cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Dieksis ID
ISSN : -     EISSN : 28087038     DOI : https://doi.org/10.54065/28087038
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Dieksis ID merupakan Jurnal atau publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Dieksis ID menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni pada pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan Kelompok Belajar.
Articles 109 Documents
Representation of Women in Leila S. Chudori's Novel Nadira: A Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough's Model Muderika Syamsuddin; Aslan Abidin; Usman Usman
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1303

Abstract

Urgency of this research is to critically examine the representation of women in Leila S. Chudori’s novel Nadira through Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model in order to uncover underlying gender ideologies and power relations embedded in the text. This study examines the representation of women in Nadira, a novel by Leila S. Chudori, using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model. The analysis focuses on various formn of representation that appear through actions, events, states, and mental processes experienced by the female characters in the narrative. This research employes a descriptive qualitative method with reading and note-taking techniques to obtain relevant data from the text. The findings reveal that the representation of women in Nadira is constructed through lexical selection, metaphors, and narrative structures that highlight emotional struggles, power relations, and the psychological experiences of the characters. Through figurative language and vivid depictions of inner turmoil, the novel portrays women as individuals who confront social pressure, emotional instability, and processes of self-meaning. These findings affirm that language in literary works not only conveys stories but also constructs the positions and identities of women within their social contexts.
Dinamika Batin Tokoh Juan Pablo Castel dalam Novel Terowongan Karya Ernesto Sabato: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Nuriftitah Arsyad; Aslan Abidin; Andi Karman
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1313

Abstract

Kompleksitas psikologis yang ditemukan dalam karya sastra eksistensial menawarkan wawasan mendalam mengenai anomali perilaku manusia, sehingga penting untuk mengkaji narasi-narasi tersebut guna memahami psikis manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika batin tokoh Juan Pablo Castel dalam novel The Tunnel karya Ernesto Sabato dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, yang berfokus pada struktur kepribadian id, ego, dan superego. Analisis ini diarahkan untuk mengungkap bagaimana ketiga aspek psikologis tersebut membentuk perilaku tokoh, memengaruhi jalannya konflik, serta memberikan makna terhadap keseluruhan cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan alur analisis yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca dan mencatat kutipan-kutipan dalam novel yang menggambarkan dorongan instingtif, pertimbangan realistis, serta kontrol moral yang dialami oleh tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika batin Juan Pablo Castel terbentuk melalui interaksi yang tidak seimbang antara id, ego, dan superego. Id tampak mendominasi melalui dorongan spontan dan agresif yang mengendalikan tindakannya; ego terlihat dalam upayanya mempertimbangkan realitas sebelum bertindak; sedangkan superego muncul melalui rasa bersalah dan penyesalan setelah melakukan pelanggaran moral. Ketiga struktur kepribadian tersebut saling bertentangan sehingga menimbulkan konflik batin yang kompleks, yang pada akhirnya mendorong tokoh utama menuju tragedi. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada penerapan teori psikoanalisis Freudian dalam kritik sastra. Secara praktis, penelitian ini memberikan referensi yang bermanfaat bagi pembelajaran apresiasi sastra dan pendidikan karakter berbasis psikologi. Kesimpulannya, kejatuhan tragis Castel merupakan konsekuensi psikologis yang tak terelakkan dari dominasi id yang tidak terkendali atas batasan rasional dan moral.
Interferensi Sosiolinguistik dan Tantangan Pedagogik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tulis di SMA Andi Muhammad Aqshal; Agung Ramadhan M; Nensilianti Nensilianti; Muhammad Saleh
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1315

Abstract

Problematika penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi isu yang semakin urgen di tengah tuntutan penguasaan bahasa baku pada jenjang pendidikan menengah. Interferensi bahasa lokal yang terjadi secara terus-menerus tidak hanya memengaruhi kemampuan menulis siswa, tetapi juga menimbulkan dilema pedagogik bagi guru dalam menyeimbangkan aspek preskriptif dan ekspresif bahasa. Penelitian ini mengkaji problematika pembelajaran Bahasa Indonesia dari dimensi sosiolinguistik dan pedagogik di SMA Negeri 18 Makassar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini secara spesifik menyoroti kuatnya penetrasi dialek Melayu Makassar terhadap penguasaan sintaksis baku tulis siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui purposive sampling, dan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil analisis taksonomis terhadap 10 korpus data teks eksposisi siswa menunjukkan tiga level interferensi yang masif: (1) interferensi morfologis berupa substitusi afiksasi baku menjadi prefiks lisan (na-, kasih-); (2) interferensi sintaksis melalui penyisipan multi-klitik (mi, ji, ki); dan (3) interferensi leksikal-fatis (tawwa, ndak). Temuan ini memunculkan dilema pedagogik bagi pendidik antara menjaga preskripsi tata bahasa atau memfasilitasi kelancaran berekspresi. Melalui kerangka sosiokultural, kajian ini merekomendasikan rekayasa pedagogik berbasis translanguaging di mana guru menggunakan teks terinterferensi sebagai instrumen analisis sosiopragmatik di kelas untuk membangun kesadaran register siswa, alih-alih menerapkan pedagogi preskriptif yang menindas.
Mengungkap Perlawanan Perempuan dan Subordinasi dalam Film Perempuan Berkelamin Darah Tahun 2023 melalui Lensa Feminis Radikal Kate Millet Ridwan Ridwan; Nensilianti Nensilianti; Latifa Turohma
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1320

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengungkap representasi subordinasi dan perlawanan perempuan dalam media film, guna memperkuat kajian feminisme radikal serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan gender dalam budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi subordinasi serta resistensi perempuan dalam film Perempuan Berkelamin Darah (2023) dengan menggunakan kerangka pemikiran feminisme radikal yang digagas oleh Kate Millett. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan terhadap adegan dan dialog yang terdapat dalam film. Analisis dilakukan berdasarkan konsep politik seksual Millett yang mencakup dimensi ideologi, pemaksaan, aspek psikologis, serta relasi ekonomi dan kekuasaan. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa bentuk-bentuk subordinasi terhadap perempuan digambarkan melalui adegan kekerasan seksual, tindak kekerasan fisik, stigmatisasi psikologis, serta konstruksi ideologi patriarkil yang cenderung menyalahkan korban. Di sisi lain, film ini juga merepresentasikan beragam bentuk perlawanan dari tokoh perempuan sebagai respons terhadap dominasi patriarki. Dengan demikian, film ini tidak sekadar menyajikan gambaran penderitaan perempuan, melainkan juga berfungsi sebagai kritik terhadap sistem patriarkil yang menindas.
Dekonstruksi Narasi Besar dalam Fiksi Ilmiah: Postmodernisme Lyotard terhadap Cerpen Ignoramus Karya Aveus Har Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Fitriya Husna
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1321

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pemahaman terhadap karya sastra kontemporer yang merefleksikan perubahan cara pandang manusia modern terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan realitas kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cerpen Ignoramus karya Aveus Har melalui perspektif postmodernisme Jean-François Lyotard. Cerpen tersebut merepresentasikan kritik terhadap narasi besar (grand narrative) sains dan teknologi yang dianggap mampu menjelaskan serta mengendalikan kehidupan manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis teks, penelitian ini menyoroti tiga aspek utama postmodernisme yang tercermin dalam cerpen, yaitu kritik terhadap narasi besar, pluralitas narasi, dan ketidakpastian masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Stephen, menjadi simbol manusia modern yang menuhankan sains, namun justru menghadapi kehancuran ekologis dan eksistensial akibat keyakinannya terhadap rasionalitas mutlak. Selain itu, cerpen menampilkan pluralitas narasi antara manusia bionik yang kehilangan makna hidup dan manusia beriman yang menemukan harapan di tengah kehancuran. Gambaran dunia yang rusak dan penuh ambiguitas menegaskan pandangan Lyotard bahwa kemajuan ilmu pengetahuan justru melahirkan ketidakpastian terhadap klaim kebenarannya sendiri. Dengan demikian, cerpen Ignoramus mencerminkan semangat postmodern yang menolak kebenaran tunggal dan mengakui keberagaman makna serta pengalaman manusia dalam menghadapi masa depan.
Preserving Identity in a Globalized World: Strategies for Maintaining the Bugis-Makassar Language Based on Seminar Participants’ Perspectives Kembong Daeng; Ilma Rahim; Fatimah Yunus; Ita Rosvita; Bungatang Bungatang
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1328

Abstract

The rapid advancement of globalization has significanty impacted the sustainability of regional languages, including the Bugis-Makassar language, leading to a decline in its use among younger generations. This study aimed to examine strategies for maintaining the Bugis-Makassar language as a mother tongue in the context of globalization, focusing on participants’ perceptions of the International Mother Tongue Seminar. The study employed a descriptive quantitative approach supported by qualitative analysis to provide a comprehensive understanding of language awareness, attitudes, and preservation strategies. The study involved 120 respondents from diverse backgrounds, including students, academics, teachers, and the general public, selected through purposive sampling. The data were collected using a structured questionnaire based on a 5-point Likert scale, complemented by open-ended questions to capture deeper insights. The research instrument was tested for validity using Pearson Product Moment correlation and for reliability using Cronbach’s Alpha, yielding a coefficient of 0.87, indicating high internal consistency. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and standard deviation, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings revealed a high level of awareness among respondents regarding the importance of the Bugis-Makassar language as a cultural identity. However, a gap existed between awareness and actual language use, particularly in formal and digital contexts. The seminar was positively evaluated as an effective platform for raising awareness. Key strategies identified include integrating regional languages into formal education, strengthening intergenerational transmission, and utilizing digital media for language revitalization. In conclusion, although awereness of the importance of Bugis-Makassar language is relatively high, practical usage remains limited, indicating the need for more structured and sustainable preservation stategies supported by educational institutions and digital innovation.
Representasi Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi dalam Novel Mantra Pejinak Ular: Perspektif Sastra Profetik Elsa Fitri; Usman Usman; Aslan Abidin
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya sastra profetik dalam mengungkap nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan spiritual di tengah krisis sosial kontemporer serta semakin kuatnya dominasi kekuasaan dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu karya penting sastra Indonesia, novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo merefleksikan berbagai nilai profetik yang relevan dengan kehidupan sosial dan moral masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam novel melalui perspektif sastra profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks novel, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan sastra profetik. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan teknik membaca dan mencatat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisasi direpresentasikan melalui upaya tokoh dalam menjaga martabat manusia di tengah tekanan kekuasaan dan birokrasi. Nilai liberasi tercermin dalam perlawanan tokoh terhadap dominasi dan ketidakadilan sosial, sedangkan nilai transendensi tampak melalui kesadaran spiritual tokoh serta ketergantungannya pada nilai-nilai religius dalam menghadapi konflik sosial. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa sastra profetik dapat berfungsi sebagai media pendidikan moral, kritik sosial, dan pembentukan karakter dalam pembelajaran sastra maupun kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Mantra Pejinak Ular secara kuat merepresentasikan nilai-nilai profetik berupa humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai refleksi terpadu dari kesadaran kemanusiaan, sosial, dan spiritual.
Semiotika Feminisme Radikal: Konstruksi Penindasan dan Resistensi dalam Novel Kereta Semar Lembu Fina Damayanti; Usman Pahar; Aslan Abidin
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1351

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengungkap konstruksi penindasan patriarki dan representasi resistensi perempuan dalam novel Kereta Semar Lembu melalui perspektif Radical Feminism semiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani melalui perspektif semiotika feminisme radikal. Analisis ini berfokus pada penindasan patriarkal, kontrol terhadap tubuh perempuan, serta representasi perlawanan radikal yang tertanam dalam sistem semiotik naratif novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan tiga proses analisis, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan mengumpulkan data berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf dari objek penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakadilan gender yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam Kereta Semar Lembu dimanifestasikan melalui berbagai simbol semiotik. Penindasan tersebut tercermin melalui tanda-tanda eksploitasi tubuh yang berakar pada struktur patriarki yang mengakar kuat. Selain itu, novel ini menghadirkan perspektif feminisme radikal melalui tindakan tokoh-tokoh perempuan yang berjuang untuk membongkar dominasi laki-laki dan merebut kembali otonomi mereka sendiri. Analisis semiotik menjelaskan bagaimana penggunaan bahasa, mitologi, dan tanda-tanda dalam novel ini sekaligus merefleksikan serta menantang realitas ketimpangan gender dalam masyarakat. Penelitian mengenai semiotika feminis dalam sastra Indonesia masih cenderung berfokus pada representasi perempuan secara umum dan belum secara khusus mengkaji bentuk-bentuk penindasan serta perlawanan perempuan melalui perspektif feminisme radikal dalam novel Kereta Semar Lembu. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengungkap konstruksi tanda-tanda patriarki dan bentuk-bentuk perlawanan perempuan yang direpresentasikan dalam teks sastra kontemporer. Dengan demikian, novel ini dipandang mampu menggambarkan perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki sekaligus menonjolkan nilai-nilai feminisme radikal melalui representasi semiotik yang tertanam dalam narasinya.
Pembelajaran Menulis Teks Narasi Danau Tondano dengan Menggunakan Model Project Based Learning pada Siswa Kelas VII SMP Anugrah Tondano Selviana Ndruru; Ruth Caroline Paath; Wimsje Relvin Palar
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1353

Abstract

Keterampilan menulis merupakan kompetensi produktif yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi siswa kelas VII SMP Anugrah Tondano masih mengalami kesulitan menyusun teks narasi yang runtut, lengkap, dan sesuai kaidah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran menulis teks narasi bertema Danau Tondano serta menganalisis peningkatan keterampilan menulis siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas VII yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan tes unjuk kerja menulis teks narasi pada dua pertemuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan rubrik penilaian menulis yang mencakup aspek orientasi, komplikasi, resolusi, dan coda. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta perhitungan persentase capaian setiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata dari 71,2% pada pertemuan I menjadi 78,15% pada pertemuan II. Aspek orientasi meningkat dari 76% menjadi 86,2%, komplikasi dari 73,6% menjadi 84,2%, resolusi dari 68,2% menjadi 71,4%, dan coda dari 67% menjadi 70,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa Project Based Learning membantu siswa mengembangkan struktur cerita, mengaitkan pengalaman lokal dengan tulisan, dan meningkatkan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini terbatas pada subjek yang kecil dan dua kali pertemuan, sehingga penelitian lanjutan disarankan menggunakan waktu intervensi yang lebih panjang.
Pembelajaran Nilai Moral Keberanian dan Kemandirian dalam Film Animasi Moana Kajian Pendidikan Karakter Hellen Syelomita Pungis; Uus Martinus Kamajaya Al Katuuk M.S; Intama Jemy Polii
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1356

Abstract

Perkembangan era digital membawa tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik sehingga diperlukan media pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan anak. Film animasi Moana (2016) dipilih karena memuat narasi perjuangan tokoh utama yang merepresentasikan keberanian dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai moral keberanian dan kemandirian dalam film Moana serta mengkaji relevansinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data primer berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, konflik, dan alur cerita dalam film, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah tentang pendidikan karakter, kajian film, dan teori perkembangan moral. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi tidak langsung, pencatatan adegan, serta pengelompokan data berdasarkan indikator nilai keberanian dan kemandirian. Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tema, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan Teori Pembelajaran Sosial dan Self-Determination Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian direpresentasikan melalui kemampuan Moana menghadapi ketidakpastian, mengambil risiko, mempertahankan keputusan moral, dan menunjukkan empati dalam menyelesaikan konflik. Kemandirian direpresentasikan melalui kemampuan mengambil keputusan, belajar dari pengalaman, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi tindakan. Kedua nilai tersebut relevan untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi mandiri, bernalar kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini terbatas pada analisis satu film, sehingga penelitian lanjutan disarankan menguji implementasinya dalam pembelajaran kelas.

Page 10 of 11 | Total Record : 109