cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Efektivitas Stretching terhadap Nyeri Otot pada Pemain Futsal FK-UMI Sebelum Melakukan Pertandingan Muh Farel Dzulhy; Imran Safei; Arina Farhiyyah Arifin; Moch. Erwin Rachman; Sultan Buraena
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.162

Abstract

Permainan futsal merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan. Atlet futsal atau pemain futsal memiliki peluang yang sama untuk mengalami injury, mengingat permainan ini banyak menggunakan kerja otot tubuh. Menurut data WHO (2013), resiko atlet bola yang cidera akibat bermain futsal diperkirakan sebanyak 235 kasus dari 1.000 permainan. Salah satu cedera yang dimaksud ialah nyeri otot. cara menghindari injury otot bagi pemain futsal adalah dengan melakukan pemanasan. Stretching ialah aktivitas sangat sederhana yang dapat membuat tubuh merasa lebih baik untuk mengatasi ketegangan serta kekakuan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Streching terhadap Nyeri Otot pada Pemain futsal FK-UMI sebelum melakukan pertandingan. Penelitian yang dilakukan ini merupakan suatu penelitian eskperimen dengan rancangan penelitian Eksperimental Two Group PrePost Test Design with Control Group. Dari 30 sampel pada penelitian terdapat peningkatan nyeri dari Numeric Pain Rating Scale (NPRS) dan Visual Analogue Scale (VAS) pada sampel yang tidak diberikan stretching dan tidak ada peningkatan nyeri pada sampel yang diberikan stretching. Tidak terjadi peningkatan nyeri yang signifikan pada 15 pemain futsal yang melakukan stretching. Terjadi peningkatan nyeri yang signifikan pada 15 pemain futsal yang melakukan stretching. Keseimpulan penelitian ini, Pemberian stretching tidak terjadi peningkatan nyeri otot yang signifikan sedangkan tanpa stretching pemberian terjadi peningkatan nyeri otot yang signifikan.
Perbandingan Penggunaan Daun Sirih (Piper betle L) dan Povidone Iodine pada Penyembuhan Luka Ali Akbar; Azis Beru Gani; Muhammad Iswan Wahab; Erlin Syahril; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.163

Abstract

Luka adalah suatu kondisi rusaknya kontinuitas jaringan, struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat adanya proses patologis yang berasal dari lingkungan internal ataupun eksternal dan mengenai organ tertentu. Pengobatan tradisional yang sampai saat ini masih digunakan sebagai penyembuh luka adalah daun sirih (Piper betle L) karena memiliki banyak khasiat untuk kesehatan seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Sedangkan, Pada dunia medis saat ini yaitu menggunakan Povidone Iodine 10% yang merupakan antiseptik spektrum luas untuk melakukan perawatan luka. Tujuan penelitian ini untuk Membandingkan penggunaan daun sirih (Piper betle L) dan povidone iodine pada penyembuhan luka pada Mencit Mus Musculus. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimental laboratoris. Pada Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design, Sampel penelitian menggunakan 12 ekor mencit (Mus Musculus) yang dipilih secara acak dan dibagi menjadi 2 kelompok (ekstrak daun sirih (Piper betle L) dan povidone iodine 10%). Diperoleh hasil Rerata penyembuhan luka sayat pada kelompok ekstrak daun sirih (Piper betle L) adalah selama 9 hari sedangkan kelompok povidone iodine 10% selama 9,83 hari. Data waktu penyembuhan luka sayat dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p adalah 0,005 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan pada ekstrak daun sirih dan povidone iodine 10% dalam waktu penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus Musculus). ekstrak daun sirih (Piper betle L) terbukti lebih baik dalam mempercepat proses penyembuhan luka sayat dibandingkan dengan povidone iodine 10%.
Efektifitas Terapi Medikamentosa Pemberian Gabapentinoid untuk Penanggulangan Rasa Nyeri pada Neuropati Diabetik Khalda Fakhirah Syahbana; Fendy Dwimartyono; Dahliah; Nurhikmawati; M.Iswan Wahab
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.164

Abstract

Neuropati Diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering ditemukan pada Diabetes Mellitus, yang mempengaruhi lebih dari 90% pasien diabetes. Beberapa penelitian telah menunjukkan efekasi masing–masing obat dalam mengatasi nyeri neuropati diabetik. Neuropati Diabetik sering terjadi dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Mengetahui efektivitas penggunaan gabapentinoid terhadap penurunan derajat nyeri pada pasien neuropati diabetik. Literature Review dengan Desain Narative Review. Efek terapi gabapentinoid (gabapentin dan pregabalin) sebelum dan sesudah pemberian menunjukkan adanya perubahan intensitas nyeri yang signifikan pada pasien dengan neuropati diabetik. Sedangkan, efek samping yang biasa terjadi seperti mengantuk dan pusing. Berdasarkan hasil Literature Review dapat disimpulkan bahwa gabapentinoid berefek pada penurunan skala nyeri pasien dengan neuropati diabetic.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomun burmanii) terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Mencit (Mus musculus) Muhammad Gilang Ramadhan; Sri Wahyu; Arni Isnaini Arfah; Armanto Makmun; Zulfitriani Murfat
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.167

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Diabetes mellitus tercatat sebagai salah satu dari empat penyakit menular dengan jumlah penderita yang terus mengalamai peningkatan dari tahun ke tahun. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pemberian obat antidiabetes oral. Namun belakangan ini dibutuhkan alternatif pengobatan seperti obat tradisonal. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah kayu manis (Cinnamomum burmanni), dikarenakan memiliki senyawa Methylhidroxy Calcone Polymer, Proantochyanidin dan Cinnamaldehidhyde yang mampu menurunkan kadar gula darah. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian experiment dengan desain true experimental pre and post control terhadap hewan uji coba. Hewan yang diuji coba sebagai sampel dalam adalah mencit jantan (Mus musculus) dengan kondisi hiperglikemia. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji analisis univariat diperoleh data bahwa rata-rata kadar gula darah sewaktu sebelum perlakuan yakni 264 mg/dl, kemudian rata-rata pada hari ke 7 perlakuan adalah 140,4 mg/dl. Sehingga gula darah sewaktu sebelum perlakuan dan setelah perlakuan di hari ke-7 mengalami penurunan sebanyak 123,6 mg/dl dengan presentase sebesar 46,81%. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dengan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai P Value sebesar 0.009 (>0.05) sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak kayu manis terhadap penurunan gula darah sewaktu pada mencit. Pemberian ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu pada mencit (Mus musculus).
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Overweight pada Tenaga Kependidikan di Universitas Muslim Indonesia Andi Paraqleta Nur Eli; Nurhikmawati; Irmayanti; Imran Safei; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.168

Abstract

Overweight adalah suatu kondisi dimana berat badan seseorang lebih besar dari berat rata-rata. Menurut data WHO, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa berusia 18 tahun keatas mengalami overweight, yang menunjukkan bahwa satu dari setiap tujuh orang yang mereka temui memiliki masalah berat badan. Pada orang dewasa yang mengalami overweight, bisa diakibatkan karena faktor resiko universal yaitu asupan makanan, aktivitas fisik, dan perilaku kurang gerak. Setiap gerakan tubuh yang disebabkan oleh otot rangka yang melibatkan pengeluaran energi disebut sebagai aktivitas fisik. Aktivitas fisik diperlukan dalam proses pengeluaran energi untuk mencapai keseimbangan energi negatif dan keseimbangan lemak dalam tubuh, terutama dalam proses oksidasi lemak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada tenaga kependidikan di UMI. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian dengan metode analitik observasional dengan menggunakan rancangan case control yakni suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara setiap variabel. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu dengan pengisian kuisioner. Dari 40 sampel pada penelitian ini terdapat hubungan antara aktivitas fisk dengan kejadian overweight dengan nilai p = 0.001, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai p <0.05 yang membuktikan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian overweight. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada tenaga kependidikan di UMI.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo Andi Kencana Batara; Erlin Syahril; Reeny Purnamasari Juhamran; Andi Kartini Eka Yanti; Mochammad Erwin Rachman
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.169

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu masalah klinis yang cukup serius di belahan dunia terutama di kalangan masyarakat. Demam berdarah Dengue (DBD) ini juga merupakan penyakit jangkitan yang diakibatkan oleh salah satu virus dengue yang ialah genus flavivirus keluarga Flaviviridae. Penyakit ini umumnya ditemui di wilayah beriklim tropis serta subtropis di belahan penjuru dunia, mayoritas di wilayah perkotaan serta semi perkotaan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat dari kasus demam berdarah. sebesar 3.747 penderita. Sedangkan kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Wajo tercatat sebanyak 297 kasus. Metode: Bersifat kuantitatif dengan studi deskriptif. Hasil: Dari penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tentang bagaimana Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022 dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan 100 sampel. Adapun hasil penelitian yang didapatkan bahwa mayoritas responden tingkat pendidikan Pelajar (49%), Tingkat Pengetahuan (72%) dengan kategori Baik, Sikap (61%) dengan kategori Baik, dan Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Responden yakni nilai P-Value (0,188). Kesimpulan: Dari hasil data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden adalah Pelajar, tingkat pengetahuan responden sudah baik, sikap responden sudah baik serta hubungan tingkat pengetahuan dan sikap responden di Kec. Tempe tidak memiliki hubungan tentang pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Kec.Tempe, Kab.Wajo.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Masa Pandemi COVID-19 Septyan Wahyu Pambagyo; Zulfitriani Murfat; Ahmad Ardhani Pratama; Nurelly N Waspodo; Arina Fathiyyah Arifin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.170

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berlangsung sangat cepat. Masyarakat memiliki peran penting untuk memutuskan penularan COVID-19. Upaya yang dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan dapat terhindar dari berbagai penyakit seperti salah satunya yaitu COVID-19. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat di Desa Padang Lampe, Kabupaten Pangkep terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masa pandemi COVID-19. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan desain penelitian Cross-Sectional Study. Sampel yang digunakan adalah masyarakat di Desa Padang Lampe, Kabupaten Pangkep berjumlah 75 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 75 responden di dapatkan 56% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik,16% responden cukup, dan 28% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Dan 45,3% responden memiliki sikap yang baik, 24% responden cukup, 30,7% responden memiliki sikap yang kurang dan berdasarkan Chi-Square Test didapatkan P-Value 0.001 (P<0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat, Desa Padang Lampe, Kabupaten Pangkep terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Pola Tidur pada Usia Lanjut Iriyani; Imran Safei; Rezky Pratiwi L Basri; Mochammad Erwin Rachman; Dahliah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i1.171

Abstract

Pada proses penuaan terjadi perubahan fisiologis yang akan terjadi pada setiap individu dimulai perubahan fisik, mental, dan sosial yang dapat menyebabkan mereka menjadi tidak efektif dalam pekerjan maupun peran sosial yang akan terjadi pada setiap individu. Perubahan tersebut dapat menyebabkan perubahan sistem muskuloskeletal yang berikutnya akan mempengaruhi kemampuan aktivitas fisik sehingga dapat menurunkan pola tidur atau kualitas tidur seseorang. Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pola tidur pada usia lanjut. Literature Review dengan Narrative Review. Lansia yang melakukan aktivitas fisik cenderung mendapatkan durasi dan kualitas tidur yang baik pada lansia dibandikan lansia yang tidak melakukan aktivitas. Aktivitas fisik yang baik dan teratur seperti senam, kegiatan sehari-hari. Aktivitas tersebut dapat membantu meningkatkan pola hidup yang sehat sehingga lansia mendapatkan durasi tidur serta kualitas tidur yang baik dan nyaman pada lansia.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Overweight Saat Pandemi pada Remaja Nur Nisa Suryani Mangopa; Ali Aspar Mappahya; Nurhikmawati; Shulhana Mokhtar; Irna Diyana Kartika
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i1.173

Abstract

Dewasa ini, sebagian masyarakat Indonesia cenderung mempunyai aktivitas fisik rendah yang disebabkan perubahan pola kerja, aktivitas sehari-hari, kemajuan teknologi khususnya bidang elektronik dan transportasi, dan gaya hidup yang bermalas-malas. Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan masalah global sebagai peringkat kelima resiko kematian, dan prevalensi obesitas dan kegemukan di negara berkembang lebih tinggi dibandingkan negara maju (WHO, 2013), termasuk Indonesia. WHO memperkirakan penduduk yang akan menderita obesitas dan kegemukan pada tahun 2030 akan mencapai 58%. Serta prevalensi obesitas dan kegemukan di Indonesia akan terus meningkat terutama di daerah perkotaan termasuk kota Makassar yang disebabkan karena masyarakat Indonesia cenderung mempunyai aktivitas fisik yang kurang gerak (sedentary activitie). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian overweight saat pandemi pada remaja. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan studi pendekatan case control. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami kegemukan yang melakukan aktivitas fisik ringan sebanyak 21 (48, 8%) dan sebanyak 11 (25,6%) melakukan aktivitas fisik sedang. Sedangkan responden yang tidak mengalami kegemukan yang melakukan aktivitas fisik ringan sebanyak 2 (4,7%) dan sebanyak 9 (20,9%) melakukan aktivitas fisik sedang, hasil uji analisis Chi-Square dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,006. Didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020
Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa tentang Fibroadenoma Mammae terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019 Andi Azizah Damayanti; Ali Aspar Mappahya; Nurhikmawati; Mona Nulanda; Nurfadhillah Khalid
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i1.175

Abstract

Tumor jinak merupakan awal terjadinya tumor ganas (kanker payudara) Tumor jinak adalah tanda pertama tumor ganas (kanker payudara). Menurut data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC), sekitar 1,3 juta wanita didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun di seluruh dunia. Sebuah studi oleh American Cancer Society 2016 menemukan bahwa wanita yang terdiagnosis dengan fibroadenoma mammae 1,5-2 kali lebih mungkin menderita kankerp ayudara daripada wanita dengan payudara normal. Oleh karena itu, wanita harus mewaspadai perubahan yang terjadi pada payudara dengan menerapkan gerakan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) untuk mendeteksi tumor dan kanker payudara sedini mungkin. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang fibroadenoma mammae (FAM) terhadap perilaku SADARI di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2019. Metode Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian analitik correlational. Sampel yang digunakan adalah 130 orang responden mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan simple random sampling. Terdapat hubungan yang bermakna tingkat pengetahuan mahasiswa tentang fibroadenoma mammae (FAM) terhadap perilaku SADARI. Berdasarkan uji statistik Chi-Square dengan SPSS diperoleh hasil nilai p= 0,044 atau p<0,05. Penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan yang bermakna tingkat pengetahuan mahasiswa tentang fibroadenoma mammae (FAM) terhadap perilaku SADARI di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019