cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,170 Documents
Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dan Teknologi dalam Penguatan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Era Society 5.0 Irfan Hanafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dan teknologi dalam penguatan guru Madrasah Ibtidaiyah di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dan teknologi menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi perkembangan pendidikan di era digital. Implementasi pembelajaran berbasis teknologi mampu meningkatkan efektivitas, keterlibatan, dan motivasi belajar peserta didik, sekaligus memperkuat internalisasi nilai-nilai keislaman secara kontekstual. Namun demikian, integrasi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan literasi digital guru, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru menjadi faktor kunci melalui peningkatan literasi digital, pengembangan pedagogik berbasis teknologi, serta penguatan nilai spiritual. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus penjaga nilai (value guardian) dalam memastikan penggunaan teknologi tetap selaras dengan prinsip Pendidikan Agama Islam.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Dana Hibah Pembangunan Jembatan Kelompok Masyarakat (POKMAS) Dewan Daru (Studi Putusan Nomor: 69/Pid.Sus-Tpk/2025/Pn Sby) Intan Eka Permatasari Puswita; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana hibah merupakan salah satu bentuk penyimpangan yang sering terjadi dalam pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari keuangan negara. Dana hibah pada dasarnya diberikan untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan aksesibilitas masyarakat di daerah. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan dana hibah tidak jarang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang diberikan kewenangan untuk mengelola dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut. Penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga menghambat tercapainya tujuan pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana hibah pembangunan jembatan yang dilakukan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Dewan Daru serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku berdasarkan Putusan Nomor: 69/Pid.Sus-TPK/2025/PN Sby. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, bentuk penyimpangan dalam penggunaan dana hibah, serta penerapan ketentuan hukum pidana korupsi terhadap terdakwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa Maryam Faizah selaku Ketua Pokmas Dewan Daru terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan dana hibah pembangunan jembatan di Desa Banjar Billah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Dana hibah yang diterima Pokmas Dewan Daru dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp750.000.000 digunakan tidak sesuai dengan ketentuan dan tujuan pemberian hibah sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara. Dalam perkara tersebut, terdakwa dinyatakan bertanggung jawab atas penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban kegiatan pembangunan yang didanai melalui program hibah pemerintah daerah. Penelitian ini menemukan bahwa tindak pidana korupsi dilakukan melalui penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan dana hibah, pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana anggaran, serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Perbuatan tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara yang signifikan dan mengakibatkan tujuan pembangunan infrastruktur yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat tidak terlaksana secara optimal. Perkara ini juga menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program hibah dapat membuka peluang terjadinya penyimpangan dalam penggunaan dana publik. Secara yuridis, perbuatan terdakwa memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena terdapat penyalahgunaan kewenangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan terhadap penyaluran dan penggunaan dana hibah, peningkatan transparansi dalam pelaksanaan program pembangunan berbasis masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten terhadap pelaku penyimpangan guna mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.
Analisis Yuridis Putusan Kasasi Nomor 7055 K/Pid.Sus/2025: Konsistensi Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang dalam Kasus Rekayasa Jual Beli Emas Antam Suharyono Suharyono; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara yuridis Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 7055 K/PID.SUS/2025 yang menolak permohonan kasasi terdakwa Budi Said. Putusan ini memperkuat vonis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar 1.136 kilo gram (1,1 ton) emas Antam atau setara Rp1,07 triliun. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung secara konsisten menerapkan doktrin hukum pidana korupsi yang bersinggungan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Rekayasa diskon fiktif dalam transaksi emas tersebut dinilai sebagai perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara, bukan sekadar hubungan keperdataan jual beli biasa. Ketegasan ini menjadi preseden penting dalam menjaga integritas BUMN dan mempersempit celah bagi pelaku kejahatan kerah putih (white-collar crime) untuk menyamarkan hasil kejahatan lewat aset komoditas.
UU ITE sebagai Kebijakan Publik dan Implikasinya terhadap Kebebasan Berpendapat di Ruang Digital Indonesia Amanda Hendrilia Putri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang digital di Indonesia telah berkembang menjadi arena politik, kritik sosial, dan partisipasi politik. Namun, adanya peraturan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang merupakan revisi kedua dari UU Nomor 11 Tahun 2008, masih memicu diskusi karena beberapa ketentuan barunya yang dianggap berpotensi menimbulkan efek menahan terhadap kebebasan dalam mengekspresikan diri. Artikel ini menganalisis posisi UU ITE sebagai alat kebijakan publik dan pengaruhnya terhadap kebebasan berpendapat di ruang maya Indonesia dengan pendekatan studi kasus komparatif terhadap tiga kejadian hukum yang terjadi antara 2009 hingga 2026, yaitu kasus Prita Mulyasari, Bima Yudho Saputro, dan Laras Faizati. Analisis dibangun berdasarkan tiga landasan teoritis: konsep kebijakan publik Thomas R.Dye, jaminan kebebasan berpendapat dalam Pasal 28E UUD 1945 dan Pasal 19 ICCPR, serta konsep demokrasi digital Hague dan Loader. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun revisi UU ITE telah dilakukan sebanyak dua kali, sejumlah pasal yang bersifat multitafsir masih bertahan dan berpotensi digunakan sebagai instrumen Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP). Akibatnya, kebebasan berekspresi masyarakat di ruang digital belum sepenuhnya terlindungi, sehingga menimbulkan tantangan bagi penguatan demokrasi digital di Indonesia.
Larangan Riba dalam Hukum Ekonomi Syariah: Implementasi pada Produk Perbankan Syariah di Indonesia Dian Ayu Rachmawati; Nabila Syarifa Nada Suryandaru; Chintya Titis Alya Adinaya; Muhammad Satriyo Nugroho; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Larangan riba merupakan prinsip fundamental dalam hukum ekonomi syariah yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, dan ijtihad ulama, serta menjadi landasan utama operasional perbankan syariah di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis pengertian riba menurut sumber hukum Islam, implementasinya pada produk perbankan syariah, dan tantangan pembedaan antara riba dan keuntungan halal dalam praktik modern. Secara normatif, AlQur’an melalui QS. Al-Baqarah: 275 dan 278–279 secara tegas mengharamkan riba, diperkuat oleh QS. Ali Imran: 130 dan QS. Ar-Rum: 39 yang menolak tambahan yang bersifat zalim dan eksploitatif. Dalam fikih muamalah, riba dipahami sebagai tambahan yang disyaratkan dalam transaksi tanpa adanya imbalan (‘iwadh) yang sah. Implementasinya di Indonesia tampak pada penggunaan akad berbasis bagi hasil seperti mudharabah pada produk simpanan serta akad jual beli seperti murabahah pada pembiayaan, yang menggantikan sistem bunga dengan mekanisme risk sharing dan margin yang transparan. Namun, perkembangan industri perbankan modern menimbulkan tantangan konseptual dan praktis
Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana dalam Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang Tidak Sesuai dengan Prinsip Kehati-Hatian Perbankan (Studi Putusan Nomor: 86/Pid.Sus-TPK/2024/PN. Bdg) Jodi Ardiansyah; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip kehati-hatian (prudential banking principle) merupakan salah satu asas fundamental dalam penyelenggaraan kegiatan perbankan, khususnya dalam proses penyaluran kredit. Penerapan prinsip tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa setiap fasilitas kredit diberikan berdasarkan analisis yang objektif, didukung oleh data yang benar, serta memenuhi ketentuan internal bank dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila proses pemberian kredit dilakukan tanpa memperhatikan prinsip kehati-hatian, maka risiko terjadinya kredit bermasalah akan meningkat dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi lembaga perbankan maupun keuangan negara, terutama ketika bank yang bersangkutan merupakan badan usaha milik negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyimpangan dalam proses penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan fasilitas kredit mikro lainnya serta mengkaji pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku berdasarkan Putusan Nomor 86/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bdg. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap putusan pengadilan sebagai objek utama penelitian dengan didukung oleh ketentuan hukum mengenai tindak pidana korupsi, hukum perbankan, dan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkara ini berkaitan dengan proses penyaluran kredit di BRI Unit Cikaroya, Kabupaten Cianjur, yang dalam pertimbangan putusan dikaitkan dengan tindakan memprakarsai atau memutus kredit tanpa analisis dan evaluasi yang sesuai ketentuan, penggunaan dokumen perkreditan yang kebenarannya tidak dapat diyakini, penggunaan jasa perantara (percaloan) dalam pemberian kredit, serta manipulasi data atau keterangan yang berhubungan dengan kegiatan perkreditan. Majelis hakim juga menguraikan bahwa perbuatan tersebut dilakukan dengan menyalahgunakan kedudukan atau wewenang yang diberikan oleh perusahaan dan dikaitkan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan tertentu, sehingga mengakibatkan kerugian pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BRI Unit Cikaroya yang dalam perkara ini dihitung oleh auditor sebesar Rp1.052.683.808,00 terhadap 37 debitur yang memenuhi kriteria pemeriksaan. Penguatan sistem pengawasan internal, kepatuhan terhadap standar operasional pemberian kredit, dan penerapan prinsip kehati-hatian secara konsisten merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di sektor perbankan.
Program Pencak Silat Tapak Suci Di TPQ Al Mujahidin Tlodas Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara Tahun Pelajaran 2025/2026 Alvin Nikmatulloh; Muhtar Sofwan Hidayat; Sri Jumini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program pencak silat Tapak Suci di TPQ Al Mujahidin Tlodas, untuk mengetahui nilai-nilai moral yang dapat ditanamkan melalui pencak silat, khususnya perguruan tapak suci. Untuk mengidentifikasi apa saja dampak dari program pencak silat Tapak Suci yang mempengaruhi perilaku anak di kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif (lapangan), yaitu penelitian yang dilaksanakan secara alami untuk pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Subjek diperoleh dari kepala TPQ, pelatih pencak silat dan peserta didik. Teknik analisis dilakukan melalui proses reduksi data (Data Reduction), data display (Display data) dan analisis kompensial. Penerapan pencak silat Tapak Suci di TPQ Al Mujahidin Tlodas dilaksanakan dengan latihan yang konsisten. Program ini juga membentuk sikap sosial, kedisiplinan, serta penanaman nilai keagamaan dan filosofi Tapak Suci secara efektif, membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik melalui kegiatan yang terstruktur dan bernilai edukatif. Program Tapak Suci mampu mengembangkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, kepercayaan diri, kesopanan, dan rasa hormat, serta prinsip amar makruf nahi munkar.  pembiasaan spiritual, dan pemahaman filosofi Tapak Suci, peserta didik dibimbing menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab, Nilai-nilai moral yang ditanamkan melalui pencak silat adalah bertanggung jawab, pepercayaan diri, berani, mandiri, tidak mudah minder, serta mampu bersikap positif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Adapun dampak program pencak silat Tapak Suci terhadap prilaku anak dalam kehidupan sehari hari adalah kedisiplinan anak meningkat,lebih berani,mandiri, kepercayaan diri anak juga meningkat, lebih semangat dalam mengaji dan lebih semangat dalam beribadah kepada Allah SWT, serta memiliki ketahanan fisik yang prima.
Analisis Semiotik Desain Busana Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Sikalang Daharnis Daharnis; Kurnia Sholihat Nadra; Alifah Fajriatul Dalillah; Kori Nursa Islami; Laila Khairun Nisa; Rici Wulandari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain busana berbasis kearifan lokal merupakan bentuk representasi identitas budaya yang memiliki nilai estetika, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep desain busana Desa Sikalang, mengidentifikasi elemen visual yang digunakan, serta menganalisis makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika induktif. Sumber data penelitian berupa data visual dari dokumen desain busana yang mencakup motif, warna, bentuk, dan aksesoris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan melalui interpretasi tanda dalam perspektif semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain busana Desa Sikalang tersusun atas empat elemen utama, yaitu motif bunga dan dedaunan, palet warna earth tone, bentuk outer tanpa lengan, serta aksesoris tangkuluak dan bros. Keempat elemen tersebut terintegrasi sebagai representasi nilai budaya, sosial, dan lingkungan masyarakat.
Analisis Distribusi Dana BOS dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Al-Faqih Sumber Nyamplong Maulidya Mecca; Fauziyatus Silmi; Waqiatul Masrurah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Al-Faqih Sumber Nyamplong. Dana BOS merupakan program pemerintah yang berperan penting dalam mendukung pembiayaan operasional sekolah serta menjamin akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah pola distribusi, pemanfaatan, serta dampak dana BOS terhadap berbagai aspek mutu pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi dana BOS di SMP Al-Faqih dilakukan secara terencana melalui penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang melibatkan pihak sekolah dan komite, dengan pemanfaatan yang difokuskan pada kegiatan operasional pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pemeliharaan sarana prasarana, serta dukungan bagi siswa kurang mampu. Distribusi yang tepat sasaran memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan belajar, kompetensi tenaga pendidik, partisipasi siswa, serta prestasi akademik dan non-akademik. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan dana BOS, seperti keterlambatan penyaluran, keterbatasan nominal dana, serta kapasitas pengelola yang belum optimal, sehingga diperlukan strategi optimalisasi melalui perencanaan berbasis mutu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan. Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, dana BOS dapat berfungsi tidak hanya sebagai pendukung operasional sekolah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Melalui Pembelajaran kepada Siswa dalam Menangkal Hoaks Berbasis Edukasi Literasi Digital di SMA Pertiwi 1 Padang Dhea Syafira; Risma Fitri; Nova Via Fitri Yanti; Evani Nurul Malik; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat memungkinkan informasi tersebar dengan cepat melalui platform media sosial, sehingga menciptakan peluang bagi tersebarnya hoaks secara luas. Kalangan pelajar, sebagai pengguna media sosial yang aktif, sangat rentan terhadap fenomena ini akibat terbatasnya kemampuan literasi digital dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pemberdayaan siswa melalui edukasi literasi digital dalam menangkal hoaks di SMA Pertiwi 1 Padang, khususnya pada kelas XE 4. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan edukasi yang dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai ciri-ciri hoaks, kemampuan mengidentifikasi dan memverifikasi informasi, serta kesadaran terhadap etika bermedia sosial pasca intervensi edukasi. Siswa menunjukkan peningkatan berpikir kritis, beralih dari penerima pasif menjadi pengguna media yang aktif dan kritis, serta memperlihatkan perubahan perilaku yang mencerminkan prinsip ketahanan digital. Temuan ini mengisyaratkan bahwa edukasi literasi digital yang terstruktur berperan strategis dalam membekali siswa dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menavigasi lanskap informasi digital secara bertanggung jawab.