cover
Contact Name
Dony Ahmad Ramadhani
Contact Email
redaksialmuhith@gmail.com
Phone
+6285347523062
Journal Mail Official
almuhith@stiq-amuntai.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakha Pakapuran Rt. III. Komplek Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits
ISSN : 29634016     EISSN : 29634024     DOI : http://dx.doi.org/10.35931/AMH
Focus and Scope Jurnal Al-Muhith Jurnal Ilmu Quran dan Hadits adalah Tafsir Quran Exegesis Ilmu Hadits Hadith Studies Studi Al-Quran dan Kontekstualisasi Quranic Studies and Contextualization Metode Penafsiran dalam Tradisi Islam Methods of Interpretation in Islamic Tradition Sejarah Kebudayaan Islam History of Islamic Civilization Perbandingan Agama Comparative Religion Hermeneutika Islam Islamic Hermeneutics Filologi Qurani Quranic Philology Etika Islam Islamic Ethics Studi tentang Sunnah Nabi Studies on the Prophets Tradition
Articles 77 Documents
Konsep Jahiliyyah dan Jihad Menurut Sayyid Qutb dalam Al-Qur’an Kirom, Muhammad Agorrul; Ni'mah, Durrotul Iqomatin
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemikiran Sayyid Qutb mengenai konsep jahiliyyah dan jihad. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pengaruh besar Qutb terhadap gerakan Islam modern, baik di dunia Arab maupun di negara-negara muslim lainnya, termasuk Indonesia. Pemikirannya tentang jahiliyyah sebagai kondisi universal yang melampaui batas historis pra Islam, serta jihad sebagai sarana transformasi ideologis dan sosial, seringkali menjadi rujukan maupun perdebatan di kalangan akademisi dan aktivis Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya utama Qutb seperti “Ma’alim fi at-Thariq dan Fi Dzilalil Qur’an, sedangkan data sekunder berupa buku, jurnal nasional maupun internasional, serta kajian akademik yang membahas pemikirannya. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan relevasinya dengan kondisi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qutb memahami jahiliyyah sebagai setiap sistem yang menolak hukum Allah dan menggantinya dengan hukum manusia. Kemudian kerena kerajaan Allah haruslah yang menguasai dunia ini maka beliau menjadikan Jihad merupakan suatu hal atau harus dilakukan demi menjadikan kerajaan Allah tegak berdiri untuk semua manusia, tapi bukan berarti menjadikan umat manusia harus menanggalakan apa yang dianutnya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Qutb memiliki signifikansi penting dalam wacana kebangkitan Islam, meskipun tetap memerlukan reinterpretasi kritis agar sesuai dengan kondisi sosial, politik, dan budaya masyarakat modern yang plural.
Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Qur'an Studi Qur'an Tematik dengan Pendekatan Constructive Grounded Theory Amirulloh, Amirulloh; Rinaldi, Muhammad Syafiq; Syahid, Aang Ahmad; Alif, Muhammad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5705

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep ekonomi kreatif dalam perspektif Al-Qur’an menggunakan pendekatan tematik (maudhu’i) yang dipadukan dengan metode Constructive Grounded Theory. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menemukan dasar nilai-nilai Qur’ani dalam pengembangan ekonomi kreatif yang kini menjadi sektor penting dalam pembangunan nasional. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kreativitas, etos kerja, inovasi, etika, dan nilai ekonomi. Ayat-ayat tersebut diklasifikasikan melalui proses koding untuk menghasilkan tema-tema utama yang menggambarkan fondasi Qur’ani dalam praktik ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan nilai-nilai seperti kerja keras, kejujuran, kolaborasi, keseimbangan hidup, dan orientasi spiritual sebagai prinsip dasar ekonomi kreatif. Nilai-nilai tersebut bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga aspek moral dan sosial agar kreativitas tetap beretika dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat wacana ekonomi kreatif berbasis nilai ilahiah, sekaligus menjadi referensi konseptual bagi pengembangan ekonomi yang produktif, etis, dan berkeadilan sesuai ajaran Al-Qur’an.
Vernakularisasi Tafsir Ulama Indonesia Studi Analisis Kitab Safinah Kalla Saya'lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun Basthoh, Basthoh; Ariyadi, Syamsul; Ziyadulhaq, Ziyadulhaq
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5609

Abstract

Artikel ini membahas fenomena vernakularisasi dalam penafsiran Al-Qur’an di Indonesia dengan fokus pada kitab Safinah Kalla Saya’lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana unsur-unsur lokalitas Jawa diintegrasikan ke dalam penafsiran Al-Qur’an oleh Maimun Zubair. Penelitian ini mengambil posisi dalam dinamika kajian tafsir Nusantara yang menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dan kearifan lokal dalam memahami teks suci. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah penggunaan bahasa dan istilah lokal, kontekstualisasi ajaran Islam dengan budaya setempat, serta pemanfaatan sejarah dan tokoh lokal dalam penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maimun Zubair mampu menjembatani pesan universal Al-Qur’an dengan realitas masyarakat Jawa, sehingga memperkaya khazanah tafsir Indonesia dengan nuansa lokal yang kuat. Vernakularisasi dalam tafsir ini tercermin pada pemilihan istilah Jawa, analogi fenomena sosial-budaya, dan adaptasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya memudahkan pemahaman masyarakat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan tafsir Al-Qur’an di lingkungan pesantren Indonesia.
Urgensi Tabayyun Sebagai Upaya Pencegahan Disinformasi (Hoax) Agama Menurut Q.S. Al-Isra Ayat 36 dan Q.S. Al-Hujurat Ayat 6: Analisis Tafsir Maudhu’i Mustofa, Aulia; bin Salman, Abdul Matin
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5768

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep tabayyun menurut Q.S. Al-Isra ayat 36 dan Q.S. Al-Hujurat ayat 6 sebagai upaya urgen untuk mencegah fenomena disinformasi (hoax) agama yang berpotensi memicu konflik sosial, kerugian moral dan moril, serta kecemasan berlebih pada masyarakat di era information overload saat ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research atau studi kepustakaan, teknik analisis yang digunakan yaitu pendekatan analisis tafsir maudhu'i dan membatasi penelitian hanya pada Q.S. Al-Isra ayat 36 dan Q.S. Al-Hujurat ayat 6 saja. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mengkaji kedua ayat secara komprehensif melalui proses pengumpulan dan analisis keterangan tafsir tentang konsep tabayyun dari kedua ayat tersebut. Analisis terhadap Q.S. Al-Isra ayat 36 menghasilkan dimensi kewajiban epistemologis yang menekankan tanggung jawab individu, dan Q.S. Al-Hujurat ayat 6 menghasilkan dimensi kewajiban sosiologis yang menekankan tanggung jawab sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan temuan kerangka tabayyun yang edukatif-praktis dari Q.S. Al-Isra ayat 36 sebagai filter diri, serta Q.S. Al-Hujurat ayat 6 sebagai filter sosial dalam konteksnya sebagai upaya untuk mencegah serta menanggulangi fenomena disinformasi (hoax) agama di era digital ini. Dengan mengaplikasikan filter diri dan filter sosial pada kedua ayat, diharapkan mampu menjadi landasan teologis, model literasi media masa kini, serta membentuk kesadaran dan kekebalan kolektif seluruh masyarakat dan umat Islam terhadap masifnya informasi agama yang palsu.
Lawaqih: Pendekatan Linguistik dan Saintifik Terhadap Q.S Al-Hijr [15]: 22 dalam Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir Nada, Khairun; Faridatunnisa, Nor
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5731

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendekatan linguistik dan sains dalam tafsir QS. Al-Hijr: 22 pada karya Ibnu ‘Asyur, Tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir. Dengan metodologi kualitatif berbasis kepustakaan, kajian ini menelaah makna kata "lawaqih" yang secara linguistik memiliki dua arti, yaitu "mengawinkan" dalam konteks penyerbukan tumbuhan dan "membawa hujan" dalam konteks meteorologi. Penafsiran Ibnu ‘Asyur menunjukkan harmoni antara aspek bahasa Arab klasik dan fenomena ilmiah kontemporer, khususnya dalam menjelaskan peran angin sebagai pembawa uap air yang membentuk hujan dan sebagai agen penyerbukan tumbuhan melalui penyebaran serbuk sari. Kajian juga menegaskan fungsi penting angin dalam siklus alam. Hasil analisis menegaskan bahwa tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir memadukan nilai spiritual dan ilmiah, memperlihatkan keterpaduan wahyu dan ilmu pengetahuan modern. Temuan ini memperkuat pemahaman Bahwa Al-Qur’an memuat petunjuk-petunjuk ilmiah yang sejalan dengan temuan sains modern, sekaligus mendorong dialog konstruktif antara wahyu dan ilmu pengetahuan dalam konteks pengembangan ilmu yang berlandaskan Islam.
Rekonstruksi Peristiwa Musu Selleng dalam Perspektif Hadis (Kajian Historis dan Etika Islam) Dohe, Muh. Ilham Majid; Amin, Muhammadiyah; Ismail, Laode
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5796

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peristiwa Musu Selleng dalam perspektif hadis, dengan menyoroti dimensi historis, etika, dan teologis dari proses Islamisasi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis teks historis dan tafsir hadis normatif. Data diperoleh melalui telaah sumber primer seperti Lontara Gowa serta hadis-hadis sahih yang berkaitan dengan niat, kebebasan beragama, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi Gowa-Tallo dalam Musu Selleng tidak hanya bermotif dakwah, tetapi juga politik dan ekonomi. Evaluasi hadis menunjukkan bahwa niat dakwah yang bercampur ambisi kekuasaan kehilangan nilai moralnya, Islamisasi melalui paksaan bertentangan dengan prinsip rahmah, dan tindakan represif melanggar prinsip keadilan Islam. Dengan demikian, Musu Selleng merupakan contoh historis tentang ketegangan antara dakwah dan kekuasaan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penerapan hadis sebagai kerangka etika dalam studi historiografi Islam Nusantara, sehingga sejarah tidak hanya dilihat sebagai kronologi kekuasaan, tetapi juga sebagai refleksi moral dan spiritual. Pendekatan ini membuka ruang baru bagi pengembangan studi etika Islam interdisipliner.
Muhammad Abduh dan Transformasi Epistemologi Tafsir: Studi Terhadap Pendekatan Al-Adaby Al-Ijtima’i Mas’udah, Lailatul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5815

Abstract

Penelitian ini mengkaji corak tafsir al-Adaby al-Ijtima’i dalam pemikiran Muhammad Abduh, khususnya sebagaimana tertuang dalam Tafsir al-Qur’an al-Ḥakīm atau yang lebih dikenal dengan Tafsir al-Manar. Tafsir ini merupakan upaya Abduh dalam merespons kondisi sosial umat Islam yang mengalami keterbelakangan intelektual dan krisis identitas akibat kolonialisme dan kemunduran pemikiran. Dengan pendekatan tahlili bi al-ra’yi, Abduh menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara rasional, kontekstual, dan relevan dengan dinamika sosial zamannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bercorak al-Adaby al-Ijtima’i yang dikembangkan Abduh menekankan pentingnya penggunaan akal, penolakan terhadap taklid buta, kritik terhadap khurafat, serta ajakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembaruan sosial. Epistemologi tafsir Abduh didasarkan pada prinsip bahwa Al-Qur’an bersifat universal dan harus dibaca dengan kesadaran historis, sosial, dan intelektual. Corak tafsir ini menjadi bukti bahwa penafsiran Al-Qur’an dapat menjadi instrumen transformasi masyarakat ketika dilakukan dengan pendekatan yang kontekstual, ilmiah, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Hal ini Menunjukkan bagaimana tafsir tersebut menjadi bentuk respon terhadap kondisi sosial umat Islam pada masa kolonial dan kemunduran intelektual. Menelusuri prinsip epistemologis yang mendasari pendekatan tafsir Abduh, serta bagaimana pendekatan tersebut mampu menjawab persoalan sosial secara kontekstual dan rasional.