cover
Contact Name
Dony Ahmad Ramadhani
Contact Email
redaksialmuhith@gmail.com
Phone
+6285347523062
Journal Mail Official
almuhith@stiq-amuntai.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakha Pakapuran Rt. III. Komplek Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits
ISSN : 29634016     EISSN : 29634024     DOI : http://dx.doi.org/10.35931/AMH
Focus and Scope Jurnal Al-Muhith Jurnal Ilmu Quran dan Hadits adalah Tafsir Quran Exegesis Ilmu Hadits Hadith Studies Studi Al-Quran dan Kontekstualisasi Quranic Studies and Contextualization Metode Penafsiran dalam Tradisi Islam Methods of Interpretation in Islamic Tradition Sejarah Kebudayaan Islam History of Islamic Civilization Perbandingan Agama Comparative Religion Hermeneutika Islam Islamic Hermeneutics Filologi Qurani Quranic Philology Etika Islam Islamic Ethics Studi tentang Sunnah Nabi Studies on the Prophets Tradition
Articles 60 Documents
Hermeneutika Humanistik Al Qur’an: Stoikisme dalam Tafsir Empatik dan Kontekstual Fatimah, Fatimah; Insi, Sajidan; Jamal, Khairunnas; Hakim, Lukmanul; S, Mochammad Novendri
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5383

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi konsep qada dan qadar serta ajaran kesabaran dalam Al-Qur'an sebagai respons terhadap tantangan psikologis kontemporer, melalui lensa hermeneutika humanistik. Pendekatan ini menekankan pemahaman kontekstual dan subjektivitas teks keagamaan. Dengan menganalisis ayat-ayat dalam Al-Qur'an, studi ini berargumen bahwa Al-Qur'an menawarkan kerangka kerja komprehensif bagi individu untuk mengelola stres dan meningkatkan ketahanan mental. Analisis menyoroti keselarasan konsep dikotomi kendali pada filsafat stoikisme dalam Islam dalam al-Qur’an (QS al-Ra’d: 11), di mana manusia didorong berikhtiar atas hal yang terkendali, sembari bertawakal pada hasil di luar kendali. Ajaran kesabaran dalam Al-Qur'an (QS al-Baqarah: 155-156) digali sebagai strategi mengelola emosi negatif, sejalan dengan prinsip Stoik "hidup bebas dari emosi negatif". Hasil penelitian menunjukkan tafsir Qur’ani yang humanistik dan kontekstual memperkaya pemahaman ayat suci dan menawarkan solusi praktis spiritual bagi individu menghadapi tekanan hidup. Studi ini menegaskan Al-Qur'an, melalui interpretasi empatik, dapat menjadi panduan relevan membangun ketahanan batin dan mencapai kesejahteraan psikologis.
Kemiskinan dalam Al-Qur'an: Perspektif Spiritual dan Pemberdayaan Ekonomi dalam Konteks Sosial Kontemporer Nurlaila, Siti; Al Ayubi, Sholahuddin; Zahra, Siska Adelia; Soimah, Jahrotu; Nabila, Putri Hudani
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari masalah kemiskinan dari sudut pandang Al-Qur'an, dengan menekankan dua aspek utama: spiritualitas dan pemberdayaan ekonomi dalam konteks sosial kontemporer yang dinamis. Fokus penelitian terletak pada pemahaman yang menyeluruh tentang konsep kemiskinan dalam Al-Qur'an dan implementasinya sebagai tanggapan terhadap masalah struktural dan moral yang melampaui dimensi ekonomi semata. Secara metodologis penelitian ini menerapkan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan teknik tafsir tekstual untuk ayat-ayat yang relevan. Selain itu, hasil empiris tentang pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam dikuatkan melalui kajian komparatif. Studi ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an melihat kemiskinan sebagai fenomena yang memiliki berbagai aspek: ekonomi, sosial, dan spiritual. Upaya penanggulangannya tidak hanya melalui pendekatan karitatif jangka pendek, tetapi melalui transformasi struktural berbasis keadilan distributif. Nilai-nilai etis seperti "adl", yang berarti keadilan, ta‘awun, dan iḥsan yang berarti kebaikan berkelanjutan, mendorong instrumen redistribusi kekayaan seperti zakat, infak, dan sedekah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memasukkan nilai spiritual ke dalam kebijakan sosial-ekonomi adalah cara penting untuk membangun sistem keadilan yang berkelanjutan. Penelitian ini juga menyarankan untuk membangun model pemberdayaan ekonomi yang kontekstual dan aplikatif, tetap berpegang pada prinsip-prinsip Qur'ani yang universal dan transformatif.
Peran Penguasaan Ilmu Nahwu Terhadap Kemampuan Waqaf dan Ibtidā dalam Membaca Al-Qur’an Bahri, Samsul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5400

Abstract

Kemampuan waqaf (berhenti) dan ibtidā (memulai) dalam membaca al-Qur’an sangat penting bagi seorang qari. Ilmu nahwu berperan erat karena membantu memahami struktur kalimat, menentukan tempat berhenti dan memulai yang tepat, serta mengidentifikasi kata kunci penanda akhir kalimat. Kesalahan dalam waqaf dan ibtidā dapat merusak makna ayat, sehingga penguasaan ilmu nahwu mutlak diperlukan untuk menjaga ketepatan bacaan al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan urgensi penguasaan ilmu nahwu dalam meningkatkan kemampuan waqaf dan ibtidā ketika membaca al-Qur’an, serta menegaskan perannya dalam menjaga keutuhan makna ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual yang berfokus pada kajian literatur, meliputi kitab, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan tema. Sumber utama penelitian adalah kitab-kitab nahwu dan tajwid.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waqaf dan ibtidā memiliki pengaruh besar terhadap makna ayat-ayat al-Qur’an. Kesalahan dalam berhenti atau memulai bacaan dapat mengubah makna yang dimaksudkan. Oleh karena itu, penguasaan ilmu nahwu sangat penting untuk meningkatkan kemampuan waqaf dan ibtidā. Ilmu nahwu membantu memahami struktur kalimat, hubungan antar kata, serta konteks ayat, sehingga bacaan al-Qur’an dapat dilakukan dengan tepat dan benar. Dengan demikian, penguasaan ilmu nahwu menjadi faktor kunci dalam memperbaiki kualitas bacaan al-Qur’an serta menjaga kemurnian maknanya.
Revitalisasi Hadis Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Merespons Krisis Pendidikan Islam Kontemporer di Indonesia Sunarsi, Sunarsi; Ahmad, La Ode Ismail; Sakka, Abdul Rahman
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5396

Abstract

Fenomena menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia, meskipun di tengah kemajuan teknologi informasi, menunjukkan adanya paradoks yang serius, khususnya dalam masyarakat Muslim yang semestinya menjadikan ilmu sebagai landasan utama kehidupan. Artikel ini mengkaji urgensi menuntut ilmu dalam perspektif hadis dengan fokus pada hadis riwayat Ibnu Majah: “Ṭalab al-’ilm farīḍah ‘alā kulli muslim”, serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan takhrij al-ḥadīs untuk menelusuri hadis, serta interpretasi kontekstual yang mengaitkan substansi hadis dengan realitas pendidikan modern. Meskipun hadis tersebut tergolong ḍa’īf, mayoritas ulama membolehkan pengamalannya dalam konteks fadhā’il al-a’māl. Temuan menunjukkan bahwa hadis ini tetap relevan sebagai landasan motivasional untuk membentuk kultur belajar yang kuat. Artikel ini juga menawarkan model integratif antara nilai-nilai spiritual dan tuntutan modernitas dalam sistem pendidikan Islam Indonesia. Dengan pendekatan normatif-aplikatif, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang kontekstual, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai profetik.
Kuriositas dalam Al-Qur’an: Studi Qur’an Tematik dengan Pendekatan Grounded Theory Rohmah, Siti; Anwar, Endang Saeful; Luthfi, Hikmatul; Alif, Muhammad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5403

Abstract

Salah satu komponen penting dalam pencarian ilmu adalah rasa ingin tahu, yang terkadang dikenal sebagai keinginan untuk belajar. Gagasan bahwa manusia terdorong untuk bertanya, berpikir, mengamati, dan mencari pemahaman benar-benar hadir dalam banyak kisah Al-Qur'an, meskipun hal itu jarang menjadi subjek studi tafsir Al-Qur'an. Melalui pendekatan tematik (maud'i) dengan menggunakan metodologi Grounded theory, studi ini meneliti berbagai cara rasa ingin tahu diekspresikan dalam Al-Qur'an. Ayat-ayat Al-Qur'an yang berisi arahan untuk berpikir, membaca, dan bertanya, serta peristiwa yang memiliki makna pencarian, seperti kisah para malaikat dan Nabi Adam, perenungan tentang penciptaan, dan perjalanan spiritual Nabi Musa dengan Khidr, merupakan sumber data utama. Prosedur analisis terdiri dari tiga fase: pengkodean terbuka, pengkodean aksial, dan pengkodean selektif. Menurut studi ini, ada tujuh bentuk utama rasa ingin tahu dalam Al-Qur'an: eksistensial, observasional, empiris, ilmiah, akademis, spiritual, dan ketekunan optimis. Menurut penemuan ini, Al-Qur'an tidak hanya memberikan arahan normatif, tetapi juga mengilhami manusia untuk secara aktif mencari makna melalui akal, indra, dan dimensi spiritual. Rasa ingin tahu dalam Al-Qur'an bukanlah indikasi kebingungan; sebaliknya, itu adalah cara untuk memperoleh pengetahuan, keimanan, dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri.
Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Widiyastuti, Hilda Cahyani; Alif, Muhammad; Millah, Mus'idul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5406

Abstract

Artikel ini membahas penerapan hadis tematik dalam bidang aqidah, yang fokus pada upaya membangun keyakinan umat Islam dalam konteks hari kiamat. Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang otentik memiliki peranan penting dalam memperkuat aqidah dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek eskatologis. Melalui penjabaran konsep penghentian dalam hadis, artikel ini mengkaji berbagai hadis yang menjelaskan tanda-tanda dan proses terjadinya kiamat. Selain itu, artikel ini juga menyoroti metode pendidikan aqidah yang efektif melalui pengajaran hadis tematik, serta pentingnya diskusi dan kajian untuk memperkuat keyakinan umat. Tantangan dalam penerapan hadis tematik, seperti kurangnya pemahaman dan penyebaran informasi yang tidak akurat, diidentifikasi dan diusulkan solusi untuk mengatasinya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keyakinan umat Islam dalam menghadapi realitas akhir, serta mendorong masyarakat untuk lebih mendalami ajaran agama melalui hadis yang sahih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hadis tematik memudahkan pemahaman umat terhadap tanda-tanda kiamat secara sistematis, menumbuhkan kesadaran spiritual, dan memotivasi amal saleh. Pengajaran ini berfungsi sebagai pengingat lintas generasi, relevan dengan fenomena modern, serta menjadi pedoman praktis menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan tematik, aqidah lebih mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda, sehingga iman tertanam dalam hati dan tercermin dalam tindakan. Metode ini diharapkan membentuk generasi tangguh secara spiritual dan moral, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab sosial. Lembaga pendidikan diharapkan mengintegrasikan pendekatan ini sebagai fondasi pembelajaran keagamaan yang kuat.
Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Maulayati, Neneng; Alif, Muhammad; Lisalam, Repa Hudan
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5442

Abstract

Penelitian ini menganalisis hadis tentang akhlak dan kebajikan melalui lensa etnografi, mengadaptasi metode Spradley untuk memahami sistem makna budaya yang terkandung di dalamnya. Hadis, sebagai sumber hukum dan pedoman hidup kedua dalam Islam, tidak hanya memuat ajaran normatif tetapi juga merefleksikan praktik dan nilai-nilai sosial masyarakat Nabi Muhammad SAW. Dengan menggunakan pendekatan etnografi Spradley, penelitian ini berupaya mengungkap kategori-kategori budaya, hubungan antar kategori, dan tema-tema dominan seputar akhlak dan kebajikan sebagaimana tergambar dalam hadis. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka mendalam terhadap berbagai riwayat hadis yang relevan. Analisis dimulai dengan identifikasi domain semantik (misalnya, jenis-jenis akhlak, bentuk-bentuk kebajikan), diikuti dengan analisis taksonomi untuk mengklasifikasikan elemen-elemen dalam setiap domain. Selanjutnya, analisis komponensial dilakukan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang membedakan antar kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis menampilkan kekayaan konsep akhlak dan kebajikan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mencakup dimensi personal, sosial, dan spiritual. Hadis tidak hanya memerintahkan perbuatan baik, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berlandaskan moralitas Islam. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana nilai-nilai akhlak dan kebajikan dikonstruksi dan diinternalisasi dalam masyarakat Muslim awal, menawarkan relevansi bagi pendidikan karakter dan pembinaan etika.
Analisis Teori Legitimasi Max Weber dalam Akun Youtube Kajian Tafsir Al-Ma’rifah-Ustadz Musthafa Umar Harfi, Muhammad; Hakim, Lukmanul; Fikri, Ahmad; Malintang, Jimmy; Sitepu, Rizki Ramadhan
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5551

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan teori legitimasi Max Weber dalam kanal YouTube Kajian Tafsir Al-Qur’an Al-Ma’rifah Ustadz Musthafa Umar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengumpulkan data melalui observasi video, analisis komentar audiens, serta kajian literatur terkait legitimasi keagamaan dan digitalisasi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelusuran terhadap Ustadz Mustafa Umar memperoleh legitimasi melalui kombinasi tiga otoritas Weberian: tradisional, karismatik, dan legal-rasional. Otoritas tradisionalnya berasal dari latar belakang keluarga dan pendidikan keagamaan, otoritas karismatiknya dibangun melalui gaya dakwah yang santun dan mudah dipahami, sementara otoritas legal-rasional diperkuat oleh jabatan keagamaan serta karyanya dalam bidang tafsir. Kehadiran kanal YouTube tidak hanya mempertahankan legitimasi tersebut tetapi juga memperluas jangkauan dakwah tafsir al-Qur’an kepada audiens yang lebih luas. Kesimpulannya, media digital bukanlah ancaman bagi otoritas keagamaan tradisional, melainkan alat yang memperkuatnya melalui adaptasi komunikasi yang lebih interaktif dan luas. Serta implikasinya terhadap jamaah adalah pemahaman terhadap al-Qur’an yang lebih luas serta semakin kokohnya akidah ahlussunah wal jamaah.
Pembelajaran Al-Qur’an Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Yasir, Muhammad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an melalui dua metode yang populer dan banyak digunakan di Indonesia, yaitu metode Tilawati dan metode Ummi. Fokus penelitian ini adalah pada efektivitas pendekatan masing-masing metode, struktur pembelajaran, serta sistem evaluasi yang diterapkan dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, laporan, dan literatur lain yang relevan dengan topik pembelajaran Al-Qur’an menggunakan kedua metode tersebut. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik, keunggulan, dan kekhasan dari masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati memiliki sistem pembelajaran bertingkat melalui enam jilid dan tahapan lanjutan dengan pendekatan klasikal dan individual baca simak, serta evaluasi melalui munaqosyah. Sementara metode Ummi menekankan pada 10 pilar mutu, pendekatan klasikal dan individual, serta evaluasi berjenjang yang sistematis. Keduanya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara berkesinambungan. Namun, metode Ummi lebih terstruktur dari sisi manajemen mutu dan pelaporan, sementara metode Tilawati unggul dalam fleksibilitas pendekatan pengajaran. Kedua metode dapat diterapkan secara luas dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan adaptasi sesuai kebutuhan lembaga.
Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir Maudhu’i Mashuro, Dewi Zakiyatul; Zainuddin, Ahmad; Mufid, Miftara Ainul; Kuswayo, Nyoko Adi
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi revitalisasi norma sosial dalam kehidupan anak muda zaman sekarang dengan menggunakan pendekatan Tafsir Maudhui. Dalam konteks ini, norma sosial yang dimaksud mencakup nilai-nilai, etika, dan perilaku yang dianggap penting dalam interaksi sosial di kalangan remaja. Oleh karena itu, revitalisasi norma sosial menjadi suatu keniscayaan untuk membekali anak muda dengan kompas moral yang kokoh dalam menavigasi kompleksitas tantangan zaman. penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan untuk menggali nilai-nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode ini, peneliti berupaya untuk mengidentifikasi cara-cara revitalisasi norma sosial dapat diterapkan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan identitas anak muda guna membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan mampu berkontribusi secara positif bagi peradaban yang berlandaskan nilai-nilai universal Islam.