cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Dieksis ID
ISSN : -     EISSN : 28087038     DOI : https://doi.org/10.54065/28087038
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Dieksis ID merupakan Jurnal atau publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Dieksis ID menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni pada pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan Kelompok Belajar.
Articles 89 Documents
Kritik Sosial terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Dampak Psikologisnya dalam Novel Rumah tanpa Jendela Karya Asma Nadia Silvi, Putri Maisya; Maimunah, Siti; Hanafi, Inanta Lubis Maulana; Wahyudi, Andika
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1082

Abstract

Urgensi penelitian ini mengungkap realitas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang marak di masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong kesadaran kolektif untuk pencegahan melalui analisis literatur yang mendalam. Abstrak: Penelitian ini menganalisis kritik sosial terhadap KDRT dalam novel Linda Christanty, Rumah Tanpa Jendela, melalui pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Metode Tinjauan Pustaka Sistematis digunakan untuk mengumpulkan, memilih, dan mensintesis berbagai sumber teoretis dan empiris terkait representasi KDRT, teori strukturalisme genetik, dan studi-studi terdahulu tentang karya Christanty, melalui pencarian kata kunci, kriteria inklusi-eksklusi, dan analisis tematik dari literatur terpilih. Pencarian literatur dilakukan pada Google Scholar, SINTA, Portal Garuda, dan Dimensions.ai menggunakan kombinasi kata kunci Boolean. Rentang waktu publikasi ditetapkan 2010–2024. Dari lebih 60 artikel awal, hanya 15 literatur primer yang memenuhi kriteria penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif novel yang ditandai oleh siklus kekerasan dan metafora "rumah tanpa jendela" mencerminkan hubungan homologis dengan struktur masyarakat patriarki yang menormalkan dan menyembunyikan praktik KDRT. Tokoh-tokohnya muncul sebagai subjek kolektif yang merepresentasikan suara para korban, menjadikan karya ini sebuah ekspresi struktural dari visi dunia kritis yang mengubah pengalaman pribadi menjadi kritik sosial yang kuat terhadap struktur sosial yang opresif. Dengan demikian, novel ini hadir bukan hanya sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai dokumen sosiologis yang signifikan dalam membongkar wacana privatisasi kekerasan dalam rumah tangga
Strategi Public Relations dalam Menghadapi Fenomena Cancel Culture terhadap Artis Abidzar Al Ghifari dalam Film Business Proposal di Media Sosial Putri, Maulida Azzahra; Avvendy, Elliza Tiffany; Solekhah, Siti; Misidawati, Dwi Novaria
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1098

Abstract

Fenomena cancel culture di media sosial menjadi tantangan besar bagi figur publik karena dapat menyebar cepat dan memengaruhi citra serta reputasi mereka secara signifikan. Abidzar Al Ghifari sebagai seorang artis muda turut merasakan dampaknya, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif untuk mengatasi krisis reputasi yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi public relations yang diterapkan dalam merespons cancel culture yang menimpa Abidzar Al Ghifari di media sosial. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (literature review). peneliti menelaah berbagai konsep kunci dalam ilmu komunikasi, terutama teori-teori yang berkaitan dengan crisis management, image restoration, strategic communication, dan digital reputation managemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, klarifikasi yang tepat waktu, serta pemanfaatan media sosial secara hati-hati merupakan langkah penting dalam memulihkan kepercayaan publik. Selain itu, kolaborasi dengan manajemen serta penguatan citra positif juga menjadi faktor penentu dalam mempertahankan reputasi seorang artis di tengah arus opini publik yang sangat dinamis. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya penerapan strategi komunikasi yang adaptif dan terukur dalam menghadapi krisis reputasi, terutama di era digital yang penuh dengan dinamika cepat dan perubahan opini yang tidak terduga. Strategi komunikasi yang adaptif memungkinkan figur publik dan tim manajemen untuk cepat menyesuaikan pendekatan mereka sesuai dengan situasi yang berkembang, mengantisipasi reaksi publik, serta merespons isu dengan cara yang relevan dan efektif.
Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring melalui pemanfaatan Media Cerita Bergambar pada Pelajaran Bahasa Indonesia Saputra, Angga; Padua, Agustinus Medi; Saliyati, Nova Meysila; Awalia, Wulan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1110

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kondisi rendahnya kemampuan membaca nyaring peserta didik kelas II SDN 170 Mulyasri, sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat belajar, meningkatkan keaktifan siswa, serta mengoptimalkan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu upaya yang diterapkan adalah penggunaan media cerita bergambar yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas II SDN 170 Mulyasri melalui pemanfaatan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas II SDN 170 Mulyasri yang berjumlah 27 orang, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan observasi, dengan instrumen berupa tes unjuk kerja membaca nyaring serta lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk melihat perkembangan kemampuan membaca nyaring siswa pada setiap siklus tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca nyaring setelah penerapan media cerita bergambar. Pada siklus I, sebanyak 19 siswa atau 70,73% mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 8 siswa atau 29,62% belum memenuhi kriteria ketuntasan. Pada siklus II, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 22 orang atau 81,48%, sementara siswa yang belum tuntas menurun menjadi 5 orang atau 18,51%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SDN 170 Mulyasri.
Studi Komparatif Pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam Konteks Pendidikan Kontemporer Zainab, Siti; Maula, Istul; Maulana, Mohammad Thoyib; Akhmadi, Abdul Muhaimin; Noorhayati, Siti Mahmudah
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1132

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk menjembatani pemikiran pendidikan klasik Islam Al-Ghazali dan filsafat pendidikan progresif John Dewey guna merumuskan pendekatan pendidikan kontemporer yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan kontemporer menghadapi tantangan serius akibat globalisasi, digitalisasi, dan perubahan struktur sosial yang mendorong orientasi pragmatis sekaligus berpotensi mereduksi dimensi reflektif dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey dalam konteks pendidikan kontemporer untuk menawarkan perspektif alternatif yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan sumber data primer berupa karya Al-Ghazali Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad, serta karya John Dewey Democracy and Education, yang didukung oleh literatur ilmiah nasional dan internasional bereputasi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif, komparatif, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa dan pembentukan akhlak yang berorientasi pada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, sedangkan John Dewey menekankan pendidikan sebagai proses pertumbuhan berkelanjutan berbasis pengalaman, refleksi kritis, dan partisipasi demokratis. Meskipun berbeda secara epistemologis dan metafisik, kedua tokoh sama-sama menolak pendidikan yang bersifat mekanistik dan reduksionistik. Artikel ini menegaskan pentingnya sintesis nilai spiritual-etik dan pendekatan pragmatis-humanistik sebagai landasan pengembangan paradigma pendidikan kontemporer yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pemanusiaan.
Karakter Profil Pelajar Pancasila pada Cerita Rakyat Sasak Lombok Utara sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Agustina, Anggun Aulia; Musaddat, Syaiful; Sobri, Muhammad; Zain, Moh Irawan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1149

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai profil pelajar pancaila pada cerita rakyat dapat diimplementasikan menggunakan Bahasa Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai karakter profil pelajar pancasila yang terkandung dalam cerita rakyat “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa”, mendeskripsikan bagaimana hubungan nilai karakter profil pelajar pancasila dalam cerita rakyat “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa” dengan bahan ajar dan mendeskripsikan struktur cerita “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa” sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi (telaah dokumen) yang dibantu dengan metode baca dan catat. Adapun teknik analisis data menggunakan metode content analysis (analisis isi). Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kesimpulan. Pertama, ditemukan nilai-nilai karakter profil pelajar pancasila dalam cerita rakyat “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa” yakni Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, Gotong royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif. Kedua, Nilai-nilai karakter profil pelajar pancasila dalam cerita rakyat “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa” memiliki hubungan dengan pembelajaran di kelas IV Bahasa Indonesia (Asal-Usul) dan dapat mendampingi cerita yang berjudul “Kerjasama yang Baik”. Ketiga, Struktur yang dimiliki oleh cerita rakyat “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa” sudah lengkap yakni berupa orientasi, komplikasi dan resolusi. Oleh karena itu, cerita rakyat “Anak Iyok Jangkar Kolo dait Raksasa” layak dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran di Sekolah Dasar pada kelas 4.
Reduplication In Nurwina Sari’s Novel 3726 MDPL Manik, Yuli Charina Br Ginting; Manullang, Melany Renita; Tarigan, Rosa Darliana Br; Sihombing, Geby Amanda; Ambarita, Esron
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1156

Abstract

This study is urgent because analyzing reduplication in Nurwina Sari’s novel 3726 MDPL reveals how morphological patterns contribute to meaning, style, and emotional expression in contemporary Indonesian literary discourse. Reduplication is one of the most productive morphological processes in Indonesian and plays a significant role in conveying grammatical as well as semantic meanings. This study aims to analyze the forms and functions of reduplication found in the novel 3726 MDPL. The research focuses on identifying the types of reduplication and explaining their semantic contributions within the narrative context. This study employs a qualitative descriptive method, using textual data taken from the novel as the primary source. The data were collected through careful reading and note-taking techniques, and analyzed based on morphological theories proposed by linguists such as Ramlan, Chaer, Katamba, and Aronoff. To ensure data validity, the identified reduplicated forms were repeatedly cross-checked through multiple readings and verified using consistent classification criteria grounded in established morphological theories. The findings reveal that full reduplication is the most dominant type found in the novel, followed by partial and affixed reduplication. Semantically, reduplication functions to express plurality, intensity, repetition, continuity, and emotional emphasis. The results of this study are compared with previous studies on reduplication, particularly those conducted by Ambarita (2023) and Ambarita and Sembiring (2025). This research contributes to morphological studies by highlighting the use of reduplication in modern Indonesian literary texts and demonstrating its stylistic and semantic significance.
Gendered Perspectives in Pop Lyrics: A Linguistic Analysis of Bruno Mars’ “When I Was Your Man” and Miley Cyrus’ “Flowers” Manullang, Melany Renita; Manik, Yuli Charina Br Ginting; Tarigan, Rosa Darliana Br; Ginting, Julia Carolina Br; Sitinjak, Vivi Novalia
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1157

Abstract

This study is urgent because a gendered linguistic analysis of “When I Was Your Man” and “Flowers” reveals how popular music constructs, reinforces, or challenges contemporary gender perspectives and relationship narratives. This study examines gendered perspectives in pop song lyrics through a qualitative linguistic analysis of Bruno Mars’ “When I Was Your Man” and Miley Cyrus’ “Flowers.” The main research objectives are to identify and compare the linguistic features used to construct gendered voices in both songs and to analyze how emotional expression and self-identity are represented through these gendered perspectives. Song lyrics function as cultural texts that reflect social constructions of gender, particularly in emotional expression and identity formation. Previous studies have largely focused on female representation or gender bias using semiotic, discourse, or computational approaches, leaving a gap in comparative linguistic analysis across genders. To address this gap, this research applies lexical, semantic, and syntactic analysis within the framework of gender and language studies. The data consist of the official lyrics of the two songs, collected through documentation techniques and analyzed qualitatively. The findings reveal clear contrasts between male and female perspectives. The male perspective is characterized by lexical choices expressing regret and emotional vulnerability, semantically framing love as loss, and syntactically relying on reflective and conditional structures. In contrast, the female perspective emphasizes empowerment and independence through assertive diction, self-directed meaning, and simple declarative sentence patterns. This study contributes to gender and language research by offering a comparative linguistic perspective on how male and female identities are constructed in contemporary pop music.
Code Mixing in Reizuka Ari’s TikTok Vlogs: An Analysis of Indonesian–English Language Use Fauziah, Nita
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1162

Abstract

This research is urgent because analyzing code mixing in Reizuka Ari’s TikTok vlogs reveals how Indonesian–English language use on social media shapes contemporary communication practices and youth linguistic identity. This research is motivated by the phenomenon of Digital Multilingualism in the digital era which has transformed social media into a space for identity negotiation through the use of language..The purpose of this study is to identify and classify Indonesian-English code mixing patterns in Reizuka Ari's TikTok vlog..Using a descriptive qualitative method with Muysken's theoretical framework, this study analyzed 15 speech data from the video "SPILL RUMAH REIZUKA ARI".The results of the data analysis show that code mixing practices are dominated by the Insertion type at 53.33% (8 data), followed by Alternation at 26.66% (4 data), and Congruent Lexicalization at 20.01% (3 data). The dominance of the Insertion type can be seen in the use of single words or phrases such as " before ", " literally ", and " dream house " which are inserted without changing the basic structure of the Indonesian sentence. Another unique finding shows the existence of deep morphological integration through the provision of Indonesian affixes to foreign words, such as in the words " heels " and " cealing ".The conclusion of this study confirms that in spontaneous digital communication, language boundaries become very flexible and the use of mixed languages ??has become a new communicative competence to maintain the relevance and attractiveness of content in cyberspace.
The Difference In Meaning Of “Flirting” In The Gender Mirror (Women And Men) Sitio, Elizabeth; Siagian, Supraini; Sihombing, Rachel M.; Manullang, Maria Cinta Br; Sitinjak, Vivi
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1171

Abstract

The urgency of this study lies in examining the gendered differences in the meaning of “flirting,” revealing how social norms and gender identity shape interpretation, with implications for linguistic and discourse analysis. Flirting is a common yet complex form of interpersonal communication that functions as a socially and linguistically mediated act. Although it is often treated as a universal behavior, previous studies demonstrate that the meaning and interpretation of flirting differ significantly across genders. His study aims to examine differences in the meaning of ‘flirting’ between men and women by positioning flirting as a speech act shaped by gender performativity, social context, and linguistic ambiguity. This study employs a qualitative descriptive approach using discourse analysis to explore how meaning is constructed in interaction. Data sources include prior empirical journal articles and discourse examples from both offline and online communication contexts. Data were collected through documentation and systematically selected based on relevance to the research focus. The analysis involved data reduction, categorization of linguistic features, and contextual interpretation. To ensure trustworthiness, the study applied theoretical triangulation, repeated close reading, and peer debriefing to enhance credibility and reduce researcher bias. The findings reveal that men tend to interpret flirting as an explicit signal of romantic or sexual interest, while women more frequently understand it as a form of friendliness, relational bonding, or playful interaction. This divergence highlights a gap between dominant theoretical explanations and real-life communicative practices. The study contributes to flirting research by emphasizing language as the central mechanism through which flirtation is produced, negotiated, and misinterpreted. It also proposes that ambiguity is not a weakness of flirting, but its defining feature, allowing participants to manage desire, politeness, and social risk simultaneously.
The Role of Jargon in Wuthering Waves Discord Community: A Sociolinguistic Study Suhardi, Hardi
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1184

Abstract

This study aims to analyze the forms of jargon and examine differences in jargon usage between casual players and lore seekers within the Wuthering Waves Discord community. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected from 19 screenshots of Discord interactions that represent naturally occurring communication among community members. From these data, 24 jargon terms were identified as the primary focus of analysis. The collected data were examined using contextual interpretation to understand meaning in use, followed by classification based on linguistic form. The findings indicate that the jargon used in the community can be categorized into several forms, including single words, multi-word phrases, and abbreviations. Beyond form, the study also reveals clear variation in jargon usage based on player type. Casual players predominantly use jargon related to gameplay mechanics, character builds, strategies, and efficiency during play. In contrast, lore seekers tend to employ jargon associated with narrative elements, world-building concepts, and the game’s fictional universe. These findings demonstrate that jargon functions not only as a tool for efficient communication, but also as a reflection of players’ social roles, interests, and levels of engagement. Overall, this research contributes to a deeper understanding of language variation in online gaming communities and highlights the relationship between participation patterns and linguistic choice. This study shows that language variation in online gaming communities is shaped by participation patterns, revealing how engagement type and frequency influence players’ linguistic choices and reflect social interaction dynamics.