cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 99 Documents
CARA BIJAK MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA DAN EKONOMI KREATIF DI DESA MURNATEN Sarlotha Yuliana Purimahua
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.379

Abstract

Desa Murnaten mempunyai luas 97,33 Km2, Populasi : 2.038 jiwa terbanyak dari 18 desa, dengan ketinggian 5 M dari permukaan laut. Kehidupan di Desa Murnaten, rata-rata beragama Kristen, Tingkat pendidikan anak-anak baik sampai dengan perguruan tinggi.Pekerjaan dari masyarakat desa Murnaten beragam, petani, nelayan, swasta, dan Pegawai Negeri Sipil.Secara Umum, Mitra (Desa Murnaten) mempunyai banyak sekali Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dikelola sesuai dengan konsep ekonomi kreatif tetapi kendala yang dihadapi adalah masyarakat minim pengetahuan ekonomi kreatif dan transportasi. Pasar yang sangat jauh dan alat transportasi yang dimiliki sangat minim sehingga hasil-hasil usaha ekonomi kreatif dikelola untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. Transportasi yang minim membuat masyarakat susah untuk memasarkan hasil-hasil kebun/dusun dan hasil-hasil usaha kreatif. Para masyarakat harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memasarkan/menjual hasil-hasil kebun/dusun/hutan.Dikarenakan juga jarak desa Murnaten ke Kota Taniwel yang tidak mungkin ditempuh dengan berjalan kaki.Selain itu, ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat dirasakan kurang sesuai sehingga hasil-hasil alam yang dikelola secara sederhana.Kemudian masyarakat juga belum banyak memahami pentingnya mengelola keuangan keluarga yang baik sehingga mereka belum mampu bijak mengelola keuangan keluarga yang sesuai dengan kondisi keluarga. Permasalahan Mitra (1). Minimnya pemahaman tentang Ekonomi Kreatif, (2) Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup banyak tetapi terkendala pada saat pengelolaan dan memasarkannya, (3) Kurangnya sarana prasarana alat transportasi dan biaya transportasi yang mahal, (4) Masalah mengelola keuangan keluarga kerapkali menjadi penyebab utama perselisihan yang terjadi dalam keluarga. Letak masalah diantaranya karena minim komunikasi dan ketidaktahuan dalam mengatur keuangan keluarga secara tepat.Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah : a). Dilakukan sosialisasi dan workshop yang berkaitan dengan pengembangan potensi SDA dan ekonomi kreatif dan b). Melakukan pelatihan mengelola keuangan keluarga yang sederhana (laporan arus kas keluarga sehari-hari).Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media massacetak : Ambon Ekspres (Edisi Sabtu, 30 November 2019), media online: https://ameks.id/lpm-ukim-latih/. Video kegiatan juga telah diupload pada channel youtube: https://www.youtube.com/watch?v=uQc_5sOpe5g.
PKM PENDAMPINGAN TERHADAP MASYARAKAT DALAM PENANGANAN COVID 19 MELALUI MEDIA LUAR RUANGAN DI DUSUN AIRLOUW RT. 14/RW. 04 Marleen Muskita
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.552

Abstract

Dusun airlouw banyak warga Kota Ambon yang berkunjung kesini dikarenakan akses yang bebas untuk masuk dan banyak tempat wisata yang bebas dikunjungi oleh masyarakat namun masih minimnya sosialisasi mengenai covid – 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui iklan luar ruangan Pada dusun airlouw, banyak warga Kota Ambon yang berkunjung kesini dikarenakan akses yang bebas untuk masuk dan banyak tempat wisata yang bebas dikunjungi oleh masyarakat. Contohnya pada RT. 014 di dusun airlow sering dikunjungi oleh masyarakat dari Kota Ambon, khususnya pada daerah pesisir pantai dusun airlow. Kunjungan masyarakat tidak dapat dibatasi, namun kesadaran mereka terhadap perilaku hidup bersih dan sehat sangat minim. Pada survey awal, ditemukan bahwa masih minimnya sosialisasi mengenai covid – 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui iklan luar ruangan seperti baliho atau spanduk atau poster. Hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya masyarakat di RT tersebut dan masyarakat luar yang berkunjung tidak memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan perilaku hidup bersih. Dan juga kurangnya sosialisasi melalui iklan luar ruangan terkait penggunaan masker oleh pemerintah setempat. Dalam hal ini ada beberapa persoalan yang mendasar yaitu : 1). Kurangnya Pemahaman Masyarakat Tentang Covid-19, 2). Kurangnya Pemahaman Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Protokol Kesehatan, dan 3). Kurangnya kemampuan masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Berdasarkan masalah yang ada maka iptek yang di implementasikan di masyarakat adalah : 1). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan edukasi pencegahan COVID-19. Seperti Stiker dan spanduk tentang mentaati protokol kesehatan dan Pembagian Masker, 2). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat berupa spanduk dan 3) Membuat tempat pembuangan Sampah. Luaran kegiatan ini telah dipublikasi pada media massa elektronik Rekam Fakta  https://rekamfakta.com/2020/11/04/marleen-muskita-sp-msi-melalui-kkn-ppm-mahasiswa-ukim-dapat-bermanfaat-bagi-masyarakat/.  Video kegiatan telah di upload pada chanel YouTube https://studio.youtube.com/video/SqHSP_qM_Eg/edit.
MINYAK CENGKEH SEBAGAI ASSET PENGEMBANGAN KOMUNITAS DI DESA WAELIKUT – KABUPATEN BURU SELATAN Basuki, Eko; Noya, Josephus
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v4i1.1015

Abstract

Hasil pengkajian dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang dilakukan di masyarakat Desa Waelikut Kabupaten Buru Selatan - Indonesia menunjukkan bahwa produksi minyak cengkeh merupakan aset masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ekonomi. Produksi minyak cengkeh sebenarnya membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama dalam proses pengumpulan daun cengkeh kering. Daun cengkeh yang sudah rontok dan sudah kering dapat dengan mudah kita temukan di Desa Waelikut – Kabupaten Buru Selatan, karena pada umumnya penduduk memiliki pohon cengkih yang tersebar di seluruh desa. Kelemahan produksi minyak cengkeh masyarakat Desa Waeliikut adalah pada kegiatan promosi dan pengemasan produk yang masih tradisional sehingga dari segi pemasaran kurang menarik. Tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku kemudian melakukan pelatihan manajemen pemasaran produksi minyak cengkeh kepada masyarakat Desa Waelikut, yang bertujuan agar produksi minyak cengkeh Desa Waelikut memiliki jaringan pemasaran yang luas. Tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku bersama masyarakat Desa Waelikut berhasil memutakhirkan kemasan produk minyak cengkih, sehingga produk minyak cengkih masyarakat Desa Waelikut memiliki daya tarik tersendiri dan mudah dikenal di pasaran. Produk minyak cengkih dari Desa Waelikut kemudian dihubungkan dengan Pemkab Buru Selatan untuk membantu mempromosikan produknya dengan harapan produk minyak cengkeh ini dapat menembus pasar di dalam dan luar Kabupaten Buru Selatan.
PKMS PELATIHAN TANAMAN HIDROPONIK BAGI IBU-IBU PKK NEGERI EMA Rido Latuheru; Charles Tiwery
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.513

Abstract

Negeri Ema terletak di kaki Gunung Horil, pada ketinggian 150 meter diatas permukaan laut. Keadaan geografisnya meliputi kekayaan tanah, flora dan fauna. Luas Negeri Ema 13 Ha, sedangkan luas wilayah petuanannya 64.000 Ha. Penerapan sistem pertanian hidroponik di Negeri Ema memang relatif masih baru. Hasil komunikasi bersama dengan PKK di Negeri Ema biasanya dahulu kami dari Negeri Ema yang membawa sayur ke pasar mardika untuk menjual kepada konsumen, tetapi beberap bulan belakangan ini kami yang ke pasar mardika untuk membeli sayur lagi. Salah satu masalah yang ditemui di Negeri Ema adalah bagaimana cara menggembangkan dan meningkatkan produksi pertanian organik melalui penerapan sistem hidroponik di Negeri Ema, Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih, dan juga jenis tanaman yang dapat di tanam secara hidroponik. berdasarpkan analisis di lapangan  Tim Pengabdian Kepada Masyarakat  melihat bayak sekali masalah yang di hadapi mitra seperti: 1). Cara pemilihan penih tanaman hidroponik, 2). Jenis-jenis tanaman yang dapat di tanam secara hidroponik, 3). Cara meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi hidroponik bagi PKK negeri Ema, 4). Cara  mengelola tanaman hidroponik, Maka Solusi yang di tawarkan kepada mitra untuk menyelesaikan permasalahan antara lain : 1). Sosialisasi tentang pemilihan Benih tanaman hidroponik, 2). Sosialisasi tentang pemilihan jenis-jenis tanaman yang dapat di tanam secara hidroponik, 3). Sosialisasi tentang cara meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi hidroponik bagi PKK Negeri Ema 4). Pelatihan mengelola tanaman hidroponik.
PKM MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI MELALUI PENDEKATAN VIDEO BASED INSTRUCTIONS DAN PEER GROUP SUPORT DI SLB Nenny Parinussa; Mevi Lilipory
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.896

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang sangat penting bagi proses perkembangan hidup manusia.. Pada remaja putri khususnya ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Seperti remaja pada umumnya, remaja putri dengan disablilitas juga mengalami menstruasi. Namum, mereka kesulitan dalam melakukan perawatan diri. Remaja putri dengan disabilitas perlu mengenali tubuhnya, apa yang akan terjadi. Mereka juga membutuhkan dan menginginkan informasi tentang mengelola menstruasi secara sehat dan bersih, bagaimana membuang pembalut yang benar, apa yang harus dipersiapkan dan diantisipasi ketika menstruasi dan resiko kesehatan apa saja terkait menstruasi. sehingga mereka tidak terkejut atau ketakutan pada saat haid pertamanya tiba. Penelitian UNICEF di Indonesia pada 2015 menemukan fakta satu dari tujuh anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih, pada saat menstruasi sedangkan satu dari empat perempuan melporkan permasalahan gatal atau sakit pada daerah kemaluannya dan 9% menyatakan sakit sewaktu buang air kecil ketika haid. Tiga penyebab utamanya adalah 1) rendahnya sarana sanitasi yang layak di sekolah, 2) minimnya akses informasi mengenai cara mengelola kebersihan menstruasi secara baik dan benar, dan 3) terbatasnya pengetahuan guru tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) (Burnet Institute, 2015). Di Provinsi Maluku khususnya kota Ambon terdapat sekolah yang memfasilitasi remaja dengan disabilitas yaitu salah satunya di SLB Negeri Batu Merah Ambon. Di SLB Negeri Batu Merah Ambon didapatkan data bahwa jumlah siswa remaja usia 13 sampai 17 tahun berjumlah 48 siswa terdiri dari laki-laki 30 siswa dan perempuan berjumlah 18 siswa. Ada beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu : 1) Belum pernah dilakukan sosialisasai tentang Manajemen Kebersahan Menstruasi bagi siswa/siswi. Sehingga dapat dilakukan metode FGD untuk meningkatkan pengetahuan siswa/siswi; 2) Belum ada pelatihan dan pembentukan peer grup support untuk mendampingi siswi yang mentruasi dalam melakukan MKM. Berdasarkan masalah dan rencana yang telah didisuksikan dengan mitra, maka Tim mengimplementasikan: 1) Melakukan Sosialisasi melalui penyuluhan, diskusi dan tanya jawab kepada seluruh siswa SMP dan SMA dengan menggunakan video based learning Didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan sebelum intervensi dan sesudah intervensi diberikan sebesar 12 responden (57,1 %); 2) Melakukan simulasi dan membentuk peer group support yang diikuti oleh tim pengabdi, guru dan siswa untuk menerapkan MKM menunjukan data bahwa perilaku siswa setelah diberi simulai peer group suport adalah sebanyak 30 responden (93,8%). Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media cetak online; https://lintas-berita.com/2022/10/05/pkmfakultas-kesehatan-ukim-memperkenalkan-keberhasilan-mestruasi-bagi-perempuan/. Video pelaksanaan kegiatan di web LPM UKIM https://www.youtube.com/watch?v=bzTbNWNrzo4
Seminar tentang Metode MAL dalam Pembelajaran dan Pengajaran Bhs Inggris di Sekolah Kristen YPKPM Ambon Debora Harsono
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i2.841

Abstract

Fakta menunjukkan, bahwa permasalahan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris sangatlah kompleks. Pertama, Materi Pelajaran Bahasa Inggris cukup sulit untuk sebagian siswa. Seperti kita ketahui, Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang kita ucapkan sejak balita. Secara pribadi, kita belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga dalam kehidupan ini. Ketika batita kita memperoleh bahasa pertama dari ibu, kemudian kita mempelajari Bahasa Indonesia secara formal di bangku TK. Selanjutnya, kita mulai belajar bahasa Inggris di bangku SD atau SMP. Kedua, pengajaran Bahasa Inggris sangatlah membosankan bagi para siswa. Artinya meliputi pengajaran tata bahasa yang sangat rumit, hal ini diperburuk oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar para siswa dengan menerapkan metode mengajar yang lama. Mengajar Tata Bahasa dengan banyak mengerjakan latihan tanpa penjelasan materi yang ringkas dan jelas. Banyak guru Bahasa Inggris berpendapat bahwa murid dapat memahami tata bahasa dengan mengerjakan sebanyak mungkin latihan. Belajar dengan menganalisa kesalahan dalam pengerjaan latihan soal tata bahasa. Ketiga, pengejaan dan pengucapan bahasa Inggris sangatlah berbeda dengan kata kata yang tertulis. Karena Bahasa Inggris tidaklah diucapkan sesuai dengan huruf yang tertulis (seperti Bahasa Jerman). Tentunya, hal ini menimbulkan beberapa kesulitan dalam pengejaan dan pengucapan Bahasa Inggris bagi kebanyakan.Tetapi kebanyakan guru SMP SMA di Ambon cenderung menerapkan metode yang lama daripada yang baru. Karena menerapkan metode yang terbaik, berarti kita harus meluangkan lebih banyak waktu, perhatian dan energi untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berdasarkan hal itu, maka penulis telah menyampaikan Seminar tentang Metode MAL bagi Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Kristen YPKPM Ambon pada tanggal l4 Agst 202l. Metode yg disampaikan adalah Seminar. Sebagai hasil, dari seminar ini para guru Bahasa Inggris di sekolah YPKPM merasakan “penyegaran” untuk semangat dan motivasi mereka dalam proses Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bagi para siswa. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa penerapan Metode MAL bagi Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bukanlah suatu hal yang mudah karena membutuhkan lebih banyak waktu, komitment dan pengorbanan di dalam mempersiapkan semua materi pengajaran sekaligus menerapkannya dalam proses Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bagi anak didik kita.
PKM IMPLEMENTASI SDKI, SIKI DAN SLKI DALAM FORMAT NCP DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT SUMBER HIDUP KOTA AMBON Talahatu, Olivia; Pelatta, Chendy S
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1231

Abstract

Asuhan keperawatan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seorang perawat dalam mengaplikasikan ilmu keperawatan secara sistematis, terstruktur serta terintergratif. SDKI, SIKI dan SLKI merupakan suatu pedoman terstandar yang dikeluarkan pertama kali oleh persekutuan perawat nasional Indonesia atau PPNI sejak 6 tahun lalu. Indonesia timur sendiri merupakan wilayah indonesia yang terdiri dari berbagai pulau - pulau menyebabkan penyebaran informasi dan pengembangan suatu pembaharuan terkesan sedikit lebih lama jika di bandingkan dengan Indonesia bagian barat dan itu sangat terlihat dalam hal sosialisasi dan penerapan SDKI, SIKI dan SLKI di Rumah Sakit Sumber Hidup. Jumlah perawat pelaksana secara keseluruhan pada Rumah Sakit Sumber Hidup sebanyak 38 orang yang terdiri dari D3 sebanyak 28, S1 sebanyak 3 orang dan Ners sebanyak 5 orang Rumah Sakit Sumber Hidup memiliki 4 unit perawatan rawat inap yang terdiri dari Ruangan Atalia, Ruangan Ezra, Ruangan Bapasa dan Ruangan Yabes. Sebagai bukti pelaksanaan proses keperawatan yang diberikan diperlukan suatu pendokumentasi yang terstruktur dan terstrandar sebagaimana tertahap dalam proses keperawatan atau dapat menjawab kebutuhan asuahan keperawatan yang diberikan. Format NCP pada diagnose keperawatan yang digunakan perawat di ruangan rawat inap masih digabungkan dengan Assesment bagian akhir pengkajian keperawatan). Demikian masalah yang di hadapi mitra antara lain:1. Perawat Rumah Sakit Sumber Hidup belum pernah menerima sosialisasi terkait SDKI, SIKI dan SLKI dari PPNI secara langsung atau di wakili serta secara internal,2. Belum adanya rencana Rumah Sakit Sumber Hidup atau bidang terkait dalam menerapan SDKI, SIKI dan SLKI pada NCP Dokumentasi Asuhan Keperawatan.
PERKERASAN JALAN SETAPAK DENGAN MEMANFAATKAN HANCURAN HASIL UJI KUBUS BETON SEBAGAI CANSTIEN MENUJU PERKEBUNAN WARGA RT003/ RW 004 DESA TAWIRI KOTA AMBON Felix Charlos Johnlow Kastanya; Vector Johannes
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.384

Abstract

Mitra adalah warga Desa Tawiri RT 003/RW 004 memiliki pekerjaan sebagai pensiunan, pekerja swasta maupun petani yang memiliki lahan pertanian maupun perkebunan di lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat di mana pada tempat ini terdapat 6 lokasi pertanian terdekat yang paling sering menggunakan jalan yang menjadi target PKM. Jalan ini berfungsi sebagai bagian tranportasi namun sangat sulit dilewati oleh petani maupun gerobak yang digunakan untuk mengangkut hasil kebun mereka, serta pemahaman tentang pemanfaatan material guna pembuatan jalan beton yang masih rendah; Pelaksanaan kegiatan fisik pengabdian masyarakat dimulai pada tanggal 16 September dan berakhir pada tanggal 15 Oktober 2019 terdiri dari koordinasi tim untuk pemutahiran data pelaksanaan pekerjaan hingga sosialisasi dan penyerahan barang; Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terbentuknya perkerasan pada jalan menuju perkebunan atau lokasi pertanian petani sepanjang 28 meter, penyerahaan barang sisa berupa papan, kayu dan zeng yang masih layak pakai untuk melengkapi walang atau rumah jaga petani, serta penambahan pengetahuan petani melalui sosialisasi kepada petani dan warga sekitar.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI USAHA UNTUK BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI LAHAN PEKARANGAN Sri Rahayu; Susilawati Soeyoed A.S; A Tutik Purwani I
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.556

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu kelompok ibu-ibu rumah tangga agar memiliki usaha mandiri di bidang budidaya pertanian sayuran organik di lahan pekarangan dengan cara memanfaatkan barang barang bekas dan limbah rumah tangga. Usaha budidaya sayuran organik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sekaligus dapat menambah pendapatan keluarga, disamping itu dapat memproduksi sayuran sehat dan ramah lingkungan serta dapat mensejahterakan keluarga. Kegiatan ini  dilaksanakan di Desa Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Kota di wilayah RT 04/RW 21 pada kelompok ibu-ibu yang suaminya terkena dampak pemutusan tenaga kerja akibat adanya pandemi COVID-19 dan pensiunan. Kegiatan ini  berlangsung selama 3 bulan mulai bulan Oktober sampai Desember 2020.  Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Penyuluhan dan Demonstrasi, dilanjutkan dengan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terlaksana dengan baik dimana peserta kegiatan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan demontrasi pembuatan POC dari limbah organik dan pemanfaatan limbah anorganik sebagai wadah media tanam. Diharapkan budidaya sayuran organik  lingkungan ibu-ibu rumah tangga yang berada di RT 04/RW 21 ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya.
PkM PELATIHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN GEREJA RESPONSIF GENDER MENUJU PEMENUHAN HAM BAGI PENGASUH SEKOLAH MINGGU GEREJA PADA JEMAAT GPM ALANG ASAUDE KLASIS SERAM BARAT Eklefina Pattinama; Grace S. Surwuy; Yonas Tuhumury
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1081

Abstract

Diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi, kekerasan terhadap perempuan tindakan ancaman,pelecehan bahkan pemerkosaan terhadap anak perempuan terus terjadi. Kuatnya pelangaran HAM,rendahnya hak perempaun sebagai manusia waluapun ada Undang-Undang KDRT,Undang-undang perlindunagn anak. Terpeliharanya budaya patriakhi dan muncul stereotype dalam masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan berbeda,laki-laki kuat, menggunakan logika, perempuan lemah, mengguankan perasaan. Stereotype di atas diperkuat dalam pendidikan agama, bersumber pada Kitab Suci para Guru/Pengasuh agama terus mengajar berbias gender. Pada pendidikan Formal Gereja (GPM) dengan kurikulum dan bahan ajar pada SM/TPI termuat materi ajar tentang penciptaan mengposisikan laki-laki yang pertama diciptakan Allah, baru kemudian perempuan. Interpretasi teks-teks Alkitab berbias gender, padahal laki-laki dan perempuan ciptaan Allah, segambar dan serupa dengan Allah, memiliki harkat dan martabat sebagai manusia. Prinsipnya pendidikan gereja merupakan sarana formal untuk sosialisasi sekaligus transfer nilai-nilai dan norma-norma kristiani mengatasi berbagai ketidak setaran gender. Masalahnya rendahnya pengetahuan pengasuh gereja tentang konsep gender, kesetraaaan dan ketidakadilan gender, serta rendahnya pengetahuan pengasuh tentang HAM responsif gender. Solusinya para pengasuh SM/TPI perlu dilatih pengetahuan tentang gender, kesetaraan gender dan HAM responsif gender. Para pengasuh harys dilatih mengembangakan bahan ajar responsif gender dengan cara latihan memilih dan menganalisa teks-teks Alkitab yang responsif gender dan yang bias gender, memilih,menganalisa dan menulis bahan ajar yang responsif gender pada masing-masing jenjang/Sub jenjang SM/TP. Tahapan pelaksanan pertemuan Tim untuk pembagian tugas, Tim merancang pelaksanana kegiatan,pertemuan dengan mitra.tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi dan tahapan pelaporan. Tahap pelaksanaan pelatihan, diawali dengan pre tes, temuanya masih rendahnya pengetahuan pengasuh tentang gender,kesetaran gender, HAM responsif gender setelah dilatih meningkatnya pengetahuan pengasuh, dalam latihan para pengasuh dapat memilih, menganalisa, menulis bahan ajar SM/TPI responsif gender. Hasil penulisan di publikasikan , melalui media sosial, Surat kabar, ,Artikel dan buku bahan ajar SM/TPI reseponsif gender

Page 5 of 10 | Total Record : 99