cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 95 Documents
ZERO WASTE DENGAN PENGOLAHAN SAMPAH BASAH RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS Sigit Sugiardi; Ellyta Ellyta
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.546

Abstract

Kegiatan ini berdasarkan pada persoalan yang dihadapi mitra masyarakat yaitu menumpuknya sampah rumah tangga di lingkungan sekitar rumah yang menimbulkan polusi. Masih rendahnya kesadaran masyarakat memilah sampah dan mengolah sampah basah menjadi dasar untuk diadakannya kegiatan pengabdian pada masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sasaran mengenai jenis sampah dan pengolahan sampah basah. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Sebelum diberikan penyuluhan kepada peserta, dilakukan pengujian pengetahuan dengan Pre test dan Post Test. Dari hasil pre tes diperoleh rata-rata penilaian sebesar 0,41. Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos dilakukan kembali pengujian tingkat pengetahuan peserta dan setelah kegiatan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 0,94. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah basah rumah tangga. Selain peningkatan pengetahuan, respon dari peserta berupa diskusi dan antusiasme peserta dalam mengikuti dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan menunjukkan ketercapaian tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran mengenai jenis-jenis sampah dan penambahan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah basah rumah tangga menjadi kompos. Sampah yang berasal dari masyarakat kembali dapat digunakan oleh masyarakat merupakan salah satu aplikasi dari konsep zero waste.
SEMINAR TENTANG METODE RESPONSI FISIK TOTAL (RFT) / TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) DALAM PEMBELAJARAN & PENGAJARAN BHS INGGRIS DI SMP NEGRI 19 AMBON Harsono, Debora
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1011

Abstract

Fakta menunjukkan, bahwa permasalahan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris sangatlah kompleks. Pertama, Materi Pelajaran Bahasa Inggris cukup sulit untuk sebagian siswa. Seperti kita ketahui, Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang kita ucapkan sejak balita. Secara pribadi, kita belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga dalam kehidupan ini. Ketika batita kita memperoleh bahasa pertama dari ibu, kemudian kita mempelajari Bahasa Indonesia secara formal di bangku TK. Selanjutnya, kita mulai belajar bahasa Inggris di bangku SD atau SMP. Kedua, pengajaran Bahasa Inggris sangatlah membosankan bagi para siswa. Artinya meliputi pengajaran tata bahasa yang sangat rumit, hal ini diperburuk oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar para siswa dengan menerapkan metode mengajar yang lama. Mengajar Tata Bahasa dengan banyak mengerjakan latihan tanpa penjelasan materi yang ringkas dan jelas. Banyak guru Bahasa Inggris berpendapat bahwa murid dapat memahami tata bahasa dengan mengerjakan sebanyak mungkin latihan. Belajar dengan menganalisa kesalahan dalam pengerjaan latihan soal tata bahasa. Ketiga, pengejaan dan pengucapan bahasa Inggris sangatlah berbeda dengan kata kata yang tertulis. Karena Bahasa Inggris tidaklah diucapkan sesuai dengan huruf yang tertulis (seperti Bahasa Jerman). Tentunya, hal ini menimbulkan beberapa kesulitan dalam pengejaan dan pengucapan Bahasa Inggris bagi kebanyakan siswa. Tetapi kebanyakan guru TK dan SD di Ambon cenderung menerapkan metode yang lama daripada yang baru. Karena menerapkan metode yang terbaik, berarti kita harus meluangkan lebih banyak waktu, perhatian dan energi untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berdasarkan hal itu, maka penulis menyampaikan Seminar tentang Metode RFT dlm Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris untuk para guru tetap mata pelajaran yang mengajar Bahasa Inggris di SMP Negri l9 Ambon pada hari Sabtu tertanggal 5 November 2022. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa penerapan Metode Responsi Fisik Total (RFT) bagi Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bukanlah suatu hal yang mudah karena membutuhkan lebih banyak keseriusan, kesungguhan dan pengobanan waktu di dalam mempersiapkan semua materi pengajaran sekaligus menerapkannya dalam proses Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bagi anak didik kita
SOSIALISASI DAN PRAKTEK UJI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM DI DESA ALLANG KECAMATAN LEIHITU BARAT Zasendy Rehena; Andriana R Nendissa
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.389

Abstract

Sosialisasi manfaat garam beriodium, dampaknya bagi kesehatan dan cara penggunaannya serta uji kadar iodium pada garam di Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat dilakukan berdasarkan permasalahan dari kelompok mitra yaitu pengetahuan Ibu-ibu rumah tangga yang masih rendah tentang manfaat garam beriodium bagi kesehatan dan cara penggunaan garam beriodium oleh ibu-ibu rumah tangga masyarakat di Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat sehingga berdampak pada perilaku hidup sehat masyarakat Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat. Juga kurangnya partisipasi ibu-ibu Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dari petugas kesehatan sehingga mereka tidak tahu jenis-jenis garam apa saja yang mengandung iodium dan penggunaanya dalam bahan makanan. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan Ibu-ibu tentang manfaat garam beriodium dan dampaknya bila tubuh mengalami kekurangan iodium, cara menggunakannya, dan praktek uji kandungan iodium menggunakan test kit iodium. Metode yang digunakan adalah penyuluhan/sosialisasi dan praktek uji kadar iodium. Metode yang digunakan dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Memberikan penyuluhan tentang manfaat garam beriodim, cara penggunaanya, dan pengaruhnya terhadap kesehatan, 2) praktek uji kadar iodium pada beberapa jenis garam oleh oleh Ibu-ibu rumah tangga agar Ibu-ibu rumah tangga dapat membedakan garam yang mengandung iodium dan yang tidak mengandung iodium. Rencana kegiatan ini dilakukan selama enam bulan. Luaran wajib yang ditargetkan adalah publikasi pada e-journal LPM UKIM, pada media massa cetak lokal online koran Maluku News, Vidio kegiatan telah diupload pada YouTube Sasendi Rehena dan ada peningkatan pengetahuan Ibu-ibu rumah tangga tentang manfaat garam beriodium bagi kesehatan dan cara penggunaannya.
DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL DARI EKSTRAK KULIT PISANG (MUSA PARASIDIACA) PADA AMGPM RANTING HOSANA CABANG PNIEL BATU GAJAH Jondry Adrian Hetharie; Stenly Salenussa
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.889

Abstract

Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ranting Hosana adalah salah satu wadah pembinaan generasi muda Gereja yang tidak berorientasi profit. Berjarak lebih kurang 3 Km dari pusat kota menunjukan mereka tidak ketinggalan dalam berbagai aspek. Namun dalam kenyataannya masih ada permasalahan yang mereka hadapi, diantaranya terkait pengolahan limbah pelaku usaha kulit pisang. Pada wilayah pelayanan AMGPM Ranting Hossana ini terdapat 4 orang penjual pisang goreng dengan rata-rata perharinya seorang penjual dapat menghabiskan 3-4 sisir pisang atau sekirtar 60-80 buah pisang, karena setiap sisir pisang terdiri dari 15-20 buah. artinya terdapat 320 buah kulit pisang yang sealau dibuang stiap harinya pada sugai Batu Gajah tanpa dimanfaatkan karena minimnya pengatahun dan informasi bagi masyarakat termasuk pemuda gereja. Kulit pisang merupakan limbah buah pisang yang memiliki kandungan air, karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, besi, dan mengandung vitamin B6 serta B12 yang cukup tinggi. Pengolahaan limbah kulit pisang ini tidak saja memebrikan nilai ekomois, tetapi juga membantu mengurangi pencegahan banjir akibat sampah kulit pisang yang dibuang sembarangan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, tim PKM UKIM melakukan FGD dengan pengurus dan anggota AMGPM Ranting Hosana untuk mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi. Solusi yang ditawarkan yaitu melakukan sosialisasi tentang pentingnya pengolahan limbah kulit pisang, manfaat kandungan yang ada pada kulit pisang serta pelatihan pengolahan kulit pisang menjadi kue pisang banana cake. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Kegitan ini telah dipublikasikan pada media Maluku News dan diupload melalui chanel youtube official LPM UKIM
PROSPEK USAHA PENGELOLAAN SAGU TRADISIONAL MASYARAKAT PAPUA GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN TARAF HIDUP PADA KAMPUNG CENGKEH KELURAHAN KLAWASI DISTRIK SORONG BARAT, KOTA SORONG Roberthair Suripatty; Berti Pakaila; Jordan Tiblola
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i2.671

Abstract

Sagu adalah tanaman asli bangsa Indonesia yang merupakan sumber pangan yang paling tua bagi masyarakat Maluku dan Papua karena itu sagu mempunyai arti khusus sebagai pangan tradisional bagi penduduk di Indonesia bagian timur. Permasalahan untuk orang Papua pengambilan sagu yang sangat jauh karena letak hutan sagu dari tempat pemukinan masyarakat 20 sampai dengan 30 Km dengan jalan setapak yang penuh dengan lumpur, becek dan melewati beberapa perbukitan serta sungai sehingga waktu yang ditempuh hampir 5 sampai 8 jam perjalaan kaki sebab tidak ada akses jalan raya ke lokasi yaitu hutan sagu, tempat untuk menokok sagu masih memakai alat tradisional yang sederhana disekitar areal penebangan sagu sehingga proses hasil yang didapatkan tidak maksimal atau hasil sagu yang di saring tidak bersih dan hasil akhir dari sagu yang didapatkan sedikit karena banyak yang terbuang dan masih kotor, Terbatasnya jumlah modal merupakan kendala utama dalam pengembangan usaha masyarakat dikampung cengkeh yang prospek pencarian hidupnya tergantung pada sagu dan alam, sumber daya manusia (SDM) yang sangat terbatas dan sebagian besar masyarakat tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun, sarana dan prasaranan untuk pengelolaan sagu menjadi berbagai jenis makanan masih sangat sederhana menggunakan alat seadanya untuk mengorek sagu dari pohon sagu. Sagu diolah oleh orang Papua untuk dijual ke pasar bahkan untuk dikonsumsi dalam keluarga. Selama ini solusi bantuan pemerintah belum terjangkau oleh orang Papua khususnya Kampung Cengkeh Kelurahaan Klawasi Distrik Sorong Barat Kota Sorong.Untuk lokasi permanen menokok sagu masih dikatakan sangat sederhana perlu dibutuhkan teknologi yang baik dalam melakukan pengelolaan sagu, Lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar usaha kecil untuk orang Papua masih belum dirasakan hal ini sangat berpengaruh pada pendapatan taraf hidup mitra.
SOSIALISASI ADVOKASI TANAH DARI PERSPEKTIF TEOLOGI TANAH DAN TEOLOGI ADVOKASI BAGI KOMUNITAS MASYARAKAT ADAT NEGERI SETI DI MALUKU TENGAH Martha M. Patty; Jenne J. R. Pieter
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1086

Abstract

Masyarakat Adat Negeri Seti adalah satu-satunya masyarakat Adat di kecamatan Seram Utara Timur Seti yang merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Maluku Tengah. Oleh karena kedudukan yang strategis sebagai pemiliki adat, maka dari itu kehidupan masyarakat adat negeri Seti harus dilindungi. Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar di masyarakat adat negeri Seti. Kemiskinan yang terjadi di masyarakat adat Seti terjadi oleh karena beberapa faktor, tetapi faktor utama tersebut didorong oleh beberapa praktek ijon penjualan tanah dan penyerobotan lahan pertanian masyarakat Adat Seti. Hal ini terjadi karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh masyarakat adat negeri Seti, oleh karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, kepemilikan tanah tersebut menjadi target utama aktor-aktor yang tidak bertanggung jawab. Di wilayah masyarakat adat negeri Seti terdapat satu perusahan yang bergerak dibidang pertambangan, satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, satu perusahaan yang bergerak pada tambang galian jenis C dan beberapa lahan adat masyarakat Seti menjadi target dari pelaksanaan kegiatan transmigrasi nasional, yang berorientasi pada pembukaan lahan persawahan. Akibat dari kegiatan tersebut kepemilikan tanah adat masyarakat terancam hilang, dengan hilangnya kepemilikan tanah, maka dipastikan identitas adat yang terikat kepada tanah akan hilang secara perlahan. Untuk Permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalan bentuk sosialisasi yang berfokus kepada tiga (3) materi, yaitu; Teologi Tanah, Teologi Advokasin, dan Hukum. Keseluruhan kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan sebuah wawasan baru dan wawasan iman yang menghidupkan demi sebuah keadilan.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SISWI DAN GURU DI SD NEGERI 5 SULI, KECAMATAN SALAHUTU, KABUPATEN MALUKU TENGAH Wilma Fransisca Mamuly; Griennasty Clawdya Siahaya
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.380

Abstract

SD Negeri 5 Suli, merupakan salah satu SD yang berada di Desa Suli, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah tenaga guru 20 orang dan 242 jumlah siswa-siswi. Setelah dilakukan observasi awal dan dari hasil wawancara antara Tim PKM dengan mitra disepakati bersama ada beberapa masalah yang menjadi prioritas diantaranya Minimnya pengetahuan mitra tentang pentingnya PHBS, dikhususkan buat sampah dan cuci tangan pakai sabun, Kurangnya fasilitas tempat sampah dan juga wadah untuk mencuci tangan pada SD Negeri 5 Suli ( Mitra ), Kurangnya kesadaran mitra tentang bahaya merokok, bagi diri sendiri dan lingkungan, UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang sudah tidak berfungsi, Tidak ada poster – poster kesehatan.Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah penyuluhan tentang sampah dan langkah-langkah mencuci tangan, serta pelatihan 7 langkah mencuci tangan, Pengadaan tempat sampah dan wadah untuk mencuci tangan. Penyuluhan tentang bahaya merokok ( terkhusus bagi para Guru ). Kegiatan PKM telah dilakukan oleh tim selama kurang lebih 1 bulan, kegiatan yang dilakukan antara lain, sosialisasi PHBS di Sekolah, Pemberdayaan UKS, penyediaan fasilitas-fasilitas yang menunjang program PHBS di Sekolah di antaranya Timbangan, Kotak P3K, Tempat Sampah, Wadah untuk mencuci tangan, Tempat tidur untuk ruangan UKS dan juga poster –poster kesehatan, dari hasil pembagian pre test dan post test terjadi peningkatan pengetahuan 90% dari mitra. Target luaran yang telah dicapai, publikasi pada jurnal LPM UKIM, Publikasi media massa online Maluku News https://.malukunews.co/berita/kiriman-pengunjung/zse14trc0rk5aq7/budayakan-phbs-di-sekolah dan video kegiatan dapat diakses melalui https://youtu.be/X10wIRG5vls.
PKMS PELATIHAN IBADAH VIRTUAL BAGI SMTPI JEMAAT GPM EBENHAEZER Rido Latuheru
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.551

Abstract

Penyebaran virus corona ini pada awalnya sangat berdampak pada dunia ekonomi yang mulai lesu, tetapi kini dampaknya dirasakan juga oleh dunia pendidikan dan juga kegiatan keagamaan lainnya. Salah satu wilayah yang turut merasakan dampaknya ialah Jemaat GPM Ebenhaezer, Klasis Kota Ambon. Pelaksanaan Ibadah jemaat di gedung-gedung gereja, wadah-wadah pelayanan, dan setiap aktivitas peribadahan lainnya dihentikan untuk sementara waktu, dan dialihkan ke rumah masing-masing menjadi ibadah binakel setiap harinya. Berdasarkan beberapa pokok permasalahan yang terjadi dan jumpai dalam pengamatan dan diskusi bersama, maka tim pelaksana mengidentifikasi tiga masalah yang dihadapi, yaitu : 1) Terhentinya pelayanan ibadah sekolah minggu bagi anak-anak SMTPI Jemaat GPM Ebenhaezer diakibatkan pandemic covid-19. 2) Kurangnya pengetahuan dan kesadaran anak-anak SMTPI Jemaat GPM Ebenhaezer terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Setelah mempelajari persoalan calon mitra, maka akan diambil langkah prefentif guna menjawab permaslahan diatas. Iptek yang akan diimplementasikan pada mitra Gereja Protestan Maluku Jemaat Syaloom adalah : 1) Pelatihan pelaksanaan Ibadah Sekolah Minggu SMTPI secara Online atau virtual lewat Media Sosial atau jejaring TV nirkabel dengan menggunakan alat peraga. 2) Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara Online atau virtual lewat Media Sosial atau jejaring TV nirkabel.
OPTIMALISASI DAN INOVASI PRODUK KACANG TANAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA LIANG KECAMATAN TELUK ELPAPUTIH KABUPATEN MALUKU TENGAH Hehanussa, Salomi Jacomina; Hukom, Maximiliane L. C.
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1060

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, maka masyarakat Desa Liang perlu mengedepankan dan meningkatkan perekonomia kehidupan melalui penambahan pendapatan baik secara keluarga maupun masyarakat. Dengan sumber daya alam yang dimiliki dimungkinkan untuk masyarakat harus berkreatif menghasilkan produk-produk yang berinovatif dan bermutu agar dapat dipasarkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kehidupan ekonomi yang baik. Desa Liang adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah menjadi desa mandiri dalam binaan Universitas Kristen Indonesia Maluku. Sumber mata pencaharian utama kepala keluarga adalah sebagai petani, dimana masyarakatnya banyak yang menanam kacang tanah sebagai salah satu produk pangan. Kacang tanah merupakan hasil pertanian yang dibudidayakan dan merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Desa Liang. Hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, perangkat Desa serta perangkat pelayan Jemaat GPM Liang, ditemukan beberapa permasalahan: 1) belum adanya diversifikasi produk olahan kacang; dan 2) kurangnya Inovasi Produk yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah dengan daya jual tinggi Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi maka diharapkan melalui program pemberdayaan akan dihasilkan diversifikasi dan inovasi produk kacang tanah yang menarik untuk dipasarkan.
EDUKASI GIZI DAN PRAKTEK PENGOLAHAN MP-ASI LOKAL UNTUK CEGAH GIZI BURUK DAN STUNTING DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Zasendy Rehena; Monike Hukubun
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.514

Abstract

Kegiatan KKN-PPM di desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat dilakukan berdasarkan permasalahan dari kelompok mitra yaitu kasus gizi buruk dan stunting meningkat bahkan pada tahun 2019 terjadi kematian pada salah satu balita dengan status gizi buruk. Hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sebagian besar ibu-ibu kurang memahami tentang gizi buruk dan stunting. Cara pemberian MP-ASI juga belum sesuai dengan yang direkomendasikan, dan cakupan ASI  eksklusif masih rendah. Tujuan kegiatan KKN-PPM adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi buruk dan stunting, cara pemberian MP-ASI yang sesuai, manfaat ASI eksklusif melalui kegiatan penyuluhan, praktek, dan pengukuran status gizi. Metode yang digunakan adalah Pengukuran status gizi anak balita dengan indeks Antropometri, Penyuluhan, dan Praktek mengolah MP-ASI pangan lokal. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Status gizi anak balita dengan indeks Antropometri BB/U kategori gizi baik berjumlah 56 orang (70%), gizi kurang 20 orang (25%), dan gizi  buruk  4 orang (5%). Status gizi anak balita dengan indeks Antropometri TB/U kategori stunting (Pendek dan sangat pendek) berjumlah 18 orang (22,5%), dan kategori tidak stunting berjumlah 62 orang (77,5%), 2) Rata- rata pengetahuan ibu pada pre-test 78,494 dan post-test 94,40. Hasil uji T-Test menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan ibu pada pre-test dengan post-test. 3) Praktek mengolah pangan lokal noneras dapat meningkatkan kreativitas ibu-ibu untuk menciptakan menu baru dan mengolah MP-ASI yang bergizi, dan bervariasi, yang sesuai dengan umur balita.

Page 6 of 10 | Total Record : 95