cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus" : 5 Documents clear
Toxicity Test of Ethanol Extract Stelechocarpus Burahol (Kepel) Fruits through Brine Shrimp Toxicity Assay Rahmawati, Naili; Zakaria, Zainul Amiruddin; Sani, Mohd. Hijaz Mohd; -, Kintoko; Jaziri, A.Aziz
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1810

Abstract

Pendahuluan: Stelechocarpus burahol (Kepel) merupakan tanaman yang tumbuh alami di Indonesia. Kepel termasuk dalam famili Annonaceae. Evaluasi terhadap toksisitas ekstrak tanaman ini sangat penting untuk mendukung untuk penelitian selanjutnya. Stelechocarpus burahol mengandung senyawa flavonoid, sebagai antimikroba dan kontrasepsi, selain itu flavonoid mengaktifkan jalur antioksidan yang memberikan efek antiinflamasi. Kontrasepsi yang cocok untuk pria dan wanita harus mampu mencegah pembuahan, murah, tidak memiliki efek samping, sehingga diperlukan tanaman obat alami sebagai agen kontrasepsi (KA) karena aman, murah, memiliki antioksidan, dan antiinflamasi. Brine Shrimp Toxicity Assay terhadap ekstrak etanol tanaman ini telah diuji. Metode: Desain true eksperimen, sampel terdiri 6 kelompok, dan tiap kelompok terdiri dari 10 nauplii hidup. Konsentrasi  ekstrak : 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, dan 1000 ppm. Sepuluh nauplii hidup ditambahkan ke setiap konsentrasi, dan volume akhir disesuaikan menjadi 1 ml menggunakan air laut buatan (35 ppt). Botol kontrol negatif berisi 1 ml air laut buatan, sedangkan botol kontrol positif berisi 50% etanol dalam air laut. Setelah 24 jam, semua botol diperiksa dengan senter/kaca pembesar, dan jumlah nauplii yang bertahan hidup dihitung. Percobaan diulang tiga kali, dan data direpresentasikan sebagai Mean±SD Hasil: Ekstrak etanol buah Stelechocarpus burahol (EESB) yang diuji toksisitasnya terhadap udang air asin memiliki nilai konsentrasi mematikan 50% (LC50) lebih dari 1000 ppm (2787,225 ppm). Kesimpulan: Ekstrak etanol buah kepel tidak menimbulkan toksisitas terhadap udang air asin. Oleh karena itu, ekstrak etanol buah kepel dapat dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut dengan uji akut, subakut, dan antifertilitas.
Diet Indeks dan Beban Glikemik Tinggi serta Resiko Terhadap Gangguan Muskuloskeletal Adinda, Adinda; -, Legiran; Bin Laeto, Arwan
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1814

Abstract

Pendahuluan: Gangguan muskuloskeletal semakin mendapat perhatian untuk diteliti karena dampaknya yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Pola makan sehari-hari telah menjadi salah satu faktor terbesar yang menentukan kondisi kesehatan sistem muskuloskeletal, salah satunya pola makan tinggi indeks glikemik (IG). Makanan IG tinggi menyebabkan lonjakan cepat kadar glukosa darah dan insulin yang terlibat sebagai pemicu peradangan kronis dan stres oksidatif yang merupakan kontributor patofisiologi gangguan muskuloskeletal. Tinjauan ini bertujuan untuk mensintesis bukti yang menghubungkan diet IG tinggi dengan perkembangan dan eksaserbasi masalah muskuloskeletal. Metode: Artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencari seperti Google Scholar, Pubmed, Medscape, dan Science Direct yang diterbitkan pada tahun 2003-2024. Hasil: Mengurangi diet IG dan beban glikemik (BG) dapat meringankan gejala dan meningkatkan hasil fungsional pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Misalnya, diet rendah IG telah dikaitkan dengan pengurangan rasa sakit serta peningkatan kualitas hidup penderita dengan gangguan muskuloskeletal. Kesimpulan: Diet IG tinggi terbukti merupakan faktor risiko signifikan yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan perkembangan gangguan muskuloskeletal. Strategi kesehatan masyarakat yang mempromosikan pola makan rendah IG berpotensi mengurangi gejala gangguan ini dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Terlepas dari temuan ini, beberapa penelitian longitudinal dan intervensional diperlukan untuk menetapkan hubungan sebab akibat dan lebih memahami mekanisme molekuler yang terlibat.
Efek Asam Klorogenat pada Ekspresi Mrna IL-6 dan CD86 Lobus Frontal Tikus Model Diabetes Mellitus Munawaroh, Fauziyatul; Hanif , Aisyah Amanda; Ragil Kemuning, Asri; Mutmainah, Iffa; Rachmawati, Yenny; Muharam Nurdin, Naufal
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1815

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dengan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu Encephalopati Diabetikum (ED). Hiperglikemia pada DM akan mengakibatkan neuroinflamasi melalui jalur M1 proinflamatorik. Beberapa agen proinflamatori akan meningkat dengan aktifnya jalur ini, seperti IL-6. Neuroglia kemudian teraktivasi dan mengekspresikan CD86 pada membran sel. Asam klorogenat (CGA) merupakan senyawa polyphenol pada kopi  yang  memiliki  efek antiinflamasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas efek CGA pada aktivasi mikroglia jalur M1 dengan melihat ekspresi mRNA IL-6 dan CD86 pada lobus frontal tikus dengan model DM. Metode: 24 ekor tikus jantan secara acak dibagi menjadi enam kelompok yaitu :  kontrol,   DM 1,5 bulan dan DM 2 bulan,  dan kelompok dengan pemberian  CGA dengan  tiga  dosis  berbeda  (CGA1,  CGA2,  CGA3).  Jaringan lobus frontal diambil untuk analisa ekspresi mRNA IL-6 dan CD86 menggunakan RT-PCR. Hasil: Ekspresi mRNA IL-6 lobus frontal berbeda signifikan antara kelompok kontrol dengan DM1,5 (p=0.010); kontrol dengan DM2 (p=0.001); kelompok DM2 dengan CGA2 (p=0.028). Ekspresi mRNA CD86 lobus frontal trdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan semua kelompok DM, baik dengan CGA atau tanpa CGA (p<0.05). Kelompok DM2 berbeda signifikan dengan kelompok CGA2 (p=0.000) dan kelompok CGA3 (p=0,000). Kesimpulan: Ekspresi mRNA penanda jaras proinflamatorik M1 (IL-6 dan CD86) pada neuroinflamasi lobus frontal akibat DM lebih rendah setelah pemberian CGA dengan dosis 25 mg/KgBB.
Global Research of the Use of Contrast-Enhanced Ultrasound in Cancer Diagnostic Process: A Bibliometric Analysis and Future Perspective A. N. Meagratia, Rayvita; I. Robbyersyadaney , Rayvivant
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1816

Abstract

Pendahuluan: Contrast-enhanced ultrasound (CEUS) dapat digunakan untuk membedakan beberapa jenis tumor ganas. Namun, analisis bibliometrik yang merangkum tren penelitian global dengan topik CEUS untuk mendiagnosis kanker masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tren perkembangan CEUS dalam mendiagnosis kanker dan mengusulkan penelitian di masa depan. Metode: Analisis bibliometrik dilakukan terhadap data publikasi yang diambil dari database Scopus dengan pencarian kata kunci tertentu. Pencarian data diselesaikan dalam waktu satu hari (1 Juni 2024) untuk menghindari kemungkinan bias akibat mekanisme pembaruan database Scopus secara berkala. Data dibatasi untuk publikasi berupa artikel yang diterbitkan sejak awal publikasi hingga tahun 2023. Data-data berupa profil bibliografi, tren tahunan, dan hotspot penelitian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Hasil: Sejak tahun 1994, terdapat peningkatan keluaran publikasi tahunan dari 2605 dokumen yang teridentifikasi dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 2,35%. Tiga negara yang paling produktif terhadap penelitian topik ini yaitu Tiongkok (50,67%), Jepang (10,17%), dan Amerika Serikat (9,21%). “Ultrasound in Medicine and Biology” menerbitkan artikel terbanyak yang berkaitan dengan topik ini. Penelitian di bidang kedokteran (medicine) paling banyak diminati, diikuti penelitian di bidang biokimia, genetika, dan biologi molekuler (biochemistry, genetics and molecular biology). Sebanyak 4032 kata kunci diklasifikasikan ke dalam delapan kelompok termasuk contrast-enhanced ultrasound, breast cancer, hepatocellular carcinoma, diagnosis, liver, contrast media, metastasis, dan sonazoid. Kesimpulan: Studi bibliometrik ini menunjukkan tren global CEUS dalam bidang diagnosis keganasan. Selain biayanya yang rendah dan keunggulan tanpa radiasi, CEUS merupakan modalitas diagnostik yang menjanjikan untuk membedakan lesi ganas. Penelitian pada topik ini masih dapat dikembangkan pada berbagai lokasi dan jenis keganasan.
Analisis Faktor Risiko Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri Hidayati, Yusmalia; Sulastri , Delmi; Defrin, Defrin
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1817

Abstract

Pendahuluan: Anemia defisiensi besi diperkirakan memengaruhi lebih dari 30% penduduk dunia. Persentase remaja putri yang mengalami anemia defisiensi besi di Indonesia berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018 yaitu 32%. Data Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan bahwa Wilayah Kerja Puskesmas Andalas merupakan wilayah dengan risiko anemia defisiensi besi tertinggi yaitu 27,96%. Laporan Puskesmas Andalas Tahun 2021 menunjukkan SMP Negeri 31 Padang merupakan SMP dengan persentase risiko anemia defisiensi besi remaja putri tertinggi (31%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko anemia defisiensi besi pada remaja putri di SMP Negeri 31 Padang. Metode: Metode penelitian merupakan penelitian kombinasi (Mixed Method). Penelitian kuantitatif menggunakan desain case-control. Jumlah sampel penelitian 79 (33 kasus dan 46 kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis bivariat menggunakan chi square dan multivariat dengan Regresi Logistik Berganda. Penegakan diagnosa anemia defisiensi besi dilakukan dengan pemeriksaan Hemoglobin dan cadangan besi darah menggunakan ELISA Test (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). Penelitian kualitatif menggunakan urutan pembuktian (Sequential Explanatory). Data diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD), in-depth interview dan telaah dokumen. Analisis data kualitatif menggunakan teknik Thematic Analysis. Hasil Rata-rata hemoglobin kelompok kasus adalah 10,23±0,963 dan kelompok kontrol 13,20±0,687. Rata-rata kadar feritin serum kelompok kasus 11,91±6,932, sedangkan kelompok kontrol 72,22±55,108. Faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan ADB adalah asupan protein (p=0,001) dan asupan zat besi (p=0,006). Asupan protein menjadi faktor paling dominan. Tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan (p=1,000), sikap (p=1,000), asupan vitamin C (p=0,498), dan pola menstruasi (p=0,203) dengan ADB. Data kualitatif menunjukkan tingginya konsumsi junk food dan kebiasaan melewatkan sarapan sebagai penyebab utama. Kesimpulan : Kurangnya asupan protein merupakan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian ADB pada remaja putri di SMP Negeri 31 Padang. Intervensi berupa edukasi gizi dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya sarapan dan asupan protein yang cukup diperlukan untuk menurunkan prevalensi ADB di kalangan remaja putri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5