cover
Contact Name
Ainurrahman Hidayat
Contact Email
anik_mamang@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
biologiyayan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur KM 04 Pamekasan Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : https://doi.org/10.19105/nuansa
Nuansa is a journal that publishes scientific articles that have been derived from research on social sciences and Islamic studies This journal is published biannually in June and December and published articles reviewed by experts on related issues Journal Nuansa scope includes culture politics law economy theology philosophy communication and history
Articles 248 Documents
Portrait of Islamic Religious Education in Public Universities in the 5.0 Era Bachrul Ulum; Mohammad Hasib; Moh. Zaini
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i1.8687

Abstract

In the 5.0 era, Islamic religious instruction in higher education is crucial as in forming students' morality and character. With a correct and deep understanding of religion, students can internalize these values in their daily lives and make good and responsible decisions. The article's aim is to give an outline of the Islamic religious teaching and learning processes in public colleges as of 5.0. A qualitative research methodology was adopted, and instructors and students were interviewed as well as observed to obtain data involved in the learning and teaching process of Islam in public universities. Then, content analysis is used to assess the acquired data utilizing qualitative data analysis techniques. The findings indicated that there is still room for improvement in the standard of Islamic religious instruction in public universities, especially in terms of subpar teaching and learning. Lack of emphasis on character education, poor teaching, and minimal use of technological in the process of learning and instruction are some of the reasons that contribute to the poor quality of Islamic religious education in public universities. Thus, character education, raising the bar of instruction, and implementing better technology in the learning and teaching process of Islam in the 5.0 era are necessary to improve the quality of Islamic religious instruction in public universities. (Di era 5.0, pengajaran agama Islam di perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam membentuk moralitas dan karakter mahasiswa. Dengan pemahaman agama yang benar dan mendalam, mahasiswa dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang proses pengajaran dan pembelajaran agama Islam di perguruan tinggi umum di era 5.0. Metodologi penelitian kualitatif diadopsi, dan para pengajar serta mahasiswa diwawancarai serta diobservasi untuk mendapatkan data yang terlibat dalam proses belajar dan mengajar agama Islam di perguruan tinggi umum. Kemudian, analisis isi digunakan untuk menilai data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam standar pengajaran agama Islam di perguruan tinggi umum, terutama dalam hal pengajaran dan pembelajaran yang masih di bawah standar. Kurangnya penekanan pada pendidikan karakter, pengajaran yang buruk, dan minimnya penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar merupakan beberapa alasan yang berkontribusi terhadap rendahnya kualitas pendidikan agama Islam di universitas umum. Oleh karena itu, pendidikan karakter, peningkatan standar pengajaran, dan penerapan teknologi yang lebih baik dalam proses pembelajaran dan pengajaran agama Islam di era 5.0 sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama Islam di perguruan tinggi umum.)
Hubungan Variabel Makroekonomi dan Tingkat Kriminalitas di Indonesia Septi Yanti Masrika Nindri; Vietha Devia S.S
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.10383

Abstract

Crime is unlawful behavior and social norms that anyone can commit and have consequences for the economy of a country and its institutional stability. According to Global Peace Index, Indonesia is at its 47th rate, which would be categorized as an unsafe country. The study aims to identify the effects of poverty, unemployment and the human development index (IPM) on crime rates in Indonesia. The study employed a quantitative approach as well as a method of Error Correction Model (ECM). The data used are published by Statistics Indonesia (BPS) in the period 2008-2021. The results of this study indicate that poverty and unemployment in the short term have no significant effect on crime rates. Poverty and unemployment in the long run have a significant effect on the crime rate. While the HDI has no significant effect both in the short and long term on the crime rate. (Kriminalitas merupakan perilaku melanggar hukum serta norma-norma sosial yang bisa dilakukan oleh siapapun serta memiliki konsekuensi bagi ekonomi suatu negara dan stabilitas kelembagaannya. Berdasarkan Global Peace Index Indonesia berada pada peringkat ke-47 sehingga bisa dikategorikan sebagai negara tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiskinan, pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta menggunakan metode Error Corection Model (ECM). Data yang diperoleh merupakan data sekunder yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode 2008-2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan dan pengangguran dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Kemiskinan dan pengangguran dalam jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Sedangkan IPM tidak berpengaruh signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap tingkat kriminalitas.)
Broadcasting Laboratory Impression Management Strategy in Building the Image of IAIN Bone Qudratulah; Rosniar; Wild Ananta
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.10453

Abstract

This research aims to examine the impression management strategy of the Broadcasting Laboratory in building the image of IAIN Bone. This research presents an image or image strategy that shapes IAIN Bone's reputation as an organization with impression management carried out by the organization through social media broadcasts. The research uses descriptive qualitative research methods. This research design uses a case study with a communication scientific approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, FGD, and documentation. Data analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The dominance of self-promotion strategies implemented by the Broadcasting Laboratory surpasses four other impression management strategies. Of course, this refers to the way branding image is built by highlighting positive things by mentioning the abilities they have. The ingratiation strategy carried out by the Broadcasting Laboratory further strengthens the characteristics of a humanist campus with an impression of attention from the audience because there are reasons to assess IAIN Bone such as Islamic, up to date, superior, humanist, and so on. Intimidation strategy, the video shown tries to get attention and is expected to give a favorable impression to the audience. The intimidation strategy is not widely implemented by the IAIN Bone Broadcasting Laboratory because it has the opportunity for conflicting arguments in cyberspace. In line with that, the Supplication strategy is also a strategy that is rarely used in the production of IAIN Bone Television and Radio Broadcasting Laboratory programs. The supplication strategy is considered a natural strategy that is rarely used by the “Sky News” production team to give a more natural impression of everything that happens at IAIN Bone. (Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi impression management Laboratorium Penyiaran dalam membangun Citra IAIN Bone. Penelitian ini menyajikan strategi gambaran atau kesan citra yang membentuk reputasi IAIN Bone suatu organisasi dengan impression management yang dilakukan oleh organisasi melalui siaran media sosial dengan. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan Studi kasus dengan pendekatan keilmuan Komunikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dominasi strategi self-promotion diterapkan Laboratorium Penyiaran melaempat strategi impression management yang lainnya. Tentu hal ini merujuk sebagaimana branding image dibangun dengan menonjolkan hal-hal yang positif dengan menyebutkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki. Strategi ingratiation yang dilakukan Laboratorium Penyiaran semakin memperkuat ciri khas kampus yang humanis dengan kesan yang perhatian dari khalayak karena adanya alasan untuk menilai IAIN Bone seperti Islami, up to date, unggul, humanis, dan sebagainya. Strategi intimidation, video yang ditayangkan berupaya mendapat perhatian dan diharapkan mendapat kesan yang disukai oleh khalayak. Strategi intimidation tidak banyak diterapkan oleh Laboratorium Penyiaran IAIN Bone karena memiliki peluang terjadinya konflik pertentangan argumentasi di dunia maya. Sejalan dengan itu, strategi Supplication juga strategi yang jarang dilakukan dalam produksi program Laboratorium Penyiaran Televisi dan Radio IAIN Bone. Strategi supplication dianggap wajar menjadi strategi yang jarang dilakukan oleh tim produksi Sky News untuk memberikan kesan yang lebih natural dari segala hal yang terjadi di IAIN Bone.)
Analisis Modal Sosial Terhadap Kinerja dan Produktivitas Bisnis Perempuan: Kajian UMKM di Kota Padang Elsa Widia; Sri Mona Octafia
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.10485

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) led by women have been able to contribute to the national economy, with more than half of MSMEs in Indonesia being operated by women. However, this contribution is still not maximized, as predominantly, women-led MSMEs in Indonesia operate on a small scale and have informal status. The dual role, at times, becomes a reason for them to choose a small scale, especially for women who also work as homemakers. Generally, research tends to focus on the overall performance of MSMEs without specific studies on social capital. There is very little research addressing women-led MSMEs and their actions. This study aims to explore the entrepreneurial concept implemented by women-led MSMEs, considering not only managerial capabilities but also social capital elements such as trust levels, mutual assistance, participation, and moral/cultural traditions. This research will analyze the role of social capital resources in women-led MSMEs in Padang City, specifically in the Koto Tangah sub-district, using qualitative analysis methods such as Descriptive Crosstabs Analysis and Binary Logistic Regression Analysis. Data will be obtained through questionnaires, interviews, and observations. The research results reveal that social capital is deemed capable of building a strong network and has the potential to enhance the performance of women-led MSMEs in Padang City. (UMKM Perempuan telah mampu berkontribusi pada perekonomian nasional bahkan diketahui lebih dari setengah UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun kontribusi tersebut masih belum maksimal, karena secara dominan UMKM perempuan di Indonesia berada pada skala yang kecil dan status informal. Peran ganda kadang kala juga menjadi suatu alasan mereka memilih di skala yang kecil, khususnya bagi UMKM perempuan yang juga berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pada umumnya penelitian hanya memfokuskan kinerja UMKM secara umum tanpa adanya kajian yang spesifik tentang modal sosial. Sangat sedikit penelitian yang membahas mengenai UMKM perempuan dan cara mereka bertindak. Penelitian ini akan membahas konsep kewirausahaan yang dilakukan oleh UMKM perempuan dengan memadukan tidak hanya masalah kemampuan managerial tapi juga terkait modal sosial seperti tingkat kepercayaan, tolong menolong, pastisipasi dan moral/adat istiadat. Penelitian ini akan menganalisis mengenai peran sumber daya modal sosial pada UMKM Perempuan di Kota Padang khususnya di Kecamatan Koto Tangah menggunakan analisis kualitatif seperti Analisis Deskriptif Crosstabs dan Analisis Regresi Binary Logistik. Data diperoleh melalui metode kuisioner, wawancara dan Observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa modal sosial dinilai dapat membangun sebuah jaringan yang kuat dan berpotensi dalam peningkatan kinerja UMKM Perempuan di Kota Padang.)
Performasi Al-Qur’an Dan Konstruksi Identitas: Tren Rumah Tahfiz Pada Masyarakat Muslim Urban Kota Jambi Moona Maghfirah; R. M. Syahrial; Lahmuddin
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.10582

Abstract

This research examines the interaction between the performative Qur’an and the urban Muslim community. It takes the phenomenon of tahfiz house that has grown massively in Kota Jambi. In general, previous studies spot the tahfiz house only as an institution for learning Al-Qur’an. This study seeks to see the tahfiz house as a change in the trend of Al-Qur’an reception in the urban Muslim community Kota Jambi landscape. Having had area studies as perspective, this study seeks to show the typical characteristics of the urban Muslim community on a regional scale in the capital of Jambi city. By applying the perspective of charismatic leadership and the Muslim middle class, this study elaborates on how agencies establish tahfiz house in Kota Jambi. This study shows that the agencies play major role in the history and development of tahfiz houses Kota Jambi. The agencies are Muslim middle class. Their dependence on charismatic authority was the initial trigger for its emergence in the society. Besides that, apart from getting religious practices following urban culture, the tahfiz house can also answer and solve the issues they are experiencing. Thus, this paper concludes that, on the one hand, the tahfiz house is historically an expression of the piety of the urban Muslim community, but at the same time, it also constructs the new religious identity of the agencies (Penelitian ini mengkaji tentang interaksi antara performasi Al-Qur’an dan masyarakat Muslim urban, dengan studi kasus fenomena rumah tahfiz yang berkembang masif di Kota Jambi. Secara umum, studi-studi sebelumnya melihat rumah tahfiz hanya sebagai lembaga pembelajaran Al-Qur’an. Penelitian ini berupaya melihat rumah tahfiz sebagai perubahan tren penerimaan Al-Qur’an dalam lanskap masyarakat Muslim urban Kota Jambi. Dengan mengambil kajian kawasan, penelitian ini berusaha untuk menunjukkan karakteristik yang khas dari masyarakat Muslim urban dalam skala regional Kota Jambi.Dengan menggunakan perspektif kepemimpinan karismatik dan kelas menengah Muslim, penelitian ini mengelaborasi bagaimana agensi bekerja dalam konteks pendirian rumah tahfiz di Kota Jambi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sejarah dan perkembangan rumah tahfiz di Kota Jambi disebabkan karena adanya faktor agensi. Satu hal yang menjadi sentral dalam penelitian ini adalah kelompok kelas menengah Muslim yang menjadi kekuatan di balik perkembangan rumah tahfiz di Kota Jambi. Kebergantungan mereka terhadap otoritas karismatik menjadi pemicu awal dari kehadiran rumah tahfiz tersebut di masyarakat. Selain karena mendapatkan praktik keagamaan yang sesuai dengan kultur urban, rumah tahfiz turut mampu menjawab dan menjadi solusi atas permasalahan dan kegelisahan yang tengah mereka alami. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa di satu sisi rumah tahfiz secara historis merupakan bentuk ekspresi kesalehan masyarakat Muslim urban, namun pada saat yang sama ia mengonstruksi identitas keagamaan baru agensinya.)
Muslim Students Consciousness to Use Halal Cosmetic Products at Semarang City, a psychological analysis Hayati, Mardiyan; Ahmad, Sriyono; Muthohar, Sofa
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v21i1.11164

Abstract

It is important to know the awareness of Muslimah students using halal cosmetics to protect Muslim consumers in the use of cosmetic products. This study aims to describe how consciousness of Muslim students at Semarang to use halal cosmetics. Researchers used mix-method qualitative-quantitative research methods with survey techniques. Sampling was done by using cluster random sampling technique at public and religious universities in Semarang City. Data collection techniques used questionnaire on 145 female students from 7 major universities in the city of Semarang. Last analysis used religious psychology. The results of the research have shown that their level of consciousness to carry out Islamic values ​​in daily life reaches 90.3%. The relationship between religious consciousness and the use of halal products among Muslim female students from both santri and non-santri in Semarang City is very high (71%) Thus, that attitude of students is included in self-directive religious consciousness category, namely religious behavior due to personal encouragement, and not affected by the environment.
Internalisasi Hadis Tarbawi dalam Media Sosial “Omar Hana” Sebagai Model Pendidikan Anak Islam di Indonesia Dwi Aryanti, Savira; Ubaidillah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v21i1.11367

Abstract

The development of hadith studies continues to experience dynamism, not only sanad and matan, but has developed into various trends of study from text to social media. Various innovations and creations of hadith literature began to emerge, such as Omar Hana's Islamic animated content. This research focuses on the internalization of hadith in Omar Hana's Islamic animation content as a way of Islamic child education, with the formulation of problems that include the interpretation of hadith in Omar Hana's Islamic animation content, aesthetic value, and its positive implications. The goal is to reveal the form of hadith reception in Omar Hana's Islamic animation in internalizing the Prophet's hadith as Islamic child education. The method used in the research is library research with the theory of reception introduced by Ahmad Rafiq, which refers to three steps, namely exegesis, aesthetic, and functional. This study found the first fact, that the hadith in Omar Hana's Islamic animation content is conveyed with song lyrics accompanied by typical children's backsound and displays the hadith translation at the end of the video. Second, the reception of the hadith text in the content of Omar and Hana uses aesthetic reception of hadith in the form of digitally animated visualization. While the hadith used is themed on daily practices from waking up to sleeping again by taking pieces of the matan of the hadith without including the sanad and the quality of the hadith. Functionally, the value of the teaching can be a medium for children's moral education although it is not representative enough in terms of the scientific discourse of hadith by mentioning the position of the status of hadith.
Empat Jalan Menuju Ketuhanan: Memahami Sumbu Filosofis Keraton Yogyakarta Dalam Perspektif Filsafat Kebudayaan Permadi, Danur Putut
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v21i1.12093

Abstract

Munculnya modernisasi membawa perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan sebuah masyarakat. Hal ini karena kebudayaan luar dapat masuk ke dalam kebudayaan lokal, yang kadangkala kebudayaan luar ini merubah atau bahkan menghapus kebudayaan lokal sebuah masyarakat. Akibatnya adalah banyak anggota masyarakat yang mulai tidak memahami kebudayaan lokal mereka. Realitas ini tentu dirasa miris, hal ini karena kebudayaan lokal seringkali memiliki nilai-nilai pengajaran bagi anggota masyarakatnya. Salah satu bentuk kebudayaan lokal yang sarat akan nilai ajarannya adalah konsep Sangkan Paraning Dumadi yang terdapat pada Sumbu Filosofis Keraton Yogyakarta. Sumbu ini adalah garis lurus yang menghubungkan Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, dan Tugu Yogyakarta. Penelitian ini fokus menganalisis Sumbu Filosofis pada Jalan Margautama, Jalan Maliabara, Jalan Margamulya, dan Jalan Pangurakan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai Keraton melalui perspektif filsafat kebudayaan dari van Peursen. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, disimpulkan bahwa empat jalan tersebut dalam tahap ontologis dimaknai sebagai “ilmu” mengenai bagaimana seorang Muslim mendekat kepada Allah. Dan pada tahapan fungsional, empat jalan tersebut oleh masyarakat setempat dimaknai sebagai lokasi bisnis. Dari yang semula dijadikan sebagai simbolisasi dakwah Islam, kemudian bergeser dijadikan sebagai lokasi bisnis.
Relasi Islam dan Budaya Lokal: Studi tentang Ritual Pengobatan Mongunom Manginano pada Masyarakat Buol Nugroho, Fajar
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v21i1.12134

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara Islam dengan budaya lokal, dalam hal ini adalah ritual pengobatan mongunom manginano pada masyarakat Buol. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus, merupakan suatu upaya penyelidikan terhadap fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan mulai dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman arsip serta sumber penunjang lainnya berupa buku dan artikel. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah mongunom manginano merupakan suatu ritual pengobatan tradisional yang dituturkan secara turun-temurun dan memiliki ciri khas yakni menggunakan simbol buaya dalam proses ritualnya. Kepercayaan masyarakat Buol terhadap ritual pengobatan mongunom manginano merupakan bentuk upaya terakhir untuk mencari kesembuhan, setelah melalui upaya medis namun belum berhasil. Prosesi ritual pengobatan mongunom manginano dalam pelaksanaannya menggunakan doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Ritual pengobatan mongunom manginano yang memiliki makna menyembuhkan orang yang sakit dan mewarisi serta melestarikan nilai-nilai leluhur sebagai suatu warisan sejarah.
Dunia tanpa Islam: Pergulatan Wacana Seputar Agama sebagai Sumber Konflik di Indonesia Muhammad Fakhruddin Al-Razi; Imam Amrusi Jailani
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v21i1.12137

Abstract

Although there is a lot of legitimacy that says no religion teaches hostility, in reality, conflict often colors religious life. The number of conflicts that arose and were related to religion has finally brought academic discourse to a struggle among thinkers related to the discourse of religion as a source of conflict. This article highlights the conflicts in Indonesia due to the discourse of thinkers. The article explores several related literature to illustrate how the discourse is debated. Some Qur'anic verses and their interpretations are also included to emphasize the author's argument and positioning in the discourse. At the national level, domestic thinkers are divided into two camps between those who say religion is a source of conflict and those who do not. At the international level, this discourse even reaches the assumption of religion, especially Islam, as a threat. Some Western thinkers have also proposed the idea of a world without Islam or even without religion. This article concludes that religious conflicts contain many complex elements so that religion cannot necessarily be used as a scapegoat for all problems. Moreover, the behavior of religious people will determine the face of religion in society, so improving religious behavior is the key rather than thinking of eliminating religion itself.