cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 586 Documents
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENCEGAH SEXUAL HARASSMENT DI SEKOLAH SMPN 5 BANJARMASIN Putri Fadillah; Jarkawi; Sri Ayatina Hayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.169

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan sexual harassment pada siswa di SMPN 5 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Eksperimental one group pre-test-post-test. Kuesioner ini mengedepankan teori pelecehan seksual yang dikemukakan oleh Person, S. U. (2021). Dan skala dalam penelitian menggunakan skala likert. Berdasarkan jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 55 siswa dan jumlah sampel 8 siswa yang pemehaman tentang sexual harassment nya rendah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sampel T-test. Yang dimana pertama-tama dilakukan nya pre-test dan setelah kegiataan pemberian layanan bimbingan kelompok teknik permainan ular tangga  baru dilakukannya post-test kepada sampel. Setelah dilakukan tahap pertama tadi lalu hasil nya di uji menggunakan Uji Paired Sampel T-test, yang dimana dasar pengambilan keputusan pada hasil uji ini. 1. Jika nilai signifikan >0,05 maka pemberian layanan tidak efektif. 2. Jika nilai signifikan <0,05 maka pemberian layanan efektif dalam meningkatkan pemahaman sexual harassment siswa. Hasil uji penelitian ini berdasarkan nilai sign.(2-tailed) lebih kecil dari nilai keputusan maka pemberian layanan diterima. Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai sign.(2-tailed) Berada dinilai 0,000. Maka pemberian layanan bimbingan kelompok teknik permainan ular tangga efektif dalam mencegah sexsual harassment pada siswa di sekolah SMPN 5 Banjarmasin.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (SPK) DALAM PEMBELAJARAN PAI Sri Wahyuni; Muhammad Mujeki; Supardi Ritonga
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.171

Abstract

Strategi pembelajaran memiliki cara-cara yang berbeda agar tujuan pembelajaran tercapai, strategi pembelajaran ini sangat penting digunakan dalam peningkatan dan keberhasilan tujuan pembelajaran supaya lebih efektif. Salah satu strategi yang digunakan dalam pembelajaran adalah Strategi Pembelajaran Kooperatif yang bisa digunakan dalam mata pelajaran PAI. Strategi pembelajaran Kooperatif ini adalah pendekatan yang dilakukan untuk mengasah kemampuan berpikir dan keterampilan peserta didik.
Manajemen Layanan Khusus Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di MI Al-Fattah Dwi Ratnasari; Olivia Kartika Putri; Halimatul Ulfa; Rofiq Hifayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam meningkatkan pelayanan administrasi pendidikan di MI AL FATTAH SERUT 06. PTSP merupakan suatu terobosan baru yang dihadirkan di madrasah untuk memberikan kemudahan pelayanan ketatausahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Karena analisis data yang diperoleh dituangkan dalam bentuk narasi yang menggambarkan atau memaparkan situasi atau kondisi yang diteliti. Adapun jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Field Research (studi lapangan)yaitu turun langsung kelapangan untuk menggali permasalahan yang akan diteliti. Dalam artian peneliti turun langsung ke tempat penelitian dan melakukan wawancara dengan informan serta observasi secara langsung. Lokasi penelitian dilakukan di MI AL FATTAH SERUT 06 PANTI JEMBER. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung , dan setelah selesai mengumpulkan data dalam waktu tertentu. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif atau lebih spesifik menggunakan metode interaktif. Sedangkan model analisis data yang digunakan adalah model interaktif  Miles, Huberman, dan Saldana, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil dari penelitian ini adalah PTSP adalah proses penyelenggaraan layanan pendidikan dalam satu tempat yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi. PTSP penting dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan, karena dengan adanya PTSP proses pelayanan menjadi efektif dan efisien. Namun, tidak semua lembaga pendidikan dapat menyelenggarakan PTSP secara maksimal, terlebih lembaga tersebut masih tergolong swasta. Penyelenggaraan PTSP di lingkungan sekolah/madrasah juga harus memerhatikan ketersediaan sumber daya manusia serta sistem teknologi informasi yang memadai. Adapun jenis-jenis layanan PTSP yang ada di MI Al-Fattah adalah layanan Legalisir ijazah, layanan informasi PPDB, layanan bimbingan konseling, dan layanan bagi pendidik/tenaga kependidikan. Adapun proses manajerial dalam penyelenggaraan PTSP adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan evaluasi. 
MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS KEAMANAN DI SMA NEGERI RAMBIPUJI SEVINA ATMALA SARI; CONY SHOLIHAH AYU LESTARI; SYAFRIL BAGAS KURNIAWAN; LUKMANUL HAKIM; ROFIQ HIDAYAT
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.189

Abstract

Manajemen layanan khusus keamanan di sekolah merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan efisiensi operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian di  SMA Negeri Rambipuji. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subyek penelitian melibatkan kepala sekolah, petugas keamanan (satpam), dan siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa manajemen layanan khusus keamanan dalam tahap perencanaan melibatkan beberapa langkah penting untuk memastikan keberlangsungan dan keefektivitas layanan tersebut. Pengorganisasian bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi pesera didik sehingga mereka dapat fokus dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan layanan khusus keamanan disekolah tersebut tidak terlepas dengan keberadaan Standar Operasional Prosedur karena  dengan adanya SOP berfungsi untuk memastikan keamanan sekolah tersebut. Serta pengendalian layanan khusus keamanan melibatkan pengawasan dan peran kepala sekolah yang bertujuan memastikan efektivitas dan efesiensi dalam proses keamanan di sekolah.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KALISARI Solehan; Wildan Hidayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.190

Abstract

Salah satu peran guru yang sangat penting adalah menciptakan proses pembelajaran yang bermutu, berkualitas dan menyenangkan. Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui seberapa besar dampak peningkatan minat siswa terhadap penggunaan Model Paired Storytelling yang diinterprestasikan menjadi sebuah cara penyampaian dongeng melalui wayang Kartun. Model ini dapat dinilai meningkatkan kemampuan minat siswa dengan melihat beberapa aspek yaitu: aktivitas siswa, aktivitas guru dan efektivitas proses pembelajaran, dan nilai hasil prestasi siswa. Teknik yang digunakan adalah dengan pendekatan penelitian tindakan kelas, teknik pengumpulan data observasi, dan tes hasil belajar siswa. Perolehan data baik aktivitas siswa maupun nilai hasil belajar sisiwa pada siklus I dan II dalam penelitian tindakan kelas dapat ditafsirkan sebagai berikut; (1) Minat dan kemampuan siswa terhadap pembelajaran menulis karangan sangat baik. (2) Media Gambar sangat membantu siswa dalam meningkatkan imajinasi sehingga mampu membuat kalimat sederhana yang menjadi kerangka karangan dan kemudian dikembangkan lagi. (3)  Siswa mampu menginterprestasikan kalimat sederhana dengan cara mengkaitkan gambar seri yang diamatinya. (4) Siswa mampu mengkomunikasikan tulisannya berdasarkan hasil pengamatan kepada temannya maupun kepada guru. (5) Proses pembelajaran lebih variatif sehingga anak menjadi kreatif, aktif dan menyenangkan. (6) Pembelajaran lebih efektif, karena terfokus pada media gambar. (7) Pembelajaran akan kondusif, karena perhatian siswa tertuju pada media gambar yang telah disediakan. (8) Guru mudah untuk mengevaluasi hasil kegiatan anak terutama pada aspek minat dan kemampuan siswa. (9) Dapat dijadikan tolak ukur pada pembelajaran berikutnya.
Implementasi Resolusi Konflik dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Lembaga Pendidikan Alifah Rahma Putri Anabilla; Nailatur Rahmah; Nur Fitriyani; Siti Aisyah; Mu’alimin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.200

Abstract

Abstrak: Fokus penelitian ini membahas tentang implementasi resolusi konflik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di lembaga pendidikan. Konflik disiplin dalam pendidikan merupakan salah satu masalah yang sering dialami di sekolah dan lembaga pendidikan. Konflik dapat menghambat kemampuan belajar mengajar siswa, akademisi, dan dapat mengancam lingkungan belajar. Dalam konteks ini, penting untuk mengembangkan strategi pengajaran yang efektif untuk mengatasi konflik disiplin dan meningkatkan kemampuan resolusi konflik siswa. Artikel ini membahas pengertian resolusi konflik, pengertian kedisiplinan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa, dan resolusi konflik disiplin siswa di lembaga pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan objek kajian penelitian kepustakaan (library research) yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan. (buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah, koran, majalah dan dokumen). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Resolusi konflik disiplin siswa, pihak sekolah harus mempunyai komitmen yang baik. Dalam resolusi konflik disiplin siswa, guru juga memerlukan strategi baik ketika mengajar dikelas maupun di luar pembelajaran. Dan di lingkungan sekolah guru harus berpartisipasi aktif dalam penerapan disilpin, guru disekolah sebagai motivator siswa, sebagai pembimbing siswa, sebagai fasilator siswa, dll. Selain itu, dalam resolusi konflik disiplin perlu adanya peran guru juga yang cenderung pada kebaikan memberi semangat siswa untuk mengikuti peraturan dan tidak melanggar peraturan tersebut. Karena disiplin adalah kunci keberhasilan siswa.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX-2 SMP NEGERI 6 SABANG DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT Ramlah; Ainal Mardhiah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.210

Abstract

Di SMP Negeri 6 Sabang kelas IX-2 mayoritas siswa sekitar 70% mengalami hasil belajar yang rendah pada materi fungsi kuadrat. Siswa tersebut kesulitan memahami dan menerima pemaparan guru karena berbagai sebab seperti : kurangnya minat, motivasi, dan kemampuan. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa, sebagian besar berada di bawah standar KKM. Untuk meningkatkan hasil belajar materi fungsi kuadrat pada siswa kelas IX-2 SMP Negeri 6 Sabang tersebut, peneliti menggunakan aplikasi GeoGebra untuk lebih memotivasi siswa dalam belajar. Teknik pengumpulan data siswa dalam penelitian ini adalah tes tulis, digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Dalam penelitian ini data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik prosentase untuk melihat kecenderungan hasil belajar siswa. Hasil belajar yang diperoleh dianalisa berupa nilai rata-rata jawaban pada lembar tes tulis dan prosentase tingkat ketuntasan siswa. Sebelum perbaikan, nilai rata-rata adalah 52,00, namun angka tersebut meningkat menjadi 63,25 pada siklus 1 dan 66,75 pada siklus 2. Selain itu, jumlah penguasaan materi pelajaran meningkat dari 6 siswa menjadi 14 siswa pada siklus 2, atau meningkat sebesar 40%.
Penerapan Model Discovery learning  Dengan Menggunakan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Lapisan Bumi Kelas Vll 2  SMP N 6 Sabang Cut Patirawati; Ainal Mardhiah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.211

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul “Penerapan model Discovery Learning dengan menggunakan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep Lapisan Bumi di kelas VII2 SMP N 6 Sabang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Discovery Learning dengan menggunakan alat peraga pada konsep lapisan bumi. Pembelajaran Discovery merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran model ini guru hanya bertindak sebagai pembimbing atau fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur algoritma dan semacamnya. Dalam menemukan konsep siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan, untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip.   Penelitian ini dilakukan di SMP N 6 Sabang dengan subjek siswa kelas VII-2 sejumlah 24 orang. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas. Rancangan penelitian terdiri atas 2 siklus, dengan masing-masing siklus memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis data menggunakan teknis analisis deskriptif dengan melihat hasil belajar siswa pada siklus I dengan persentase ketuntasan mencapai 79 % dan tidak tuntas 21 %  dengan nilai rata-rata 75 dan siklus II ketuntasan belajar yang dicapai sebesar 83 % dan yang belum tuntas belajar 17 % serta nilai rata-rata kelas siklus II sebesar 80. Adapun hasil observasi pada proses pembelajaran menunjukkan perubahan sikap siswa lebih aktif dan gembira. Secara keseluruhan ketuntasan belajar siswa mencapai 83 % atau meningkat sebesar 4 % jika dibandingkan dengan siklus I. Bagi guru IPA hendaknya dapat menerapkan model Discovery Learning dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi Lapisan Bumi.
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PADA PEMBELAJARAN AKSARA ARAB MELAYU SEBAGAI KURIKULUM MUATAN LOKAL DI MIS AL- ANWAR MEDAN Mursal Aziz; Tania Dwi Rianti; Aini Humairoh; Desi Indriani Lubis
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.223

Abstract

Kurikulum adalah hal yang sangat penting dalam mengarahkan tujuan pendidikan yang dilakukan. Dalam proses pembelajaran ada kurikulum muatan lokal seperti pembelajaran aksara Arab Melayu yang bernuansa kurikulum pendidikan Islam. Dengan kurikulum ini diharapkan siswa memiliki kompetensi pada bisang aksara Arab Melayu sebagai kurikulum muatan lokal. Aksara Arab Melayu adalah modifikasi dari aksara Arab yang disesuaikan dengan Bahasa Melayu. Munculnya aksara ini akibat pengaruh budaya Islam yang lebih dulu masuk dibandingkan dengan pengaruh budaya Eropa di jaman kolonialisme dulu. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kualitatif. Yaitu pendekatan yang berupaya memahami gejala sedemikian rupa dengan menampilkan segala hal yang bersifat kualitatif sehingga gejala-gejala yang ditemukan tidak mungkin diukur oleh angka-angka. Aksara Arab Melayu merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Melayu. Pembelajaran aksara ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan siswa, tetapi juga memungkinkan mereka untuk memahami akar budaya mereka sendiri. Aksara Arab Melayu merupakan modifikasi dari huruf Arab atau huruf hijaiyah yang disesuaikan dengan bahasa Melayu. Aksara Arab Melayu (Jawi) adalah campuran huruf-huruf Arab yang terdiri dari 29 huruf (alif sampa I ya/ي-ا) dengan lima huruf bukan hurufArab, melainkan huruf yang diciptakan oleh orang Melayu sendiri.
ANALISIS EVALUASI PEMBELAJARAN AKSARA ARAB MELAYU KELAS V  DI YAYASAN FASTABIQUL KHOIROT PAYA BAKUNG Laila Qadaria; Rinanti Ito pohan; Mursal Aziz
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.230

Abstract

Aksara arab melayu adalah salah satu warisan budaya yang harus tetap dilestarikan. Aksara arab melayu merupakan salah satu bentuk penulisan yang ditulis menggunakan aksara arab hijaiyah. Proses belajar mengajar dan kegiatan belajar mengajar ditinjau dari segi penerapannya, proses pembelajaran kerja kelompok ada yang tepat digunakan untuk siswa dalam jumlah besar, dan ada juga yang tepat untuk siswa dalam jumlah kecil, ada yang tepat digunakan dalam kelas atau diluar kelas. Lessinger, mendefinisikan evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai. penelitian kualitatif adalah suatu jenis penelitian yang prosedur penemuannya dilakukan tidak menggunakan prosedur statistik atau kuantifikasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini disesuaikan dengan tujuan dari penelitian ini yaitu pengumpulan data menggunakan sumber data primer, dimana sumber data langsung memberikan data kepada pengumpul data. Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Fastabiqul Khairat Paya Bakung, dengan jumlah sebanyak 28 siswa. Dalam hal ini, maka diperlukannya evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Namun, sesuai data wawancara yang peneliti lakukan, guru tidak lagi melakukan evaluasi pembelajaran setelah pembelajaran selesai. Evaluasi pembelajaran berperan sangat penting dalam proses belajar mengajar, karena jika tidak ada evaluasi maka guru tidak akan mengetahui siswa yang ternyata belum paham dengan materi.

Page 3 of 59 | Total Record : 586