cover
Contact Name
Fatma Wati
Contact Email
sajaratununiflor1980@gmail.com
Phone
+6281337006311
Journal Mail Official
sajaratununiflor1980@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Paupire, Kab. Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 85311
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Published by Universitas Flores
ISSN : -     EISSN : 28098293     DOI : https://doi.org/10.37478/sajaratun
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sajaratun ini dulu diterbitkan pertama kali bulan Mei 2016 dengan nama Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah UNIFLOR dan diterbitkan 2 kali setahun dalam bulan Mei dan November. Sekarang akan diterbitkan dengan nama SAJARATUN dan terbit pada bulan Juni dan Desember.
Articles 107 Documents
ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO DI TENGAH MARAKNYA INDUSTRI MUSIK MODEREN DI DESA BOLATENA KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO Rully, Elda Elodia; Dentis, Yosef; Anita, Anita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2889

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut 1) Bagaimana upaya mengatasi alat musik Tradisional Sasando di tengah maraknya Industri alat musik moderen di Desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. 2) Apa nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di Desa Bolatena Kecamatan Landu leko Kabupaten Rote Ndao. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui alat musik tradisional Sasando di tengah maraknya industri musik moderen 2) untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, redukasi data, (data reducation ), pengajian data (dispalai data ) dan verifikasi atau penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) upaya mengatasi alat musik Tradisonal Sasando di tengah maraknya indutri musik moderen yaitu: (1) upaya upacara adat 2) melalui penjemputan tamu penting yang berasal dari luar daerah 3) upaya mengajak siswa siswi dan kaum remaja untuk mempelajari alat musik Sasando. Sementara itu nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando, 1) Nilai budaya 2) Nilai histori 3) Nilai estetik.
MAKNA GEREP RUHA (INJAK TELUR) PADA MASYARAKAT DESA HILIHINTIR KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI Suhardi, Ignasius; Anita, Anita; Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2890

Abstract

Permasalahan yang diangkat peneliti adalah: Bagaimana proses ritual gerep ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Apa makna Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Bagaimana presepsi kaum muda tentang nilai Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat desa Hilihintir kecamatan satar mese barat? Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui proses ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai. Untuk mengetahui makna ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Untuk mengetahui prepsi kaum muda nilai Gerep Ruha (Injak Telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Budaya atau kebudayaan yang digagas oleh salah satu ahli yaitu Koentjaraningrat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data atau display data, penarikan kesimpulan (Verifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa .Pelaksanaan tradisi gerep ruha ini tidak terlepas dari ketersediaan ruha manuk kampong (telur ayam kampung), saung ngelong (daun ngelong), gong, gendang, dan tange (bantal).Penggunaan benda-benda tersebut memiliki peran penting dalam tradisi Gerep Ruha ini karena mengandung makna atau simbol didalamnya.Ruha manuk kampong bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan kedua pengantin pada saat mereka hidup berkeluarga.Saung ngelong juga bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan suami istri dalam hidup berkeluarga. Dan juga harapannya rumah tangga yang dibangun akan mampu menyesuaikan diri dengan segala situasi yang terjadi dan tentunya hidup bahagia.
PROBLEMATIKA PERKAWINAN USIA DINI (STUDI KASUS DI DESA NGGESA BIRI KECAMATAN DETUKELI KABUPATEN ENDE) Badhi, Maria Katarina; Kusi, Josef; Bego, Karolus Charlaes
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2892

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1). Apakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya problematika Perkawinan Usia Dini. 2). Bagaimana tanggapan orang tua, adat, lembaga, dan masyarakat terkait venomena Perkawinan Usia Dini. 3). Bagaimana upaya gereja dalam mengatasi perkawinan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya problematika perkawinan usia dini. 2). Untuk mengetahui tanggapan orang tua, adat, lembaga, dan masyarakat terkait venomena perkawinan usia dini. 3). Mampu mengetahui upaya gereja dalam mengatasi perkawinan usia dini. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskrriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu orang-orang yang dipercaya untuk memberikan informasi dalam mendukung proses penelitian yakni pemerintah desa Nggesa Biri serta Masyarakat Desa Nggesa Biri. pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisas data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, analisas data, pemaparan data, penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa pendorong terjadinya perkawinan pada usia dini di Desa Nggesa Biri adalah 1.)faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor pendidikan, faktor pergaulan dan faktor kemauan diri sendiri. 2.) Perkawinan usia dini menurut orang tua, perkawinan usia dini belum cukup umur tidaklah baik tidak ada keharmonisan dalam berrumah tangga, terjadi keributan, masalah ekonomi, dan perselingkuhan. 3). Gereja tidak melarang para remaja untuk menikah pada usia muda tetapi pada umumnya mereka harus terlebih dahulu memintah nasehat dan persetujuan dari orang tua, selain karena rasa hormat, juga karena nasehat mereka akan sangat berguna dan dibutuhkan untuk memasuki dunia hidup berkeluarga.
TENUN IKAT MOTIF BURUNG SESE WE’OR DI DESA WATUGONG KECAMATAN ALOK TIMUR KABUPATEN SIKKA Nurak, Maria; Hoban, Nong; Wasa, Damianus R. Sumbi
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2893

Abstract

Rumusan masalah dalam tulisan ini sebagai berikut (1) Bagaimana proses pembuatan kain tenun ikat motif burung sese we’or di Desa Watugong Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka? (2) Apa nilai-nilai yang terkandung dalam kain tenun ikat motif burung sese we’or di Desa Watugong Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka ? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik dan instrument penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) menunjukan Proses Pembuatan Tenun Ikat Motif Burung Sese We’or sebagai berikut (a) Alat dan bahan dasar pembuatan kain tenun ikat motif burung sese we’or Peralatan tenun ikat Kabupaten Sikka pada dasarnya terbuat dari kayu dan bambu. (b) Pembuatan tenun ikat motif burung sese we’or Proses produksi kain tenun ika dt Desa Watugong sebenarnya cukup sederhana, asalkan tersedia bahan baku utama yaitu benang dan pewarna, bahkan cara pembuatanya juga sangat sederhana karena hanya memerlukan keterampilan tangan dan ketekunan. Tahap pertama yaitu penggulungan benang, tahap kedua pembuatan motif, tahap ketiga pewarnaan benang, tahap keempat proses tenun. (2) Nilai yang terkandung dalam kain tenun ikat motif burung sese weor di Desa Watugong Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka sebagai berikut (a) nilai budaya tenun ikat motif burung sese we’or digunakan untuk urusan adat baik adat perkawinan atau saat keluargga mengalami kedukaan (b) nilai history tenun ikat motif burung sese we’or tenun ikat yang hidup dan berkembang sampai sekarang diterima dari leluhur terdahulu. Leluhur telah mengatakan kepada kaum perempuan ata dua naha loru rana artinya kaum perempuan harus pandai tenun dan merajut.(c) nilai estetika tenun ikat motif burung sese we’or bisa digunakan untuk kegiatan fashion show dengan tujuan agar berbagai wilaya bisa melihat keunikan dan keindahan motif tersebut.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PADA KOMUNITAS PETANI SAWAH TADAH HUJAN (Studi Kualitatif di Lecem Desa Wae Renca Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai) Jelita, Yohana Sumiyati; Ola Kenoba, Marianus; Djandon, Maria Gorety
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2944

Abstract

LIANG BUA SEBAGAI SITUS ARKEOLOGI HOMO FLORENSIENSIS DI DESA RAMPASASA KECAMATAN RUTENG KABUPATEN MANGGARAI Loy, Maria Asni; Anita, Anita; Seto Se, Bonaventura R.
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2945

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1.) Bagaimana Mitologi Penemuan Manusia Liang Bua 2.) Apa Saja yang ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan di Liang Bua Desa Rampasasa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui Mitilogi Penemuan Manusia Liang Bua 2.) Untuk mengetahui hasil penelitian yang dilakukan di Liang Bua Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai? Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif kualitatif. Teknik Instrumen Penggumpulan Data yang Digunakan yaitu 1.) Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi 2.)Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1.) Reduksi Data 2.) Penyajian Data 3.) Penarikan Kesimpulan /Verifikasi. Hasi penelitian Situs Liang Bua adalah nama sebuah gua yang berada pada salah satu dinding perbukitan di Flores.Secara administrative, lokasi situs terletak di Desa Rampasasa, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Flores) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Situs ini merupakan sebuah gua hunian (okupasi) Manusia Prasejarah yang memiliki sejarah yang panjang. Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 1978-1989 oleh pusat Arkenas dan kemudian dilanjutkan melalui kerjasama penelitian dengan Universitas Ofnew Egland (Australia) pada tahun 2001-2004. Sekarang telah di temukan sejumlah bukti peninggalan budaya, sisa-sisa fauna dan manusia yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik prasejarah; yaitu mulai dari tingkat budaya Paleotikum, neolitikum-paleometalik (Masa logam awal). Salah satu bukti temuan yang menarik yang dihasilkan dalam evakuasi di situs liang bua tahun 2001-2004 adalah didapatkannya beberapa jenis temuan fragmen tulang manusia “Homo Florensiensis” yang tidak ditemukan dalam penelitian sebelumnya.
DINAMIKA SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM RITUS LOHOR ME DESA TEKA IKU KECAMATAN KANGAE KABUPATEN SIKKA Dentis, Yosef
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2993

Abstract

Manusia dan kebudayaan merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena manusia adalah pendukung keberadaan suatu kebudayaan. Manusia lahir dan hidup di dalam suatu kebudayaan tertentu. Hidup manusia tidak hanya berjalan, tetapi dia mengerti ,menguasai dan campur tangan terhadap lingkungannya. Manusia diciptakan oleh kebudayaan tertentu dan didalam lingkungan kebudayaan tertentu. Manusia lahir didunia ini belum dikatakan manusia melainkan harus dijadikan manusia. Kebudayan suatu masyarakat harus senantiasa memiliki fungsi yang dapat menunjang pemenuhan kebutuhan bagi para anggota pendukung kebudayaan. Bertolak dari pokok pikiran di atas maka permasalahan yang dipaparkan dalam riset ini adalah berakar dari dinamika sosial budaya yang membawa dampak pada tatanan inovasi kehidupan masyarakat di desa Teka Iku Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka Tujuan dari penelitian ini adalah memotret pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan yang membawa pada perubahan pola perilaku dan tingkahlaku yang mengandalkan pendekatan sosial budaya pada masyarakat masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mendeksripsikan perilaku manusia dan identitas lingkungan yang secara factual dan jelas. Pengumpulan data melalui Teknik wawancara, dokumentesi, observasi . hasil penelitian menunjukan bahwa kebudayaan sebagai sesuatu yang sangat urgen dan nyata komunikasi masyarakat yang membentuk kepribadian kebudayaan yang selalu membawa pada perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan kehidupan zaman. Dinamika sosial budaya masyarakat desa Teka Iku adalah bentuk gerak hidup dan mobilitas interaksi nyata yang selalu membawa pada perubahan.
DINAMIKA PERGANTIAN KABINET MASA DEMOKRASI LIBERAL: DAMPAK TERHADAP STABILITAS POLITIK 1950-1959 Hikmah, Putri Nurul
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3182

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dinamika pergantian kabinet masa demokrasi liberal serta dampaknya bagi stabilitas politik. penulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah seringnya terjadi pergantian kabinet pada masa demokrasi parlementer. Pada sistem demokrasi parlementer rakyat memilih para anggota dari parlemen melalui pemilihan umum yang kemudian anggota dari parlemen tersebut membentuk pemerintahan. Akan tetapi dengan sering bergantinya kabinet pada masa demokrasi liberal 1950-1959 tersebut menjadikan stabilitas politik Indonesia terganggu tan tidak stabil karena hanya berfokus pada pergantian kabinet saja.
Keterlibatan Ulama dan Uleebalang dalam Peristiwa Perang Cumbok di Aceh: 1945-1946 Mahabbah, Tiara Rohadatul
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3276

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas gerakan revolusi kemerdekaan di Aceh, tepatnya pada peristiwa Perang Cumbok di Aceh yang terjadi pada akhir tahun 1945 dan awal tahun 1946. Tulisan ini meliputi kedudukan ulama dan uleebalang di Aceh, keadaan Aceh setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, serta terjadinya persitiwa Perang Cumbok di Aceh. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik/mengumpulkan sumber, verifikasi/kritik sumber, interpretasi/penafsiran kembali, dan historiografi/penulisan sejarah. Dari artikel ini, kita dapat mengetahui bahwa kedudukan ulama dan uleebalang pada saat revolusi kemerdekaan di Aceh sangatlah penting. Kelompok tersebut juga tidak hanya berperan dalam masalah agama, tetapi juga berperan dalam bidang sosial dan politik yang mampu menyelesaikan berbagai konflik di Aceh. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dua kekuatan ini berselisih dan menimbulkan suatu pertentangan sosial di Aceh dan melahirkan suatu peristiwa penting, yaitu Perang Cumbok. Dalam artikel ini dijelaskan proses terjadinya Perang Cumbok yang dilatarbelakangi oleh kondisi sosial, kondisi pemerintahan, dan kondisi politik yang menegang. Peristiwa tersebut melahirkan revolusi sosial dan politik di Aceh yang dimenangkan oleh kelompok ulama.
Internalisasi Nilai-Nilai Keteladanan Pahlawan Revolusi Termuda Pierre Tendean dalam Pembelajaran Sejarah Haidah, Amalina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3277

Abstract

Abstrak Pada hakikatnya dunia pendidikan tidak hanya sebatas transfer pengetahuan saja melainkan harus memperhatikan transfer nilai. Transfer nilai ini menjadi aspek yang paling penting dalam pendidikan terutama untuk mengembangkan sikap peserta didik. Salah satu sarana yang sesuai untuk membentuk sikap dan karakter bangsa adalah melalui pendidikan sejarah. Dewasa ini, generasi muda mengalami kemunduran dalam pengamalan nilai-nilai karakter luhur akibat adanya perubahan sosial yang terjadi begitu cepat. Maka dari itu, pendidikan sejarah memiliki peran startegis dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter sebagai upaya membentuk bangsa yang berbudi pekerti luhur dan berperadaban unggul. Internalisasi nilai-nilai dapat dilakukan dengan meneladani tokoh-tokoh pahlawan Indonesia, salah satunya yaitu Pierre Tendean, sosok pahlawan revolusi termuda yang gugur demi mempertahankan kesatuan bangsa. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini yaitu untuk mengetahui perjalanan hidup dan peran Pierre Tendean pada masa revolusi, serta menguraikan upaya untuk mengenang perjuangan Pierre Tendean melalui internalisasi nilai-nilai keteladanan dalam pembelajaran sejarah. Metode penulisan artikel ilmiah ini yaitu studi pustaka dengan berpedoman pada tahapan penelitian sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu pembelajaran sejarah menjadi wadah yang sesuai untuk menginternalisasikan nilai-nilai keteladanan pahlawan revolusi termuda Pierre Tendean ke dalam diri peserta didik agar mereka menjadi generasi muda yang berakhlak mulia. Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Keteladanan, Pierre Tendean, Pembelajaran Sejarah. Abstract In essence, the world of education is not only limited to the transfer of knowledge but must pay attention to the transfer of values. This value transfer is the most important aspect in education, especially to develop the attitudes of students. One of the appropriate means to shape the attitude and character of the nation is through history education. Today, the younger generation is regressing in the practice of noble character values due to social changes that occur so quickly. Therefore, history education has a strategic role in the process of internalizing character values as an effort to form a nation with noble ethics and superior civilization. Internalization of values can be done by emulating Indonesian heroes, one of which is Pierre Tendean, the youngest revolutionary hero who died to maintain national unity. The purpose of writing this scientific article is to find out the life journey and role of Pierre Tendean during the revolution, and describe efforts to commemorate Pierre Tendean's struggle through internalizing exemplary values in historical learning. The method of writing this scientific article is a literature study guided by the stages of historical research, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. The result of this research is that history learning is a suitable place to internalize the exemplary values of the youngest revolutionary hero Pierre Tendean into students so that they become a young generation with noble morals. Keywords: Internalizing Values, Exemplary, Pierre Tendean, History Learning.

Page 5 of 11 | Total Record : 107