cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI MULI BEGUKHAU DI PROVINSI LAMPUNG Julionita, Ni Komang; Dewi, Ni Made Liza Anggara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1713

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung” yang bertujuan untuk mengungkapkan keterkaitannya mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan pada tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung. Tari Muli Begukhau ini berasal dari daerah Lampung, Muli yang berarti perempuan dan Begukhau berarti bersenda-gurau. Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Tarian ini hanya ditarikan oleh para perempuan yang berjumlah ganjil, mulai dari 3 (tiga), 5 (lima), sampai 7 (tujuh) penari. Tarian ini ditarikan oleh perempuan yang masih remaja, dan tarian ini bersifat non sakral atau sebagai hiburan. Tari Muli Begukhau mengekspresikan kegembiraannya melalui gerakan yang lincah, luwes, dan memiliki beragam pola lantai sehingga penari menarikannya dengan penuh kegairahan yang sangat gembira. Dengan metode kualitatif tujuan penelitian untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Muli Begukhau, serta bertujuan untuk melestarikan tari Muli Begukhau kepada masyarakat Lampung agar bisa menjadi warisan budaya dan bisa meneruskan kepada generasi muda agar tarian yang ada di daerah Lampung tidak mudah punah. Nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam tari Muli Begukhau terdapat pada nilai sila-sila pancasila yaitu: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilihat pada nilai toleransi, 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terdapat nilai disiplin, 3. Persatuan Indonesia terdapat nilai cinta tanah air dan bersahabat/komunikatif, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan terkandung nilai menghargai prestasi dan kerja keras, 5. Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia, nilai yang terkanndung didalamnya yaitu tanggung jawab, cinta damai, kreatif, dan rasa ingin tahu.
KARAKTERISTIK DRAMATARI WAYANG WONG DI BANJAR PUJUNG KAJA, DESA SEBATU, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR Manahcika, I Made Gde Rahadian Adi; Seramasara, I Gusti Ngurah; Suratni, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1714

Abstract

Wayang wong merupakan warisan terpenting dari zaman Bali klasik yakni jenis tari yang telah memiliki norma-norma serta pembakuan sikap dan gerak, mempunyai nilai artistik yang cukup tinggi, dan penggarapannya ditata secara lebih rumit. Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar merupakan tempat pelaksanaan penelitian dan juga merupakan tempat berkembangnya kesenian klasik yaitu dramatari Wayang Wong, yang merupakan upaya pelestarian kesenian klasik dan sakral. Tujuan penelitian ini tiada lain untuk mengetahui karakteristik yang dimiliki dari kesenian dramatari Wayang Wong yang menjadi ciri khas tersendiri dan merupakan perbedaan dari Wayang Wong di daerah lainnya khususnya di Bali. Proses penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pokok pembahasan antara lain, yaitu karakteristik dramatari Wayang Wong. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Proses analisis data menggunakan analisis kualitatif, dimana hasil dari analisis data disajikan dalam bentuk penyajian informal yang merupakan penyajian analisis dengan cara naratif. Sumber data dalam proses penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder. Wayang Wong yang ada di Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar ini memiliki keunikan dan ciri khas dari penamaan ragam gerak, tata busana, tata iringan, struktur pementasan, tata bahasa yang digunakan dan fungsinya. Hal itu yang menjadi keunikan dari dramatari Wayang Wong yang ada di Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
PEMBELAJARAN DRAMA MONOLOG DENGAN CERITA LEGENDA DANAU TOBA MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DI SD INPRES TUBUHU’E, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Naitboho, Ovitra Demaris; Suratni, Ni Wayan; Haryati, Ni Made
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1715

Abstract

Penelitian Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran Drama Monolog dengan Cerita Legenda Danau Toba menggunakan Metode Role Playing di SD Inpres Tubuhu'e, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal ini dikarenakan di Sekolah Dasar Inpres Tubuhu’e tidak menerapkan proses pembelajaran drama monolog. Cerita Legenda Danau Toba digunakan sebagai cerita dalam drama ini, karena cerita ini mengandung makna yang dapat membantu melestarikan cerita nusantara serta mengembangkan minat, bakat, mental dan karakter peserta didik dalam pembelajaran drama monolog. Penelitian ini membahas tiga aspek bahasan pokok yaitu bentuk drama monolog dengan cerita Legenda Danau Toba, proses pembelajaran drama monolog dengan metode Role Playing, dan hasil pembelajaran drama monolog dengan menggunakan metode Role Playing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan selama proses pembelajaran yang dilakukan peneliti menerapkan sebuah metode pembelajaran yaitu metode Role Playing. Penggunaan metode Role Playing ini bertujuan agar para peserta didik lebih mudah memahami setiap peran dan karakter dari tokoh yang akan dimainkan atau diperankan dalam cerita Legenda Danau Toba. Bentuk yang digunakan dalam drama monolog cerita Legenda Danau Toba yang terdiri dari judul, tema, sinopsis, penokohan dan karakter, amanat, plot, pembabakan, dialog, tata kostum, dan properti. Proses pembelajaran drama monolog dengan cerita Legenda Danau Toba menggunakan metode Role Playing di SD Inpres Tubuhu’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui empat tahapan yaitu persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilan hasil. Berdasarkan hasil dari evaluasi proses pembelajaran, nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa adalah 85,4-94,4 dimana proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa berjalan dengan sangat baik.
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR KENDANG KRUMPUNGAN GAYA PELIATAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SANGGAR GAMELAN SULING GITA SEMARA Purwanto, Made Windu Agung; Mawan, I Gede; Putra, I Wayan Diana
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1716

Abstract

Penelitian ini membahas Pembelajaran Teknik Dasar Kendang Krumpungan Gaya Peliatan Dengan Model Pembelajaran Kooperatif di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Kendang krumpungan gaya Peliatan merupakan salah satu kesenian klasik yang memiliki ciri khas atau karakteristik. Rumusan masalah dalam penelitian mengenai karakteristik permainan kendang krumpungan gaya Peliatan, proses dan hasil pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat selama proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik kendang krumpungan gaya Peliatan, untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan, serta untuk mengatahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu menentukan rancangan penelitian, lokasi penelitian, instrumen penelitian, serta jenis dan sumber data. Selanjutnya pada teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data disajikan dengan teknik analisis data kualitatif dan hasil analisis data disajikan dalam bentuk naratif berupa skripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kendang krumpungan gaya Peliatan memiliki karakteristik yang dapat dikaji melalui bentuk permainan, cara kerja pola permainan, dan sifat permainannya. Proses pembelajaran pada teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Adapun 4 tahapan pembelajarannya yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan hasil (performance). Faktor pendukung dan penghambat berasal dari dari faktor internal dan faktor eksternal peserta didik dan lingkungan.
PENGARUH PENGGUNAN VIDEO PEMBELAJARAN OTEK-OTEKAN GANGSA GONG KEBYAR TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SELEMADEG BARAT Indrawan, I Nyoman; Widyarto, Rinto; Yulianti, Ni Ketut Dewi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1717

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi dan keterampilan peserta didik. Hal tersebut perlu mendapat perhatian yang lebih oleh setiap pendidik, agar selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang kondusif, menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik, sehingga peserta didik menjadi lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan media video pembelajaran. Video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar sangat tepat digunakan untuk menilai hasil belajar keterampilan pada mata pelajaran seni budaya materi ajar memainkan alat musik tradisional, karena Gong Kebyar merupakan alat musik tradisional, khususnya alat musik tradisional Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar keterampilan pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Selemadeg Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain tes praktek untuk mengetahui hasil belajar keterampilan peserta didik, observasi untuk mengamati proses aktivitas belajar memainkan alat musik tradisional dan teknik angket untuk mengetahui respon siswa terhadap faktor penghambat dan pendukung proses belajar dengan menggunakan video pembelajaran. Hasil penelitian sesuai dengan uji hipotesis yang dilakukan dalam mencari pengaruh penggunaan video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional pada peserta didik kelas VIII menunjukan bahwa hasil t-hitung lebih besar daripada t-tabel dengan perolehan nilai t-hitung = 19,76993 > t-tabel = 1,99897, maka kesimpulannya adalah Ha diterima yaitu adanya pengaruh video pembelajaran otek-otekan Gangsa Gong Kebyar terhadap hasil belajar keterampilan memainkan alat musik tradisional.
BENTUK PENYAJIAN TARI PIRING PADA SANGGAR PIKKO KOTA PALEMBANG Sari, Novita; Disurya, Ramanata; Siswanto, Silo
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1718

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai bagaimana bentuk penyajian tari piriang pada sanggar Pikko Kota Palembang, yang didalam penelitainnya terdapat tujuh komponen dalam penyajiannya yaitu gerak, penari, tata rias dan busana, pola lantai, property, musik iringan tari dan tempat pertunjukan. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengertahui dan menjelaskan bagaimana bentuk penyajian tari piring pada sanggar Pikko kota Palembang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi yang dilakukan di sanggar Pikko kota Palembang, teknik wawancara yang didapat data dari narasumber yaitu ibu Hj. Purwati dan bapak Alfiandika, dan teknik dokumentasi yang didapat dari fhoto-fhoto dan rekaman video. Hasil yang didapat dari penelitian adalah Tari Piring yang semulanya tarian tradisi dari daerah Minangkabau menjadi tarian kreasi yang sudah dikembangkan oleh sanggar Pikko kota Palembang.
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANJARANGKAN KLUNGKUNG Suari, Dewa Ayu Dewi Indra; Iriani, Ni Wayan; Anggraeni, Reni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3045

Abstract

Seni budaya merupakan salah satu muatan pelajaran wajib yang diselenggarakan di dalam penyelenggara pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar (SD) hingga menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK). Kualitas guru memiliki peranan yang penting terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Media pembelajaran merupakan suatu yang sangat penting dalam penyampaian materi dari guru kepada siswa. Kegiatan Asistensi Mengajar ini dilakukan dengan memilih SMP Negeri 1 Banjarangkan Klunkung sebagai mitra selama proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT), siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Ciri khas dalam pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan pembelajaran Cooperative lainnya adalah adanya turnamen. Tujuan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament adalah peningkatan minat siswa dalam pembelajaran Seni budaya (Tari) dan juga adanya peningkatan hasil belajar siswa. Bermain berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosi seorang anak, selain itu bermain juga berperan langsung terhadap perkembangan kognisi anak. Salah satu permainan yang familiar dengan anak dari zaman dahulu sampai saat ini adalah permainan ular tangga. Permainan ular tangga dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena permainan ular tangga merupakan jenis permainan yang di dalamnya terdapat strategi, kejujuran, ketangkasan, kepemimpinan, wawasan dan kerja sama.
PEMBELAJARAN TARI PRAWIRENG PUTRI DENGAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMPN 4 PETANG Wulandari, Ni Nyoman Arnis; Mudiasih, Ni Wayan; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3062

Abstract

Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan mendorong mahasiswa mampu menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Asistensi mengajar ini dengan materi pembelajaran tari Kreasi Prawireng Putri menggunakan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 4 Petang. Masalah yang dirumuskan berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran dengan Kooperatif Learning tipe Jigsaw yang dipadukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Konsep pembelajaran dipersiapkan dengan materi mengenai pengertian tari kreasi, jenis tari kreasi, unsur pendukung tari dan memperagakan gerak tari kreasi dengan menggunakan unsur pendukung. Adapun tahapan pembelajaran sesuai keterampilan mengajar, yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap pelatihan dan tahap penampilan hasil. Sedangkan hasil pembelajaran dengan penerapan sistem penilaian wiraga, wirama, wirasa. Wiraga (raga atau tubuh), proses penilaian pada gerak kepala sampai kaki hingga ketepatan gerak. Wirama (ritme atau tempo) dalam pembelajaran tari, mengenal pula adanya tempo, yakni ketika menari tubuh penari wajib menguasai ritme atau tempo. Kesesuaian gerak dengan ritme dan ketepatan gerak dengan hitungan yang dinilai. Selanjutnya wirasa (perasaan yang diekspresikan lewat mimik wajah), yang dinilai mengenai penghayatan dalam menari dan keserasian antara gerak dengan ekspresi. Hasil penilaian bahwa, peserta didik sudah mampu memahami dan melakukan tari Kreasi tersebut. Peserta didik bertambah wawasannya mengenai tari Prawireng Putri tentang keperwiraan prajurit Wanita. Kontribusi pembelajaran Asistensi Mengajar ini memberikan kesempatan mahasiswa dapat memberikan kontribusi baik bagi peserta didik dan bagi sekolah memiliki kader seni siswa yang mampu dibanggakan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya.
PEMBELAJARAN KOREOGRAFI DASAR DENGAN METODE TEAM BASED PROJECT PADA KELAS XII MIPA 1 DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MARGA, KABUPATEN TABANAN Arini, Si Ayu Rai Celuk; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3074

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran Koreografi Dasar dalam mata pelajaran Seni Budaya dengan menerapkan metode pembelajaran Team Based Project pada kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini ialah, berdasarkan data empiris yang ada di lapangan peserta didik dituntut agar mampu menciptakan suatu karya tari, sedangkan pada realitanya tidak semua peserta didik memiliki kemampuan dalam mencipta dan menata gerak tari. Adapun permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini ada empat, yaitu: bagaimana konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian pembelajaran, dan kontribusi pembelajaran Koreografi Dasar dalam mata pelajaran Seni Budaya yang diberikan kepada SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan. Hasil penelitian yang dilaksanakan dalam 16 kali pertemuan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diterapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan sistem penilaian berupa penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta out put dari pembelajaran ini yaitu peserta didik mampu berperan aktif dalam menyusun koreografi sederhana secara berkelompok. Pembelajaran dilaksanakan dalam empat tahapan. Pertama tahap persiapan komponen pembelajaran, kedua tahap penyampaian materi Koreografi Dasar, ketiga tahap latihan menyusun gerak koreografi, dan keempat tahap penampilan sekaligus dilakukan penilaian. Adapun hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan ialah sebagian besar peserta didik mendapatkan skala nilai baik dan amat baik. Hal ini menunjukkan bahwa capaian pembelajaran telah tercapai. Pembelajaran Koreografi Dasar dengan Metode Team Based Project mampu memberikan rangsangan positif bagi pengalaman berkreativitas siswa dalam menata gerak tari secara berkelompok.
IMPLEMENTASI PROGRAM KOMUNITAS PECINTA SENI DAERAH DI SEKOLAH PENGGERAK SMP NEGERI 1 PUPUAN TABANAN Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita; Sustiawati, Ni Luh; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3087

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Program Komunitas Pecinta Seni Daerah di Sekolah Penggerak SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan. Program Komunitas Pecinta Seni Daerah merupakan program yang dibuat dengan tujuan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang seni khusunya seni daerah/seni yang berkembang di daerah sekitar dengan tujuan untuk mewujudkan pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 1 Pupuan yaitu Profil Pelajar Pancasila. Latar belakang dibentuknya program ini adalah sebagai pelestarian seni budaya daerah dengan kultur masyarakat Pupuan yang bernuansa keanekaragaman suku (Bali, Tionghoa/Cina, Jawa dan Madura) dan agama (Hindu, Islam, Budha dan Kristen). Rumusan masalah pada penelitian ini membahas tentang bagaimana kebijakan, implementasi serta apa faktor pendukung & penghambat Implementasi Program Komunitas Pecinta Seni Daerah di Sekolah Penggerak SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori implementasi program menurut David C. Korten. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (a) program, program Komunitas Pecinta Seni Daerah atau Kopi Sianida sudah baik dikarenakan beberapa aspek yaitu adanya alasan yang melatarbelakangi dibuatnya program serta adanya kebijakan yang diambil dalam mencapai tujuan program, (b) organisasi pelaksana, yaitu adanya organisasi pelaksana yang jelas mulai dari dibentuknya Komunitas Belajar sebagai perwujudan Sekolah Penggerak hingga diwujudkan melalui pelatihan melalui ekstrakurikuler oleh guru pembina serta kesesuaian antara tugas program dengan organisasi pelaksana hal ini dibuktikan dengan baiknya pelaporan dan pelaksanaan program Komunitas Pecinta Seni Daerah, (c) kelompok sasaran, target atau kelompok sasaran yang jelas dari program Kopi Sianida sehingga tujuan program dapat tercapai seperti meningkatnya kreativitas peserta didik serta kesadaran dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya.

Page 7 of 11 | Total Record : 110