cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Dieksis ID
ISSN : -     EISSN : 28087038     DOI : https://doi.org/10.54065/28087038
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Dieksis ID merupakan Jurnal atau publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Dieksis ID menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni pada pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan Kelompok Belajar.
Articles 89 Documents
Penerapan Model Pembelajaran PAIKEM Berbantuan Media Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Kosakata Baku dan Tidak Baku Siswa Kelas V SDN 63 Ponjalae Baru Zulham, Muhammad; Samdani, Lia
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.951

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada penggabungan model pembelajaran PAIKEM dengan media interaktif berbasis teknologi dalam konteks pembelajaran kosakata baku dan tidak baku di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kosakata baku dan tidak baku menggunakan model pembelajaran PAIKEM berbantu media interaktif siswa kelas V SDN 63 Ponjalae Baru Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk membantu guru dalam memecahkan permasalahan yang terjadi di kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 63 Ponjalae Baru Kota Palopo dengan jumlah siswa 33, yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Teknik Pengumpulan data ada 2 yaitu tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu 2 tes lembar kerja dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan secara bersiklus yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II dan saling berkaitan. Hasil penelitian pada silus I nilai rata-rata secara individual yaitu 68 dengan nilai persentase 48% dan pada siklus II nilai rata-rata secara individual yaitu 79 dengan nilai persentase 81%. Berdasarkan hasil analisis peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PAIKEM berbantu media interaktif dapat meningkatkan pemahaman kosakata baku dan tidak baku siswa kelas V SDN 63 Ponjalae Baru Kota Palopo.
Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Multibahasa: Tantangan Linguistik dan Pedagogis di Era Modern Lumbantoruan, Suryawati Br.; Sipayung, Dea; Pasaribu, Natalia; Manalu, Sabrina; Azizah, Nurul
Jurnal Dieksis ID Vol. 4 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.4.2.2024.595

Abstract

Tantangan pembelajaran dua bahasa berbeda secara simultan di tengah minimnya integrasi sosial-psikologis dan optimalisasi teknologi dalam pendidikan multibahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia secara simultan dalam konteks pendidikan multibahasa di era modern. Kajian dilakukan melalui pendekatan studi literatur yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan menganalisis berbagai sumber sekunder seperti artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian terkini. Fokus utama terletak pada tiga dimensi: perbandingan linguistik, faktor sosial-psikologis, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa. Hasil studi menunjukkan bahwa perbedaan tipologis yang tajam antara Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia terutama dalam aspek morfologi dan sintaksis, serta sering menyebabkan interferensi linguistik pada pembelajar. Selain itu, faktor sosial dan afektif seperti motivasi, kecemasan berbahasa, serta akses terhadap lingkungan belajar turut memengaruhi keberhasilan akuisisi bahasa. Temuan juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi, mulai dari aplikasi pembelajaran daring hingga kecerdasan buatan, berpotensi besar mendukung proses pembelajaran, meskipun tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan ketimpangan akses digital masih menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan integratif, yang menyatukan ketiga dimensi secara simultan. Pengembangan kurikulum yang kontekstual, pelatihan guru yang berkelanjutan, serta strategi pedagogis berbasis bukti menjadi kunci dalam membangun praktik pendidikan multibahasa yang efektif dan inklusif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan bahasa yang lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Kode Switching dalam Interaksi Remaja: Studi Sosiolinguistik di Media Sosial Syaharani, Putri; Insyira, Dea Ananda; Ramadhan, Syahrul; Sukma , Elvia; Jamaluddin, Norliza binti
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.1.2025.776

Abstract

Urgensi dalam Penelitian ini yaitu untuk mengkaji fenomena alih kode dalam interaksi remaja di media sosial melalui pendekatan sosiolinguistik. Studi ini berfokus pada bagaimana remaja Indonesia menggunakan pergantian bahasa, terutama antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi digital, serta menganalisis bentuk linguistik, pola struktural, dan fungsi sosiolinguistik dari praktik tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan analisis konten terhadap interaksi media sosial yang dilakukan oleh remaja berusia 13–19 tahun. Hasil analisis mengidentifikasi tiga jenis utama alih kode, yaitu alih kode antar kalimat, intra kalimat, dan alih kode berbentuk sisipan (tag switching). Ketiga bentuk ini memiliki berbagai fungsi, seperti menunjukkan identitas kelompok, mengekspresikan emosi, mencapai efisiensi komunikasi, serta mencerminkan afiliasi sosial dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa alih kode di media sosial bukan sekadar fenomena linguistik, melainkan juga mencerminkan dinamika sosial yang lebih luas, seperti keterikatan antar teman sebaya, konstruksi identitas digital, dan sikap terhadap bahasa
The Impact of Teacher Talk Towards Students’ Language Attitude in Learning English Speaking Skill Mangngemba, Sintike; Tandikombong, Matius; Panggua, Selvi
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.1.2025.927

Abstract

This research is important due to the crucial role teacher talk plays in the process of learning English, particularly in developing students’ speaking skills. Students’ language attitudes towards speaking are strongly influenced by how teachers or lecturers communicate during the learning process. Therefore, understanding the impact of teacher talk on students’ language attitudes is urgent to ensure effective learning and improved outcomes. This study aims to investigate the effect of teacher talk on students’ language attitudes in learning English speaking skills. A quantitative method was employed, with convenience sampling used to collect data from 19 seventh-semester students in the English Education program who attended all speaking classes. Data were collected through questionnaires and analyzed using t-tests, Pearson product-moment correlation, coefficient of determination, and linear regression. The hypothesis testing showed a t-count value of 5.053, greater than the t-table value of 2.120, with a significance level of 0.000, below the 0.05 threshold. This means the Null Hypothesis (H0) is rejected, and the Alternative Hypothesis (Ha) is accepted, confirming a positive and significant impact of teacher talk on students’ language attitudes in learning speaking skills. The findings highlight teacher talk as an important factor in shaping language attitudes, suggesting lecturers need to design communication approaches effectively in English speaking classes to achieve better results.
Code-Mixing Practices of Efl Lecturers in Classroom Settings Victor, Victor; Pongsapan, Nehru P.; Allo, Markus Deli Girik
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.1.2025.929

Abstract

The use of code-mixing in the context of English as a Foreign Language (EFL) instruction has become a common strategy employed by lecturers to bridge linguistic gaps between educators and students. In the Indonesian context, where English is not the primary language, this strategy is considered essential in helping students grasp complex learning materials. This study aims to identify the types of code-mixing used by EFL lecturers and analyze their impact on students’ learning behavior, cognitive abilities, and emotional responses in the classroom. The research employed a qualitative approach using a case study method. Purposive sampling was used to select lecturer participants, while snowball sampling was applied to recruit student participants. The study was conducted at Campus 1 of the Christian University of Indonesia Toraja. Data were collected through classroom observations and in-depth interviews with both lecturers and students. The findings reveal that four types of code-mixing were employed by lecturers: insertion, alternation, congruent lexicalization, and shifts in pronunciation. Overall, the use of code-mixing had positive effects, such as enhancing students’ comprehension of the material, increasing their learning motivation, and creating a more inclusive and comfortable classroom atmosphere. However, the study also identified a potential drawback, students’ growing dependence on lecturers for understanding English, which may hinder their ability to learn independently. These findings highlight the importance of implementing a balanced teaching strategy to ensure that code-mixing serves as an effective instructional aid without diminishing students’ opportunities to develop their language skills autonomously. This research is expected to contribute to the development of more reflective and contextually relevant English teaching practices in higher education.
The Impact of Social Media Towards Students’ English-Speaking Proficiency at English Department of UKI Toraja Basongan, Weldy; Baka, Charlie; Taula’bi’, Nilma
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.940

Abstract

The purpose of to this study is to determine the impact of using social media on students' speaking skills at Universitas Kristen Indonesia Toraja. This research uses qualitative method to analyze the data. The purposive sampling strategy was used to obtain data from 7th semester students of English education. data collection was carried out using interview and observation techniques. The result found that Instagram social media has an effect on speaking fluency, vocabulary improvement, grammar and pronunciation. The impact felt by students experienced a significant increase in fluency, pronunciation and understanding of informal language use. The use of Instagram social media can personalize students' experience to practice speaking, writing, reading and listening skills and even motivate and increase self-confidence. Social media can provide a positive experience for students and teacher by offering engaging, interactive, and supportive content for English language learning, so it is worth considering using social media in education.
An Analysis of The Effect of Teaching Methods on Students' Motivation in Learning English Ricman, Oscar; Ba’ka, Charlie; Sudarsi, Elim Trika; Ibrahim, Ilmiah; Faniriana, Maminiaina Andosoa
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.941

Abstract

English proficiency is a crucial skill in the globalization era, especially for junior high school students as a foundation for learning foreign languages. However, low student motivation remains a major challenge in English learning. This study aims to determine the extent to which teaching methods affect students’ motivation to learn English at SMP Kristen Makale. A quantitative approach with an explanatory design was employed. The population consisted of 127 seventh-grade students, from which a sample of 40 students (32%) was selected using proportional random sampling to ensure representative data across classes. Data collection techniques included observation, a structured questionnaire using a four-point Likert scale, and documentation. The data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression, assisted by the latest version of SPSS software. The results show that teaching methods have a significant effect on students’ learning motivation, with a coefficient of determination (R²) of 0.531 or 53.1%. The correlation coefficient (R) of 0.729 indicates a strong relationship between the variables. Lecture, demonstration, discussion, question-and-answer, and presentation methods were found to be effective in enhancing student motivation, with motivational response rates ranging from 72% to 76.8%. These findings suggest that the success of teaching methods is closely related to how well the method aligns with students' characteristics and how creatively teachers manage the learning process. Therefore, it is recommended that teachers continue to develop and apply more diverse and innovative instructional strategies to improve students' overall motivation in learning English.
Analisis Epistemologis Konsep Kebenaran Ditinjau dari Sumber, Cara, Sifat, dan Sikap Individu Rahayu, Winda; Heryadi, Dedi
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.1078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana perbedaan dalam memahami kebenaran muncul dan berkembang dalam konteks individu, sosial, dan budaya. Kajian diarahkan pada empat aspek epistemologis utama, yaitu sumber munculnya perbedaan pandangan, proses terbentuknya perbedaan tersebut, karakteristik inheren dari perbedaan, serta sikap individu dalam meresponsnya. Urgensi penelitian terletak pada meningkatnya keragaman perspektif dan kompleksitas arus informasi di masyarakat modern yang sering kali memunculkan polarisasi, misinformasi, dan konflik pemaknaan. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perbedaan klaim kebenaran terbentuk diperlukan untuk memperkuat literasi kritis, sikap toleransi, dan kemampuan dialog lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur yang dipadukan dengan interpretasi konseptual. Kriteria pemilihan literatur didasarkan pada relevansi dengan kajian epistemologi dan studi kebenaran, pembahasan mengenai sumber dan dinamika konstruksi pengetahuan, berasal dari publikasi ilmiah yang kredibel dan terkini, serta memberikan kontribusi teoretis dalam memahami fenomena sosial terkait perbedaan klaim kebenaran. Melalui sintesis terhadap berbagai sumber filsafat, kajian sosial, dan fenomena kehidupan kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa latar belakang pengetahuan, pengalaman hidup, nilai personal, dan lingkungan sosial-budaya menjadi fondasi utama munculnya keragaman pemahaman mengenai kebenaran. Hasil utama dari sintesis menunjukkan bahwa perbedaan tersebut terbentuk melalui proses komunikasi, pembentukan makna, serta interaksi sosial yang memengaruhi cara individu menafsirkan realitas. Secara karakteristik, perbedaan dapat menjadi sarana pengayaan pemikiran apabila dihadapi melalui dialog terbuka dan saling menghargai. Sebaliknya, perbedaan dapat memicu konflik ketika diperkuat oleh prasangka, intoleransi, atau bias kognitif. Penelitian ini menegaskan bahwa respons ideal terhadap keragaman pandangan tentang kebenaran meliputi keterbukaan berpikir, penghargaan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga harmoni sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman epistemologis yang komprehensif terhadap perbedaan perspektif kebenaran tidak hanya memperkaya wacana teoretis mengenai epistemologi dan multikulturalisme, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter, literasi kritis, dan pengembangan masyarakat yang lebih inklusif.
Sinergi Guru dan Orang Tua di Era Digital: Upaya Penguatan Literasi Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Suhaeni, Heni
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.1083

Abstract

Kemampuan membaca pada tahap awal merupakan aspek penting untuk keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya siswa kelas rendah yang mengalami keterlambatan dalam membaca permulaan, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara guru dan orang tua untuk mengoptimalkan proses literasi sejak dini. Dalam kenyataanya, kemampuan ini tidak hanya diperoleh dari aktivitas belajar di sekolah, melainkan juga melalui keterlibatan aktif dari orang tua di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendukung kemampuan membaca permulaan siswa kelas I di SDN Leuweunggede IV dengan menggunakan model enam jenis keterlibatan keluarga menurut Epstein (2018). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek yang terdiri dari enam siswa kelas I, seorang guru kelas, dan orang tua siswa. Pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerjasama antara guru dan orang tua paling terlihat jelas dalam aspek komunikasi, pengasuhan, pembelajaran di rumah, dan kegiatan sukarela. Sinergi yang terjalin menunjukan bahwa kolaborasi yang terencana antara sekolah dan orang tua memiliki dampak positif terhadap perkembangan kemampuan membaca permulaan.
The Performative Failure of the “Great Russia” Narrative: A Speech Act Analysis and the Transformation of Ukrainian National Identity Najwa, Nabilah
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1080

Abstract

This study is urgent because it reveals how the performative failure of the “Great Russia” narrative, rather than legitimizing domination, has unintentionally accelerated the consolidation and transformation of Ukrainian national identity, challenging prevailing assumptions about the power of hegemonic discourse in international politics. The Russia Ukraine conflict reflects not only a territorial dispute, but also a war of meaning through language and historical narratives. President Vladimir Putin often uses the narrative of ‘Greater Russia’ as a basis for political legitimacy to justify aggression against Ukraine. This narrative represents a form of speech act that aims to create a new political reality in which Ukraine is considered part of a larger Russian identity. However, the phenomenon that occurs is paradoxical: instead of strengthening Russia's cultural claims, the narrative fails performatively and triggers the consolidation of Ukrainian national identity. This study employs a qualitative-descriptive research design aimed at explaining why Russia’s “Greater Russia” narrative failed performatively and how it paradoxically strengthened Ukrainian national identity. This study aims to analyse the failure of Russian linguistic actions using a descriptive qualitative approach with the analytical tool of Speech Act theory from the Copenhagen School. Data was obtained from secondary sources such as official speeches, public opinion surveys (Pew Research, KIIS), and academic literature related to changes in Ukraine's national identity after 2014. The results of the study show that the failure of Russian political discourse was caused by changes in Ukraine's socio-political context, which eliminated Moscow's symbolic legitimacy. The ‘Greater Russia’ narrative lost its effectiveness because the intended audience rejected the constructed meaning, so that the political discourse no longer had performative power. This study confirms that in contemporary global politics, linguistic power cannot stand without audience recognition. Language, in the context of modern conflict, has become the main arena where legitimacy and identity are negotiated.