development of students in schools. This study aims to improve student learning outcomes by implementing character education to overcome bullying at SDN Karangtanjung. The method used is Classroom Action Research (CAR), carried out in two cycles. The study showed a significant decrease in bullying cases, from 12 cases in the first cycle to 3 instances in the second cycle, reflecting a reduction in students' aggressive behaviour. In addition, student learning outcomes have increased significantly, with the average student score rising by 25% in the second cycle. These findings indicate that through the implementation of character education, not only can bullying behaviour be minimized, but student learning outcomes can also be significantly improved. Therefore, character education has proven effective in creating a safer, more conducive learning environment that supports students' academic success.
Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pelajaran Matematika Kelas 6 dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Ardiwanata, Moh; Sandria, Fasa; Ma'rifatunnikmah; Mumtazzah, Azmia
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 6 di SDN Karang Tanjung melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika. Selain itu, hasil belajar matematika siswa juga mengalami peningkatan signifikan setelah implementasi model ini. Pengelolaan waktu dan strategi pengajaran yang lebih efektif, serta relevansi model Jigsaw dengan prinsip-prinsip Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), turut berkontribusi pada keberhasilan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa di SDN Karang Tanjung. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif di sekolah dasar. This study aims to improve the mathematics learning outcomes of grade 6 students at SDN Karang Tanjung by implementing the Jigsaw cooperative learning model. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method, which is implemented in two cycles: the planning, implementation, observation, and reflection stages. The study results indicate that implementing the Jigsaw model can improve students' motivation and participation in mathematics learning. In addition, students' mathematics learning outcomes also increased significantly after implementing this model. More effective time management and teaching strategies, as well as the relevance of the Jigsaw model to the principles of the School Level Curriculum (KTSP), also contribute to the success of learning. Thus, it can be concluded that the Jigsaw cooperative learning model effectively improves students' mathematics learning outcomes at SDN Karang Tanjung. This study contributes to developing more innovative learning strategies in elementary schools.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match dalam Meningkatkan Hasil Belajar Berhitung Peserta Didik Kelas 2 pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Ningrum, Lintang Ayu; Sari, Nur Indah Wulan; Jadidah, Nahdliyah; Mauliya, Audia Riske; Alim Diwangkara, Mohammad Misbachul
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar berhitung siswa kelas 2 SDN Karangtanjung pada materi penjumlahan dan pengurangan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas 2 SDN Karangtanjung yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match dapat meningkatkan keaktifan siswa dan pemahaman mereka terhadap materi matematika. Data yang diperoleh dari tes tertulis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, dengan lebih banyak siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setelah penerapan model ini. Pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. This study aims to improve the learning outcomes of grade 2 students of SDN Karangtanjung in addition and subtraction by applying the Make a Match cooperative learning model. The method used is Classroom Action Research (CAR), which uses a qualitative approach and is carried out in two cycles. Each cycle involves planning, implementation, observation, and reflection stages. The study subjects were 30 grade 2 students of SDN Karangtanjung who had difficulty understanding basic mathematical concepts. The results showed that applying the Make-a-Match model could improve student activity and understanding of mathematical materials. Data obtained from written tests showed a significant increase in student learning outcomes, with more students achieving the Minimum Completion Criteria (KKM) after applying this model. This interactive and collaborative learning has proven effective in increasing student motivation and involvement and creating a pleasant learning atmosphere.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Perkalian Kelas III Sekolah Dasar Ayuningtyas, Vista Putri; Putri, Dya Ayu Agustiana; Astutik, Leny Suryaning
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran problem-based learning terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita perkalian kelas III Sekolah Dasar. Penelitian eksperimen ini melibatkan 52 peserta didik yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dengan model problem-based learning dan kelompok kontrol dengan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test), serta observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem-based learning secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita perkalian. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan model problem-based learning dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Sekolah Dasar. This study aims to analyze the effect of the problem-based learning model on the ability to solve multiplication story problems of grade III Elementary School students. This experimental study involved 52 students divided into two groups: the experimental group with the problem-based learning model and the control group with conventional learning methods. The research instruments included an initial test (pre-test) and a final test (post-test) and observations of the learning process. The results showed that the problem-based learning model significantly improved students' ability to solve multiplication story problems. This study implies that the problem-based learning model can be an effective alternative in improving the quality of mathematics learning in Elementary Schools.
Kajian Literatur Komprehensif Integrasi Budaya Lokal dan Evaluasi Kompetensi dalam Outcome-Based Education Hasanah, Siti Nikmatul; Latifah, Dewi; Ummah, Farichatul; Azzahra, Dwi Nur; Syahin, Ahmad Nafis Ijlal; Asitah, Nur
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1571

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi bagaimana integrasi budaya lokal dapat meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat identitas budaya mahasiswa. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 20 dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OBE efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui fokus pada hasil belajar yang terukur, tetapi integrasi nilai budaya lokal masih minim, terutama dalam bahan ajar dan evaluasi berbasis kompetensi. Keunikan penelitian ini adalah penggabungan pendekatan berbasis hasil dengan nilai-nilai budaya lokal, yang jarang menjadi fokus penelitian sebelumnya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan holistik. Implikasi penelitian menekankan perlunya pelatihan tambahan bagi dosen, optimalisasi teknologi dalam pembelajaran, serta pendekatan yang menyelaraskan kompetensi global dengan kekayaan budaya lokal untuk menciptakan pendidikan yang relevan dan berkelanjutan. This study explored how local cultural integration can improve academic competence while strengthening students' cultural identity. The method used was a systematic literature review of 20 relevant documents. The results showed that OBE effectively improves the quality of learning by focusing on measurable learning outcomes. However, integrating local cultural values ​​is minimal, especially in competency-based teaching materials and evaluations. The uniqueness of this study is the combination of an outcome-based approach with local cultural values, which has rarely been the focus of previous research. This study is essential in supporting the development of a more inclusive and holistic curriculum. The study's implications emphasize the need for additional training for lecturers, optimization of technology in learning, and an approach that aligns global competence with local cultural richness to create relevant and sustainable education.
Implementasi Pendidikan Inklusi di Anak Sekolah Dasar: Studi Kasus pada Anak Berkebutuhan Khusus Ningrum, Dina Anjani; Hamzah, Febriyanti Sonia; Hikmah, Nurul; Magfiroh, Siti Lailatul; Rizqiyah, Zayyana Alfi; Asitah, Nur
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama dan merumuskan solusi strategis dalam penerapan pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar melalui pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap publikasi dalam satu dekade terakhir. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tantangan utama yang saling terkait, yaitu keterbatasan alokasi anggaran, rendahnya kompetensi guru dalam menangani ABK, serta rendahnya tingkat penerimaan masyarakat terhadap konsep inklusi. Sebagai kontribusi baru, penelitian ini menawarkan rekomendasi berupa peningkatan alokasi anggaran, pengembangan program pelatihan guru yang berkelanjutan, dan kampanye edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif guna mendukung implementasi pendidikan inklusi secara efektif di Indonesia. This study aims to analyze the main challenges and formulate strategic solutions for implementing inclusive education at the elementary school level through a systematic literature review (SLR) approach to publications in the last decade. The study's results identified three main interrelated challenges: limited budget allocation, low teacher competence in handling children with special needs, and low levels of community acceptance of the concept of inclusion. As a new contribution, this study recommends increasing budget allocation, developing sustainable teacher training programs, and public education campaigns to raise public awareness. These findings provide important implications for developing more comprehensive policies to support the effective implementation of inclusive education in Indonesia.
Strategi Pengembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Luar Jam Sekolah: Peran Guru dan Orang Tua dalam Era Digital Nizar, Ahmad Rofiun; Putra, Ahmad Satriani Zamroni; Al-Fawwaz, Azzam Chilmi; Anggriani, Fitri Lusi; Damayanti, Zainina Auliya; Asitah, Nur
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1579

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan karakter di luar jam sekolah serta mengeksplorasi peran guru dan orang tua. Menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA, artikel ini menganalisis literatur terkini dari Google Scholar (2020–2025) yang relevan dengan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan positif, keteladanan, dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, efektif dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat terbukti menjadi kunci keberhasilan pengembangan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam aktivitas non-formal dan menawarkan panduan praktis bagi pendidik dan orang tua untuk menghadapi tantangan pendidikan karakter. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan sinergi multi-pihak dalam mendukung pembentukan karakter anak, yang tidak hanya membekali mereka dengan nilai moral tetapi juga mempersiapkan generasi yang berintegritas menghadapi tantangan zaman. This study aims to analyze character development strategies outside school hours and explore the roles of teachers and parents. Using the systematic literature review (SLR) method with the PRISMA protocol, this article analyzes the latest literature from Google Scholar (2020–2025). Study results indicate that positive habits, role models, and extracurricular activities, such as Scouting, effectively instill relevance to character education. The study results indicate that positive habits, role models, and extracurricular activities, such as Scouting, effectively instill the values ​​of honesty, responsibility, and cooperation. Collaboration between schools, families, and communities has proven to be the key to successful character development. This study provides a new contribution by integrating character education into non-formal activities and offers practical guidance for educators and parents to face the challenges of character education. The implications of this study highlight the importance of strengthening multi-party synergy in supporting children's character formation, which not only equips them with moral values ​​but also prepares a generation with integrity to face the challenges of the times.
Strategi Pembelajaran Berbasis Motivasi: Kombinasi Intrinsik dan Ekstrinsik untuk Kesuksesan Akademis Rizqiya, Faza Ajeng; Fandi Irwan Winata; Lutfiyah, Ilma; Setiyo, Muhammad Dwi Joko; Rohmah, Zahrah Maulidatur; Zulfa, Zannuba; Asitah, Nur
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi interaksi antara kedua jenis motivasi ini dalam mendukung pencapaian belajar. Dengan menggunakan metode systematic literature review (SLR) dan protokol PRISMA, analisis dilakukan terhadap literatur yang relevan hingga Desember 2024, diperoleh dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam, sementara motivasi ekstrinsik efektif meningkatkan semangat belajar, terutama bagi siswa dengan minat rendah. Kombinasi keduanya, ditambah dengan dukungan lingkungan belajar yang kondusif, terbukti secara signifikan meningkatkan prestasi akademik siswa. Implikasi penelitian ini menyoroti perlunya pendidik mengembangkan metode pembelajaran yang memaksimalkan kedua jenis motivasi tersebut untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif. This study explores the interaction between these two types of motivation in supporting learning achievement. Using the systematic literature review (SLR) method and the PRISMA protocol, an analysis was conducted on relevant literature up to December 2024, obtained from Google Scholar. The study results indicate that intrinsic motivation encourages active engagement and deep understanding, while extrinsic motivation effectively increases learning enthusiasm, especially for low-interest students. The combination of the two, coupled with the support of a conducive learning environment, has significantly improved students' academic achievement. The implications of this study highlight the need for educators to develop learning methods that maximize both types of motivation to create a more effective learning experience.
Kompetensi Guru dalam Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar: Kajian Literatur Sistematis Hidayat, Abdillah Daffa Wahyu; Akbar, Muhammad Ali; Azib, Muhammad; Zakiyah, Husnul Qomrouz; Ramadhani, Rachmawati Syahrani; Asitah, Nur
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1597

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan untuk mengintegrasikan siswa berkebutuhan khusus (ABK) dengan siswa reguler di sekolah. Meskipun kebijakan pendidikan inklusi sudah diterapkan, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, kurikulum yang kurang mendukung, dan kurangnya pelatihan bagi guru. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung siswa ABK, namun mereka sering kali belum memiliki keterampilan yang memadai untuk menangani kebutuhan khusus siswa. Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka untuk mengkaji berbagai studi terkait tantangan dan peran guru BK dalam pendidikan inklusif. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan inklusi berpotensi meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, namun diperlukan perbaikan di berbagai aspek, termasuk peningkatan kompetensi guru, fleksibilitas kurikulum, dan penambahan fasilitas yang mendukung. Pendidikan inklusi juga memerlukan dukungan lebih dari masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil dan inklusif. Inclusive education aims to integrate students with special needs (ABK) with regular school students. Although inclusive education policies have been implemented, their implementation still faces challenges, such as limited facilities, less supportive curriculum, and lack of training for teachers. Guidance and Counseling (BK) teachers are essential in supporting ABK students, but they often lack the skills to handle students' unique needs. This study uses a literature review method to examine various studies related to the challenges and roles of BK teachers in inclusive education. The results show that inclusive education can potentially increase student motivation and engagement. Still, improvements are needed in various aspects, including improving teacher competence, curriculum flexibility, and adding supporting facilities. Inclusive education also requires more support from the community and government to create a fair and inclusive learning environment.
Peran Kompetensi Guru dan Manajemen Kelas dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar Hendrawan, Achmad Dhani; Sunaryo, Hisam Syafaat; Ramadhani, Amaliatus Sofia; Irawan, Shabila Putri; Saputri, Rizky Eriyanti; Asitah, Nur
Nusantara Educational Review Vol 3 No 1 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v3i1.1599

Abstract

Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh kompetensi guru dan efektivitas manajemen kelas, namun keterkaitan keduanya masih belum banyak diteliti secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi guru dan manajemen kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, mengkaji literatur dari Google Scholar (2020–2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru yang tinggi meningkatkan efektivitas penyampaian materi, sementara manajemen kelas yang baik menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sinergi keduanya menjadi faktor utama dalam meningkatkan motivasi siswa. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi kedua faktor dalam satu analisis sistematis. Implikasinya, peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan interaktif dan strategi manajemen kelas diperlukan. Studi empiris lanjutan direkomendasikan untuk validasi lebih lanjut. Teacher competence and classroom management effectiveness influence motivation for learning motivation, yet their relationship has not been extensively studied systematically. This study aims to analyze the role of teacher competence and classroom management in enhancing student learning motivation. The method used is a systematic literature review (SLR) with the PRISMA approach, reviewing literature from Google Scholar (2020–2025). The findings indicate that high pedagogical competence improves the effectiveness of material delivery, while effective classroom management creates a conducive learning environment. The synergy between these two factors is crucial in increasing student motivation. The novelty of this study lies in integrating these aspects into a single systematic analysis. The research implication highlights the need for continuous teacher training in interactive teaching methods and classroom management strategies. Further empirical studies are recommended for validation.