cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 333 Documents
Gambaran Mikrobiota Usus Anak Usia 2-5 Tahun di Kecamatan Sanrobone Takalar Tendri Azzahra; Nesyana Nurmadilla; Hasta Handayani Idrus; Rachmat Faisal Syamsu; Yusriani Mangarengi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.276

Abstract

Mikrobiota usus memiliki peran pada proses pengaturan biologis dan fisiologis tubuh seperti berpartisipasi dalam metabolisme, hormonal dan imunitas. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat menyebabkan malabsorpsi zat gizi bahkan stunting pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel dari Kecamatan Sanrobone Takalar, Sulawesi Selatan yang mana daerah tersebut merupakan salah satu daerah binaan Universitas Muslim Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran mikrobiota usus pada feses anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Sanrobone Takalar. Metode yang digunakan adalah metode gram (pewarnaan gram) untuk mengidentifikasi bakteri. Metode selanjutnya adalah metode plating pada media selektif agar (teknik kultur). Mikrobiota yang diujikan dinyatakan dalam satuan Colony Forming Unit (CFU)/ml. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah koloni mikrobiota usus pada anak yaitu sebanyak 53 x 106 CFU/ml yang didominasi oleh bakteri E. coli dan Lactobacillus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan jumlah koloni bakteri pada feses anak termasuk normal, begitu pula dengan jenis bakteri yang didapatkan. Adapun sarannya adalah kedepannya agar dapat menggunakan medium tertentu untuk melihat jenis bakteri tertentu.
Perbandingan Efektivitas Pemberian Preemptive Gabapentin 300 mg dan Pregabalin 75 mg Terhadap Nyeri Akut Pasca Bedah Mastectomy Egi Alfareza Putri Nasrun; Fendy Dwimartyono; Armanto Makmun; Azis Beru Gani; Andi Alamanda Irwan
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.278

Abstract

Modifikasi mastektomi radikal (MRM) adalah pengobatan standar untuk kanker payudara. Semua jaringan payudara terangkat saat Anda melakukan ini. Pasien sering mengalami kesulitan terbesar dengan ketidaknyamanan pasca operasi. Setelah operasi, ketidaknyamanan akut mempengaruhi 80% pasien. Analgesia preemptive, kadang-kadang dikenal sebagai pemberian obat nyeri sebelum terjadi kerusakan jaringan, adalah salah satu strategi untuk mengelola nyeri pasca operasi. Adjuvan termasuk gabapentin dan pregabalin. Nyeri pasca operasi akut dan nyeri kronis keduanya sering diobati dengan kedua obat ini, yang juga biasa digunakan sebagai antikonvulsan. Analgesia preemtif dengan gabapentin dan pregabalin untuk pengobatan nyeri pasca operasi. Studi uji klinis/eksperimental dengan metodologi cross-sectional adalah desain penelitian yang digunakan. Terdapat 12 sampel yang diberi tindakan mastectomy diantaranya 6 sampel yang diberikan gabapentin dan 6 sampel yang diberikan pregabalin. Pada penelitian ini kelompok yang menggunakan gabapentin lebih efektif dalam menurunkan skor numeric rating scale pasca bedah mastectomy secara signifikan dan pada kelompok yang menggunakan pregabalin efektif juga dalam menurunkan skala nyeri pasca bedah mastectomy. Penggunaan gabapentin 300 mg dan pregabalin 75 mg sebagai preemptive untuk menurunkan nyeri pasca bedah mastectomy berpengaruh dan memberikan penanganan nyeri pasca pembedahan. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan gabapentin lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri pasca bedah mastectomy dimana ada 5 orang yang nilai NRS-nya tidak nyeri dan pada preemptive pregabalin didapatkan ada 3 orang yang nilai NRS-nya tidak nyeri. Kata Kunci : Gabapentin; pregabalini; nyeri akut; mastectomy
Efek Konsumsi Kurma Ajwa (Phoenix Dactyliferal) Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Sperma Andi bayan Zhafirah; Nasruddin Andi Mappaware; Arni Isnaini Arfah; Ida Royani; Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.279

Abstract

Sperma adalah sel yang membawa DNA pasangan pria ke sel telur. Dehydroepiandrosterone (DHEA), hormon, dan testosterone, hormon, keduanya memainkan peran penting dalam produksi sperma. Pria dapat mengalami kemandulan karena berbagai sebab, salah satunya adalah kualitas spermatozoa yang buruk. Ekstrak buah kurma yang diminum telah diuji potensinya untuk meningkatkan kualitas DNA dan motilitas sperma dan dihitung menggunakan kurma yang mengandung bahan kimia fenolik dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mengkonsumsi kurma ajwa (Phoenix dactylifera l) dapat meningkatkan produksi sperma baik secara kuantitas maupun kualitas. Memanfaatkan desain tinjauan naratif dan metodologi penelitian tinjauan literatur. Menurut penelitian yang dipublikasikan di sejumlah jurnal, mengonsumsi kurma Ajwa (Phoenix dactylifera l) dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma. Ini karena beberapa nutrisi kurma, seperti zat besi, lebih mudah diserap tubuh daripada yang ditemukan pada buah lain, dan ini, pada gilirannya, memperbaiki histopatologi sperma. Sebagai sumber energi sperma untuk melakukan perjalanan, keberadaan glukosa dan fraktosa dapat membantu motilitas sperma. Hormon dehydroepiandrosterone (DHEA) yang sangat penting untuk pembentukan sperma dapat ditingkatkan oleh kandungan fenolik dan flavonoid kurma ajwa. Kandungan vitamin pada kurma ajwa juga dapat mengatur kualitas pembentukkan jumlah sperma. Mengkonsumsi Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera l) dapat mengatur jumlah sperma dan dapat meningkatkan hormon terpenting pada sperma yaitu hormon testosteron dan hormon dehydroepiandrosteron.
Relationship Between Knowledge Level And Attitude With Early Detection Behavior Of Cervical Cancer At Ibnu Sina Hospital Makassar Siti Arafiah Aqmarina; Shofiyah Latief; Rahmawati; Andy Visi Kartika; Zulfahmidah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.283

Abstract

Kanker adalah penyakit keganasan yang menyerang pada dinding leher rahim akibat infeksi humanpapilloma virus. Cara penyebaran ditularkan melalui kontak seksual. Kanker serviks kedua terbanyak menyerang wanita, saat melakukan skrining hasilnya menunjukkan mereka memasuki stadium III B ke atas tingginya angka kasus kanker serviks diakibatkan karena sedikitnya wanita yang mau melakukan skrining terhadap kanker serviks. Metode IVA merupakan salah satu pemeriksaan awal kanker serviks selain itu dapat dilakukan juga metode paps smear. Pengkajian ini deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar. Dengan menggunakan metode penelitian Survey analitik desain cross sectional. Penelitian ini terdapat 64 sampel, 32 terdiagnosis kanker serviks dan 32 yang tidak terdiagnosis kanker serviks. Distribusi data hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks, responden yang terdiagnosis kanker serviks dengan tingkat pengetahuan baik (73,3%), cukup (26,7%), kurang (0%), adapun responden yang tidak terdiagnosis kanker serviks dengan tingkat pengetahuan baik (26,3%), cukup (73,3%), kurang (100%) dengan P-Value 0,000. Hubungan sikap dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada responden yang terdiagnosis kanker serviks dengan sikap baik (53,2%), cukup (45,5%), kurang (33,3%) adapun responden yang tidak terdiagnosis kanker serviks dengan sikap baik (46,8%), cukup (54,3%), kurang (66,7%) dengan P-Value 0,715. kaitan antar taraf pengetahuan pada deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina bertarget guna mengamati kaitan melalui tingkat pengetahuan masyarakat dan sikap dengan perilaku makassar hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan sedangkan hasil menunjukkan jika tak ada kaitan antar sikap pada perilaku deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit pendidikan Ibnu Sina Makassar
Risk Factors for Cervical Cancer Incidence at Ibnu Sina Hospital Makassar Nadhifah Khairun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.284

Abstract

Cervical cancer is a malignant tumor that occurs in the cervical region at the end of the cervix. Based on data from the International Agency for Research on Cancer (IARC), it is known that the second highest cause of death is cervical cancer, reaching 460,000 cases and 230,000 women deaths. Cervical cancer is caused by HPV infection and several factors, namely age, parity, age of first sexual intercourse, number of sexual partners history, HPV vaccination history, smoking history, and oral contraceptives history. To determine the risk factors for cervical cancer incidence at Ibnu Sina Hospital Makassar. This was descriptive retrospective study method. With cross sectional research design. The total sample was 68 people with cervical cancer at Ibnu Sina Hospital Makassar. The distribution of age 30-60 years (85.3%), parity >3 (57.4%), and age of first sexual intercourse >17 years (85.3%). There was no history of using oral contraceptives (54.4%), HPV vaccination history (97.1%), and smoking history (98.5%). Having only 1 history of number of sexual partners (89.7%), employment history was not out of town (63.2%), and the most common type of cervical cancer was squamous cell carcinoma (76.5%). The distribution of risk factors for the incidence of Cervical Cancer at Ibnu Sina Hospital was mostly found at the age of 30-60 years, parity> 3, age of first sexual intercourse >17 years, no history of using oral contraceptives, no HPV vaccination history, no smoking history, having 1 history of sexual partners, work history not out of town, and the type of cervical cancer is squamous cell carcinoma.
Relationship between Knowledge Level and Attitude with Ovarian Cancer Early Detection Behavior at Ibnu Sina Hospital Makassar Raihan Aulia Arbani; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Hamsah Hamsah; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.286

Abstract

Ovarian cancer is a malignant tumor originating from the ovary with various histological types that can affect all ages, in the early stages of the disease does not show specific clinical symptoms. The Indonesian Society of Gynecologic Oncology recorded 354 cases of ovarian cancer and is the second most common gynecologic cancer. The high mortality rate is due to asymptomatic tumor growth, delayed onset of symptoms, and lack of proper screening so that ovarian cancer is only diagnosed at an advanced stage. Ovarian cancer cases that are recognized and found at an early stage and receive rapid and appropriate treatment and treatment will provide a better life expectancy. Currently, radiologic examinations for ovarian cancer detection include: Ultrasound, CT scan, PET scan, and MRI. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes with the behavior of early detection of ovarian cancer at Ibnu Sina Hospital Makassar. Research using quantitative descriptive design with cross-sectional design. Of the 60 respondents obtained results based on the category of knowledge level in patients diagnosed with ovarian cancer who have good knowledge as many as 19 respondents (100%), enough as many as 10 (41.7%), less (5.9%) good category attitudes as many as 18 (40.9%), enough 12 (80.0%), less 0 respondents (0.0%). And for the level of knowledge in patients who are not diagnosed with ovarian cancer who have good knowledge 0 respondents (0.0%), enough 14 (58.3%), less knowledge as many as 16 (94.1%), good category attitudes 26 (59.1%), sufficient category attitudes 3 (20.0%), less category attitudes 1 (100.0%). There is a relationship between the level of knowledge and attitude towards ovarian cancer early detection behavior.
Karakteristik Penderita Kanker Ovarium di RS Ibnu Sina Makassar Muthmainnah, Putri Rahayu; Syahril, Erlin; Rahmawati; Mona Nulanda; Anna Sari Dewi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.287

Abstract

Ovarian cancer is condition caused by abnormal tissue that growth in ovary . Ovary is female reproductive organs where eggs are produced. There is three Ovarian cancer is classified as an epithelial tumor that develops on the surface of the ovary, originating germ cell tumors from in producing cells egg can found in women young, and tumors of stromal origin from cells that have hormone womanhood namely estrogen and progesterone. Objective to find out the characteristics of ovarian cancer sufferers at Ibnu Sina Makassar Hospital. Method this research is a descriptive research with design studies cross sectional , the researcher will collect secondary data through record medical patient ovarian cancer at Ibnu Sina Makassar Hospital. The results shows that from 90 samples, characteristics patients based on age the most is 46-55 years totaling 29 people (32.2%), marital status is already married totaling 76 people (84.4%), symptoms clinical is stomach grow totaling 55 people (61.1%), stage of cancer is stage IIIC totaling 32 people (35.6%), type histopathology is an epithelial tumor surface totaling 73 people (81.1%), and most abdominal ultrasound images on smooth tumor walls totaling 48 people (53.3%), no septate totaling 37 people (41.1%), echogenicity mixed echoic totaling 38 people (42.2%). Can concluded that characteristics the most found at the age of 46-55 years, marital status is already married, symptom clinical is stomach enlarged, cancerous stage is stage IIIC, type histopathology is an epithelial tumor surface, and abdominal ultrasound image of the smooth tumor wall, no septate, echogenicity mixed echoic.
Hubungan Perilaku Vaginal hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI Mutiara Andjani Arsyad; Asrini Safitri; Zulfahmidah; Lisa Yuniati; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.288

Abstract

Pada umumnya setiap perempuan muda pernah mengalami keputihan. Keputihan timbul karena berbagai faktor antara lain kurangnya perawatan yang tepat pada organ reproduksi. Misalnya, perilaku vaginal hygiene yang negatif, kebiasaan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dan tidak dapat menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, serta sering mengabaikan penggantian pembalut saat menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Upaya menjaga kesehatan reproduksi dimulai dengan merawat kebersihan pribadi, termasuk menjaga organ kewanitaan agar tetap bersih, sehat, dan mengurangi risiko terkena gangguan kesehatan, termasuk keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini melibatkan 277 responden mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 yang dipilih dengan mengaplikasikan metode consecutive sampling. Studi ini menggunakan uji statistik Chi-square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis. Hal ini didukung oleh nilai p=0,00 atau p<0,05 yang diperoleh dari analisis statistik. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara pada Pegawai RS Ibnu Sina andi bulqis khaerunnisa; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Ida Royani; Reeny Purnamasari Juhamran
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.291

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulus. Ditinjau dari biomolekuler, kanker payudara merupakan penyakit akibat mutasi gen yang dipicu oleh multifaktor seperti faktor diet, faktor lingkungan, dan faktor keturunan yang dikenal sebagai faktor risiko. Dari data Global Burner of Cancer (GLOBOCAN) 2020, Penderita kanker payudara menempati urutan pertama kanker paling banyak pada wanita dengan presentasi kasus tertinggi dibanding dengan kanker lain yaitu 2,3 juta kasus dengan presentasi mortalitas sebesar 684,996 kasus pada wanita didunia, Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer dari Word Health Organization (WHO) tahun 2020, penderita kanker tertinggi di Indonesia untuk wanita adalah kanker payudara yaitu sebesar 65.858 kasus dengan mortalitas sebesar 22.430 kasus. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker payudara pada pegawai rumah sakit Ibnu Sina Makassar. Merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Dari 40 Responden didapatkan hasil berdasarkan kategori tingkat pengetahuan, dengan pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (40%), dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 11 responden (27,5%), sikap kategori baik sebanyak 17 responden (42,5%) dan sikap kategori cukup sebanyak 11 responden (27,5%), dan deteksi dini kanker payudara yang tidak melakukan sebanayak 21 responden (52,5%), dan yang melakukan deteksi dini kanker payudara sebanyak 19 responden (47,5%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap deteksi dini kanker payudara p=0.002 dan terdapat Hubungan antara sikap terhadap deteksi dini kanker payudara p= 0.037 pada pegawai Wanita di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Prevalensi Penyakit Kardiovaskular pada Masa Pandemic Tahun 2020-2021 di RS Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap Dhea Nurina Hafila; Wisudawan; Sidrah Darma; Nurhikmah; Dahlia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.293

Abstract

Sistem Kardiovaskular penting dan penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di dunia. Faktor risiko seperti gaya hidup buruk, diet tidak sehat, merokok, dan obesitas dapat menyebabkan penyakit ini. Rehabilitasi jantung adalah metode pengobatan, tetapi pandemi COVID-19 menghambat perawatan. Individu lanjut usia dengan penyakit kardiovaskular memiliki risiko komplikasi yang tinggi, terutama jika terpapar COVID-19. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan pasien pada penyakit kardiovaskular pada masa pandemi tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif cross sectional menggunakan data sekunder berupa data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Rumah Sakit Arifin Nu'mang Kabupaten Sidrap, terjadi peningkatan jumlah pasien dengan penyakit jantung koroner, aritmia, dan gagal jantung pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020. Namun, tidak ada perbedaan signifikan antara jumlah pasien yang terdiagnosis penyakit kardiovaskular pada tahun 2020 dan tahun 2021. Jumlah pasien dengan hipertensi mengalami penurunan sedangkan tidak ada pasien dengan penyakit arteri perifer atau penyakit jantung bawaan. Uji normalitas menunjukkan bahwa data penelitian terdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan bahwa data memiliki hubungan linear. Uji independent sample t-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara jumlah pasien terdiagnosis penyakit kardiovaskular tahun 2020 dan tahun 2021. Pada penelitian ini adalah bahwa di Rumah Sakit Arifin Nu'mang Kabupaten Sidrap, terjadi peningkatan jumlah pasien dengan penyakit jantung koroner, aritmia, gagal jantung, dan penyakit arteri perifer pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020. Namun, tidak ada perbedaan signifikan antara jumlah pasien yang terdiagnosis penyakit kardiovaskular pada tahun 2020 dan tahun 2021. Selain itu, terjadi penurunan jumlah pasien dengan hipertensi.