cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Dieksis ID
ISSN : -     EISSN : 28087038     DOI : https://doi.org/10.54065/28087038
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Dieksis ID merupakan Jurnal atau publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Dieksis ID menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni pada pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan Kelompok Belajar.
Articles 109 Documents
Analisis Makna Motivatif Drama Twenty Five Twenty One Karya Kwon Do Eun dalam Perspektif Olahraga Anggar Berbasis Pendidikan Karakter Syeren Indah Lestari Huda; Intama Jemy Polii; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1389

Abstract

The urgency of this research lies in the importance of examining drama media as a means of building motivation and character education in the younger generation.Amidst various current social challenges, such as declining learning motivation,low mental resilience,and the decline of character values like discipline and responsibility,media are needed that are not only entertaining but also capable of providing positive learning.This study aims to analyze the motivational meaning in the drama Twenty Five Twenty One by Kwon Do Eun from the perspective of fencing sports based on character education.The study uses a qualitative approach with content analysis method. Data sources are in the form of dialogues and scenes relevant to motivational meaning and character education values. Data collection techniques were carried out through watching the drama thoroughly, carefully examining, and recording data related to the focus of the study.Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results show that there are 6 motivational meanings: (1) motivation to maintain dreams, (2) belief in one's own abilities and hope for the future, (3) positive interpretation of defeat experiences, (4) self-confidence in facing pressure, (5) mental and emotional strengthening,and (6) the importance of solidarity and togetherness. It can be concluded that the drama Twenty Five Twenty One not only functions as entertainment,but also as an educational medium containing motivational messages and character education values relevant to the younger generation. These findings confirm that digital drama as an audiovisual medium is capable of conveying motivational meanings that are aligned with character education values such as persistence,self-confidence,resilience,self-control,empathy,and solidarity.
Illocutionary Speech Act Used in Online Classroom Via Zoom Meeting by the Teacher and Students Astita Maniwaty; Sri Fatta Meldawati; Sukmawati Sukmawati; Sri Wahyuni
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1402

Abstract

The urgency of this research lies in the fact that Illocutionary Speech Acts used in online classrooms via Zoom meetings by teachers and students need to be understood to improve the effectiveness of virtual learning communication. This study examines illocutionary speech acts used by teachers and students in online classrooms conducted through Zoom meetings. The research is important because online learning during the Covid-19 pandemic changed classroom communication patterns and influenced how teachers and students interacted virtually. Understanding speech acts in online classrooms can help improve communication effectiveness in digital learning environments. This study applied a mixed-method approach combining quantitative and qualitative analysis. The population of the study consisted of utterances produced by teachers and students in an online classroom video uploaded on YouTube. The sample was selected purposively from a 57-minute online classroom interaction involving ninth-grade students. The research instrument was a transcription sheet based on the video subtitles. Data were collected through observation, watching the video repeatedly, transcribing the utterances, and classifying the data based on Searle’s taxonomy of illocutionary speech acts. The data were analyzed quantitatively by calculating the percentage of each speech act type and qualitatively by interpreting the functions of the utterances in the classroom context. The findings revealed that all five types of illocutionary speech acts were found in the online classroom interaction: assertive (50%), directive (34%), declarative (8%), expressive (6.9%), and commissive (1.1%). The study implies that assertive and directive speech acts play dominant roles in maintaining interaction and delivering information in online learning. In conclusion, online classroom communication through Zoom meetings involves various illocutionary speech acts, with assertive speech acts being the most frequently used by teachers and students.
Bahasa Slang dan Fenomena Brain Rot di Kalangan Generasi Alpha: Tinjauan Psikolinguistik terhadap Masalah Kebahasaan dan Perkembangan Kognitif Nurrahma Nurrahma; Muh. Syukri Gaffar
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1419

Abstract

Fenomena penggunaan bahasa slang di kalangan Generasi Alpha semakin berkembang pesat seiring dominasi media digital dan budaya pop. Istilah seperti “brain rot” kini bukan hanya merujuk pada kondisi neurologis, tetapi telah bergeser menjadi metafora bagi degradasi kognitif akibat konsumsi konten digital berlebihan. Artikel ini bertujuan menganalisis fenomena bahasa slang dan implikasinya terhadap perkembangan bahasa, kognisi, dan interaksi sosial anak-anak Generasi Alpha melalui perspektif psikolinguistik. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis terhadap berbagai penelitian mutakhir yang diterbitkan dalam kurun waktu 2010–2025, bersumber dari Google Scholar, ResearchGate, dan Consensus dengan menggunakan kata kunci: slang language, brain rot, Generation Alpha, psycholinguistics, dan language development. Dari 47 artikel yang diidentifikasi, 18 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi dan kualitas metodologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa slang berfungsi sebagai identitas kelompok dan sarana ekspresi kreatif, namun penggunaannya yang masif juga dapat mengaburkan struktur bahasa formal dan menurunkan keterampilan berbahasa standar. Paparan konten digital yang cepat dan repetitif berkorelasi dengan penurunan rentang perhatian, gangguan akuisisi sintaksis dan semantik, serta hambatan pada perkembangan fungsi eksekutif anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan slang merupakan gejala linguistik yang alami dalam perkembangan bahasa remaja, namun pemantauan dan edukasi dari orang tua serta lembaga pendidikan tetap diperlukan agar perkembangan kebahasaan Generasi Alpha tetap adaptif dan seimbang.
Psikoanalisis Lirik Lagu dalam Album “Selamat Ulang Tahun” Karya Nadin Amizah dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah Mirhel Talumingan; Santje Iroth; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1447

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengungkap nilai psikologis dalam lirik lagu kontemporer sebagai media pembelajaran sastra yang relevan, reflektif, serta mendukung perkembangan karakter peserta didik. Lirik lagu kontemporer semakin relevan untuk dikaji sebagai teks sastra karena mencerminkan pengalaman emosional, pergulatan identitas, dan konflik psikologis yang dekat dengan kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikologis yang direpresentasikan dalam lirik lagu "Cermin", "Mendarah", "Kereta Ini Melaju Terlalu Cepat", dan "Beranjak Dewasa" karya Nadin Amizah dalam album Selamat Ulang Tahun menggunakan perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen atau analisis isi. Data utama berupa lirik dari keempat lagu yang dipilih, sedangkan data pendukung diperoleh melalui studi kepustakaan yang berkaitan dengan teori psikoanalisis dan strategi pembelajaran sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lagu tersebut merepresentasikan proses pendewasaan diri yang ditandai oleh konflik batin, luka emosional, ketakutan terhadap masa lalu, serta upaya menuju rekonsiliasi dengan diri sendiri. Berdasarkan perspektif psikoanalisis Freud, dinamika kepribadian dalam lirik lagu tercermin melalui interaksi antara id, ego, dan superego. Id tampak melalui dorongan emosional bawah sadar seperti kehilangan, kerinduan, ketakutan terhadap komitmen, dan kelelahan mental. Ego berfungsi sebagai aspek eksekutif kepribadian yang berupaya menyesuaikan dorongan-dorongan tersebut dengan prinsip realitas, sedangkan superego muncul dalam bentuk kesadaran moral, nilai-nilai sosial, dan standar ideal mengenai diri. Konflik-konflik tersebut juga mendorong munculnya mekanisme pertahanan ego yang lebih matang, seperti sublimasi, rasionalisasi, represi yang sehat, dan altruisme. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa lirik lagu karya Nadin Amizah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan dalam pembelajaran sastra, khususnya pada materi apresiasi puisi dan analisis teks sastra kontemporer. Dengan demikian, album Selamat Ulang Tahun tidak hanya menjadi ekspresi artistik atas penderitaan emosional, tetapi juga merupakan media yang bermakna untuk memahami pertumbuhan psikologis dan mengembangkan pembelajaran sastra yang reflektif.
Tinjauan Aksiologis Media Pembelajaran Berbasis Web: Perspektif Ki Hajar Dewantara Siti Ummu Kulsum; Anas Ahmadi
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1457

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengkaji nilai-nilai aksiologis dalam media pembelajaran berbasis web berdasarkan perspektif Ki Hajar Dewantara agar pengembangan media digital tidak hanya berorientasi pada efektivitas penyampaian materi, tetapi juga selaras dengan pembentukan karakter, kemandirian belajar, dan nilai kebudayaan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis literatur yang relevan dari Google Scholar dan basis data akademik universitas. Literatur dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu terbit dalam lima tahun terakhir, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik aksiologi, media pembelajaran berbasis web, dan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai aksiologis, khususnya nilai moral dan estetika, berperan penting dalam perancangan media pembelajaran berbasis web. Nilai moral tampak pada perlunya media yang menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, dan etika digital, sedangkan nilai estetika tampak pada pentingnya desain web yang menarik, komunikatif, serta tetap mempertimbangkan kearifan lokal dan karakteristik peserta didik. Dalam perspektif Ki Hajar Dewantara, media pembelajaran berbasis web perlu dikembangkan dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, konsep 3N yaitu ngerti, ngroso, dan nglakoni, serta sistem among yang menempatkan guru sebagai penuntun, fasilitator, dan pemberi dorongan. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis web tidak hanya berfungsi sebagai sarana digitalisasi pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi yang memerdekakan peserta didik dan mendukung pembentukan manusia yang berkarakter, berbudaya, dan bertanggung jawab.
Analisis Gaya Bahasa Cerpen Senyum Karyamin dan Jasa-jasa Buat Sanwirya Karya Ahmad Tohari serta Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMP Kezia Konehe; Oldie S. Meruntu; Viktory N. J. Rotty
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1482

Abstract

Teaching short story analysis for junior high school students often does not prioritize the examination of writing style, which limits student understanding. Ahmad Tohari's writing uses a choice of writing style to express meaning, convey social criticism, and foster empathy. The purpose of this study is to analyze the language style contained in Ahmad Tohari's short stories, especially Smile Karyamin and Jasa-jasa Buat Sanwirya, and to explore its influence on the teaching of short stories in junior high school. This study uses a library study methodology. The research location is the library. The research time is from November 2025 to February 2026. The data source for this study is the Smile Karyamin Short Story Anthology by Ahmad Tohari. The data analysis technique follows the steps of the content analysis technique. The language style data analysis technique is based on Gorys Keraf's theory. The results of the study show that the short story "Senyum Karyamin" uses various language styles, namely comparison (personification, metaphor, association), opposition (hyperbole, paradox), affirmation (repetition), and satire (irony and cynicism), also found euphemism. Meanwhile, the short story "Jasa-jasa Buat Sanwirya" utilizes comparative language styles (personification and association), contrast (hyperbole and litotes), and satire (irony and cynicism) that frequently appear in the characters' dialogues. The results of this study have implications for short story teaching in junior high schools, particularly in contextually teaching language styles to make learning more applicable and meaningful for students.
Tindak Tutur Ilokusi Podcast Konfirmasi pada Kanal Youtube TVRI Ngayogyakarta Falista Kusuma Ayu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1498

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam podcast Konfirmasi pada kanal YouTube TVRI Ngayogyakarta sebagai media komunikasi publik yang berperan dalam membangun penyampaian informasi, interaksi, dan pemaknaan pesan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fenomena linguistik terkait tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam percakapan Podcast Konfirmasi Yati Pesek di saluran Youtube TVRI Ngayogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi yang berfokus pada transkrip percakapan Podcast Konfirmasi Yati Pesek. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pencatatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman (1992) dengan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa analisis bentuk tindak tutur ilokusi yang meliputi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Berdasarkan hasil penelitian pada percakapan yang terjadi di Podcast Konfirmasi Yati Pesek, ditemukan analisis sebanyak 34 tindak tutur ilokusi yang mencakup kelima jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi dan sumber pengetahuan baru yang berkaitan dengan studi percakapan dalam wacana lisan digital.
Analisis Semiotika Film “Sore Istri Dari Masa Depan” Fairuz Aulia Ciptafiani; Hayu Lusianawati
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1524

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menganalisis makna tanda dan pesan yang terkandung dalam film Sore: Istri dari Masa Depan untuk memahami representasi nilai, relasi sosial, dan pesan moral yang disampaikan kepada penonton melalui pendekatan semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam film Sore: Istri dari Masa Depan (2025) karya sutradara Yandy Laurens melalui pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Film ini mengisahkan Jonathan, seorang fotografer yang tinggal di luar negeri dan menjalani gaya hidup tidak sehat, yang kehidupannya berubah setelah kedatangan Sore, perempuan yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan dan berupaya mengubah kebiasaan buruk Jonathan demi menyelamatkannya dari kematian dini akibat gangguan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis), di mana peneliti memilih sejumlah adegan kunci, dialog, ekspresi tokoh, serta unsur visual dan sinematografi yang dianggap sarat makna sebagai unit analisis, kemudian dimaknai melalui tiga tahap pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan tanda-tanda yang berkaitan dengan kesadaran akan kesehatan, penerimaan diri, pengorbanan, serta cinta sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, bukan sekadar romantisme sesaat. Konflik antara keinginan Sore untuk mengubah Jonathan dan hasrat Jonathan mempertahankan kebebasan pribadinya juga dimaknai sebagai representasi dinamika relasi rumah tangga yang realistis. Pada level mitos, film ini membangun narasi bahwa cinta sejati diwujudkan melalui perubahan perilaku dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri maupun pasangan, sekaligus mengangkat isu waktu dan kematian sebagai pengingat pentingnya menjalani hidup secara bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian semiotika pada perfilman Indonesia kontemporer, khususnya yang mengangkat tema relasi personal dan gaya hidup, serta menjadi rujukan bagi penelitian sejenis di bidang ilmu komunikasi dan kajian media.
Penerapan Struktur Tiga Babak Sebagai Pendekatan Naratif dalam Penulisan Naskah Film Pendek “Rumah Tanpa Atap” Nazwa Salsabila; Muchammad Ikmal Abdillah; Encang Saepudin; M. Rifki Adinur Zein
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1597

Abstract

Isu ketidaksiapan orang tua dalam memiliki anak serta dampaknya terhadap pola asuh dan kesehatan mental anak menjadi dasar penulis sebagai penulis naskah dalam merancang film pendek Rumah Tanpa Atap. Laporan tugas akhir ini membahas penerapan struktur tiga babak sebagai pendekatan naratif dalam penulisan naskah film pendek Rumah Tanpa Atap. Tujuan penulisan laporan ini adalah menjelaskan penerapan struktur tiga babak dalam membangun alur cerita, mengelola perpindahan waktu, dan memperlihatkan perubahan cara pandang tokoh utama. Metode penulisan laporan ini menggunakan pemaparan deskriptif atas proses penciptaan karya melalui observasi isu, studi referensi, pengembangan ide, penyusunan struktur tiga babak, penulisan draft, revisi, hingga finalisasi naskah. Sintesis karya menunjukkan bahwa struktur tiga babak membantu cerita bergerak dari pengenalan konflik, perkembangan masalah, hingga penyelesaian. Babak I digunakan untuk mengenalkan konflik dan memicu perpindahan waktu, Babak II memperdalam konflik melalui pengalaman tokoh di masa depan, sedangkan Babak III menjadi ruang klimaks, pengungkapan fakta, dan resolusi. Kesimpulannya, struktur tiga babak membantu naskah Rumah Tanpa Atap memiliki alur yang runtut, padat, dan mudah dipahami, terutama dalam mengemas elemen time travel pada durasi film pendek.

Page 11 of 11 | Total Record : 109