cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Karakteristik Pasien Luka Bakar Rawat Inap Vania Almira; Reeny Purnamasari; Solecha Setiawati; Lisa Yuniati; Andi Irwansyah Achmad
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.318

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang dapat diakibatkan oleh panas, listrik, atau zat kimia. Ini merupakan salah satu tantangan besar dalam bidang kesehatan global dan mengakibatkan sekitar 180.000 kematian setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pasien yang dirawat inap dengan luka bakar, termasuk usia, jenis kelamin, penyebab luka bakar, luas luka bakar, tingkat kedalaman luka bakar, dan durasi rawat inap. Metode penelitian ini bersifat deskriptif observasional dan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien luka bakar di RSUD Dr. La Palaloi Maros dari bulan Januari 2018 hingga Desember 2021. Sampel diambil secara menyeluruh. Dari hasil penelitian terhadap 77 kasus, luka bakar paling umum terjadi pada kelompok usia 12-50 tahun, sebanyak 39 kasus (51%). Pasien laki-laki berjumlah 52 kasus (68%), sedangkan pasien perempuan berjumlah 25 kasus (32%). Penyebab luka bakar terbanyak adalah akibat panas, mencapai 54 kasus (70%). Pada anak-anak, luas luka bakar paling sering <10% dan >20% dari total luas permukaan tubuh (13%), sementara pada dewasa, luas luka bakar paling umum <15% dari total luas permukaan tubuh (24%). Derajat luka bakar paling sering adalah grade IIA-B, dengan 45 kasus (83%). Durasi rawat inap mayoritas <7 hari, mencakup 61 kasus (79%). Pasien luka bakar pada periode tahun 2018-2021 paling banyak terdapat pada kelompok usia dewasa dengan dominasi pasien laki-laki. Penyebab luka bakar utama adalah akibat panas dengan tingkat keparahan luka bakar grade IIA-B. Luas luka bakar paling sering <15% dari total luas permukaan tubuh pada dewasa. Durasi rawat inap terbanyak adalah kurang dari 7 hari.
Gambaran Visus Pasien Katarak Post Operatif di RS. Bhayangkara Tahun September 2019 – Januari 2022 Made Selly Dwilestari Putri; Moch. Iwan Kurniawan; Hikmah Hiromi Razak Datu; Sri Irmandha Kusumawardhani; Azizah Anoez
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.319

Abstract

Katarak merupakan suatu penyakit mata akibat kekeruhan lensa mata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merincikan hasil tajam penglihatan pada pasien katarak senilis berdasarkan berbagai karakteristik, visus sebelum operasi, dan visus setelah operasi selama periode dari September 2019 hingga Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti ingin menggambarkan karakteristik pasien dengan katarak senilis dan perbaikan visus pascaoperasi. Penelitian ini melibatkan 48 sampel. Berdasarkan hasil studi yang telah dilaksanakan, bahwa mayoritas pasien katarak senilis di RS Bhayangkara Makassar berjenis kelamin laki-laki (52,1%) dengan usia > 60 tahun (43,8%), mata yang dioperasi ialah mata kiri (58,3%) dengan stadium imatur (58,3%). Terbanyak melakukan operasi ECCE sebanyak 40 pasien (83,3%), dikerjakan oleh operator A (75%). Visus pre-operatif buruk (100%), visus post-operatif hari ke-14 visus baik (45,8%), visus post-operatif hari ke-28 visus baik (75%), dan visus post-operatif > hari ke 28 visus baik (95,8%). Dari data penelitian yang didapatkan bahwa visus pasien katarak senilis setelah 28 hari follow-up mayoritas visus baik sebanyak 95,8% dan sisanya 4,2% visus sedang.
Karakteristik Penderita Stroke Iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2020-2021 Rizki Handayani; Moch Erwin Rachman; Nadra Maricar; Pratiwi Nasir Hamzah; Erni Pancawati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.321

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker baik di negara maju maupun di negara berkembang. Tujuan penelitiaan ini adalah mengetahui karakteristik penderita Stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti ingin mencari tahu mengenai karakteristik penderita Stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina tahun 2020-2021. Penelitian ini melibatkan 76 Sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahwa mayoritas pasien Stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar berjenis kelamin laki-laki (55%), mayoritas kelompok usia 56-65 tahun (41%); mayoritas pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (41%); mayoritas pendidikan terbanyak adalah SMA (66%); mayoritas faktor risiko terbanyak adalah hipertensi (91%); mayoritas gejala klinis terbanyak adalah hemiparese (80%). Stroke iskemik dapat terjadi pada usia dewasa akhir sampai lansia, dipengaruhi oleh pekerjaan dan jenis kelamin serta pendidikan terakhir dan sebagian besar dari mereka datang dengan keluhan utama hemiparese.
Faktor Determinan Pada Penderita Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar tahun 2021 Muhammad Fakhri; Nasrudin Andi Mappaware; M. Iswan Wahab; Anna Sari Dewi; Akhmad Kadir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.328

Abstract

Salah satu penyebab angka kematian ibu di Indonesia adalah preeklamsia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko meliputi faktor psikososial, dan faktor mediko-obstetrik. Hal ini dapat menyebabkan gejala klinis dapat berkembang menjadi eklampsia dan berbagai komplikasinya sehingga berujung kematian baik pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan pada penderita Preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar tahun 2021. Metode penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang diperoleh dari rekam medis pasien. Penelitian dilakukan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar pada bulan Maret hingga September 2021. Pada hasil analisis data sampel menggunakan uji korelasi Chi-square pada faktor determinan mediko-obstetrik ibu hamil dengan kejadian preeklamsia didapatkan hubungan yang signifikan pada usia (0.002), status gizi (0.009), status gravida (0.034), interval kehamilan (0.001), dan riwayat penyakit komorbid hipertensi (0.019). Sedangkan, pada faktor determinan mediko-sosial ibu hamil dengan kejadian preeklamsia tidak dapatkan adanya hubungan yang signifikan meliputi tingkat pendidikan (0.514), dan pekerjaan (0.720). Berdasarkan temuan kami, terdapat hubungan beberapa faktor determinan mediko-obstetrik dengan kejadian preeklamsia seperti usia, status gizi, status gravida, interval kehamilan dan riwayat penyakit hipertensi.
Hubungan Status Gizi dengan Konsentrasi Belajar Pada Anak di SDN 427 Malewong Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan Sumarni; Muh Alfian Jafar; Irna Diyana Kartika K; Nurul Fadilah Ali Polanunu; Ida Royani; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.334

Abstract

Usia sekolah merupakan salah satu masa yang mengalami tumbuh kembang yang cepat. Status gizi dan kesehatan yang optimal pada usia sekolah sangat penting dijaga untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan, berpikir, aktivitas fisik yang optimal serta menjaga daya tahan tubuh sehingga dapat menunjang kegiatan belajar di sekolah. Konsentrasi merupakan pemusatan pikiran dan perhatian terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Kemampuan anak dalam berkonsentrasi akan mempengaruhi kecepatan dalam menangkap materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak di SDN 427 Malewong. Menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling menggunakan uji chi square. Hasil dari 32 responden dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai p-value =0,024 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak di SDN 427 Malewong.
Hubungan Usia dengan Mati Mendadak di Biddokkes Polda Sulsel Pada Tahun 2018-2022 Radhi Ijtihadi; Denny Mathius; Nurhikmawati; Djumadi Achmad; Muhammad Asrul Apris
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.335

Abstract

Kematian mendadak merupakan kematian yang terjadi 24 jam sejak timbulnya suatu gejala, pada kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik sejak timbulnya gejala pertama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan antara usia dengan kejadian mati mendadak. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional retrospektif dengan desain penelitian cross-sectional. Dari 355 data visum et repertum, diperoleh informasi jenis kematian tidak mati mendadak (trauma, bunuh diri, tenggelam, dan keracunan) sebanyak 223 (62.8 %), dan jenis kematian mati mendadak sebanyak 132 (37.1%). Pada kasus kematian mendadak memiliki kelompok usia balita 13 orang (9.8%), usia kanak-kanak 2 orang (1.5%), usia remaja 14 orang (10.7%), usia dewasa 41 orang (31.1%), usia lansia 49 orang (37.1%), dan usia manula 26 orang (9.8%). Hubungan usia dengan jenis kematian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 nilai tersebut < 0.05 maka semakin tinggi usia maka jenis kematian akan semakin tinggi. Sedangkan jika usia rendah maka jenis kematian juga akan semakin rendah. Dari total 132 kasus kematian mendadak yang diperiksa, angka kejadian kematian mendadak berdasarkan usia yang paling banyak adalah kelompok usia lansia (46-65 tahun) sebanyak 49 orang (37.1%). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian mati mendadak dimana semakin meningkatnya usia, maka prevalensi kejadian mati mendadak juga meningkat.
Analisis Kandungan Makronutrien Makanan Tradisional Dangke Salma Umarella; Aryanti R Bamahry; Nurul Fadilah Ali Polanunu; Irna Diyana Kartika K; Asrini Safitri; Sigit Dwi Pramono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.336

Abstract

Dangke adalah produk olahan susu dan makanan khas dari daerah Enrekang, Sulawesi Selatan. Susu kerbau ditandai dengan kandungan padatan yang lebih tinggi, dan mengandung lebih banyak lipid, protein, laktosa, maupun mineral. Mengonsumsi produk susu dapat melindungi diri dari penyakit dan komplikasi yang terkait dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan makronutrien pada makanan tradisional dangke. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pemeriksaan kadar sampel dangke berupa karbohidrat, lemak, protein, serat kasar, dan air di laboratorium. Analisis kadar karbohidrat dilakukan dengan metode luff schoorl, lemak dengan metode ekstraksi, protein dengan metode kjehdal, serat kasar dengan metode gravimetrik, dan air dengan metode gravimetrik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kandungan makronutrien dangke yaitu pada karbohidrat 4,70 %, Lemak 13,32%, Protein 14,02 %, Serat Kasar 9,72 %, Air 47,94 %. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu bahwa kadar makronutrien dangke didapatkan nilai tertinggi berturut-turut yaitu kadar air 47,94 %, kadar protein 14,02 %, kadar lemak 13,32 %, kadar serat kasar 9,72 % , dan kadar karbohidrat 4,70 %.
Pengaruh Ujian SOOCA terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Namirah Namirah; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Suliati P Amir; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.338

Abstract

Kecemasan adalah perasaan tegang dan khawatir akibat reaksi terhadap ketidakmampuan untuk memecahkan masalah atau perasaan tidak aman. Menurut penelitian Mancevska, mahasiswa kedokteran tahun pertama mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan pada tahun pertama dapat disebabkan oleh banyak hal, dan mahasiswa di lingkungan perkuliahan harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya yaitu lingkungan SMA. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh ujian SOOCA (student objective oral case analysis) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa preklinik angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode yang di gunakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross sectional. Berdasarkan Dari 157 mahasiswa yang mengisi kuisioner sebanyak 39 mahasiswa (24,8%) tidak mengalami kecemasan, sebanyak 118 mahasiswa (75,2%) mengalami kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat, dan kecemasan sangat berat. Berdasarkan analisis didapatkan p value (0,285) > 0,05 menunjukkan tidak adanya pengaruh Ujian SOOCA (student Objective Oral Case Analysis) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020. Dari hasil tersebut tidak terdapat pengaruh ujian SOOCA (student objective oral case analysis) terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020.
Hubungan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020 Mutmainnah; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Shulhana Mokhtar; Irna Diyana Kartika K
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.340

Abstract

OSCE adalah ujian yang menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi, keterampilan pemeriksaan fisik, kemampuan untuk memahami dan menganalisis hasil pemeriksaan diagnostik, dan kemampuan untuk menentukan diagnosis. Pada saat ujian, mahasiswa akan menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari di setiap stasiun. Kondisi ini menyebabkan mahasiswa mengalami kecemasan yang berlebihan. Untuk mengetahui hubungan OSCE terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020. Jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Dari 253 responden yang mengisi kuisioner didapatkan tidak cemas 17 orang (6,7%), kecemasan tingkat ringan 130 orang (51,4%), kecemasan tingkat sedang 72 orang (28,5%), dan kecemasan tingkat berat 34 orang (13,4%). Dari hasil ujian OSCE didapatkan hasil kelulusan 200 orang (79,1%). Sedangkan yang tidak lulus 53 orang (20,9%). Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan nilai p (p-value) 0,770 (>0,05) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara OSCE terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020. Tidak terdapat hubungan OSCE terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020.
Gambaran Penderita Amputasi Diabetes Melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2023 Audiza Nur Indira Anwar Anwar; Azis Beru Gani; Armanto Makmun; Andi Dhedie Prasatia Sam; Indah Lestari Daeng Kanang
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.341

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme yang diindikasikan dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Diagnosis DM dapat ditegakkan menurut pemeriksaan kadar glukosa darah, namun DM yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti ulkus diabetikum hingga menyebabkan amputasi. Risiko amputasi adalah 15 hingga 40 kali lebih tinggi pada penderita diabetes melitus dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Selain itu, angka kematian setelah amputasi pada pasien diabetes bervariasi dari 39% hingga 80% dalam 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penderita amputasi diabetes melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif. Populasi penelitian ini ialah semua penderita amputasi DM yang terdata di RS Ibnu Sina Makassar sehingga sampel penelitian diperoleh dengan total sampling yaitu keseluruhan populasi penelitian yang berjumlah 19 pasien. Perolehan sampel disesuaikan dengan kriteria inklusi, yaitu pasien DM yang menjalani amputasi dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat sehingga diperoleh hasil penelitian yang menggambarkan bahwa mayoritas pasien diabetes melitus adalah laki-laki (68,4%) dan berusia 50-60 tahun (42,1%). Kemudian pasien diabetes melitus lebih banyak mengidap DM selama < 5 tahun (63,2%). Dalam hal ini, terjadinya amputasi diabetes melitus pada pasien disebabkan oleh adanya hormon insulin yang tidak terkontrol dan perawatan luka yang tidak benar sehingga terjadi amputasi.