cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pasien Hiperkolesterolemia di Klinik Hamdalah Makassar Rizka uda'a; Dahliah; Edward Pandu Wiriansya; Rahmawati; Rezky Putri Indarwati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.295

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, kegemukan dan masalah kesehatan lainnya. Mahalnya obat dan tingginya efek samping pengobatan farmakologis sehingga membutuhkan pengobatan alternatif penurunan kadar kolesterol total secara non farmakologis yaitu terapi bekam yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam serta seiring berjalannya waktu terapi bekam telah dimodernkan dan mengikuti kaidah ilmiah.Tujuan pada peneltian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan kadar kolesterol total pada pasien hiperkolesterolemia di klinik hamdalah bekam dan ruqyah syar’iyyah kota makassar tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan teknik total sampling berdasarkan data pasien bekam riwayat hiperkolesterolemia bulan desember 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 36 pasien. Berdasarkan Hasil penelitian didapatkan perubahan kadar kolesterol Sebanyak 30 responden (83,3%) mengalami penurunan kadar kolesterol total setelah mengikuti terapi bekam, sedangkan 6 responden (16,7%) mengalami peningkatan kadar kolesterol total. Adanya pengaruh penurunan kadar kolesterol total yang signifikan pada pasien hiperkolesterolemia di klinik hamdalah bekam dan ruqyah syar’iyyah makassar tahun 2023.
Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kejadian IMS pada Ibu Hamil di Fakfak Nadhifah Barunawaty; Syarifuddin Wahid; Syamsu Rijal; Mona Nulanda; Fadli Ananda
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.296

Abstract

Kematian janin dan neonates dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual yang membahayakan organ reproduksi. Kejadian Infeksi Menular Seksual dipengaruhi juga oleh pengetahuan, sikap, serta perilaku, semakin baik pengetahuan, sikap, maupun perilaku tentang kesehatan reproduksi maka semakin rendah kejadian IMS. Suatu kondisi kesejahteraan tubuh, psikis, serta umum yang memadai adalah kesehatan reproduksi, tak terdapatnya kecacatan pada sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Dengan tujuan diketahuinya kaitan pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai kesehatan reproduksi terhadap fenomena infeksi menular seksual terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak. Pengkajian ini berjenis kuantitatif serta bermetode analitik secara Cross-sectional study. Secara keseluruhan, terdapat142 orang yang berpartisipasi dalam penelitian diambil sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta data sekunder melalui rekam medis Puskesmas Fakfak. Hasil yang didapatkan wawasan kesehatan reproduksi pada fenomena infeksi menular seksual Ibu hamil dengan IMS memiliki pengetahuan kurang (77.9%) dibandingkan ibu hamil normal pengetahuan kurang hanya (58.6%). Didapatkan Sikap Ibu hamil tidak menderita IMS sikap tidak peduli (62.1%) dibanding Ibu hamil menderita IMS sikap tidak peduli (58.4%). Didapatkan ibu hamil penderita IMS yang memiliki perilaku tidak mendukung (71.7%) dibanding Ibu hamil tidak IMS memilki perilaku tidak mendukung yaitu 14 orang (48.3%). Berdasarkan perolehan pengujian statistik, ada kaitan antar pengetahuan kesehatan reproduksi dengan fenomena IMS terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak sedangkan tidak ada hubungan sikap mengenai kesehatan reproduksi pada fenomena IMS terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak dan ada kaitan perilaku mengenai kesehatan reproduksi pada fenomena IMS terhadap ibu hamil di Kabupaten Fakfak
Relationship between Age, Gender and Body Mass Index (BMI) with HbA1c Levels at Ibnu Sina Hospital Makassar Ayu Hartati Bakri; Aryanti Bamahry; Ahmad Ardhani Pratama; Irmayanti Haidir Bima; Andi Kartini Eka Yanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.297

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena kurangnya sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. International Diabetes Federation (IDF) melaporkan bahwa 371 juta orang antara usia 20 dan 79 menderita DM di seluruh dunia. Risiko menderita c akan meningkat seiring bertambahnya usia dan usia >40 tahun lebih rentan terkena intoleransi glukosa. Sekitar 80% penderita DM tipe 2 terbukti mengalami obesitas dan risiko diabetes meningkat secara progresif yang ditunjukan oleh indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar HbA1c pada penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan usia >40 tahun 111 orang (92.5%), <40 tahun 9 (7.5%), jenis kelamin perempuan 67 orang (55.8%), laki-laki 53 orang (44.2%), underweight 12 orang (10%), gizi normal 43 orang (35.8%), overweight 27 orang (22.5%), obesitas 38 orang (31.7%). Kadar HbA1c dengan risiko tinggi >6.5% 110 orang (91.7%) dan risiko rendah <6.5% 10 orang (8.3%). Berdasarkan uji fisher diperoleh hasil yang berhubungan dengan kadar HbA1c adalah faktor usia p=0,003 dan IMT p=0,034. Analisis multivariat didapatkan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor usia dengan nilai p=0,000. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan IMT dengan kadar Hba1c pada penderita Diabetes melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Glukosa Darah Puasa Mencit dengan Hiperglikemia: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT (Mus Musculus) DENGAN HIPERGLIKEMIA Muhairah Azzahrah Chairul; Armanto Makmun; Rasfayanah; Asrini Safitri; Sri Wahyuni
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.300

Abstract

Hiperglikemia merupakan ciri khas diabetes melitus (DM) yang diakibatkan oleh gangguan kerja insulin yang berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-diabetes karena mengandung flavonoid. Dengan meningkatkan antioksidan, flavonoid yang ditemukan dalam daun kelor dapat mengurangi hiperglikemia dengan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh ROS. Mengetahui pengaruh kadar glukosa darah puasa pada mencit (Mus Musculus) hiperglikemia setelah pemberian pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design pada mencit (Mus Musculus) Pemberian ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 58.89% menjadi 112.89±29.779 yang sedikit lebih baik dari metformin yang memiliki penurunan sebesar 57.67% menjadi 108.33±21.449. Ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus Musculus) betina lebih baik daripada metformin.
Pengaruh Kebiasaan Penggunaan Headset terhadap Gangguan Telinga Risa Hude Umar; Shulhana Mokhtar; Rasfayanah; A. Tenri Sanna Arifuddin; Ahmad Ardhani Pratama
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.301

Abstract

Telinga merupakan salah satu alat panca indra pada manusia, salah satu fungsinya menerima gelombang suara yang kemudian diubah menjadi impuls listrik dan diteruskan ke otak melalui saraf pendengaran. Telinga bagian dalam mempunyai peran sebagai indra pengatur keseimbangan atau organ vestibular. Dengan meningkatnya teknologi audiovisual dan telekomunikasi saat ini, penggunaan headset untuk mendengarkan musik meningkat pada kalangan remaja. Hal itu dapat menimbulkan bising kronik serta munculnya gejala-gejala gangguan telinga seperti gatal, nyeri, terasa berdengung, yang pada akhirnya dapat mengganggu fungsi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan penggunaan headset terhadap gangguan telinga dan gangguan pendengaran. Metode penelitian ini adalah literature review dengan desain narrative review. Hasil penelitian didapatkan Kebiasaan penggunaan headset terhadap gangguan telinga dan pendengaran disebabkan oleh penggunaan frekuensi dan durasi yang lebih sering sehingga pada gangguan telinga mengakibatktan gangguan nyeri dan gatal, dan pada gangguan pendengaran mengakibatkan tuli sensorineural, tuli ringan, tuli sedang, otalgia dan tinitus. Kesimpulan penelitian ini bahwa adanya pengaruh kebiasaan penggunaan headset terhadap gangguan telinga dan gangguan pendengaran.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa tentang Terjadinya Mata Lelah Akibat Penggunaan Gadget wiwi; Sri Irmandha Kusumawardani; Armanto Makmun; Farah Ekawati; Nur Aulia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.304

Abstract

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) tahun 2020, pengguna gadget untuk mahasiswa S1/Diploma (93,02%), lebih tinggi dari tingkat sekolah dan pengguna secara umum (66,31%). Perilaku penggunaan gadget perlu diperhatikan apabila tidak terkontrol karena dapat mengganggu kesehatan, khususnya pada penglihatan. Tujuan umum untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia tentang mencegah terjadinya mata lelah akibat penggunaan gadget angkatan 2019. Desain penelitian survey deskriptif pendekatan kuantitatif desain cross sectional. Sampel penelitian dilakukan pada 250 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2019 dengan teknik sampling yaitu total sampling. Hasil Penelitian adalah distribusi frekuensi usia mayoritas usia 22 tahun berjumlah 176 responden (70,4%), jenis kelamin mayoritas perempuan berjumlah 192 responden (76,8%), tingkat pengetahuan tentang terjadinya mata lelah akibat penggunaan gadget mayoritas pengetahuan baik berjumlah 218 responden (87,2%), tingkat pengetahuan tentang pencegahan terjadinya mata lelah akibat penggunaan gadget mayoritas pengetahuan baik berjumlah 215 responden (86,0).
Literature Review: Hubungan antara Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Frekuensi Denyut Nadi pada Mahasiswa Ananda Putra Difa; Imran Safei; Rezky Pratiwi L Basri; Shofiyah Latief; Arni Isnaini Arfah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.307

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular menyumbang 17,5 juta kematian di seluruh dunia, atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara denyut nadi mahasiswa dan tingkat kebugaran jasmani. Kajian pustaka dengan format kajian naratif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan bahwa siswa yang berpartisipasi dalam kebugaran jasmani memiliki keuntungan yang signifikan dibandingkan mereka yang tidak. Motivasi di balik penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara tingkat kesehatan aktual dan kekambuhan detak jantung pada mahasiswa. Kajian pustaka dengan format kajian naratif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang melakukan kebugaran jasmani dengan yang tidak melakukan kebugaran jasmani.
Karakteristik Klinis Kelumpuhan Nervus Oculomotorius Muh. Rifky Mapallawa; Ratih Natasha; Raden Selma; Marlyanti Akib; Yusuf Kidingolla; Asrini Safitri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.313

Abstract

Saraf kranial ketiga juga dikenal sebagai saraf okulomotor dan memiliki dua komponen utama, serat parasimpatis luar yang mempersarafi otot siliaris dan sphincter pupil. Serat somatik dalam yang mempersarafi levator palpebrae superioris di kelopak mata dan empat otot ekstraokular. Kelumpuhan saraf ketiga memiliki berbagai etiologi dan dapat menjadi pertanda patologi yang serius. Kerusakannya dapat menyebabkan manifestasi khas seperti ptosis, diplopia, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik klinis kelumpuhan nervus oculomotorius berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, riwayat pengobatan dan penyebab umum terjadinya kelumpuhan nervus oculomotorius. Jenis penelitian ini adalah literature review dengan desain narrative review yang menggunakan elektronik based yang terakreditasi/terindeks Scopus dan Sinta seperti DOAJ, Springerlink, Cochrane, Biomed, Portal Garuda, Google Scholar, Elsevier / Clinical Key, Gale PubMed dan sumber database lainnya. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 8 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang menyatakan bahwa kelumpuhan nervus oculomotorius yang paling sering disebabkan oleh kelainan vaskuler seperti adanya iskemik mikrovaskuler, aneurisma dan perdarahan subarachnoid. Gejala yang paling sering pada pasien dengan kelumpuhan nervus oculmotorius yaitu ptosis dan diplopia. Berdasarkan usia, usia 51-60 tahun paling sering terjadinya kelumpuhan nervus oculomotorius dan berdasarkan jenis kelamin wanita lebih rentan. Terjadinya kelumpuhan nervus oculomotorius. Penyebab paling tersering pada kelumpuhan nervus oculomotorius adalah aneurisma arteri posterior komunikans dan terjadi pada usia kisaran 51-60 tahun dan paling sering terjadi pada wanita
Prevalensi Krakteristik Pasien OMSK Dewasa dan Anak di RSUD Sayang Rakyat Periode Januari-Desember 2021 Nurafni; Ahmad Ardhani Pratama; Wa Ode Ellistrika; Sidrah Darma; Renato Vivaldi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.315

Abstract

Studi dilakukan di RSUD Sayang Rakyat untuk menyelidiki karakteristik pasien OMSK pada periode Januari-Desember 2021. Penelitian ini ialah penelitian cross-sectional retrospektif dengan sampel pasien OMSK dewasa dan anak yang dicatat dalam rekam medis RSUD Sayang Rakyat selama periode tersebut. Hasil penelitian didapatkan total jumlah pasien OMSK 89 terdiri 67 pasien pasien dewasa dan 22 pasien anak. Pasien dewasa lebih sering terjadi pada kelompok usia 19-59 tahun, sebanyak 61 orang (91%), sedangkan pasien anak lebih sering pada kelompok usia 2-10 tahun, sebanyak 13 orang (59%). Proporsi tertinggi pada kelompok perempuan terdiri 36 pasien dewasa (54%) dan 12 pasien anak (55%). Mayoritas pasien OMSK, mengalami infeksi unilateral, sebanyak 57 orang dewasa (85%) dan 20 orang anak (91%). Lokasi perforasi cenderung terjadi di bangian sentral MT pada 63 orang dewasa (94%) dan 21 orang anak (95%). Tipe OMSK yang paling umum adalah tubotimpani, dengan 63 kasus dewasa (94%) dan 21 kasus anak (95%). Faktor pemicu OMSK pasien dewasa umumnya terkait riwayat OMA berulang sejak kecil, sedangkan pada anak, terkait anatomi tuba eustachius yang pendek dan datar. Meskipun jumlah pasien perempuan lebih banyak, jenis kelamin tidak mempengaruhi kejadian OMSK. Infeksi unilateral sering kali disebabkan oleh infeksi berulang pada satu telinga. Perforasi OMSK umumnya terjadi pada bagian sentral memberan timpani pars tensa, yang disebabkan tekanan cairan eksudat yang melemahkan bagian sentral membran. Kesadaran tinggi mencari pengobatan dini menyebabkan tipe tubotimpani lebih sering ditemukan pada pasien dewasa, sementara pada anak, riwayat tonsilitis dan ISPA mendorong orang tua untuk mencari pengobatan lebih awal.
Prevalensi dan Karakteristik Varisela Anak di Rumah Sakit Ibnu Sina dan Jejaringnya Tahun 2017-2021 Nurul Muqarribah Pratiwi Ishaq; Nurelly N Waspodo; Akhmad Kadir; Dian Amelia Abdi; Nur Ayu Lestari
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.317

Abstract

Varisela adalah penyakit infeksius yang diakibatkan oleh virus varicella-zoster (VVZ) yang dapat menyerang mukosa dan kulit. Angka insidensi dan prevalensi varisela di Indonesia belum diteliti tetapi kasus varisela telah terjadi secara sporadis. Penelitian epidemiologi varisela belum memadai di Kota Makassar sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai prevalensi dan karakteristik varisela di RS Ibnu Sina dan Jejaringnya. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien varisela pada anak di Rumah Sakit Ibnu Sina dan Jejaringnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2023 bertempat di RS Ibnu Sina, RSUD Kota Makassar, RSIA Khadijah dan RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini didapatkan jumlah pasien penderita varisela pada anak dari tahun 2017-2021 sebanyak 31 orang dengan kasus terbanyak pada tahun 2021 (35,5%). Berdasarkan jenis kelamin terbanyak pada laki-laki (74,2%). Berdasarkan usia, tertinggi pada kelompok usia 2-5 tahun (35,5%). Lokasi lesi tersering adalah batang tubuh, wajah dan ekstremitas dengan effloresensi terbanyak berupa vesikel (25,8%). Dalam penelitian ini tidak didapatkan pasien varisela pada anak yang melakukan vaksinasi varisela (100%). Kasus pasien varisela pada anak terbanyak pada tahun 2021 dengan jenis kelamin terbanyak pada laki-laki pada kelompok usia 2-5 tahun, dan lokasi lesi tersering adalah batang tubuh, wajah dan ekstremitas. Semua pasien anak yang didapatkan belum melakukan vaksinasi varisela.