cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
Diskursus Manajemen Surat Masuk dan Implikasinya Terhadap Pengambilan Keputusan Organisasi Safitri, Rini Rahma; Gita Asyari; Siregar, Muhammad Wafi; Tengku Darmansah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4732

Abstract

This study examines the discourse of incoming mail management and its implications for organizational decision-making. The background of this research stems from the phenomenon of inefficiency in managing incoming correspondence across various organizations, which potentially hinders strategic decision-making processes. The objectives are to analyze patterns of mail management, identify its impact on decision effectiveness, and provide systemic improvement recommendations. Using a qualitative method with thematic analysis approach, the study conducted in-depth interviews with 25 key informants and analyzed documents from 10 sample organizations. The findings reveal four critical issues: (1) fragmented distribution processes, (2) multi-layered approval hierarchies, (3) digital-physical system disparities, and (4) informal priority-setting practices. These findings demonstrate that incoming mail management affects not only administrative efficiency but also the quality, speed, and accountability of organizational decisions. Keywords: incoming mail, decision-making, organization    
Literasi Digital dan Kemanusiaan: Menjadi Cerdas dan Bijak di Era Digital Ririn Fitriana; Ranu lskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4734

Abstract

Kemajuan teknologi informasi telah menciptannkan lanskap kehidupan sosial yang terdisrupsi secara masif. Interaksi yang dahulu bersifat langsung kini berpindah ke ruang virtual yang tak berbatas. Meskipun hal ini memberikan kemudahan, namun juga menimbulkan tantangan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara literasi digital dan kemanusiaan sebagai dua pilar penting dalam membangun masyarakat digital yang beradab. Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka, mengumpulkan berbagai referensi akademik, laporan organisasi, serta hasil survei untuk menganalisis fenomena literasi digital dan tantangan etika di era internet. Hasil kajian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan signifikan antara kemampuan teknis digital dan kesadaran etis masyarakat. Praktik penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, dan pelanggaran privasi merupakan gejala dari rendahnya literasi digital berbasis nilai kemanusiaan. Artikel ini menyarankan perlunya integrasi pendidikan etika digital di berbagai level pendidikan, penguatan komunitas digital positif, serta keterlibatan aktif mahasiswa sebagai agen transformasi sosial. Dengan mengembangkan literasi digital yang humanis, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk kemaslahatan bersama.
Tantangan Pendidikan Multikultural di Indonesia era Globalisasi Muhammad Reza Syahrul Huda; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4742

Abstract

Indonesia merupakan bangsa multikultural dan majemuk, oleh karena itu bangsa Indonesia dapat disebut bangsa yang bersifat multikulturalisme. Era globalisasi ini sering kali diprediksi akan berdampak negatif terhadap semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Arus globalisasi membuat sistem kehidupan semakin kompleks, menjadi tantangan baru bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia yang memasuki milenium ketiga saat ini. Hubungan antara budaya lokal, nasional, dan budaya global semakin terkait erat dan sulit dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN GURU MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BELAJAR KEPADA SISWA DI ERA DIGITAL Azzahrah Latif; Rizki Khoirotun Nisa
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4749

Abstract

Era digital menimbulkan tantangan dalam pembentukan karakter siswa, seperti degradasi moral dan pengaruh negatif media sosial. Penelitian ini menganalisis peran guru dalam menanamkan pendidikan karakter di era digital menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan karakter adalah proses mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan siswa. Guru berperan sebagai teladan, fasilitator, pembimbing, dan motivator dalam pembentukan karakter. Strategi yang diterapkan meliputi: keteladanan penggunaan teknologi bijak, integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, pemanfaatan teknologi positif, dan pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi sambil menjaga nilai-nilai fundamental pendidikan karakter. Penelitian menyimpulkan pendidikan karakter di era digital memerlukan kolaborasi guru, orang tua, dan lingkungan untuk menciptakan generasi cerdas akademik sekaligus bermoral kuat. Pendidikan karakter yang konsisten dan integratif akan membentuk peserta didik berakhlak mulia dan siap berkontribusi positif bagi bangsa.
Kritik Retorika Sofis dan Politik: Upaya Memprioritaskan Kebenaran Dalam Hidup Berpolitik Bernardus Badj
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4757

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkritisi retorika sofis dan politik dalam praktiknya di Indonesia. Konsep retorika sofis (Protogoras dan Gorgias) mengajarkan kepada para muridnya akan pentingnnya kepandaian berbicara seretak memasung kebenaran. Pemasungan ini bertolak dari pandangan mereka yang tidak menganggap nilai kebenaran. Mereka mendegradasi kebenaran dan hanya mementingkan kepandaian berbicara. Retorika semacam ini masih dan sedang dipraktikan di Indonesia oleh para politisi. Politik Indonesia kian kisruh oleh perlbagai aksi yang apolitis seperti menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan keluarga dan kelompok semata, korupsi berjemaah, keengganan berbicara, mentalitas budak yang kian digandrungi oleh para politisi. Aksi-aksi seperti ini menggambarkan retorika melahirkan politik busuk, retorika mengekalkan kekuasaan, dan retorika melumpuhknn daya kritis masyarakat. Tulisan ini akan menggunakan metode kepustakaan sepenuhnya dan berotasi pada poros pemikiran kaum sofis (Protogoras dan Gorgias) khususnya pada ajaran retorika. Kontribusi dari tulisan ini diharapkan dapat mendukung dan memberi wawasan kepada para politisi Ind onesia untuk tidak melestarikan dan mempraktikan retorika sofis yang hanya pandai merangkai kata dan bersilat lidah tetapi harus mengabdi kepada kebenaran agar terciptanya kesejahteraan sosial bagi bangsa dan negara di segala dimensi kehidupan.
PENDIDIKAN SPIRITUAL PERSPEKTIF HADIS Devi Agustina; Ainun Mardiyah; Dwi Meutia Hasni
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4766

Abstract

Pendidikan spiritual Perspektif hadis merupakan pendidikan yang bersumber dari hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ yang mana hadis merupakan sumber hukum kedua dalam agama Islam setelah Alquran. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, dibutuhkan dorongan fisik serta mental, oleh karena itu dalam membentuk mental peserta didik dibutuhkan komponen spiritual yang baik agar dapat menumbuhkan kecerdasan secara spiritual, emosional, dan intelektual. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri landasan spiritual dalam hadis sebagai pedoman dalam proses pendidikan Islam serta memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pendidikan spiritual perspektif hadis, serta mengkaji nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan (Library Research) yang mengkaji hadis-hadis shahih serta penelusuran artikel-artikel yang berkaitan pendidikan spiritual. Hasil dari penelitian ini pendidikan spiritual memiliki konsep-konsep pendidikan seperti: Anjuran membiasakan sholat sejak dini, mentaati perintah Allah, melaksanakan puasa dan memiliki nilai-nilai spiritual yang dapat membentengi kenakalan remaja seperti: Nilai akidah dan Nilai akhlak.
Dampak Sedekah Laut yang Bisa menjadi Gerakan Konservasi Lingkungan di Rembang Liliana, Sal Sabila; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4771

Abstract

Tradisi di dalam sebuah desa, perkumpulan atau sebagainya yang mana pasti melekat pada diri warga untuk melakukannya setiap tahun, bulan ataupun hari. Sedekah laut sangat berhubungan dengan tradisi yang dilakukan oleh warga Rembang untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada Tuhan yang maha ESA atas hasil laut yang melimpah. Indonesia yang memiliki ragam budaya, tradisi, bahasa, suku, golongan dan lainya dalam proses sedekah laut ini lebih cenderung ke bentuk ritual adat yang dilakukan masyarakat pesisir pantai umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan banyak informasi tentang konservasi lingkungan yang berkaitan dengan sedekah laut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan studi literatur yang mana mencari berbagai informasi mengenai sedekah laut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa dalam sebuah tradisi sedekah laut terdapat sisi positif dan negatifnya. Dampak positif dari sedekah laut ini astinya tidak jauh dari dampak konservasi bagi lingkungan. Dampak negative dari sedekah laut merupakan sebuah acuan dari leluhur yang telah dilaksanakan sejak puluhan tahun yang lalu.
Studi literatur: Penerapan Teknologi Artifical Intelligence (AI) Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Hidayatullah Akbar Pratama; Muhammad Ainur Rafiq
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4788

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly transformed the educational landscape, including in the domain of Islamic Religious Education (PAI). This study aims to systematically review the application of Artificial Intelligence (AI) in PAI learning through a literature review of scholarly publications from 2020 to 2025. The findings indicate that AI holds great potential in enhancing the quality of learning, particularly in terms of personalization and interactivity (31%), efficiency and teaching innovation (31%), the integration of Islamic values and teacher competency development (23%), as well as providing spiritual support and character formation (15%). However, several major challenges were identified, including limited infrastructure and technology access (30%), the lack of Islamic value verification systems (30%), low digital literacy and teacher readiness (20%), and AI’s current inability to address complex religious matters or detect students' emotional and spiritual aspects (20%). The study concludes that AI integration in PAI must be conducted strategically and adaptively, while upholding spiritual values and enhancing human resource capacity. These findings provide crucial recommendations for educators, technology developers, and policymakers in designing a transformative, relevant, and technology-based Islamic education curriculum.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Adab Siswa Terhadap Guru Di Smpn 5  Surabaya Alfiyatus Sholicha; Abd. Muqit; Auliya Ridwan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4793

Abstract

Adab merupakan suatu hal yang penting dimiliki siswa dari kecil hingga dewasa. Pentingnya adab untuk membangun karakter yang kuat dan pembiasaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan adab siswa terhadap guru di SMP Negeri 5 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan adab siswa terhadap guru di SMP Negeri 5 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen sekolah. Subjek penelitian melibatkan Wakil Kesiswaan, guru PAI dan siswa, dengan objek berupa perilaku adab siswa terhadap guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab siswa siswi di SMPN 5 Surabaya dapat dikategorikan mudah diarahkan : 1) Adab siswa SMPN 5 Surabaya tergolong mudah diarahkan oleh bapak ibu guru. 2) Strategi guru meliputi penerapan pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), pelaksanaan kegiatan religius seperti salat berjamaah, serta integrasi nilai-nilai adab dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 3) Faktor pendukung keberhasilan meliputi dukungan kurikulum, profesionalisme guru, dan kolaborasi dengan orang tua. Namun, kendala yang dihadapi mencakup latar belakang siswa yang beragam dan minimnya perhatian orang tua. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam membentuk karakter siswa yang beradab.
Analisis Nilai-Nilai Islam Dalam Kurikulum Pendidikan AL Asfuri; Tuti Nuriyati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Islam yang terkandung dalam dokumen kurikulum pendidikan di Indonesia. Nilai-nilai Islam sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi dokumentasi. Data diperoleh dari dokumen kurikulum nasional seperti Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, serta buku teks pelajaran pendidikan agama Islam dan mata pelajaran umum yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengkoding, dan mengkategorikan nilai-nilai Islam yang terdapat dalam elemen-elemen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan kasih sayang telah diintegrasikan dalam kurikulum, baik secara eksplisit melalui materi ajar agama, maupun secara implisit dalam mata pelajaran umum dan profil pelajar Pancasila. Meskipun demikian, integrasi tersebut masih bersifat parsial dan memerlukan penguatan melalui pendekatan holistik dalam pengembangan kurikulum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perancang kurikulum untuk lebih mengarusutamakan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan nasional.

Page 65 of 107 | Total Record : 1069