cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Gambaran Darah Lengkap Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Anak di RS Universitas Hasanuddin Tahun 2022 Ollya Gaussyan Khalillah Akbar; Erlin Syahril; Asrini Safitri; Sri Julyani; Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.342

Abstract

Leukemia limfoblastik akut (LLA) sering terjadi pada anak dengan insiden tiap tahun yang cenderung meningkat. Prosedur diagnostik CBC masih digunakan di Indonesia. Angka kematian negara berkembang masih lebih tinggi dibandingkan negara maju, salah satu faktornya keberhasilan dalam mendeteksi leukemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran darah lengkap penderita LLA pada anak di RS Universitas Hasanuddin tahun 2022. Menggunakan metode cross sectional dengan desain deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari 47 sampel, didapatkan 29 laki-laki (61,7%) dan 18 perempuan (38,3%). Usia terbanyak 0-<6 tahun yaitu 30 orang (63,8%). Distribusi hasil darah lengkap: nilai komponen darah normal yaitu, leukosit sebanyak 28 orang (59,6%), Limfosit sebanyak 27 orang (57,4%), Monosit sebanyak 23 orang (48,9%), Eosinofil sebanyak 17 orang (36,2%), Basofil sebanyak 46 orang (97,9%), trombosit sebanyak 36 orang (76,6%), MCV sebanyak 44 orang (93,6%), MCH sebanyak 39 orang (83,0%), dan MCHC sebanyak 45 orang (95,7%), sedangkan nilai komponen darah menurun, yaitu eritrosit sebanyak 29 orang (61,7%), hemoglobin sebanyak 32 orang (68,1%), hematokrit sebanyak 34 orang, dan Neutrofil sebanyak 20 orang (42,6%), serta nilai komponen darah meningkat yaitu Monosit sebanyak 23 orang (48,9%) dan Eosinofil sebanyak 17 orang (36,2%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan, pasien LLA pada anak di RS Universitas Hasanuddin tahun 2022 lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan usia 0-<6 tahun. Berdasarkan pemeriksaan darah lengkap, nilai normal didaptkan pada leukosit, Limfosit, Monosit, Eosinofil, Basofil, trombosit, MCV, MCH, dan MCHC, menurun pada Neutrofil, eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit, sedangkan meningkat pada Monosit dan Eosinofil.
Perbandingan Lidah Buaya (Aloe vera L.) dengan Antimakroba pada Penyembuhan Luka Sayat Mencit Nur Oliviya ananda h.usdar; Asrini Safitri; Zulfitriani Murfat; Yusriani Mangerangi; Reny Purnama Sari
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.343

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang kompleks hingga menghasilkan pemulihan jaringan yang terintegritas, Banyak faktor yang diketahui memperlambat penyembuhan luka, yaitu gizi buruk, hipoksia. Aloe vera mengandung berbagai senyawa aktif termasuk polisakarida, vitamin, asam amino, senyawa fenolik, dan asam organik. Povidone iodine merupakan salah satu pengobatan luka secara kimiawi yang sering kali digunakan dalam penyembuhan luka Pengobatan luka secara tradisional adalah salah satu pertolongan pertama sebelum tindakan medis, apabila penanganan luka tidak segera dilakukan akan dikhawatirkan luka tersebut terkena infeksi. Selain itu dengan adanya resistensi antibiotik pada bakteri dan efek samping yang berat pada beberapa obat-obatan sintesis menjadi alasan tersendiri untuk mengalihkan perhatian pada terapi alternatif. Mengetahui Uji Perbandingan Lidah Buaya (Aloe vera L.) dengan Obat Antimakroba Topikal pada Proses Penyembuhan Luka sayat pada Tikus Putih (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan database pencarian yang digunakan di Pubmed, Science Direct, dan Google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian awal artikel adalah Aloe vera, Lidah Buaya, Povidone iodine, Luka Sayat didapatkan sebanyak 144 artikel. Pada akhirnya yang digunakan hanya 8 artikel yang sesuai dengan analisis tujuan, kesesuaian topik, kriteria inklusi dan ekslusi, metode penelitian dan etika penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari semua literature yang digunakan majoritas menunjukan lebih efektif nya penggunaan aloe vera dibandingkan povidone iodine. Terdapat pengaruh pemberian uji perbandingan lidah buaa (Aloevera l) dengan obat antimakroba topical pada proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih (mus musculus).
Karakteristik dan Angka Kejadian Skizofrenia Rawat Inap di RSKD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021 Usi Tris Septia Ningsih; Saidah Syamsuddin; Wahidah Jalil; Irma Santy; Mochammad Erwin Rachman
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.346

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu gangguan mental dengan karakteristik kekacauan pada pola berpikir, proses persepsi, afeksi dan perilaku sosial. Pasien yang terdiagnosa Skizofrenia biasanya juga menunjukkan gejala positif, seperti halusinasi dan delusi dan gejala negatif, seperti penarikan diri dari lingkungan sosial, pengabaian diri, kehilangan motivasi dan inisiatif serta emosi yang tumpul. Mengetahui Bagaimana Karakteristik dan Angka Kejadian Skizofrenia Rawat Inap Di RSKD Provinsi Sulawesi Selatan Pada Bulan Januari – Desember 2021. Penelitian ini bersifat Deskriptif, yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum dengan metode penelitian cross sectional. Kasus Skizofrenia rawat inap di RSKD Dadi berdasarkan diagnosis yaitu Skizofrenia YTT sebanyak 1157 kasus (88,2%), Umur yaitu 2021 yaitu pada kelompok umur 41-50 tahun yaitu sebanyak 351 kasus (26,8%), Jenis Kelamin yaitu laki-laki sebanyak 1054 kasus (80,3%), Suku yaitu Suku Makassar sebanyak 621 orang (47,3%), Agama yaitu agama islam sebanyak 1234 kasus (94,1%) Pendidikan yaitu tamatan SMA sebanyak 458 orang (34,9%) Pekerjaan yaitu yang tidak bekerja yaitu sebanyak 751 orang (57,2%), Status Pernikahan yaitu yang belum menikah yaitu sebanyak 529 orang (40,3%), Jumlah pasien Skizofrenia berdasarkan diagnosis terbanyak Skizofrenia YTT, berdasarkan usia kelompok umur 41-50 tahun,berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki, berdasarkan suku terbanyak Suku Makassar, berdasarkan agama terbanyak agama islam, berdasarkan pendidikan tamatan SMA, berdasarkan pekerjaan terbanyak yang tidak bekerja, berdasarkan status pernikahan terbanyak berstatus belum menikah.
Analisis Kandungan Mikronutrien pada Dangke andi putri salwa dita maharani; Asrini Safitri; Rezky Pratiwi L Basri; Ida Royani; Inna Mutmainnah Musa
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.350

Abstract

Makanan termasuk salah satu bagian kebudayaan dalam suatu daerah yang sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup manusia. Salah satunya daerah di Indonesia tepatnya di Enrekang, Sulawesi Selatan terkenal dengan makanan dangke yaitu makanan diolah secara tradisional menggunakan susu kerbau. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa dangke memiliki kandungan gizi yang tinggi dimana terkandung lemak, protein dan air. Kajian ilmiah mengenai detail berapa persen kandungan mikronutrien seperti vitamin C, vitamin A, selenium dan zinc pada dangke sangat terbatas dan umumnya kebanyakan hanya memaparkan secara garis besar/makronutrien. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik meneliti mengenai “Analisis kandungan mikronutrien pada dangke”. Tujuan menganalisis kandungan mikronutrien yang terdapat di dalam dangke. Metode penelitian uji analisis dengan desain yaitu deskriptif observasional .. Hasil didapatkan dangke mengandung vitamin C 0,001988%, vitamin A 0,00613%, yang diuji menggunakan metode spektrofotometri. Untuk Kadar mineral yang didapatkan, mineral selenium 0,00000174%, mineral zinc 0,002729%, yang diuji menggunakan metode ICP-MS. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini kandungan vitamin A lebih tinggi daripada kadar parameter lainnya. Vitamin A mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia, diantaranya dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi dan mencegah terjadinya kerusakan mata hingga kebutaan.
Gambaran Foto Toraks Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Tuberkulosis Dan Tanpa Tuberkulosis Di RSD Kota Tidore Kepulauan Rana Raihanah Azzahra; Syamsu Rijal; Nesyana Nurmadilla; Pratiwi Nasir Hamzah; Azis Beru Gani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.351

Abstract

Diabetes melitus merupakan sebuah penyakit gangguan metabolisme yang diakibatkan oleh defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya dan ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik dapat melemahkan sistem imun dan mengakibatkan penderita diabetes melitus lebih rentan terhadap infeksi, seperti tuberkulosis. Tujuan untuk mengetahui gambaran foto toraks pada pasien diabetes melitus dengan tuberkulosis dan tanpa tuberkulosis di RSD Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan penderita diabetes melitus terbanyak usia 41-70 tahun (42 orang). Terdapat 1 orang usia 15-20 tahun dan usia 21-30 tahun sedangkan 31-40 tahun didapatkan 4 orang. Penderita diabetes melitus didominasi jenis kelamin laki-laki (28 orang), dan perempuan (20 orang). Hasil foto toraks tanpa kelainan sebanyak 20. Lesi terbanyak pasien diabetes melitus tanpa tuberkulosis adalah peningkatan corakan bronkovaskular 6 foto, lesi perselubungan 3 foto, opasitas 2 foto, corakan bronkovaskular kasar 2 foto, efusi pleura 2 foto, dan infiltrat 1 foto. Lesi paling banyak ditemukan pada foto toraks pasien dengan tuberkulosis adalah lesi fibroinfiltrat sebanyak 8 foto, konsolidasi 3 foto, fibrosis 1 foto, opositas 1 foto, dan infiltrate 1 foto. Lesi foto toraks pasien diabetes melitus tanpa tuberkulosis terbanyak adalah peningkatan corakan bronchovaskuler sedangkan pasien diabetes melitus dengan tuberkulosis terbanyak adalah fibroinfiltrat.
Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua terhadap Pemakaian Antibiotik pada Anak di RSUD Abepura Nurul Syafira Ilawiyah Nasrun; Syarifuddin Rauf; Hasta Handayani Idrus; Nasruddin AM; Alamanda
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.352

Abstract

Resistensi obat merupakan masalah kesehatan global, resistensi obat sendiri dapat terjadi secara alami namun penyalahgunaan antibiotik mempercepat terjadinya resistensi. Penyebab resistensi antibiotik adalah antibiotik dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. Sekiranya 2 juta individu terpapar dengan bakteri yang resisten pada antibiotik setiap tahunnya di Amerika. Self medication merupakan pemakaian obat pada seseorang guna menyembuhkan gejala serta penyakit yang diketahui pribadi. Penggunaan antibiotik mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Sekitar 40-60% penggunaan antibiotik tidak tepat, sehingga menyebabkan timbulnya konflik medis, resistensi serta ekonomi melalui dipakainya antibiotik tersebut. diperlukan terdapatnya kebijakan guna meminimalisir salah guna antibiotik serta menaikan rasa sadar orang tua terhadap bahaya antibiotik yang tidak benar dengan khusus terhadap anak serta warga sekitar. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap orangtua pada memakainya Antibiotik terhadap Anak di RSUD Abepura Jayapura.Penelitian ini termasuk penelitian survei deskriptif dan bersifat Cross Sectional.Terdapat 70 responden yang mempunyai wawasan baik, 7 responden mempunyai wawasan cukup, 10 responden mempunyai wawasan yang kurang. Terdapat 72 responden yang mempunyai perilaku positif, serta 25 responden yang mempunyai perilaku negatif.Makin tinggi taraf Pendidikan orang tua sehingga makin baik wawasan orang tua dan semakin positif sikap orang terhadap pemakaian AB pada anak.
Gambaran Radiologi Pneumonia Viral Causa Covid-19 pada Pasien TB Paru Fitri Alfiah Zahrah; Shofiyah Latief; Andi Rompegading; Febie Irsandy; Erwin Arief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.354

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis sedangkan COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Selama pandemi, gangguan pernapasan diperparah oleh infeksi COVID-19 terutama berlaku untuk pasien dengan tuberkulosis paru yang sangat rentan terhadap infeksi virus. Untuk mengetahui gambaran radiologi pneumonia viral causa covid-19 pada pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain penelitian narrative review yang menggunakan elektronik based yang terakreditasi. Hasil akhir dari pencarian dan penyaringan artikel didapatkan 10 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang membahas mengenai gambaran radiologi pneumonia viral causa covid-19 pada pasien TB Paru. Sebagian besar pasien koinfeksi menunjukkan gejala dengan gambaran klinis dan temuan pencitraan pasien koinfeksi cenderung serupa dengan pasien tanpa TB adapun penemuan pencitraan terbanyak yang ditemukan pada pasien koinfeksi ialah ground glass opacity, kavitas, infiltrate.
Karakteristik Pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar Periode 2018-2020 Reza Farelim Wardana; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Edward Pandu Wiriansya; Dwi Anggita
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.359

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit yang bersifat progresif yang meliputi kondisi bronchitis kronis, emfisema dan penyakit saluran nafas kecil yang secara patogis berbeda namun dapat timbul bersamaan. Untuk mengetahui karakteristik pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar periode 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif untuk memperoleh karakteristik pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar periode 2018-2020. Data distribusi berupa, pasien PPOK paling banyak berjenis kelamin laki-laki; usia >65 tahun; pekerjaan buruh; & memiliki riwayat merokok. Hasil CXR terbanyak adalah bronchitis, bronchopneumonia & tuberculosis paru. Hasil pemeriksaan darah rutin, rata-rata sampel memiliki nilai normal pada seluruh variable, kecuali lymphocyte yang menunjukkan rata-rata sampel memiliki kadar lymphocyte rendah. Terapi paling sering diberikan adalah terapi bronkodilator kombinasi SABA+SAMA & terapi O2. Distribusi komorbid terbanyak; asthma & hipertensi. Hasil spirometry; sebanyak 6 sampel termasuk GOLD 4, GOLD 3 6 sampel & 1 GOLD 1. Uji statistik, didapatkan perbedaan yang signifikan pada nilai lymphocyte & ALC antara pasien PPOK GOLD 3 dan GOLD 4.
Analisis Hasil Kadar Leukosit terhadap Hasil Widal pada Pasien Demam Tifoid di RSUD Maros Muh Tsaqif Amdisyah; Hasta Handayani Idrus; Nesyana Nurmadilla; Irna Diyana Kartika; Irmayanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.364

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, bakteri ini dapat beradaptasi dengan manusia dan menimbulkan masalah yang cukup kompleks di masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yang bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26 sampel laki-laki dan 34 sampel perempuan, Berdasarkan umur terdapat 39 sampel berusia ≤20 tahun, 9 sampel berusia 21-30 tahun, 6 sampel berusia 31-40 tahun, 2 sampel berusia 41- 50 tahun, dan 4 pasien usia >50 tahun. Berdasarkan kadar leukosit didapatkan 11 pasien dengan kadar leukosit <5.000 sel/mm3, 17 pasien dengan kadar leukosit 5.000-10.000 sel/mm3, dan 32 pasien dengan kadar leukosit >10.000 sel/mm3. Berdasarkan hasil tes widal Salmonella typhi O dengan titer 1/160 sebanyak 8 sampel, titer 1/320 sebanyak 33 sampel, dan titer 1/640 sebanyak 14 sampel. Pada hasil Salmonella typhi H, didapatkan titer 1/160 sebanyak 12 sampel, titer 1/320 sebanyak 19 sampel, dan titer 1/640 sebanyak 16 sampel. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil p-value sebesar 0,009 <0,05 menunjukkan bahwa hasil penelitian berhubungan antara kadar leukosit dan hasil tes widal Salmonella typhi O dan Salmonella typhi H. Terdapat hubungan antara kadar leukosit dengan hasil tes widal Salmonella typhi O dan Salmonella typhi H di Rumah Sakit umum DR LA PALALOI Maros.
Peran Code Blue terhadap Penanganan Henti Napas Henti Jantung di Rumah Sakit Faisal Sommeng; Rahmi Utami; Fendy Dwimartyono; M. Iswan Wahab; Abdul Muthalib
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.365

Abstract

Kejadian henti napas dan henti jantung merupakan bentuk kegawat daruratan yang harus mendapatkan penanganan yang tepat dan segera. Keberadaan tenaga inilah yang selama ini menjadi masalah di rumah sakit yang banyak terdapat tenaga medis dan paramedis. Tenaga medis dan paramedis di Rumah Sakit sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar dalam melakukan life saving sehingga dibentuknlah tim tanggap di rumah sakit yaitu code blue. Tim Code blue dapat dipanggil dengan mengaktifkan code blue. Code blue merupakan suatu sistem aktivasi kode pada pasien yang mengalami kondisi henti jantung, henti nafas, atau situasi gawat darurat yang membutuhkan resusitasi. Penelitian ini untuk melihat dan mengetahui peran tim code blue terhadap penanganan henti napas henti jantung di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode narrative review berdasarkan literature atau penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasi pada jurnal internasional, internasional terkareditasi, nasional dan nasional terakreditasi. Peran tim code blue berpengaruh penting terhadap penanganan henti napas henti jantung di Rumah Sakit. Penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya semua kasus emergency henti napas henti jantung memerlukan aktivasi tim code blue untuk mendapatkan penanganan dan bantuan segera, sehingga dengan adanya tim code blue maka akan menekan angka kematian serta meningkatkan angka pasien yang mengalami Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Namun selain itu keberhasilan code blue juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti respon time, kelengkapan alat emergency pengetahuan dan kemampuan tim code blue. Berdasarkan hasil review dari beberapa literatur yang didaptakan, maka disimpulkan bahwa tim code blue sangat berperan penting terhadap penanganan henti napas henti jantung di Rumah Sakit.