cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
PENGARUH TARIKAN PERGERAKAN KENDARAAN PADA KOMPLEK PERTOKOAN TERHADAP LALU LINTAS Teuku Fadrial Mahfud; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Banda Aceh is one of the cities with level of traffic jams interference relatively high. This is caused Banda Aceh as the province capital that is growing onto one of the major cities in Indonesia. Pante Pirak Suparmarket Area and Simpang Lima Shopping Centre are located in the centre of Banda Aceh has a fairly high-intensity activities. Refer to the these conditions then it should be Banda Aceh Goverment required traffic impact analysis (Andalalin) for each Shopping Centre constructions development, or the large scale activities center which a large contribution to increasing road capacity load Roads were reviewed in this thesis is Jalan Pante Pirak and Jalan T. Hamzah Bendahara. Traffic volume survey conducted two days, on work days (Monday) and off-days (Sunday) from 07.00 – 22.00 WIB. Based on research that has been done, the results of vehicles speed average that passing through this road is 36.5 Km/h, the degree of saturation (DS) not exceed 0.75, so it is not traffic jams yet. Andalalin conducted based on the impact caused by Pante Pirak Suparmarket and Simpang Lima Shopping Centre is at the time of vehicles coming in or out from this shopping centre area. That caused slowness vehicles speed that passing through the roads Pante Pirak and T. Hamzah Bendahara. Based on impositions analysis between the traffic volume that passing through Pante Pirak Supermarket and Simpang Lima Shopping Centre with the visitors number of Pante Pirak Supermarket costumers and Simpang Lima Shopping Centre are obtained assignment of 10.52% result of the Andalalin that has been done. Abstrak: Banda Aceh merupakan salah satu kota dengan tingkat gangguan lalu lintas yang relatif tinggi. Hal ini disebabkan karena Banda Aceh merupakan ibukota provinsi yang sedang berkembang menjadi salah satu kota besar di Indonesia. Kawasan Pante Pirak Swalayan dan Komplek Pertokoan Simpang Lima yang terletak di Pusat Kota Banda Aceh memiliki intensitas kegiatan yang cukup tinggi. Dari kondisi tersebut, maka sudah seharusnya Pemerintah Kota Banda Aceh mewajibkan membuat analisis dampak lalu lintas (Andalalin) untuk setiap pembangunan pusat perbelanjaan ataupun pusat kegiatan berskala besar yang mempunyai andil besar dalam penambahan pembebanan kapasitas jalan. Jalan yang ditinjau pada penelitian tesis ini adalah Jalan Pante Pirak dan Jalan T. Hamzah Bendahara. Survei volume dilakukan 2 hari, yaitu pada hari kerja (Senin) dan hari libur (Minggu) dari pukul 07.00 – 22.00 WIB. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil kecepatan rata-rata kendaraan yang melewati ruas jalan ini adalah 36,5 km/jam, derajat kejenuhan tidak melebihi 0,75 sehingga belum dikatakan macet. Andalalin yang dilakukan berdasarkan pengaruh yang ditimbulkan dengan adanya Pante Pirak Swalayan dan Pertokoan Simpang Lima ini adalah pada saat kendaraan yang masuk atau keluar dari Pusat Perbelanjaan ini, yang menyebabkan lambatnya laju kendaraan yang melewati ruas Jalan Pante Pirak dan Jalan T. Hamzah Bendahara. Berdasarkan analisa pembebanan antara volume lalu lintas yang melewati Pante Pirak dan Komplek Pertokoan Simpang Lima dan jumlah pengunjung Pante Pirak Swalayan dan Komplek Pertokoan Simpang Lima diperoleh pembebanannya sebesar 10,52% yang sudah dilakukan Andalalin. 
EVALUASI RANCANGAN ABUTMENT JEMBATAN SUNGAI DESA KENDALBULUR KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG Rohmawati, Restu Farina; Putra, Paksitya Purnama; Nurtjahjaningtyas, Indra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.24827

Abstract

Jembatan gantung sungai Desa Kendalbulur mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dipergunakan secara optimal. Pada tahun 2018, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung mulai merencanakan jembatan pengganti yang berupa jembatan kantilever dan selesai pada tahun 2021. Perencanaan berupa struktur atas, struktur bawah, dinding penahan tanah 1 (DPT-1) dan dinding penahan tanah 2 (DPT-2). DPT-1 berada di lereng kiri sedangkan DPT-2 berada di lereng kanan. Perencanaan struktur bawah, DPT-1, dan DPT-2 menggunakan data tahun 2018. Namun, pada tahun 2021 geometrik lereng pada sungai tersebut berubah, dan dilakukan penggalian pada kedalaman 3m dari atas lereng. Perubahan geometrik lereng ini berpengaruh terhadap stabilitas abutment dan DPT sehingga perlu dilakukan evaluasi. Sebelum melakukan evaluasi, pertama dilakukan perhitungan stabilitas lereng eksisting dengan menggunakan software geoslope dengan 3 kondisi lereng yaitu kondisi pada tahun 2018, tahun 2021, dan setelah penggalian. Evaluasi abutment dan DPT dilakukan dengan menghitung stabilitas terhadap guling, geser, daya dukung, dan overall pada kondisi setelah penggalian. Hasil perhitungan lereng eksisting menunjukkan bahwa lereng tersebut stabil. Hasil dari evaluasi abutment didapatkan bahwa abutment tidak aman terhadap stabilitas daya dukung pada saat terjadi gempa. Hasil evaluasi DPT-1 didapatkan bahwa DPT-1 aman terhadap guling, geser, dan daya dukung sedangkan DPT-2 tidak aman terhadap daya dukung.
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP KEPADATAN DAN NILAI CBR TANAH GAMBUT ABU TINGGI Yus Yudhyantoro
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: According to Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh (BPTP Aceh), peatland area in Aceh province has reached 144,000 ha spread in Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan and Aceh Singkil. In the category of the very soft soil, peat soils have very low bearing capacity. One of the actions needed to improve the properties of peat soils are stabilization. In this study, high ash peat soil obtained from Desa Lambalek, Aceh Jaya and lime stabilized with mixed variation of 4%, 8% and 12%. Tests were carried out referring to the ASTM method, consists of physical properties including moisture content, specific gravity, sieve analysis, ash and organic content, and testing of mechanical properties include compaction, CBR (California Bearing Ratio) and Swelling. The results showed the addition of lime 4% and 8%, resulting in a reduction CBR value of peat soil, but on a mixture of 12%, the CBR value increased to 176.51% for CBR Soaked and 139.70% for CBR Unsoaked and reduced 24.93% swelling value from initials conditions. Thus the effective peat soil stabilization at levels of 12% lime mixture.Keywords : peat soil, stabilization, lime, CBR, swellingAbstrak: Menurut data Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh (BPTP Aceh), luas lahan gambut di Provinsi Aceh saat ini mencapai 144.000 ha yang tersebar di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil. Dalam kategori sebagai tanah sangat lunak (very soft soils), tanah gambut memiliki daya dukung yang sangat rendah. Salah satu tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah gambut yang kurang menguntungkan adalah stabilisasi. Dalam penelitian ini, tanah gambut abu tinggi diperoleh dari Desa Lambalek, Aceh Jaya dan distabilisasi kapur dengan variasi campuran 4%, 8% dan 12%. Pengujian yang dilakukan mengacu kepada metode ASTM, terdiri dari pengujian sifat-sifat fisis yang meliputi kadar air, berat spesifik, analisis saringan, kadar abu dan kadar organik, dan pengujian sifat-sifat mekanis meliputi Pemadatan, CBR (California Bearing Ratio) dan Pengembangan (Swelling). Hasil penelitian menunjukkan penambahan kapur 4% dan 8% mengakibatkan pengurangan nilai CBR tanah gambut, tetapi pada campuran 12%, nilai CBR meningkat 176,51% untuk CBR Soaked dan 139,70% untuk CBR Unsoaked dan nilai pengembangan berkurang 24,93% dari kondisi awalnya. Dengan demikian stabilisasi tanah gambut efektif pada kadar campuran kapur 12%.Kata kunci : tanah gambut, stabilisasi, kapur, CBR, pengembangan.
FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PRECAST TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH Z, Rusli; Afifuddin, Mochammad; Rani, Hafnidar Abd
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10045

Abstract

Abstract: This study aims to determine the factors to be considered in the application of precast technology in building construction projects in the city of Banda Aceh, and to analyze the relationship and influence between factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh. This study uses a questionnaire distributed to the field of building construction company, ranging from qualifying M1, M2, and B1. The results showed that factors into consideration precast technology application in building construction projects in the city of Banda Aceh is a factor with a mean time of 4.179, with mean 4,172 quality considerations, cost considerations with a mean of 4.168 and 4.165 with mean special consideration. Relationship factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh, all of them have a very high partially with Pearson correlation coefficient values between 0.800 to 1.00. Influence factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh, the most influential factor is the consideration of time, with significant value 0.003 0.05. This suggests that if the consideration time factor is increased, then the performance of the project of construction of buildings in Banda Aceh will increase.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penerapan teknologi precast pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, serta menganalisis hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada perusahaan kontraktor bidang gedung, mulai dari kualifikasi M1, M2, dan B1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi pertimbangan penerapan teknologi precast pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh adalah faktor pertimbangan waktu dengan mean 4,179, pertimbangan mutu dengan mean 4,172, pertimbangan biaya dengan mean 4,168 dan pertimbangan khusus dengan mean 4,165. Hubungan faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, semuanya memiliki hubungan yang sangat tinggi secara parsial dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,800-1,00. Pengaruh faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, yang paling berpengaruh adalah faktor pertimbangan waktu, dengan nilai signifikansi 0,003 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa apabila faktor pertimbangan waktu ditingkatkan, maka kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh akan semakin meningkat.
PENGARUH LAMA RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN ASPAL PEN.60/70 YANG DISUBSTITUSI LIMBAH ETHYLENE VINYL ACETATE (EVA) Rizal Fahmi; Sofyan M. Saleh; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: in 2010 until 2012 occurs wave and abrasion in coastal areas of aceh province. The phenomenon is caused by global climate change, so can the immersion of sea water on highways. sea water immersion can be lower the durability index of asphalt concrete wearing course (AC-WC) mixture after immersion in a long time, thus to damage the pavement like crack caused the sea water immersion and traffic conditions. Alternatives to minimize the damage by using waste polymers Ethylene Vinyl Acetate (EVA) in AC-WC mixture as subtitution asphalt. EVA polymer waste used is slippers, mattress and float tools of fishermen. This research is conducted to find out the Durability Index of asphalt mixture with percentage substitution of EVA polymer waste at 0.0%, 1.5%, 2.5%, 3.5%, 4.5%, 5.5% and 6.5% in asphalt, so the influence of long time sea water immersion continuos for 30 minutes, 12 hours, 24 hours, 36 hours, 48 hours, 60 hours and 72 hours at 60oC temperature. Durability Index of mixture is observation based on indicators Index of Retained Stability (IRS) and Deformation Stability Index, i.e. the First Durability Index (FDI), Second Durability Index (SDI), the Absolute Values of The Equivalent Loss or Retained Marshall Stability (RMS). The results showed the longer time immersion of sea water can decrease the Durability Index values of asphalt concrete with and without substitution EVA waste. The best asphalt concrete mixture with substitution EVA waste is obtained at 2.5% EVA substitution with value durability index (RMS) it was 91.40% greater than 90% based on the specifications of the Bina Marga 2010 at which time immersion during 72 hours, while in other substitution percentages do not meet specifications with the same immersion time period. Abstrak: Pada tahun 2010 s.d 2011 terjadi gelombang pantai dan abrasi di daerah pesisir pantai provinsi aceh. Fenomena tersebut disebabkan oleh perubahan iklim global, sehingga terjadi genangan air laut pada jalan raya. Genangan air laut dapat menurunkan indeks durabilitas campuran aspal setelah terendam dengan waktu yang lama, sehingga terjadi kerusakan pada perkerasan berupa retak yang sebabkan oleh rendaman air laut dan kondisi lalu lintas. Alternatif untuk meminimalisir kerusakan dengan menggunakan limbah polimer Ethylene Vinyl Acetate (EVA) pada campuran Laston (AC-WC) sebagai pensubtitusi aspal. Limbah polimer EVA yang digunakan berupa sandal, matras dan alat apung nelayan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Indeks Durabilitas campuran yang disubstitusi dengan persentase limbah polimer EVA sebesar 0,0%, 1,5%, 2,5%, 3,5%, 4,5%, 5,5% dan 6,5% terhadap berat aspal, serta pengaruh lama waktu rendaman air laut secara berkala selama 30 menit, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam dan 72 jam pada suhu 60oC. Tinjauan Indeks Durabilitas campuran berdasarkan indikator Index of Retained Stability (IRS) dan Stability Deformation Index, yaitu Indek Durabilitas Pertama (IDP), Indeks Durabilitas Kedua (IDK), Nilai Absolut Ekivalen Kekuatan Tersisa (Sa) atau Retained Marshall Stability (RMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama rendaman air laut pada campuran Laston nilai Indeks Durabilitas cenderung menurun dengan dan tanpa substitusi limbah EVA. Campuran Laston dengan substitusi limbah EVA terbaik diperoleh pada persentase substitusi limbah EVA 2,5% dengan nilai Indeks durabilitas (RMS) yaitu 91,40% lebih besar dari 90% berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 pada waktu rendaman selama 72 jam, sedangkan pada persentase substitusi lainya tidak memenuhi spesifikasi dengan durasi waktu rendaman yang sama.
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN CANGKANG LOKAN DAN ABU SABUT KELAPA SEBAGAI PENGGANTI FILLER Veranita, Veranita; Tripoli, Bambang; Kesuma, Hadi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i1.14337

Abstract

Abstrak: Disepanjang pesisir pantai Aceh Barat banyak terdapat perkebunan kelapa rakyat. Selama ini masyarakat memanfaatkan buah kelapa ini hanya sebatas menjadikan kopra, minyak kelapa dan sebagai minuman, sedangkan sabut kelapa belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Dalam hal ini peneliti mengiinginkan pemanfaatan sabut kelapa dijadikan filler untuk campuran aspal. Selain panjang pantai yang cukup luas diwilayah Aceh Barat juga terdapat sungai dan rawa yang cukup panjang yang juga dapat menjadi sumber pendapatan perekonomian masyarakat dari budidaya lokan sungai. Lokan banyak dikonsumsi untuk makanan, sedangkan cangkang lokan masih belum optimal pemanfaatannya. Peneliti mencoba untuk memanfaatkan cangkang lokan ini dijadikan sebagai filler untuk campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran aspal beton dengan menggunakan abu cangkang lokan dan abu sabut kelapa sebagai filler. Metode yang digunakan adalah bina marga, dengan membuat dua pengujan. Pengujian pertama dengan variasi semen dan abu cangkang lokan 20:80% dan 50:50%. Pengujian kedua adalah variasi semen dan abu sabut kelapa dengan perbandingan 60:40% dan 50:50%. Kadar aspal optimum yang didapat dari pengujian variasi 1 yaitu 4,1% dan 4,9%. Dari variasi 2 didapat kadar aspal optimum sebesar 4,8% dan 4,7%. Pengunaan dari variasi filler semen dan abu cangkang lokan didapat nilai stabilitas lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan sabut kelapa, hal ini menunjukan bahwa pengunaan variasi filler abu cangkang lokan dapat dikatakan lebih baik jika digunakan pada lalu lintas yang berat.Kata kunci : karakteristik, aspal beton, filler, abu cangkang lokan, abu sabut kelapa
ANALISA STABILITAS LERENG PADA PEMOTONGAN BUKIT TOWER PLN 47F DESA PALOH KRUENG GEUKUH ACEH UTARA Banta Chairullah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article report and discussed about analysis result of slope stability of PLN  hill Tower 47F at location Paloh village Krueng Geukuh Aceh Utara.  The tower was built a long time ago on top level of natural hills and in safe condition until now. The study carried out because of hill area out side of tower site 15x15 m will be cut by owner, so that the slope will be sheer and different level toe and top hill will be 15 meters. The analysis methode in this slope stability is used shear strength reduction with finite element methode (SSR-FEM)- PLAXIS 7.2. Computation is carried out with arrange slope variable treatment, with assumption any addition and without addition land area boundaries existing site. The hillside is loaded with point load foundation 100 kN base on the construction tower load. The analysis result indicate that without addition land site, cutting slope of  existing hill cause unsafe slope stability of tower hill. If site expandable 2x10 m become to 35x35m, the slope stability will be safe at slope 78o until to 85o. When addition land site less than 2x10 m, slope will be still safe if at toe of  slope built a kind of gravity retaining wall.Keywords : slope stability, landslide, finite elementAbstrak: Tulisan ini melaporkan dan membahas hasil analisa terhadap lereng bukit tower PLN 47F yang berlokasi di desa Paloh Krueng Geukuh Aceh Utara. Tower PLN 47F tersebut telah dibangun lama di atas sebuah bukit alam dan sampai saat ini dalam kondisi lereng yang cukup aman. Analisa ini dilakukan karena adanya rencana pemotongan bukit milik masyarakan setempat di luar lahan tapak tower 15x15 m sehingga lereng akan menjadi lebih curam dengan beda elevasi puncak dan kaki 15 m . Metode analisa stabilitas lereng yang digunakan dalam studi ini adalah teknik reduksi kekuatan geser metode elemen hingga (SSR-FEM) dengan program PLAXIS. Perhitungan dilakukan dengan mengatur variabel slope lereng, dengan asumsi adanya tambahan perluasan  maupun tanpa ada perluasan lahan  tapak tower. Lereng dibebani oleh beban terpusat pondasi 100 kN sesuai dengan distribusi beban konstruksi tower.  Hasil analisa menunjukkan bahwa tanpa adanya penambahan lahan tapak tower, pemotongan lereng bukit akan membahayakan kestabilan lereng tower. Jika lahan tapak ditambah 2x10 menjadi lahan berukuran 35x35 m, maka lereng bukit tower akan tetap stabil  pada sudut lereng 78o sampai 85o. Jika penambahan lahan  tapak kurang dari 2x10 m, lereng baru akan aman bila pada kaki lereng dipasang dinding penahan tanah (retaining wall) jenis dinding gravitasi..Kata kunci : stabilitas lereng, longsor,  elemen  hingga
EVALUASI MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS PADA RUAS JALAN KUALA TUHA - LAMIE Zahroel Barady; Muhammad Isya; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Roads Kuala Tuha - Lamie which located in Nagan Raya Regency is the alternative roads of cross South West in addition to the existing road of Kuala Tuha - Simpang Peut - Lamie. These alternate roads through the coastline has a total length of approximately 47.6 km. Bearing in mind the existing roads through mountainous areas with a total length of about 49.5 km and has 1.9 km distance difference. This research aims to analyze the economic feasibility of transport based on the Consumer Surplus method, public perception and analysis of sensitivity to the construction feasibility of alternative roads. The methods used to analyze the economics of transportation is the Pacific Consultant International (PCI). The results of the data analysis, the average trip time required for existing roads is 1.26 hours and alternative roads is 1.06 hour trip each time, so has the benefits of saving time from this alternative road construction is 0.20 hours for one trip. Savings time value of 23,828 IDR/hr for passenger cars, Rp. 157,812 IDR/hr for buses and 16,344 IDR/hr for trucks, while for VOC 387 IDR/km for passenger cars, 1,818 IDR/km for buses and 1,438 IDR/km for trucks. Based on the economic evaluation of road construction at the 14th year (year 2031) since the road opened already meet the standard economic feasibility with a discount rate of 10% and 12%. On discount rate 10% obtained the value of BCR and NPV is 1.24 and 39,270,069,000 IDR, at a discount rate of 12% obtained the value of BCR and NPV is 1.09 and 13,418,889,000 IDR, and the EIRR value obtained on the discount rate 13.31% or on the value of NPV = 0. There is a sensitivity analysis of parameters of NPV discount rate 10% the greatest value on the scenario I and most low on scenario VI, BCR parameter discount rate 10% and IRR the greatest value on the scenario VII and most low on the scenario I.Abstrak: Ruas jalan Kuala Tuha – Lamie terletak di Kabupaten Nagan Raya merupakan jalan alternatif lintas Barat Selatan selain ruas jalan eksisting Kuala Tuha – Simpang Peut – Lamie. Ruas jalan alternatif ini melalui pesisir pantai mempunyai panjang total sekitar 47,6 km. Mengingat ruas jalan eksisting yang melalui daerah pegunungan dengan panjang totalnya sekitar 49,5 km mempunyai selisih jarak 1,9 km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi transportasi berdasarkan metode Consumer Surplus, persepsi masyarakat dan analisis sensitivitas terhadap kelayakan pembangunan ruas jalan alternatif. Metode yang digunakan untuk menganalisis ekonomi transportasi adalah dengan metode Pacific Consultant International (PCI). Hasil analisa data waktu perjalanan rata-rata yang dibutuhkan untuk ruas jalan eksisting adalah 1,26 jam dan untuk ruas jalan alternatif adalah 1,06 jam setiap kali perjalanan, sehingga mempunyai manfaat penghematan waktu dari pembangunan jalan alternatif ini adalah 0,20 jam setiap kali perjalanan. Penghematan nilai waktu sebesar Rp. 23.828/jam untuk mobil penumpang, Rp. 157.812/jam untuk bus dan Rp. 16.344/jam untuk truk, sedangkan untuk BOK sebesar Rp. 387/km untuk mobil penumpang, Rp. 1.818/km untuk bus dan Rp. 1.438/km untuk truk. Berdasarkan evaluasi ekonomi pembangunan jalan ini pada tahun ke 14 (tahun 2031) sejak jalan dibuka sudah memenuhi standard kelayakan ekonomi dengan discount rate 10% dan 12%. Pada discount rate 10% didapat nilai BCR 1,24, NPV Rp. 39.270.069.000, pada discount rate 12% didapat nilai BCR 1,09, NPV Rp. 13.418.889.000, dan nilai EIRR didapat pada discount rate 13,31% atau pada nilai NPV = 0. Analisis sensitivitas terdapat parameter NPV discount rate 10% nilai yang paling besar pada skenario I dan paling rendah pada skenario VI, parameter BCR discount rate 10% dan IRR nilai yang paling besar pada skenario VII dan paling rendah pada skenario I.
PENGARUH SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT DAN ADITIF TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI Muhammad Zacky Ardhyan; Teuku Budi Aulia; Muttaqin Hasan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The development of concrete technology is absolutely necessary at this time, is related to the many requests from buildings with large mass and a storey. One of them is the development in the field of high-quality concrete. Composing materials that consist of cement concrete, split, sand, water and other additives with good quality is absolutely necessary in the manufacture of high-quality concrete. Speaking about the split and sand, we definitely know the impact it has on the watershed on mining was done. For that we need research on the use of alternative materials to replace sand and split in the manufacture of high-quality concrete. Natural pozzolan sand and palm shell crust combustion products can be used to replace sand and split. The use of natural pozzolan sand and slag from the burning of palm shells on the manufacture of high-quality concrete is expected to produce high-quality concrete quality and cheap. The research objective is to analyze the effect of the use of combustion waste palm shells and sand natural pozzolan as a substitute for sand aggregate as well as the use of ash as a pozzolan cement replacement additives. In this study, the percentage of usage of alternative aggregate as much as 10%, 20%, 30%, 40% and 50% of the total aggregate needed. Gray sand for use as a pozzolan cement replacement additives as much as 5%, 10% and 15% of the total cement used. Concrete mix is planned to hold the load pressure of 70 MPa with a total cement consumption of 600 kg / m3. Superplasticizer used is viscocrete 10. From the results of experimental studies use chunks of palm shells and sand pozzolan as a substitute as well as the use of pozzolan ash as an additive can improve the compressive strength. The percentage of optimum use of palm shells as a substitute chunks of coarse aggregate and sand pozzolan as a substitute fine aggregate is 10%, while the percentage of optimum use of ash as a pozzolan additive is 10%.Keywords : High Strength Concrete, Boulders Palm Shells, Shell Fragments Palm, Pozzolan Sand, Pozzolan Ash, SuperplasticizerAbstrak : Perkembangan dari teknologi beton saat ini mutlak diperlukan, ini terkait dari banyaknya permintaan bangunan dengan massa yang besar dan berlantai banyak. Salah satunya adalah perkembangan dibidang beton bermutu tinggi. Material penyusun beton yang terdiri dari semen, split, pasir, air dan zat additive dengan kualitas yang baik mutlak diperlukan pada pembuatan beton bermutu tinggi. Berbicara tentang split dan pasir, kita pasti mengetahui dampak yang ditimbulkan bagi daerah aliran sungai atas penambangan yang dilakukan. Untuk itu diperlukan penelitian tentang pemakaian material alternatif untuk menggantikan posisi pasir dan split pada pembuatan beton bermutu tinggi. Pasir pozzolan alami dan kerak hasil pembakaran cangkang sawit dapat dipakai untuk menggantikan pasir dan split. Penggunaan pasir pozzolan alami dan kerak dari hasil pembakaran cangkang sawit pada pembuatan beton bermutu tinggi diharapkan dapat menghasilkan beton bermutu tinggi yang berkualitas dan murah. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh penggunaan limbah hasil pembakaran cangkang sawit dan pasir pozzolan alami sebagai pengganti agregat serta penggunaan abu pasir pozzolan sebagai aditif pengganti semen. Pada penelitian ini persentase pemakaian agregat alternatif sebanyak 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari total agregat yang dibutuhkan. Untuk pemakaian abu pasir pozzolan sebagai aditif pengganti semen sebanyak 5%, 10% dan 15% dari total semen yang dipakai. Campuran beton direncanakan untuk menahan beban tekanan sebesar 70 MPa dengan total pemakaian semen sebanyak 600 kg/m3. Superplasticizer yang dipakai adalah viscocrete 10. Dari hasil kajian eksperimental pemakaian bongkahan cangkang sawit dan pasir pozzolan sebagai substitusi serta pemakaian abu pozzolan sebagai aditif dapat meningkatkan nilai kuat tekan. Persentase optimum pemakaian bongkahan cangkang sawit sebagai substitusi agregat kasar dan pasir pozzolan sebagai substitusi agregat halus adalah sebesar 10%, sedangkan untuk persentase optimum pemakaian abu pozzolan sebagai additif adalah sebesar 10%.Kata kunci : Beton, Bongkah Cangkang Sawit, Pecahan Cangkang Sawit, Pasir Pozzolan, Abu Pasir Pozzolan, Superplasticizer.
PREDIKSI KUAT TEKAN BETON KINERJA TINGGI DENGAN PEMODELAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) Afifuddin, Mochammad; Nafira, Dora; Fachrurrazi, Fachrurrazi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v10i2.22969

Abstract

Beton menjadi pilihan utama dalam pembangunan struktur dikarenakan kekuatan tekan yang dihasilkannya tinggi. Dibutuhkan metode yang tepat dalam memprediksi kuat tekan beton sehingga dapat mempermudah perencanaan campuran beton sebelum dilakukannya pengujian laboratorium. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model untuk memprediksi kuat tekan dengan metode artificial neural network (ANN). Data yang digunakan berupa data kuat tekan beton hasil pengujian laboratorium yang dikumpulkan oleh Yeh (1998). Campuran beton terdiri dari semen, air, agregat halus, agregat kasar yang dikelompokkan menjadi 3 model berdasarkan aditif yang digunakan yaitu model ANN-A dengan aditif blast furnace slag, fly ash, dan superplasticizer, model ANN-B dengan aditif blast furnace slag dan model ANN-C dengan aditif blast furnace slag dan superplasticizer. Pemodelan ANN dilakukan dengan menggunakan software MatLab R2021a. Pemodelan dilakukan dalam dua tahap yaitu training menggunakan 80% jumlah data dan validasi menggunakan 20% jumlah data. Hasil dari pemodelan menunjukkan ketepatan prediksi dapat dilihat pada nilai mean absolute persentage error (MAPE) yang dihasilkan. Nilai MAPE pemodelan berturut-turut model ANN - A, B dan C pada training sebesar 1,40%; 2,43% dan 1,43% serta pada validasi sebesar 13,44%; 13,68% dan 14,58%. Hasil penelitian menunjukkan pemodelan ANN dapat digunakan untuk memprediksi kuat tekan beton kinerja tinggi dengan tingkat ketepatan yang baik.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue