cover
Contact Name
Dony Ahmad Ramadhani
Contact Email
redaksialmuhith@gmail.com
Phone
+6285347523062
Journal Mail Official
almuhith@stiq-amuntai.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakha Pakapuran Rt. III. Komplek Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits
ISSN : 29634016     EISSN : 29634024     DOI : http://dx.doi.org/10.35931/AMH
Focus and Scope Jurnal Al-Muhith Jurnal Ilmu Quran dan Hadits adalah Tafsir Quran Exegesis Ilmu Hadits Hadith Studies Studi Al-Quran dan Kontekstualisasi Quranic Studies and Contextualization Metode Penafsiran dalam Tradisi Islam Methods of Interpretation in Islamic Tradition Sejarah Kebudayaan Islam History of Islamic Civilization Perbandingan Agama Comparative Religion Hermeneutika Islam Islamic Hermeneutics Filologi Qurani Quranic Philology Etika Islam Islamic Ethics Studi tentang Sunnah Nabi Studies on the Prophets Tradition
Articles 60 Documents
Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Al-Qur’an Hadits Thobroni, Ahmad Yusam; Nuriyah, Sinta Dewi; Intan, Nur
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu, melainkan juga sebagai instrumen pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas. Namun demikian, dalam praktiknya, peran pendidik kerap tereduksi hanya sebatas pengajar (al-mu’allim), tanpa optimalisasi fungsi sebagai pembina moral (al-murabbi) dan penyuci jiwa (al-muzakki). Padahal, dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits, pendidik memikul tanggung jawab multidimensional yang mencakup aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik peran pendidik dalam membentuk karakter peserta didik berdasarkan sumber otoritatif Islam serta meninjau relevansinya terhadap kebutuhan sistem pendidikan modern yang berorientasi pada nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode tafsir maudhu’i. Sumber data meliputi ayat-ayat Al-Qur’an, hadits Nabi, serta literatur kontemporer yang relevan dengan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter ke dalam praktik pendidikan formal masih belum berjalan secara sistematis. Di sisi lain, Al-Qur’an dan Hadits telah menawarkan paradigma mendalam mengenai fungsi pendidik sebagai agen transformasi peradaban. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi teoritik dalam memperkuat wacana rekonstruksi peran pendidik berbasis nilai-nilai profetik yang kontekstual dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
Naturalis Clades dalam Perspektif Haditst (Kajian Haditst Tematik) Puspita, Yovi Meli; Alif, Muhammad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i1.5060

Abstract

Bencana alam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan seringkali dipandang sebagai bagian dari kehendak Allah SWT dalam perspektif Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan fenomena bencana alam (naturalis clades) menggunakan metode analisis tematik (maudhū‘ī). Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji hadis-hadis shahih dari kitab-kitab induk seperti Shahih Bukhari, Muslim, dan Sunan Abu Dawud, dengan fokus pada tema-tema utama seperti bencana sebagai ketetapan Ilahi, sikap spiritual dan sosial umat Islam dalam menghadapi bencana, serta hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa hadis tidak hanya menggambarkan bencana sebagai ujian dan pengingat, tetapi juga memberikan panduan etis dan praktis untuk memperkuat keimanan, memperbaiki hubungan sosial, serta mendorong ikhtiar dan mitigasi. Studi ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara dimensi spiritual dan rasional dalam pengelolaan bencana di masyarakat muslim modern, guna menghindari sikap fatalistik dan meningkatkan kesiapsiagaan berbasis ajaran Nabi. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian keagamaan sekaligus memberikan kontribusi pada pengembangan strategi mitigasi bencana yang holistik.
Pemanfaatan Kaidah Tafsir dalam Menafsirkan Nasikh dan Mansukh pada Al-Quran Insi, Sajidan; Fatimah, Fatimah; Akbar, Ali; Ismail, Hidayatullah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i1.5167

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan kaidah tafsir dalam menafsirkan konsep nasikh dan mansukh dalam Al-Qur’an, yang merupakan aspek fundamental dalam memahami dinamika syariat Islam. Latar belakang penelitian ini yaitu pentingnya pemahaman terhadap nasikh-mansukh guna menghindari kekeliruan dalam penetapan hukum serta menjaga konsistensi tafsir ayat-ayat Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan sumber primer seperti Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān karya al-Suyuthi, serta literatur sekunder lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kaidah tafsir yang tepat, seperti prinsip bahwa nasakh hanya bisa ditetapkan dengan dalil qat’i serta pengutamaan takhsis daripada nasakh, berperan penting dalam memahami ayat-ayat yang tampak kontradiktif. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman yang keliru terhadap konsep nasikh-mansukh dapat menimbulkan kesalahan dalam penetapan hukum Islam. Oleh karena itu, penguasaan kaidah tafsir menjadi syarat mutlak bagi mufassir dan mujtahid. Penelitian ini juga menyoroti perbedaan pandangan ulama mengenai keberadaan nasakh, serta urgensi memahami konteks dan kronologi turunnya ayat dalam penafsiran yang sahih.
Isu Subordinasi Gender: Koloni Semut dalam Q.S. An-Naml: 18 Perspektif Tafsir Ilmi dan Teori Mubadalah Pratama, Masrul Maulana; Algifary, Muhammad Abizar; Hamid, Hasbi; Mujahid, Ahmad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i1.5091

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkonter penafsiran yang mensubordinasi peran perempuan dalam relasi gender melalui kajian terhadap Q.S. an-Naml: 18. Pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an kerap bias terhadap dominasi laki-laki, seolah mengafirmasi superioritas gender tertentu. Namun, Q.S. an-Naml: 18 justru menampilkan semut betina sebagai pemimpin komunitasnya, sejalan dengan prinsip mubadalah yang menekankan ketersalingan peran tanpa subordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ayat tersebut melalui Perspektif tafsir ilmi serta teori mubadalah Faqihuddin Abdul Qodir guna menegaskan bahwa Islam tidak mendukung relasi gender yang timpang. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta teknik analisis deskriptif, penelitian ini mengintegrasikan kajian tafsir dan sosial untuk menelaah pola kerja semut yang mencerminkan sistem kerja berbasis fungsi, bukan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial semut dalam ayat ini memberikan pelajaran berharga bagi manusia dalam membangun relasi yang adil dan setara, tanpa konstruksi hierarki yang menindas. Tafsir ilmi Kemenag juga menegaskan bahwa ayat ini bukan sekadar kisah hewan, tetapi mengandung isyarat mendalam mengenai keseimbangan peran dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa Islam, sebagaimana tercermin dalam ayat ini, tidak mendukung relasi gender yang bersifat hegemonik, melainkan menekankan prinsip kesalingan yang adil dan harmonis.
Tafsir Ilmiah Tentang Siang dan Malam dalam Q.S. Al-Isra’ Ayat 12 Rizkilah, Alifia Nur; Al Kamil, Khairun Nisak; Nurlina, Nanda; Nurpadjarillah, Liana; Mujahid, Ahmad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i1.5095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tafsir ilmiah dari fenomena siang dan malam sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Isra’ ayat 12 melalui pendekatan tafsir ilmiah. Ayat tersebut tidak hanya memuat petunjuk terjadinya siang dan malam, tetapi juga mengandung isyarat astronomi, kosmologi, dan fisika tentang keteraturan rotasi bumi dan pergantian waktu. Metode yang digunakan adalah metode maudhu’i atau tematik yang mana dalam penelitian ini mengungkap bahwa pergantian siang dan malam merupakan tanda kekuasaan Allah SWT. yang sekaligus menjadi dasar bagi aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pemahaman sains dan berbagai kajian tafsir ilmiah mulai klasik, modern hingga kontemporer. Data yang dikumpulkan berupa kajian literatur ilmiah terkait astronomi, fisika, dan fisika, serta kajian terhadap Q.S. Al-Isra’ ayat 12 yang menunjukkan adanya korespondensi antara teks Al-Qur'an dan temuan sains modern mengenai rotasi bumi pada porosnya. Studi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara teks wahyu dan pengetahuan ilmiah dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur'an di masa kini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah tafsir tematik ilmiah serta mendorong pengembangan pemahaman Al-Qur'an yang kontekstual dan integratif.
Menguak Rahasia Tafsir Falsafi: Sejarah, Metode dan Tokoh-Tokoh Berpengaruh Dasuki, Akhmad; Sihab, Muhamad Rulyawan; Maulana, Rifky
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5382

Abstract

Penafsiran Al-Qur’an merupakan usaha intelektual yang dilakukan oleh para mufassir sesuai dengan kapasitas keilmuannya. Salah satu corak penafsiran yang menonjol dan kontroversial dalam khazanah tafsir adalah tafsir falsafi, yakni pendekatan yang memadukan filsafat, logika, dan rasionalitas dalam memahami ayat-ayat suci. Tafsir ini berkembang pesat pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Ikhwan al-Shafa. Meski mendapat penolakan dari sejumlah ulama karena dianggap menyimpang dari makna asli wahyu, tafsir falsafi tetap bertahan dan berkontribusi besar terhadap dinamika pemikiran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang munculnya tafsir falsafi, sumber dan metode penafsirannya, serta tokoh-tokoh penting beserta karya-karya mereka. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif deskriptif, yang mengandalkan literatur-literatur ilmiah tanpa unsur plagiarisme. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa tafsir falsafi merupakan jembatan antara rasionalitas dan spiritualitas yang memperkaya pemahaman terhadap Al-Qur’an, meskipun tetap menyisakan ruang perdebatan di kalangan umat Islam.
Takhrij Hadist Hubungan Suami Istri Serta Kritik Sanad dan Matan Fatimah, Fatimah; Rofiqi, M. Aufi; Rambe, Baringin Al Arif; Rahman, Rahman
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5360

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan hubungan suami istri yang di kaji melalui hadist-hadist. Salah satu hadist yang menjadi dasar permasalahan ini adalah hadist yang berbunyi : “Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu sang istri menolak, kemudian suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya (istri) sampai pagi.” Menjadi sorotan utamanya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menelusuri keabsahan hadist, menelaah kandungan dan pendapat para ulama serta memberikan pemahaman yang kompherensif tentang hubungan suami istri menurut hadist dan fikih islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan kajian penelitian yaitu hubungan suami istri. Kajian ini menggunakan Takhrij Bi Al-Lafdzi (Berdasarkan Lafadz) dan Takhrij Bil Maudhu'i (Berdasarkan Tema). Selain menggunakan takhrij juga menggunakan metode kritik sanad dan penilaian hadist. Hasilnya bahwa hadist tersebut memiliki sanad yang sahih berdasarkan penilaian ulama hadist, khususnya dalam riwayat Abu Dawud. Namun dalam matan (isi), hadist ini perlu dipahami secara kontekstual, tidak semata-mata secara tekstual. Hadist menunjukkan bahwa hak dan kewajiban suami istri harus dijalankan dengan prinsip saling menghormati, pengertian, dan keadilan, karena pada dasarnya islam tidak pernah mengajarkan untuk memaksakan kehendak dan tidak untuk memaksa. Walaupun dalam hadist hadist menyebut laknat malaikat, dalam penerapannya tentunya harus dilihat juga konteks maqashid syariah, yaitu menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang, keadilan, serta etika dalam hubungan suami istri.
Metode Tahlili dalam Hadis: Teori dan Aplikasi Rahman, M. Rifqi; Hudaya, Hairul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5364

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kekurangan dalam penerapan metode tahlili dalam mengkaji hadis secara mendalam. Metode tahlili sejatinya memberikan peluang untuk memahami hadis secara komprehensif, baik dari segi matan maupun sanad, serta dalam konteks sosial-historisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan metode tahlili dalam memahami hadis serta mengaplikasikannya pada hadis “Ayyuma rajulin qala li akhihi ya kafir, fa qad ba’a biha ahaduhuma.” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Sumber data berasal dari kitab-kitab hadis, kitab syarh, buku-buku akademik, serta artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan dua hal utama. Pertama, metode tahlili merupakan pendekatan yang mengkaji hadis dari aspek riwayah dan dirayah, serta mengaitkannya dengan disiplin ilmu lain seperti fikih, ushul fiqh, dan akidah. Kedua, hadis yang diteliti dapat dijadikan sebagai hujjah atau dasar hukum dalam beragama.
Konsep Waktu dalam Al-Qur’an dan Tantangannya Terhadap Budaya ‘Scrolling’ Generasi Muda Fatih, Muhammad; Bashori, Bashori
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep waktu dalam Al-Qur’an dan relevansinya dalam merespons tantangan budaya scrolling yang marak di kalangan generasi muda. Dalam konteks digital saat ini, fenomena scrolling tidak hanya mencerminkan perubahan perilaku, tetapi juga menunjukkan pergeseran mendalam dalam kesadaran akan makna waktu, produktivitas, dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-kritis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep waktu serta dikaji secara kontekstual melalui perspektif tafsir, spiritualitas Islam, dan fenomena budaya digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dalam Al-Qur’an dimaknai sebagai entitas sakral yang menuntut kesadaran, tanggung jawab moral, dan orientasi ruhani, yang sangat kontras dengan praktik scrolling yang bersifat instan, dangkal, dan melahirkan kelalaian (ghaflah). Budaya scrolling cenderung menciptakan disorientasi waktu, mengikis makna keberadaan, dan melemahkan nilai-nilai profetik. Oleh karena itu, perlu adanya rekonstruksi kesadaran waktu Qur’ani di era digital melalui pendidikan spiritual, pengembangan teknologi yang etis, serta keterlibatan institusional dalam menanamkan nilai waktu sebagai amanah ilahiah. Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam membuka wacana etika digital berbasis spiritualitas Islam dan mengusulkan arah pengembangan riset multidisipliner untuk merespons transformasi digital secara lebih komprehensif.
Makna Tekstual Dan Kontekstual Qs. Ar Rahman 55: 1-3 dan Qs. Al Anfaal 8: 46 Tentang Syukur dan Sabar Darmawi, Darmawi; Mawardi, Mawardi; Hidayat, Husni; Ismail, M. Syukri
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5037

Abstract

Makna tekstual mengacu pada interpretasi literal ayat-ayat tersebut, sementara makna kontekstual mempertimbangkan latar belakang historis dan situasional di sekitar penurunan ayat tersebut. Dalam Qs. Ar-Rahman ayat 1-3, ayat-ayat tersebut menyoroti keajaiban ciptaan Allah yang meliputi penciptaan langit, bumi, dan segala sesuatu di antaranya, serta rahmat-Nya yang meluas kepada semua makhluk. Dari segi kontekstual, ayat-ayat ini menggambarkan kebesaran dan rahmat Allah yang berkuasa atas alam semesta, serta sebagai seruan kepada manusia untuk mengenali dan bersyukur kepada-Nya. Di sisi lain, Qs. Al-Anfal ayat 46 menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memerintahkan umat Islam untuk bersabar dan bertakwa dalam menghadapi ujian dan konflik. Secara kontekstual, ayat ini terkait dengan konteks perang Badar dan memberikan arahan kepada kaum Muslimin dalam menghadapi tantangan dengan keberanian dan kepatuhan kepada ajaran agama. Dengan memahami baik makna tekstual maupun kontekstual dari ayat-ayat ini, umat Islam dapat mendapatkan petunjuk dan inspirasi dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari sesuai dengan ajaran Al-Qur'an.