cover
Contact Name
Eka Deviany Widyawaty
Contact Email
renacipta49@gmail.com
Phone
+6282233325390
Journal Mail Official
renacipta49@gmail.com
Editorial Address
Puri Kartika Asri Blok II No. 8, Arjowinangun, Kedungkandang, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Health Care : Journal of Community Service
Published by Rena Cipta Mandiri
ISSN : -     EISSN : 30466075     DOI : https://doi.org/10.62354/healthcare
Core Subject : Health,
Health Care : Journal of Community Service as an International Journal focuses on community service program to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and community service, which have developing health community. Community service means services to society, especially in health sector, applying science and technology based on their field, increasing the capacity of society and community empowerment. The journal draws on existing issues from that health of field. This includes highlighting innovation of community empowerment, and reporting on health research, community-based research, action research, and community services, as well as improving the knowledge and practice in the field of health community.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 15 Documents clear
Penggunaan Modul Edukasi Tentang Peningkatan Produksi ASI Melalui Pemberian Daun Katuk Fajrin, Dessy
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.3

Abstract

Nutrisi terbaik dalam kualitas dan kuantitas pada saat masa pertumbuhan otak yang terjadi dari 0 bulan sampai 6 bulan terkandung dalam ASI Ekslusif. Cakupan bayi mendapatkan ASI Eksklusif di Pontiaanak mencapai 60,3% dari 2100 bayi usia 0-6 bulan pada tahun 2020. Saigon merupakan Kelurahan yang memiliki cakupan ASI Eksklusif masih rendah yaitu 76 (60%) dari 124 bayi usia 0-6 bulan yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Saigon Pontianak, sehingga perlu dilakukan pembenahan guna memperbaiki hal tersebut. Daun Katuk bermanfaat untuk menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin seperti alkoloid, saponin, polifenol, steroid, dan flavonoid sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Deteksi Dini Hipertensi pada Lansia Eka Deviany Widyawaty; Alis Nur Diana; Elis Fatmawati
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.5

Abstract

Tingginya kasus hipertensi di Desa Mlajah disebabkan dari berbagai faktor risiko baik yang dapat dikendalikan maupun faktor yang tidak dapat dikendalikan. Angka hipertensi akan terus meningkat jika tidak adanya kesadaaran diri dari individu. Salah satu cara membentuk dorongan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dirinya dengan diberikan edukasi. Program Pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemantauan kejadian hipertensi yang kami laksanakan ini terdiri dari kegiatan pemberian edukasi dan melakukan pengukuran tekana darah. Untuk melihat keberhasilan dari program ini dari hasil pre-post test, dari hasil pre-test yang memiliki pengetahuan baik terkait hipertensi lebih banyak (82,6%) dibandingkan dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang terkait hipertensi (17,4%). Setelah diberikan penyuluhan kami memberikan post-test, dari hasil ini didapatkan pengetahuan masyarakat 100%.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kader Peduli CoC untuk Kesehatan Ibu Hamil Saleh, Ummi Kaltsum S.; Firda Kalzum Kiah; Barbara S. Bere Mau
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.13

Abstract

Penyebab lain tingginya kematian ibu dan bayi karena proses keperawatan yang dilakukan tidak berjalan secara berkesinambungan. WHO (2015) menyatakan bahwa intervensi untuk mengurangi kematian ibu dan bayi berfokus pada tiga periode perawatan yang terdiri antenatal care (ANC), intranatal care (INC), dan postnatal care (PNC). Pemberian pelayanan keperawatan hendaknya dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif (continuity of care). Kader yang merupakan tangan panjang dari Puskesmas memiliki peranan yang penting dalam bidang kesehatan, karena memiliki fungsi strategis dalam menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat. Kader posyandu mempunyai peran besar dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dalam kegiatan Posyandu tugas kader posyandu adalah melakukan pendaftaran, penimbangan, mencatat pelayanan ibu dan anak dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), menggunakan buku KIA sebagai bahan penyuluhan Melalui pelatihan kader peduli COC dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu sejak hamil, bersalin, nifas dan menggunakan alat kontrasepsi.
EDUKASI PADA WANITA USIA SUBUR TENTANG SEL TUMOR DAN KEGANASAN DI DESA TOBIMEITA KEC.MOTUI KAB. KONAWE UTARA Nurfantri; Muhaimin Saranani
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.14

Abstract

Latar Belakang. Saat ini Kanker menduduki urutan ketiga penyebab kematian, kategorik penyakit tidak menular.Kondisi lingkungan yang penuh dengan karsinogenik dan pola hidup tidak sehat yang dianut masyarakat  semakin memperbesar peluang angka kejadian kanker. Kurangnya pengetahuan serta keterbatasan dalam mengakses informasi yang valid tentang kanker diyakini sebagai penyebab masih tingginya angka kejadian kanker  di Indonesia, selain itu akan mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan masyarakat Masalah Kesehatan Sistem Reproduksi   pada wanita usia subur, Simulasi  Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Metode. Pemberian edukasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi, Sasaran kegiatan ini adalah wanita usia subur di desa Tobimeita Kec.Motui Kab. Konawe Utara, berjumlah 30 orang. Indikator keberhasilan intervensi melalui pengukuran tingkat pengetahuan, yang dilakukan sebelum dan sesudah melakukan edukasi, Hasil. Ditemukan perubahan jumlah tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian edukasi, nampak persentase responden berpengetahuan kurang (15 responden atau 50%)  dan cukup sebanyak 7 responden atau 23,3 % mengalami penurunan dengan jumlah responden berpengetahuan rendah menjadi 6 responden (20%) dan berpengetahuan cukup meningkat menjadi 13 responden (43%), sehingga persentase responden berpengetahuan baik yang sebelumnya sebesar 8 responden ( 26,6%) mengalami peningkatan menjadi 11 responden (36,6%). 
PENINGKATAN KESADARAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PROGRAM ‘KAYA DARO’ DALAM PEMBENTUKAN KELOMPOK KADER SEBAYA DI MA MUHAMMADIYAH 9 AL MIZAN LAMONGAN Primindari, Risya Secha; Irawan, Dwi Dianita; Rohmah, Amrina Nur
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.8

Abstract

Pengetahuan remaja masih terbatas tentang Kesehatan reproduksi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Berdasarkan survey di MA Muhammadiyah 9 AL-MIZAN Lamongan pada siswa kelas 11 didapatkan bahwa 71% pengetahuan kurang memadai dan 29% pengetahuan memadai tentang cara merawat organ reproduksi, anemia, IMS, kehamilan remaja dan permasalahan seksualitas. Dibutuhkan program KAYA DARO yaitu pembentukan kader sebaya pada remaja yang fokus pada kesehatan reproduksi. Tujuanya adalah Peningkatan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi audiensi, identifikasi permasalahan, penetapan kegiatan, persiapan kegiatan, pembentukan kader dan pemberian materi kepada kader, penyuluhan dari kader ke remaja dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi personal hygiene. Kehamilan remaja, permasalahan seksualitas, infeksi menular seksual.  Hasil evaluasi menunjukan bahwa kegiatan pengabdian dapat membentuk kader sebaya dan meningkatkan pengetahuan remaja MA Muhammadiyah 9 Al Mizan Lamongan tentang Kesehatan reproduksi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANAMAN TOGA SEBAGAI UPAYA SEHAT DENGAN HERBAL ASLI INDONESIA Ria Dini, Agi Yulia; Ela Rohaeni; Nadia Putri Mahendra; Diana Nopita
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.11

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tumbuhan yang ditanam oleh keluarga di sekitar lingkungan rumah yang mempunyai khasiat penyembuhan sebagai apotek hidup yang dimanfaatkan oleh keluarga secara sederhana dan budidaya tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan. Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dikenal juga dengan nama apotek hidup merupakan beberapa jenis tanaman obat pilihan yang dapat ditanam disekitar lingkungan rumah. Tanaman obat keluarga yang dipilih biasanya tanaman yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama atau obat-obatan ringan seperti demam dan batuk termasuk masalah Kesehatan reproduksi seperti dismenor dan keputihan. Program pemberdayaan Masyarakat dalam upaya sehat dengan penanaman tanaman herbal asli Indonesia ini terdiri dari beberapa kegiatan seperti pemberian edukasi dan melakukan penanaman bersama tanamaan obat keluarga. Keberhasilan dari kegiatan ini dari hasil pre-post test, hasil pre test menunjukan lebih dari setengah warga peserta penyuluhan memiliki pengetahuan kurang terkait TOGA yaitu sebesar 88,2%. Setelah diberikan penyuluhan dan dilakukan post-test didapatkan pengetahuan Masyarakat tentang TOGA menjadi 100% serta dilakukan penanaman bersama tanaman TOGA berupa tanaman-tanaman herbal asli Indonesia.
KENALI DIRI DAN KELUARGA TENTANG STROKE DENGAN LANGKAH “CERDIK” Arabta Malem Peraten Pelawi; Roulita; Kiki Deniati; Nutri Yunika K Gea; Ernauli Meliyana; Lisna Agustina; Lisna Nuryanti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.12

Abstract

Stroke is defined as a clinical manifestation of impaired cerebral function, either focal or generalized (global), which occurs rapidly, lasts more than 24 hours, or ends in death, without any cause other than vascular disorders being found. Stroke is the third leading cause of death after heart disease and cancer in the United States. The prevalence in America in 2005 was 2.6%. The prevalence increases according to age group, namely 0.8% at age 18-44 years, 2.7% 5 at age 45-64 years and 8.1% at age 65 years or older. Men and women have a prevalence that is not much different, namely men 2.7% and women 2.5%. The aim is to improve society regarding stroke, stroke prevention and healthy living. The research results showed that there were differences before and after health analysis results using paired sample t-test with the results of P value (0.037) < alpha (0.05). It can be concluded that there is an influence after health education has been carried out on public knowledge about stroke.
PELAYANAN MKJP IUD DAN IMPLANT DI KOTA SURABAYA Sukarsih, Rachmawati Ika; Nur Hidayatul Ainiyah; Munisah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.15

Abstract

Alat Kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi dalam jangka lama terhadap pencegahan kehamilan. Menurut dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2020 akseptor MKJP didapatkan IUD 9,65 % , Implan (9,54%), Metode Operatif Wanita (3%), Metode Operatif Pria MOP (0,60%). Tujuan dari MKJP adalah untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu yang lama. Jenis pengabdian masyarakat ini adalah dilakukan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur. Metode pengabdian masyarakat dilakuakn dalam bentuk Bakti sosial yang terselenggara atas kerja sama DP5A kota Surabaya bersama PC IBI Kota Surabaya.Pelaksaaan Kegatan pemasangan alat kontrasepsi MKJP dilakukan di RS IBI Surabaya pada bulan februari 2024. Pemasangan metode MKJP ini meliputi pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implant sejumlah 54 akseptor yang terbagi atas 16 akseptor IUD dan 38 akseptor implant yang telah lolos skrening dan penapisan sebagai syarat untuk dilakukan tindakan. Pengabdian pemasangan IUD dan Implant ini sangat berkontribusi meningkatkan cakupan akseptor KB MKJP.
Pemenuhan Syarat Donor Untuk Menjamin Keberlangsungan Donor Lestari Lucia Sincu Gunawa; Reny Pratiwi; Rumeyda Chitra Puspita; Andika Dwi Putra Santoso
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.16

Abstract

Ketersediaan darah sangat tergantung kepada kemauan dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela dan teratur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga donor lestari sekaligus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi civitas academica dalam donor darah sukarela di Universitas Setia Budi. Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat di Kampus Universitas Setia Budi (USB), pada bulan Oktober-November 2023.  Peserta kegiatan adalah civitas academica yang mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan dan UTD RS dr. Moewardi Surakarta pada Kamis, 12 Oktober 2023. Sebanyak 93 orang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengambil data identitas subyek, pengisian blanko seleksi donor, dilanjutkan petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan dan kadar hemoglobin, pengambilan darah dan diakhiri dengan pengisian data kuesioner melalui google form. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini 96 responden, 35 responden (36,5%) berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan 61 responden (63,5%) tidak dapat mendonorkan darahnya karena kondisi anemia dan berat badan kurang. Animo pendonor didominasi oleh perempuan (82,3%), sebagian besar berumur 20-24 tahun. Sebagian besar merupakan pendonor pertama kali (60%). Alasan terbanyak berdonor adalah untuk kesehatan (40%). Dapat disimpulkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, faktor utama yang mempengaruhi partisipasi civitas academica dalam donor darah sukarela di Universitas Setia Budi adalah terpenuhinya syarat seleksi donor seperti berat badan dan kadar hemoglobin.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Melalui Penerapan Promosi MP-ASI L. Namangdjabar, Odi; Tirza V.I Tabelak; Martina Fenansia Diaz; Hasri Yulianti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.17

Abstract

Stunting merupakan Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Indonesia termasuk dalam urutan tertinggi kasus stunting dengan prevalensi 37,2%. Pemerintah Kota Kupang berupaya menekan angka prevalensi Stunting di bawah 10% tahun 2024. Beberapa hasil penelitian menyebutkan terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita seperti pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai dengan 6 bulan dan pemberian makanan Pendamping ASI dari usia 6 bulan sampai usia 2 tahun, oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan kader tentang bagaimana pola pengasuhan yang tepat untuk pencegahan stunting sebagai edukasi berkelanjutan kader kepada orangtua. Tujuan memberikan informasi kepada kader posyandu tentang pencegahan terjadinya stunting pada balita dan Promosi MP-ASI. Dalam pengabmas ini metode yang dilakukan adalah pre test , Penyuluhan dan post test tentang stunting dan Promosi MPASI, Kesimpulan terdapat perubahan pengetahuan kader posyandu dari hasil pre test 66,6% mempunyai pengetahuan cukup dan setelah diberikan penyuluhan terdapat kenaikan hasil post tes 80% mempunyai pengetahuan baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 15