cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 95 Documents
PEMBERDAYAAN DAN KEMANDIRIAN KESEHATAN UNTUK KAUM DISABILITAS DI SEKOLAH LUAR BIASA B (KATEGORI TUNARUNGU) KARYA KASIH KOTA AMBON Korneles Balak; Cornelly Marietje A Lawalata
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.910

Abstract

Penyandang cacat atau disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban dan peran yang sama dengan masyarakat Indonesia lainnya di segala aspek kehidupan. Susenas 2012 menyebutkan bahwa prevalensi penduduk Indonesia dengan disabilitas sebesar 2,45%. Penyandang disabilitas mengalami gangguan fungsi motorik dan kognitif juga mempengaruhi kemampuan dalam melakukan beberapa aktifitas perawatan diri. Sekolah Luar Biasa Atau SLB B Karya Kasih kecamatan Sirimau Kota Ambon, adalah sekolah yang menampung kurang lebih 25 siswa atau kaum disabilitas jenis tunarungu di kota Ambon.. Potensi jumlah kaum disabilitas di sekolah ini yang telah dibuka sejak Tahun 1990 harus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal ini dilihat dari permasalah yang dialami oleh Kaum Disabilitas di SLB B Karya Kasih ini adalah 1; Belum dilakukannya secara rutin pemerikasaan kesehatan bagi kaum disabilitas sehingga dapat terdeteksi dini penyakait yang diderita 2; Belum terpenuhinya gaya hidup bersih bagi Kaum Disabilitas yang menuju pada kemandirian perilaku hidup bersih dan sehat. Dari masalah ini maka solusi yag ditawarkan adalah 1; Melakukan pemeriksaan kesehatan bagi kaum Disabilitas melalui pemeriksaan kesehatan gigi, kuku, rambut, deteksi dini cacingan. 2; Melakukan sosialsasi tentang PHBS secara verbal dan visual untuk mendorong potensi diri anak dalam menjaga kesehatan disabilitas baik fisik maupun Psikhis.
REVITALISASI JALAN LINGKUNGAN PADA RT 003/RW 04 KELURAHAN RIJALI KOTA AMBON Nusye Mozes Yohannes Lewaherilla; Charles Johandersson Tiwery
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.385

Abstract

Pembangunan jalan lingkungan merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur desa berbasis masyarakat. Tujuan pembangunan infrastruktur desa/kecamatan berbasis masyarakat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan peran serta masyarakat desa dalam pembangunan serta menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi permasalahan dan penyediaan infrastruktur perdesaan. RT 003/RW04 merupakan daerah yang terletak di pusat kota Ambon tepatnya di Keluarahan Rijali depan Kantor DPRD Kota Ambon, secara khusus jalan lingkungan ini menjadi sesuatu yang prioritas bagi warga setempat karena merupakan jalur akses ke pusat pendidikan, pemerintahan maupun pusat peribadatan yang ada disekitar. Perbaikan jalan lingkungan RT003/RW04 ini disebabkan oleh konstruksi jalan yang sudah mengalami keretakan atau hancur serta sering tergenang air pada saat musim hujan Berdasarkan penjelasan diatas, maka tujuan yag ingin dicapai adalah memperbaiki atau merevitalisasi jalan lingkungan RT 003/RW04 untuk layak pakai sesuai standar mutu SNI dan layak untuk digunakan, serta merasa aman dan nyaman bagi warga dan pergerakan arus lalu lintas. Dari hasil sosialisasi dengan warga diketahui beberapa masalah antara lain : (1) Jalan setapak beton yang dilalui warga selama ini sudah cukup rusak dan tidak aman dilewati apalagi saat hujan turun; (2) Saluran Drainase sudah banyak yang mengalami rusak sehingga limbah rumah tangga merembes masuk ke dalam tanah dan juga memberi dampak bau yang tidak sedap bagi lingkungan. Berdasarkan masalah diatas maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra RT003/RW04 adalah (1) Masyarakat mengenal lebih dekat pengetahuan tentang apa itu beton normal atau beton non struktural secara teknis; (2) Mitra juga mengetahui tentang proporsi campuran beton normal sesuai SNI; (3) Mitra di belajarkan tentang pengaruh prosentase kandungan air dalam campuran beton terhadap kualitas atau mutu beton. Luaran kegiatan ini telah dipublikasikan pada media massa elektronik Harian Spektrum dan media massa online Maluku terkini (https://www.malukuterkini.com/2019/12/16/pkm-ukim-revitalisasi-jalan-lingkungan-kelurahan-rijali/) dan Video kegiatan ini telah di upload pada chanel YouTube (https://www.youtube.com/watch?v=YyKBYD8OKe4t=7s)
LITERASI INFORMASI SD INPRES 52 LAWENA, DESA HUTUMURI, KECAMATAN LEITIMUR SELATAN, KOTA AMBON, PROVINSI MALUKU Demsy Wattimena; Marleen Muskita
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.885

Abstract

Kota Ambon tepatnya di Desa Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan merupakan salah satu dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Ambon. Kemajuan teknologi informatika membuat Masyarakat Hutumuri memilih televisi dan internet khususnya media sosial sebagai sumber hiburan. Televisi dalam melakukan siaranya menggunakan frekuensi milik publik dan seharusnya diperuntukan untuk kemajuan dan perkembangan masyarakat terkususnya siswasiswa SD Inpres 52 Lawena menuju hal positif [6]. Kondisi ini juga terjadi pada Siswa-siswi SD Inpres 52 Lawena Hutumuri. SD Inpres ini merupakan salah satu dari Sekolah Dasar yang berada di Desa Hutumuri. Jumlah siswa sebanyak 104 orang dengan rincian siswa kelas 1 19 orang, kelas 2 16 orang, kelas 3 12 orang, kelas 4 13 orang, kelas 5 17 orang dan kelas 6 27 orang. Jumlah keseluruhan guru pada SD Inpres 52 Lawena Hutumuri berjumlah 16 orang yang terdiri dari 14 guru tetap pegawai negeri sipil (PNS), dan 2 orang guru tidak tetap (GTT). Fasilitas sarana prasana di SD Inpres 52 Lawena Hutumuri antara lain ruang kelas tempat belajar dan perpustakaan tempat untuk membaca buku ketika jam istirahat Kondisi yang ada pada saat ini menunjukan bahwa setiap hari siswa diberi kesempatan untuk belajar atau membaca buku, menghitung pada saat waktu belajar maupun waktu istirahat dan itu terjadi setiap hari ketika sekolah beraktifitas. masalah yang di hadapi calon mitra seperti : 1Kurangnnya Penguatan Literasi Media Digital (Melek Media), Pemanfaatan media internet dan televisi hanya sebgai hiburan belum sebagai sumber informasi, sumber pengetahuan, sumber belajar apalagi sebagai sumber pengembangan bakat dan kreativitas, 2Tidak ada kartu perpustakaan, buku tamu bagi siswa dan guru yang hendak masuk untuk melakukan aktifitas membaca dalam ruang perpustakaan tersebut.
PEMBERDAYAAN POTENSI ALAM DENGAN PEMBUATAN PRODUK BERUPA TEPUNG PISANG DAN SELEI PISANG DI DESA EWIRI, BURU SELATAN Selsily, Wendel H.
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1232

Abstract

Sumber Daya Alam (SDA) adalah segala sesuatu yang bisa diambil atau dimanfaatkan dari alam karena memiliki nilai manfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desa Ewiri merupakan salah satu desa yang dijadikan tempat pelaksanaan KKN Universitas Kristen Indonesia Maluku Kegiatan KKN di Desa Ewiri bertajuk pada pemberdayaan potensi alam berbasis kearifan lokal. Ketidakseimbangan hasil alam yang dihasilkan dengan pengembangan produk dalam hal ini yaitu pisang, maka sebagian besar masyarakat Ewiri hanya menjual mentah hasil alam mereka dengan harga yang murah. 1. Tahap Persiapan a. Berdiskusi dengan Perangkat Desa dan Ibu-Ibu PKK yang ada di Desa Ewiri terkait pelatihan yang akan dijalankan b. Tim KKN melakukan pendekatan dengan KMJ Ewiri guna izin berkegiatan dengan Wadah Pelayanan Wanita Jemaat GPM Ewiri dan melakukan penyuratan kepada masing-masing Ketua Sektor Wadah Pelayanan Wanita. c. Tim KKN melakukan pembagian tugas untuk pelaksanaan kegiatan dan persiapan alat dan bahan. 2. Tahap Pelaksanaan a. Ibadah bersama Wadah Pelayanan Wanita b. Penjelasan singkat terkait tujuan dan proses kegiatan yang akan dijalankan dalam pelatihan pembuatan tepung pisang dan selei pisang c. Melakukan kegiatan pelatihan dengan mempraktekan langsung pembuatan tepung pisang dan selei pisang. 3. Tahap Evaluasi Program. Program ini akan dievaluasi tingkat keberhasilan dan keberlanjutannya oleh tim baik pada saat pelaksanaan program maupun saat tim telah selesai mengerjakan tugasnya. Berdasarkan kesepakatan Tim bersama dengan mitra, maka hasil pelaksanaan kegiatan di Desa Ewiri dengan program utama yaitu Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Selei Pisang. Jenis pisang untuk pembuatan tepung pisang ialah pisang Kepok, atau yang lebih sering disebut oleh masyarakat Desa Ewiri dengan sebutan pisang “Lewaka”. Sementara untuk pembuatan selei pisang, jenis yang pisang yang digunakan ialah pisang Raja/Ambon atau Pisang Jarum. Demikian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dapat dilaksanakan oleh Tim di Desa Ewiri, Diharapkan agar masyarakat di Desa Ewiri dapat mengembangkan produk yang berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan perekonomian Desa. Diharapkan juga kepada pihak Universitas, untuk dapat menindaklanjuti kegiatan-kegiatan seperti ini kepada mahasiswa lainnnya karena akan berdampak pada pengembangan Mitra kedepan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN PERAJIN GULA MERAH MELALUI PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN DAN PEMASARAN ONLINE Ekawati Ekawati; Rahmatullah Rizieq
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.568

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pendapatan perajin gula merah Desa Sungai Kupah Kabupaten Kuburaya melalui penyuluhan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP), perbaikan penampilan produk dan pemasaran online. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif, dimana pelaku kegiatan adalah perajin gula merah itu sendiri. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan, diskusi, dan praktik. Hasil dari kegiatan ini yaitu 1) perubahan pengetahuan dan prilaku mitra terkait penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) natrium metabisulfit dimana mitra sudah mengetahui batas maksimal dan dampak BTP tersebut terhadap kesehatan; 2) mitra sudah bisa membuat gula merah dengan bentuk dan ukuran yang berbeda dari yang umumnya dan dengan kemasan yang menarik yang sudah memiliki merek sendiri; 3) mitra sudah bisa memasarkan produk yang dihasilkan secara online melalui sosial media.
Live to Learn, Pengembangan Ketrampilan Pengrajin Gerabah Di Negeri Ouw Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah Debby Likumahua; Margaretha R. Apituley
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1082

Abstract

Kerajinan gerabah ini sudah sejak zaman leluhur manusia mulai merasakan kebutuhan bagi perlengkapan rumah tangga, sehingga sejak saat itu gerabah menjadi salah satu perlengkapan manusia yang penting karena kemampuan dan kegunaannya. Gerabah mempunyai kelebihan, diantaranya adalah tahan air dan tahan api sehingga bisa digunakan untuk berbagai macam tempat penyimpangan. Dalam kehidupan sosial, gerabah dapat digunakan sebagai alat rumah tangga sehari-hari, sebagai wadah air, makanan, memasak dan sebagai alat perlengkapan rumah tangga. Kerajinan rumah tangga ini, telah diusahakan sebelum zaman penjajahan dan biasanya dikenal sebagai alat rumah tangga yakni Sempe, belanga, Porna, Tajela, Cobe, Gendi, Guci dan lain-lain. Kerajinan rumah tangga ini merupakan warisan dari leluhur masyarakat Negeri Ouw, kemudian berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Sampai sekarang pun masih ada yang mempergunakan cara tradisional, karena gerabah di Negeri Ouw sudah menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Sekarang proses pembakarannya tidak sesederhana seperti dulu. Sekarang digunakan oven atau tungku pemanas. Bentuk gerabah di Negeri Ouw juga bervariasi, diantaranya ada berupa guci, vas bunga, pot bunga, tempat persembahan,minset dan bentuk hiasan lainnya sesuai permintaan pasar. Rencana luaran dan target yang akan dicapai adalah dalam jangka pendek adalah pengrajin gerabah memiliki pengetahuan dan kemampuan berkreatif dan berinovasi dari produk yang dihasilkan. Dalam jangka panjang menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing dan dapat dipasarkan secara baik. Permasalahan yang ditemukan : 1).Masih ada pengrajin gerabah yang menggunakan cara tradisional, 2).Kurangnya bantuan dari pemerintah. 3). Pemasaran yang terbatas 4).Terbatasnya Moda transportasi menyebabkan biaya transportasi tinggi. Solusi yang ditawarkan : a). Pelatihan menggunakan alat modern (mesin). b). Pelatihan menggunakan media social untuk memasarkan gerabah, c) Memberikan sumbangan pikiran untuk pengadaan Alat Transportasi. Rencana luaran dan target: a). Penyerapan materi oleh pengrajin gerabah b). pengrajin memiliki daya kreasi yang inovatif pada produk yang dihasilkan, c). Menjadi Perempuan yang Mandiri dan mampu meningkatkan kehidupan yang layak.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RUMAH LAYAK HUNI PADA DUSUN MANGGA DUA - DESA SAUNULU Nusye Mozes Yohannes Lewaherilla; Korneles Balak; Novita Landa Lebang
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.547

Abstract

Desa Saunulu sebagai salah satu desa yang terletak tepat di kaki gunung Binaya, kecamatan Maluku Tengah harus diakui memiliki karakteristik kehidupan masyarakat desa yang sangat majemuk, Secara umum kehidupan masyarakat di dusun ini masih cukup memprihatinkan, dimana persoalan buta aksara, eksistensi beragama maupun kehidupan sosial serta tingkat kesejahteraan masih dibawah garis kemiskinan. Disisi lain rumah tinggal memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga tidak saja mencakup aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik maka harus dipenuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat berlindung, secara mental memenuhi rasa kenyamanan dan secara sosial dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga, menjadi media bagi pelaksanaan bimbingan serta pendidikan keluarga. Terkait hal dimaksud maka kegiatan Pengabdian Masyarakat mahasiswa KKN Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) lewat diskusi dengan masyarakat dan peninjauan langsung didusun Mangga Dua maka ditemui masalah,  seperti : (1) Kurangnya pengetahuan warga tentang teknologi konstruksi rumah tinggal yang sehat dan layak huni; (2) Terbatasnya pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat terkhusus bagi ibu dan anak. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra Dusun Mangga Dua adalah : (1) Pengetahuan tentang Rumah Sehat dan Rumah Layak Huni serta turut terlibat dalam pembangunan Pastori Jemaat Saunulu; (2) Melakukan sosialisasi dan simulasi kesehatan terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS), sosialisasi stunting dan sosialisasi resiko kawin dini atau hamil diluar nikah yang bekerjasama dengan tenga Kesehatan desa.
LITERASI MANAJEMEN USAHA BAGI UMKM BATU BATA MERAH DI NEGERI HATU KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Purimahua, Sarlotha Yulliana; Tupamahu, Yonette Maya
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1012

Abstract

Peluang industri batu bata merah di Negeri Hatu dalam jangka panjang tetap ada karena topografi wilayah dari dataran rendah sampai tinggi dan bertanah liat merah, lokasi Negeri Hatu lebih dekat ke ibukota Provinsi Maluku dimana terdapat banyak aktivitas pembangunan atau konstruksi sehingga permintaan bahan bangunan batu bata merah semakin bertambah. Kondisi riil usaha batu bata merah yaitu masih dilakukan secara konvensional (manual) dan sederhana, orientasi bisnis belum diterapkan, proses produksi sangat lama yang turut berdampak bagi pembiayaan tenaga kerja dan volume produksi per bulannya belum maksimal. Secara ekonomi, laju perputaran modal atau keuangan dan laba yang diterima pun menjadi lambat. Merujuk hal itu, dirumuskan masalah yang dihadapi pengusaha yaitu: masih rendahnya pengetahuan tentang manajemen usaha khususnya melakukan perencanaan usaha secara tepat, masih rendahnya pengetahuan mitra tentang meningkatkan akses pada lembaga keuangan khususnya bank, dan masih rendahnya pengetahuan mitra tentang mengelola keuangan usaha. Sebab itu perlu dilakukan kegiatan literasi manajemen usaha bagi pengusaha batu bata merah. Hasil kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan pengusaha setelah kegiatan dengan nilai rata-rata sebesar 69 dari sebelumnya 37, serta hasil uji beda berpasangan menunjukkan nilai t-hitung adalah -32,74 lebih besar dari t-tabel adalah 2,01 kesimpulannya adalah tingkat pengetahuan pengusaha sebelum dan sesudah mendapat sosialisasi literasi manajemen usaha berbeda secara signifikan dan kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan pengusaha batu bata merah.
BUDIDAYA TANAMAN SEHAT DENGAN METODE HYDROPONIK Grace Jeny Wakanno; Gracia Victoria Souisa; Lucky Molle
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.390

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PkM) yang dipilih oleh tim pelaksana adalah para guru SMP Negeri 12 Desa Halong Atas, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Hal ini dilakukan berdasarkan persoalan yang dihadapi mitra yaitu masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran mitra tentang cara mendapatkan sayur organik bebas pestisida, dengan metode hydroponik, kurangnya informasi terkait akibat atau dampak negatif yang disebabkan oleh mengkonsumsi sayuran yang mengandung pestisida (Pembasmi hama dan penyakit) dalam jangka waktu tertentu, belum adanya simulasi terkait cara bercocok tanam organik (bebas pestisida) dengan menggunakan sistem hidroponik. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang cara bercocok tanam organik bebas pestisida dengan metode hidroponik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan diatas adalah penyuluhan/sosialisasi, simulasi, pemutaran video. Hasil yang didapatkan adalah setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan mitra mengalami peningkatan yaitu untuk nilai baik (70) dari 4 orang (14,29 % pretest) menjadi 28 orang (100% post test). Sedangkan nilai mean dan median meningkat dari 45 menjadi 90. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra setelah diberikan penyuluhan dan simulasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para guru melalui metode penyuluhan dan simulasi tanaman organik (bebas pestisida) dengan cara hidroponik.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB) UNTUK LEGALITAS DAN PENGEMBANGAN UMKM DI JEMAAT GPM PETRA KARPA MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION RISK BASED APPROACH (OSS RBA) Vernando Yanry Lameky
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.890

Abstract

Berbagai jenis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berlokasi Jemaat GPM Petra Karpan, Kelurahan Waihoka memiliki potensi untuk terus berkembang pasca pandemi covid-19, tentu UMKM memerlukan izin usaha untuk mendapatkan legalitas dan perlindungan hukum dari pemerintah, namun fakta di lapangan bahwa masih banyak dari pelaku usaha di Jemaat GPM Petra Karpan yang belum memiliki izin usaha dengan alasan bahwa membuat perizinan itu membutuhkan biaya yang mahal, butuh waktu lama bahkan masih banyak yang minim dalam pengetahuan dan mekanisme pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh pelaku UMKM di Jemaat GPM Petra Karpan, Kelurahan Waihoka. Hasil diskusi dengan mitra ada 3 permasalahan yang harus diselesaikan dalam PkM ini, yaitu 1) kurangnya pengetahuan pelaku UMKM terkait pentingnya perizinan usaha; 2) kurangnya pengetahuan pelaku UMKM terkait cara pembuatan NIB melalui web resmi OSS RBA; 3) kurangnya pengetahuan pelaku UMKM terkait manfaat izin usaha untuk jangkauan pemasaran lebih luas (digital) dan dimudahkan untuk proses lebih lanjut seperti pangajuan sertifikat izin Produk Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) serta pengajuan sertifikat halal BPOM. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra ada 3 tahapan, yaitu sosialisasi tentang pentingnya dan manfaat perizinan usaha, pelatihan serta pendampingan pembuatan NIB. Target luaran yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra terkait perizinan usaha dan cara membuat NIB Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Adapun hasil dari PkM ini akan di publikasikan pada prosiding nasional jurnal Maren pengabdian kepada masyarakat ( https://ojs.ukim.ac.id/index.php/maren ), publikasi pada media massa Lintas Berita (https://lintas-berita.com/2022/09/05/dukung-legalitas-danpengembangan-umkm-jemaat-gpm-petra-vernando-yanry-lameky-dkk-ciptakan-aplikasiedukasi-nib/ /), video kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah terbit pada konten youtube (https://www.youtube.com/watch?v=v5NXXLAXEwIt=99s ), Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pentingnya pembuatan NIB untuk legalitas dan pengembangan UMKM sebesar 75% melalui pengukuran pre-post, Produk Aplikasi Android terkait edukasi NIB dan terdaftar Hak Kekayaan Intelektual.

Page 7 of 10 | Total Record : 95