cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Upaya Peningkatan Literasi dan Numerasi di Sekolah Menengah Luthfi Muzhaffar Ghozy; Allif Putro Negoro; Ichsan Fauzi Rachman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4691

Abstract

Peningkatan literasi menjadi prioritas penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terutama di tingkat sekolah menengah. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran guna mengembangkan kompetensi esensial peserta didik, termasuk kemampuan literasi yang lebih luas seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi efektif. Artikel ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif strategi peningkatan literasi dalam Kurikulum Merdeka melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka menawarkan pendekatan yang progresif, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesiapan tenaga pendidik, dan rendahnya budaya literasi. Namun demikian, berbagai strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, Gerakan Literasi Sekolah, dan pemanfaatan teknologi informasi terbukti efektif dalam mendukung penguatan literasi. Diperlukan sinergi antara pendidik, sekolah, dan pemangku kebijakan agar literasi benar-benar menjadi fondasi dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dan kompetitif di era global.
PERAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DALAM PEMAHAMAN DAN PENGHAYATAN Q.S. AL-MA’UN SISWA MTs MA’ARIF NU 1 RAWALO BANYUMAS Zidni Nur Arifah; Abdul Majid; Rifqi Aulia Rahman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan siswa terhdapa Q.S. Al-Ma’un di MTs Ma’arif NU 1 Rawalo Bnayumas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilmpenelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan pendekatan kontekstual dan metode pembelajaran aktif seperti diskusi, simulasi, serte keterlibatan langsung sisea dalam kegiatan sosial. Hal ini mendorong siswa tidak hanya memahami makna ayat secara teoritis, tetapi juga menghayatinya dalam kehidupan nyata, seperti berbagai, peduli terhadap sesame, dan menjauhi perilaku berpura-pura dalam ibadah. Faktor pendukung seperti kualifikasi guru, kebijakan sekolah, dan lingkungan religius sangat membantu dalam proses pembelajaran, meskipun masih terdapat keterbatasan waktu dan kurangnya media pembelajaran. Penelitia ini menyimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAI berperan penting dalam membentuk karakter sosial dan spiritual siswa melalui pemahaman nilai-nilai Qur’ani.
STRATEGI TEOLOGI UNTUK HIDUP DAMAI DI TENGAH PERBEDAAN AGAMA Jaya Nainggolan; Sofia Anggraini
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4703

Abstract

Dalam artikel ini, pendekatan teologis dibahas dalam membangun kehidupan yang damai di berbagai masyarakat agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji strategi teologis terkait konteks yang relevan untuk menciptakan perdamaian di kalangan pengikut agama. Dengan pendekatan kualitatif berdasarkan penelitian literatur, makalah ini menjelaskan prinsip-prinsip dialog antaragama dan etika cinta yang komprehensif sebagai dasar teologi perdamaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teologi, yang memengaruhi martabat manusia, keterbukaan dan penilaian rekonsiliasi, sangat penting untuk penerapannya dalam konteks pluralisme agama Indonesia. Studi ini merekomendasikan sistem pendidikan gereja dan teologis untuk meningkatkan pemahaman antar-agama untuk menanggapi meningkatnya tantangan intoleransi.
Remaja, Media Sosial, dan Literasi Digital: Antara Ekspresi Diri dan Tanggung Jawab Digital Yulia Rhoma Fitriyani; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4704

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial di kalangan remaja telah membawa dampak signifikan terhadap cara mereka berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membentuk identitas sosial. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial tidak selalu diiringi dengan literasi digital yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai risiko digital seperti hoaks, cyberbullying, dan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ekspresi diri dan tanggung jawab digital pada remaja serta mengidentifikasi strategi literasi digital yang relevan untuk mendorong penggunaan media sosial secara sehat dan bijak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja membutuhkan pendekatan literasi digital yang tidak hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek etika, emosional, dan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam memperkuat kesadaran remaja terhadap dampak dan tanggung jawab digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan program literasi digital yang kontekstual serta menjadi referensi bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan. Dengan demikian, literasi digital dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab secara digital.
Digitalisasi Dakwah Aswaja: Tantangan dan Peluang di Era Media Sosial Faiqotun Nafisah; Zakiyyatul Fuadah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4705

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam menghadapi era digital, khususnya melalui media sosial. Dakwah Aswaja yang sebelumnya berbasis luring kini dihadapkan pada dinamika komunikasi daring yang menuntut adaptasi cepat terhadap teknologi dan preferensi audiens digital, terutama generasi muda. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif tematik untuk mengeksplorasi tantangan struktural, teknis, dan ideologis dalam digitalisasi dakwah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun dakwah Aswaja menghadapi keterbatasan dalam literasi digital, media sosial menawarkan peluang besar untuk memperluas jangkauan pesan Islam moderat secara lebih interaktif dan responsif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya perancangan strategi dakwah digital yang tidak hanya adaptif secara teknis, tetapi juga konsisten dengan nilai-nilai ideologis Aswaja dalam menjaga harmoni sosial dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di era digital.
Implementasi Manajemen Pendidikan Islam Pada Lembaga Pendidikan di Era Globalisasi Nabila Zein Faradis
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami lebih lanjut bagaimana penerapan manajemen pendidikan Islam  dalam  dunia  pendidikan di era globalisasi. tentunya harus menjadikan landasan pendidikan Islam yang ideal dengan manajemen pendidikan yang mutakhir, maka sebuah pendidikan harus mengetahui tentang pengertian manajemen modern beserta urgensi penerapannya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang digunakan oleh penulis pada penelitian ini merupakan sumber data yang relevan serta    memiliki kesamaan dengan pembahasan yang sedang dikaji. Metode pengumpulan data pada penelitian ini  yaitu Library Research (studi  kepustakaan).  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  Penerapan  manajemen  dalam penyelenggaraan pendidikan di lembaga pendidikan harus dijunjung tinggi oleh sumber daya insani dan sumber daya lainnya yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan otoritatif pendidikan yang tinggi untuk mencapai kualitas lulusan yang dapat diandalkan, mengumpulkan personil ini dalam rangka memberi inspirasi, koordinasi dan penggerak agar berjalan bersama dengan baik dan serasi. Ini harus diselesaikan untuk menjawab kesulitan zaman dalam era globalisasi yang sedang berlangsung.
Peran Kepala Sekolah Dalam Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Atiyatul Wafiroh ElKamila
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4707

Abstract

In an educational institution the principal has a very important role in determining the back and forth of an educational institution because the principal is one of the components of education that has the most role in improving the quality of education and is directly responsible for education management which is directly related to all processes in a school. The principal has a big role in the process of improving the management of educational institutions, one of which is the principal as the top leader who has the right to make decisions and gives authority to teachers and all school members, the principal also supervises and monitors all matters relating to the school in particular and educational institutions in general. The purpose of this research was to determine the role of the principal in the quality management of educational institutions at SMA Negeri 1 Kroya, Cilacap Regency. The research that the authors do is included in the type of qualitative research. In collecting data, the author uses the method of observation, interviews, and documentation. From the research results, the data are collected and analyzed, then the data is reduced, then the data is presented in descriptive form and drawing conclusions. The results showed that the role of the principal in the management of quality improvement of educational institutions at SMA Negeri 1 Kroya is realized in the form of activities related to program achievement and school policy. In the management of improving the quality of educational institutions at SMA Negeri 1 Kroya, 4 stages are carried out according to the "PDCA" concept, namely plan (planning), do (implementation), check (checking), and act (follow up).
Model Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan (Analisis Q.S. Al Hujurat ayat 2) Ila Lutfi Maziyah; Ngarifin Shidiq; Ahmad Robihan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4708

Abstract

Dalam dunia pendidikan komunikasi menjadi suatu hal yang sanagt penting karena sebagai salah satu media untuk menyampaikan pesan  kepada peserta didik. Realita pendidikan di Indonesia memiliki etika yang sesuai dengan pendidikan islam yang mana dalam bertutur kata harus memliki sopan santun salah satunya berbicara dengan lembut (qaulan Layina). Tidak sedikit ditemukan percekcokan antara pendidik dan peserta didik yang disebabkan karena model komunikasi yang tidak sesuai dengan etika. Sehingga model komunikasi sangat diperlukan sehingga penulis tertarik untuk mengkaji dan menganalisis Model Komunikasi dalam dunia Penidikan (Analisis Q.S. Al Hujurat ayat 2). Penelitian ini bertujuan unntuk: 1) mengetahui bagaimana model komunikasi antara pendidik dan peserta didik dalam dunia pendidikan. 2) mengetahui bagaimana model komunikasi antara pendidik dan peserta didik yang terkandung dalam surat Al hujurat ayat 2. 3) mengetahui relevasi model komunikasi yang terkandung dalam surat Al Hujurat ayat 2 pada masa sekarang.                 Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam fenomena sosial melalui sumber-sumber literatur. Data dikumpukan melalui analisis dokumen dan kajian literature yang relevan dengan fokus pada model komunikasi dalam pendidikan berdasarkan analisis Q.S. Al-Hujurat ayat 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi dalam dunia pendidikan (analisis Q.S. al-Hujurat ayat 2) yaitu  memiliki Model komunikasi antara pendidik dan peserta didik memegang peranan penting dalam menciptakan efektivitas proses pembelajaran. Dalam perspektif Islam, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter melalui adab dan etika berbahasa. Nilai-nilai seperti Qaulan Sadidan (perkataan benar) dan Qaulan Layyinan (perkataan lembut)menjadi pedoman dalam membangun interaksi yang santun dan penuh hormat. Q.S. Al-Hujurat ayat 2 menegaskan pentingnya menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, khususnya kepada pendidik, sebagai refleksi dari akhlak Islami. Implementasi model komunikasi yang beretika, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw., berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang harmonis serta mendukung pembentukan akhlak mulia pada peserta didik.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pengembangan Nilai-Nilai Keislaman Pada Remaja Alfis Sukhairi; Tuti Nuriyati; Era Erlisa; Redhi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4718

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk menelaah pengaruh pendidikan agama Islam terhadap pengembangan nilai keislaman pada remaja di era modern.  Metode analisis tematik,  sintesis literatur,  dan analisis komparatif diterapkan pada berbagai jurnal ilmiah,  buku,  dan sumber relevan.  Temuan utama menunjukkan adanya kesenjangan antara metode pengajaran tradisional dan kebutuhan remaja masa kini.  Studi ini mengidentifikasi pentingnya pendekatan inovatif dan integrasi teknologi dalam pendidikan agama Islam untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman.  Hasil penelitian memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap konteks sosial dan budaya yang terus berkembang.
MEMBANGUN KARAKTER REMAJA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ferdi Saputra; Tuti Nuriyati; Rudi Kurniawan; Maulana Ridwan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4720

Abstract

The development of adolescent character from the perspective of Islamic education serves as a response to the various moral and social challenges faced by the younger generation in the modern era. Adolescent character, especially religious character, is a crucial aspect in shaping a whole, balanced, and virtuous personality. Using a descriptive qualitative method through literature review, the authors examine Islamic sources such as the Qur’an, Hadith, and scholarly perspectives to formulate effective character-building methods, including role modeling, habituation, advice, and storytelling. Islamic education is regarded as a strong spiritual and moral foundation, and it serves as an integral solution for guiding adolescents to become faithful, responsible, and positively contributing members of society. The authors hope this work provides both theoretical and practical contributions for educators, parents, and educational institutions in implementing Islamic values in the lives of adolescents.

Page 64 of 107 | Total Record : 1069