cover
Contact Name
Hidayati Desy
Contact Email
balantingjurnal@gmail.com
Phone
+6281348408737
Journal Mail Official
balantingjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto, No. 76 A, Kuripan, Kec. Banjarmasin Tim, Kalimantan Selatan 70235 - di samping LBPP LIA.
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Balanting : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Balanting
ISSN : -     EISSN : 30311012     DOI : -
Balanting adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat, artikel jurnal tersebut sebagai salah satu Tridarma kewajiban dosen dalam mengembangkan kegiatan dan sesuatu perubahan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar, jurnal balanting bukan hanya terfokus pada kegiatan kemaritiman yang terpaut pada ke tatalaksanaan pelayaran niaga, namun juga pada kegiatan lainnya baik pada bidang ekonomi, sastra dan budaya, religi, sains dan teknologi. Artikel ini tentunya bertujuan untuk membangun atau menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan pendidikan atau kesejahteraan pada perubahan yang di temukan. Jurnal balanting merupakan kata lanting yang didasarkan pada perahu terbuat dari bambu atau ( paring) ciri khas dari daerah kandangan kab. Hulu Sungai selatan. Prov. Kalsel yang mana balanting merupakan kegiatan masyarakat kandangann dalam mengarungi sungai dengan kegiatan mencari ikan, atau membawa seseorang untuk menyeberang atau mencari sesuatu di sungai. Dengan demikian, balanting tidak jauh dari ke tatalaksanaan dan pelabuhan yang ada di sungai di Kalimantan Selatan sebagai objek budaya Banjar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN KEAGAMAAN DALAM MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN KEIMANAN PONDOK PESANTREN AR-ROYAN Fathulliansyah, Noor; David Bastian Sihombing; Veby Senopati Silam
Balanting Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i1.144

Abstract

Pengajian dapat diartikan proses menuju kepada pembagian masyarakat melalui jalur agama. Bimbingan kepada masyarakat ini bisa dikatakan dakwah karena dakwah merupakan usaha meningkatkan pemahaman keagamaan untuk mengubah pandangan hidup, sikap batin, dan perilaku umat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam menjadi sesuai dengan tuntunan syariat untuk memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Jadi peranan secara fungsional adalah mengokohkan landasan hidup manusia Indonesia pada khususnya di bidang mental spritual keagamaan Islam dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya secara intergal, lahiriyah dan batiniyahnya, duniawiyah bersama. Sesuai tuntunan ajaran agama Islam yaitu iman dan taqwa yang melandasi kehidupan duniawi dalam segala bidang kegiatannya. Kegiatan Pelaksanaan pengajian rutin keagamaan dalam membangun dan mengembangkan keimanan pondok pesnatren Ar-royan dilaksanakan di Aula Pesanren Ar-royan, dengan m,emersiapkan kegiatan rutin yang dilaksanakan dan dipersiapkan oleh panitia tersebut dan tentunya juga dihadiri oleh masyarakat sekitar pada Pengajian Rutin tersebut, yang terjadwal setiap Hari Senin Sore hingga Malam disambung adanya Ceramah setelah pengajian terlaksanakan. Hasil Pelaksanaan kegiatan pengajian rutin keagamaan dalam membangun dan mengembangkan keimanan pondok pesantren Ar-royan. Sebagai salah satu pengabdian kepada masyarakat tentang penyampaian ilmu agama sebagai salah satu pedoman utama dalam menjalani sebuah kehidupan, dengan demikian baik pondok pesantren dan masyarakat sekitar juga dapat bergabung dalam menambah ilmu yang mana setiap pertemuan dengan judul yang berbeda-beda, tentunya menambah lebih pengetahuan agama yang didapat setelah kegiatan pengajian rutin di saksikan.
PENYAMBUTAN KEDATANGAN KRI DEWA RUCI DI DERMAGA 100 PELABUHAN TRISAKSI BANJARMASIN YANG DIHARIDIRI DIREKTUR BERSAMA TARUNA-TARUNI AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN Moch. Nurdin; Edison, Edison
Balanting Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i1.145

Abstract

KRI Dewaruci telah berusia 64 tahun. Sepanjang rentang usia sejak dia dibuat di galangan kapal Stulcken & Sohns di Hamburg, pada 1952 dan masuk dinas TNI AL pada 1953, sudah ada puluhan komandan kapalnya. sebagian dari para mantan komandan KRI Dewaruci itu berkumpul dan berlayar bersama, dalam pelayaran nostalgia dengan misi istimewa: membicarakan kelangsungan kapal latih TNI AL itu hingga mampu berlayar 100 tahun. Selain pada mantan komandan, juga beberapa mantan perwira pelaksana kapal, perwira-perwira yang pernah bertugas di KRI Dewaruci, dan kalangan sipil yang pernah berkecimpung dengan KRI Dewaruci juga serta.Di antara para mantan komandan KRI Dewaruci yang turut hadir adalah Laksamana Pertama TNI (Purnawirawan) Didin Z Abidin, Laksamana Pertama TNI Gig Sipasulta, dan Kolonel Pelaut Akmal. Sedangkan perwira yang pernah bertugas di KRI Dewaruci yang pernah bertugas di sana dan turut dalam pelayaran ini adalah Letnan Kolonel Pelaut Alfred Daniel dan Mayor Pelaut Pius H. Pelayaran istimewa ini tidak lama, hanya dua malam saja, dan bertolak dari dermaga Madura di Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL pada 15 Agustus lalu. Metode pelaksanaan dalam rangka Penyambutan kedatangan KRI dewa ruci di Dermaga 100 pelabuhan trisaksi Banjarmasin yang diharidiri Direktur bersama Taruna-taruni Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, sesuai undangan yang diterima sebelum kegiatan berlangsung, dengan demikian, Direktur, salah satu Staf dan Taruna-taruni Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin bersiap pada kegiatan penyambutan dari awal, baik adanya sambutan pidato dari Gubernur Kalimantan Selatan, hingga penutupan serta di akhiri dengan dokumentasi pada kegiatan tersebut dan tentunya Kapal yang menjadi sejarah atau Legenda Indonesia. Pada kegiatan penyambutan kedatangan KRI Dewa Ruci di dermaga 100 Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin yang dihadiri Direktur bersama Taruna-taruni Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin. Mengikuti dari awal kegiatan hingga proses akhir penyambutan Kedatangan KRI Dewa Ruci tersebut. Adapun hasil dari kegiatan dari proses penyambutan, pidato, hingga dokumentasi bersamaKRI Dewa Ruci bersama Taruna-taruni AAL, selain itu ada sambutan pidato oleh Gubernur Kalimantan Selatan. Kedatangan kapal legendaris dengan julukan Sang Legenda, kata Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Kalsel Babussalam Tampak di atas tiang-tiang kapal, terdapat bendera dari berbagai negara yang sudah disambangi oleh kapal layar tipe Barquentine itu.Diketahui, KRI Dewa Ruci sendiri merupakan kapal latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) yang berbasis di Surabaya. Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar menggunakan KRI Dewa Ruci ke berbagai belahan dunia untuk berlatih pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida.
MENANAM POHON BERSAMA DALAM UPAYA MENYELARASKAN GAYA HIDUP SEHAT DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN SEHARI-SEHARI SEBAGAI BENTUK RASA SYUKUR KEPADA ALAM SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN Juhrani, Juhrani; Irtania, Irtania; Ahmad Shofi Khairian
Balanting Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i1.146

Abstract

Lingkungan seringkali dipahami secara terpisah. Pemahaman tersebut berkembang selama ini, sehingga agama cenderung tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap kesadaran umat dalam menjaga lingkungan. Agama dan lingkungan dianggap dua hal yang terpisah dan tidak berhubungan satu sama lain. Padahal terdapat hubungan yang erat antara agama dan lingkungan hidup, khususnya pada kontribusi agama dalam mempengaruhi perilaku manusia terhadap persepsi dan tingkah lakunya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di sekitarnya. Pada metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Menanam Pohon Bersama dalam Upaya Menyelaraskan Gaya Hidup Sehat dan Keindahan Lingkungan Sehari-Sehari Sebagai Bentuk Rasa Syukur Kepada Alam Sebagai Sumber Kehidupan, sebagai salah satu wujud dari tim abdi negara sekaligus memberikan keselarasan kehidupan dengan menanam pohom sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada makhluknya. Dengan demikian, pada lingkungan penduduk diberikan arahan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan upaya saling bergotong toyong sekaligus memperkenalkan kegiatan dipagi hari dengan menanam pohon dan memeberishkan lingkungan sekitar agar masyarakat menyadari pentingnya kehidupan sehat dengan menjaga sekitaran lingkungan salah satunya adalahan menanam pohon ataupun menanam jenis yang bermanfaat pada lingkungan rumah mereka. Hasil pada kegiatan menanam pohon bersama dalam upaya menyelaras gaya hidup sehat dan keindahan lingkungan sehari-hari sebagai bentuk rasa syukur kepada alam sebagai sumber kehidupan, pohon bukan hanya elemen dekoratif semata, namun juga menjadi kebutuhan bagi lingkungan yang sehat dan sejuk. Saat ini, dengan lahan yang cukup di sekitar rumah, menanam pohon bukanlah ide yang buruk. Bahkan, hal tersebut bisa memberikan berbagai manfaat yang tak terduga. Dalam tips ini, kita akan membahas mengapa menanam pohon di sekitar rumah adalah tindakan bijak yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan fisik dan mental kita. Menanam pohon merupakan langkah kecil namun signifikan dalam mengatasi masalah polusi udara. Pohon memiliki kemampuan alami untuk menyerap gas polutan seperti nitrogen oksida, ozon, amonia, dan sulfur dioksida dari udara yang kita hirup. Selain itu, mereka juga berperan sebagai penyaring, menangkap partikel-partikel kecil yang bisa membahayakan kesehatan pernapasan kita
BAKTI SOSIAL DONOR DARAH TARUNA-TARUNI AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN KESEHATAN TERHADAP DIRI SENDIRI DAN MASYARAKAT. Wardhana, Andri Ali; Akhmad Syahbudin; Irnita Rosaria Santi; Kamsariaty, Kamsariaty; Firdaus Suwestian,; Hadiansyah, Hadiansyah
Balanting Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i1.148

Abstract

Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merapatkan kekerabatan kita, untuk mewujudkan rasa cinta kasih , rasa saling menolong,rasa saling peduli mahasiswa kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan uluran tangan mereka.Tujuan dari diadakan kegiatan bakti sosial masyarakat adalah untuk meningkatkan kepedulian dan rasa social terhadap kodisi masyarakat pedesaan yang makin hari makin memprihatinkan, baik dari segi kebutuhan ekonomi maupun dari segi lapangan pekerjaan, terciptanya masyarakat yang peduli terhadap sesama, memberi motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan. Metode pelaksanaan di Aula Lanal Banjarmasin, pada agenda rutin dalam mengumpulkan pendonor darah yang suka rela dalam memberikan darah yang untuk diperlukan di beberapa rumah sakit sebagai stok agar lebih sigap dalam memberikan pelayanan bagi kepentingan bersama, hal ini tentu memudahkan dalam membantu orang lain yang segera membutuhkan darah sesuai yang duperlukan. Seperti pada kegiatan yang telah dilasakanakan Taruna-taruni Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, setelah melaloui proses tahapan dalam syarat pendonoran darah Taruna-taruni siap melaksanakan donor darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, kegiatan tersebut sebagai penganbdian kepada masyarakat atau pun kepedulian kepada kesehatan dan keselamatan pada diri sendiri dan orang lain yang membutuhkan. Pada hasil kegiatan donor darah yang langsung disumbangkan oleh taruna-taruni di Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin tersebut, tentu membuahkan hasil bagi pihak rumah sakit yang memnbutuhkan sebagai stok cadangan darah bagi pihak yang terdesak, kegiatan sosial tersebut menjadi rutinitas kegiatan yang diselenggarakan dari Lanal Banjarmasin baik untuk umum maupun yang rela mendonorkan darah untuk kesehatan diri pribadi maupun menyemaltkan kesehatan orang lain sebagai bentuk rasa kasih dan rasa empati kepada manusia. Dengan demikian, pada kegiatgan bakti sosial donor darah tentu akan menjadi rutinitas taruna-taruni beserta dosen maupun staf fbagi yang lulus tahapan untuk siapm di donorkan kepada PMI tersebut.
MEMBUAT SENYUM BAHAGIA DENGAN BERBUKA BERSAMA SEKALIGUS BERBAGI BINGKISAN LEBARAN UNTUK ANAK YATIM DILAKSANAKAN OLEH AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN. Elisa Rosiana; Hidayati Desy; Bambang Fry; Rasidi, Rasidi; Yusuf, Yusuf; Susi Herawati; Etik Purwanti; Prihatin, Prihatin
Balanting Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i1.149

Abstract

Abstract In Indonesia there is a priority scale in providing compensation to orphans; compensation for orphans is greater than compensation for children who are simply called orphans. In the Indonesian context, the name orphan is used for children whose fathers have died. Meanwhile, if both the father and mother die, the child is said to be an orphan. There is an interesting phenomenon that arises from this distinction The implementation method was carried out at the Roditha Banjarmasin hotel, preparations were carried out by the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy cadets by submitting a proposal several months before the month of Ramadhan arrived, so that the budget and venue, event activities and food menu had been prepared by the cadets. Apart from that, the activity of making happy smiles by breaking the fast together and sharing Eid gifts for orphans was carried out by the Nusantara Maritime Academy, Banjarmasin. It is a routine activity every year with gatherings to invite AMNUS Banjarmasin Alum, as well as breaking the fast, and of course community service to share together with orphans, as a form of caring and gratitude for life. The results of the community service discussion on "Creating happy smiles by breaking the fast together and sharing Eid gifts for orphans was carried out by the Nusantara Maritime Academy Banjarmasin", attended by all leaders and lecturers as well as staff, Alumni, and Cadets/i levels I and II. In this activity there were several gifts and zakat for orphans who attended the breaking fast together, to maintain friendship and increase faith by sharing as a form of gratitude that Allah SWT has given to creatures in the world.   Key words: sharing, gifts, orphans Abstrak Di Indonesia terjadi skala prioritas dalam pemberian santunan terhadap anak yatim; santunan terhadap yatim piatu lebih besar dari pada santunan terhadap anak yang disebut yatim saja Konteks keIndonesiaan, nama yatim dipergunakan anak yang bapaknya meninggal dunia. Sedangkan bila yang meninggal adalah bapak dan ibu sekaligus, maka anak tersebut dikatakan yatim piatu. Ada fenomena menarik yang muncul dari pembedaan ini Metode pelaksanaan di lakukan di hotel Roditha Banjarmasin, persiapan yang dilakukan oleh Taruna/i Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin dengan mengajukan proposal  beberapa bulan sebelum Bulan Ramadhan tiba, sehingga anggaran dan tempat, kegiatan acara, dan menu makanan sudah dipersiapkan oleh Taruna-taruni tersebut. Selain itu pada pelaksanaan kegiatan Membuat senyum bahagia dengan berbuka bersama sekaligus berbagi bingkisan lebaran untuk anak yatim dilaksanakan oleh Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin. Merupakan kegiatan rutin setiap tahum dengan silaturrahmni mengundang Alum AMNUS Banjarmasin, sekaligus  berbuka puasa, dan tentunya pengabdian kepada masyarakat untuk berbagi bersama kepada anak yatim, sebagai bentuk rasa peduli dan syukur pada kehidupan. Hasil pembahasan pengabdian kepada masarakat tentang “Membuat senyum bahagia dengan berbuka bersama sekaligus berbagi bingkisan lebaran untuk anak yatim dilaksanakan oleh Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin”, dihadiri seluruh pimpinan dan dosen serta staff, Alumni, dan Taruna/i tingkat I dan II,. Pada kegiatan tersebut ada beberapa bingkisan serta zakat untuk anak yatim yang hadir pada kegiatan buka bersama tersebut, dalam menjalijn silaturrahmi dan menambah keimanan dengan berbagi sebagai bentuk rasa syukur yang Allah Swt Berikan kepada makhluk di dunia.                          Kata kunci: Berbagi, bingkisan, anak yatim.
BUDIDAYA KERANG BAMBU DI PANTAI TABANIO KECAMATAN TAKISUNG TANAH LAUT Nurdin, Moch; Purnomo, Ery; Purwanti, Etik; Gifta, Marianus George
Balanting Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i2.172

Abstract

Abstract Bamboo clams are used in processed fried peanuts lorjuk, soto lorjuk, petis lorjuk, and rengginang lorjuk. Processed bamboo clams that are on the market have not been found in the form of packaged chili sauce. This is because clams are a food ingredient from the sea that is rich in various nutrients. Unfortunately, not everyone is aware of this, even avoiding it because they think clams contain high cholesterol. In fact, research results show that clams are a safe ingredient to consume and are beneficial for the body. Clams are a complete source of animal protein. Contains all types of essential amino acids needed by the body. The coaching method in the form of lectures and field practice in cultivating bamboo clams is one of the creative results and will have several advantages, both enriching the results of bamboo clam cultivation on the coast and knowing attitudes and actions in dealing with coastal situations if there are changes in the handling of cultivation on the coast. Thus, the cadets participate in monitoring the location and when it can be produced properly. The results of the Community Service activity entitled bamboo clam cultivation on Tabanio Beach, Kec. Takisung, Tanah Laut, is expected to improve the skills of coastal communities to develop their abilities and skills in processing bamboo clams into more so that they can be produced into drinks, fishy-free flour, and bamboo clam chili sauce to improve the economy on the Tabanio coast. Keywords: cultivation, bamboo clams, Tabanio   Abstrak             Kerang bambu digunakan dalam olahan kacang goreng lorjuk, soto lorjuk, petis lorjuk, dan rengginang lorjuk. Olahan kerang bambu yang beredar di pasaran belum ditemukan dalam bentuk sambal kemasan. Hal ini karena Kerang merupakan bahan pangan asal laut yang kaya akan berbagai zat gizi. Sayangnya, tidak semua orang menyadari hal tersebut, bahkan menghindarinya karena mengira kerang mengandung kolesterol tinggi. Padahal, hasil penelitian menunjukkan kerang merupakan bahan yang aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi tubuh. Kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap. Mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.                 Metode pembinaan dengan bentuk ceramah dan praktik ke lapangan dalam membudidayakan kerang bambu tersebut menjadi salah satu hasil yang kreatif dan akan memiliki beberapa keunggulan baik memperkaya hasil budidaya kerang bambu di pesisir laut maupun mengetahui sikap dan tindakan dalam menghadapi situasi pantai jika terdapat perubahan dalam penanganan budidaya di pesisir laut tersebut. Dengan demikian, Taruna-taruni ikut serta berperan dalam memantau lokasi dan saat dapat dihasilkan dengan baik. Hasil kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul bubidaya kerang bambu di Pantai Tabanio Kec. Takisung, Tanah Laut, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat di pesisir pantai dapat mengembangkan  kemampuan serta keterampilan dalam mengolah kerang bambu menjadi lebih banyak agar dapat di produksi menjadi minuman, tepung yang bebas dari amis, dan sambal kerang bambu untuk meningkatkan ekonomi yang ada di pesisir pantai Tabanio tersebut. Kata kunci: budidaya, kerang bambu, Tabanio
PEMBINAAN JIWA KEPEMIMPINAN DAN NILAI INTEGRITAS PADA TARUNA MENUJU PERWIRA MASA DEPAN Santi, Irnita Rosaria; Kamsariaty, Kamsariaty; Silam, Veby Senopati; Hadiansyah, Hadiansyah
Balanting Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i2.173

Abstract

Abstract Leaders are the main key to success in achieving all plans, thus leaders must have a lot of experience in achieving and solving problems well and certainly not harm many people, they must of course have high integrity in resolving everything related to a leader's decisions. The implementation method was held at the Nusantara Maritime Academy, Banjarmasin, by focusing on training for Cadets/I in preparing themselves as good leaders, in the process of studying until graduation. Thus, the spirit of being ready as a leader must be explored and trained for the future. Carrying out activities ranging from lectures, discussions, quizzes to giving prizes to the best as one of the motivations for courage in presenting oneself. Conclusion of the Basic Training activities to build the leadership spirit of cadets who are able to adapt and have integrity, as a form of moral and direct training with material from two very experienced resource persons regarding leadership and management which have been implemented and trusted by several companies and organizations. Thus, this experience provided insight to the AMNUS Banjarmasin Cadets/I, as one of the motivations that all are leaders with high integrity and of course prioritize moral and moral values ​​as one of the guidelines for a leader's personality that can be an example for other. Prioritize the value of capital and morals as one of the guidelines for the personality of a leader who can be an example for others. Keywords: Basic training, soul, leadership Abstrak Pemimpin merupakan kunci utama kesuksesan dalam meraih segala perencanaan, dengan demikian pimpinan tentu harus memiliki banyak pengalaman dalam mencapai dan menyelesaikan masalah dengan baik dan tentu tidak merugikan banyak orang, hal itu tentu harus memiliki integritas tinggi dalam menyelesaikan semua yang berkaitan dengan keputusan seorang pemimpin. Metode pelaksanaan yang diadakan di Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, dengan memfokuskan pelatihan untuk Taruna/I dalam mempersiapkan diri sebagai pemimpin yang baik dalam proses kuliah hingga lulus. Dengan demikian, jiwa siap sebagai diri pemimpin harus digali serta dilatih untuk masa depan. Pelaksanaan kegiatan dari metode ceramah, diskusi, kuis hingga pemberian hadiah kepada yang terbaik sebagai salah satu motivasi keberanian dalam menampilkan diri. Simpulan kegiatan  Latihan Dasar  Membangun Jiwa Kepemimpinan Taruna/I yang Mampu Beradaptasi dan Terintegritas, sebagai bentuk moral dan latihan secara langsung dengan adanya materi dari dua narasumber yang sangat berpengalaman tentang kepemimpinan serta mengelola manajemen yang telah dilaksanakan dan dipercaya oleh beberapa perusahaan maupun organisasi. Dengan demikian, pada pengalaman tersebut memberikan wawasan kepada Taruna/I AMNUS Banjarmasin, sebagai salah satu motivasi bahwa semua adalah pemimpin yang berintegritas tinggi dan tentunya lebih mengutamakan nilai moral dan akhlak sebagai salah satu pedoman kepribadian seorang pemimpin yang dapat di contoh untuk orang lain.   Kata kunci: Latihan dasar, jiwa, kepemimpinan.
SOSIALISASI MEMBANGUN KESADARAN DAN PERLINDUNGAN MAHASISWA TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL DI PERGURUAN TINGGI Juhrani, Juhrani; Syahbudin, Akhmad; Rosiana, Elisa; Wardhana, Andri Ali
Balanting Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i2.174

Abstract

Abstract Sexual violence is any activity consisting of sexual activity carried out by force by adults on children or by children to other children. Sexual violence includes the use or involvement of children commercially in sexual activities, persuasion, invitation or coercion of children to engage in sexual activities, involvement of children in audio-visual media and child prostitution. The method of implementing Community Service Activities was carried out in the Hall of the Nusantara Maritime Academy Campus, Banjarmasin, the activities that were arranged were aimed at all cadets who were present so that they were able to recognize signs of violence, especially women and children under age, thus, the resource person for the activity was from the SATGAS section and of course according to the Law department, the resource person named Lena Hanifah, S, H.LL, M.Ph, D is also a lecturer at the State Campus in Banjarmasin. The socialization activity for the prevention of violence against women in universities carried out at the Nusantara Maritime Academy, Banjarmasin, as one way to avoid and treat if there is violence against women and children. Keywords: socialization, prevention, violence Abstrak             Kekerasan seksual adalah segala kegiatan yang terdiri dari aktivitas seksual yang dilakukan secara paksa oleh orang dewasa pada anak atau oleh anak kepada anak lainnya. Kekerasasan seksual meliputi penggunaaan atau pelibatan anak secara komersial dalam kegiatan seksual, bujukan ajakan atau paksaan terhadap anak untuk terlibat dalam kegiatan seksual, pelibatan anak dalam media audio visual dan pelacuran anak.                                          Metode pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di  Aula Kampus Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, kegiatan yang disusun ini bertujuan untuk seluruh Taruna/i yang berhadir agar mampu mengetahui tanda dari kekerasan khususnya perempuan dan anak-anak di bawah umur, dengan demikian, narasumber pada kegiatan tersebut dari bagian SATGAS dan tentunya sesuai jurusan bidang Hukum, narasumber yang bernama Lena Hanifah, S,H.LL,M.Ph,D juga sebagai dosen di Kampus Negeri di Banjarmasin.                                 Kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan di perguruan tinggi yang dilaksanakan di Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, sebagai salah satu cara menghindari dan mengobati jikalau ada terjadinya kekerasan kepada perempuan dan anak-anak.                                                                            Kata kunci: sosialisasi, pencegahan, kekerasan
IMPLEMENTASI LATIHAN BARIS BERBARIS UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER DISIPLIN DI KALANGAN MAHASISWA Edison, Edison; Desy, Hidayati; Irtania, Irtania; Nurwahyuni, Rizki
Balanting Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i2.175

Abstract

Abstract The character was introduced when the Indonesian nation experienced a multidimensional crisis, education was accused of failing to create quality human resources. Various efforts have been made to improve quality, such as updating the curriculum, increasing the budget or standardizing educational competencies. Character education is defined as an effort to instill intelligence in thinking, appreciation in the form of attitudes, and experience in the form of behavior that is in accordance with the noble values ​​that constitute one's identity. This activity was carried out at Tabunio Beach, Kecamatan Land of the Sea. The aim of this activity is to instill disciplinary character education through marching. The subjects of this community service are all Cadets/I of the Nusantara Maritime Academy Banjarmasin, academic year 2024/2025 with a total of 65 Cadets/I AMNUS Banjarmasin. This research technique is a questionnaire and documentation. Data for this activity was collected using questionnaires and documentation studies for data that will be used at the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy. The marching exercise to instill the character of discipline in the cadets of the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy is one of the steps to improve the abilities of the cadets, as well as instill the values ​​of discipline, self-discipline, togetherness, loyalty and a sense of responsibility from an early age. With this marching exercise, it is hoped that a spirit of discipline will be instilled in the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy cadets/cadets from an early age, because this is the key to success in achieving the desired goals. Marching Exercises include a variety of basic movements, such as correct perfect stance, rest in place stance, walking stance, and respect in place   Keywords: Marching line, Character, Discipline.   Abstrak Karakter mulai diperkenalkan ketika bangsa Indonesia mengalami krisis multidimensional, pendidikan dituding gagal dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki kualitas, seperti pembaruan kurikulum, peningkatan anggaran atau standardisasi kompetensi pendidikan. Pedidikan karakter diartikan sebagai upaya penanaman kecerdasan dalam berpikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengalaman dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Tabanio Kec. Tanah Laut. Tujuan pada kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter kedisiplinan melalui baris berbaris. Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah 65 Taruna/I AMNUS Banjarmasin. Teknik penelitian ini adalah angket (kuesioner) dan dokumentasi. Data pada kegiatan ini dikumpulkan menggunakan angket dan studi dokumentasi untuk data yang akan digunakan di Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin.                                          Latihan Baris Berbaris Menanamkan Karakter Kedisiplinan Terhadap Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan Taruna/I, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kedisiplinan, kekompakan, loyalitas, dan rasa tanggung jawab sejak usia dini. Dengan adanya latihan baris berbaris ini, diharapkan jiwa disiplin akan tertanam pada Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin sejak dini, karena itu merupakan kunci keberhasilan dalam meraih cita-cita yang diidamkan. Latihan  Baris Berbaris mencakup berbagai gerakan dasar, seperti sikap sempurna yang benar, sikap istirahat di tempat, sikap berjalan, dan penghormatan di tempat.   Kata kunci: Baris berbaris, Karakter, Kedisiplinan.
KEGIATAN SIKAP PEDULI KEBERSIHAN SEBAGAI UPAYA MENANGGULANGI AIR LAUT DAN PESISIR LAUT YANG KOTOR AKIBAT SAMPAH Suwestian, M.Firdaus; Fathulliansyah, Noor; Sihombing, David Bastian; Herawati, Susi; Prihatin, Prihatin
Balanting Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/balanting.v3i2.176

Abstract

Abstract Cleanliness is a human effort to maintain oneself and the environment from all that is dirty and vile in order to realize and preserve a healthy and comfortable life. Cleanliness is a prerequisite for achieving health, and health is one of the factors that can bring happiness. Conversely, dirtiness not only destroys beauty but can also cause various diseases, and illness is one of the factors that lead to suffering. Method of implementing community activities titled "Cleanliness Awareness Activities as an Effort to Address Polluted Sea Water Due to Trash." In this activity, the organizers directly engage in the field to clean up trash around the Tabanio beach according to the schedule set by the committee. The cleanliness awareness activities aim to instill awareness about cleanliness and discipline for the common good. The activities carried out at Tabanio beach have a positive impact on the surrounding community, as they can directly demonstrate care for nature as a form of gratitude for the goodness bestowed by God, who created all the goodness on earth for humanity. This serves as a means to the surrounding environment, that those far away care just as much as those close to the beautiful nature, one of which is the beach. Keywords: Attitude, care, cleanliness   Abstrak Kebersihan merupakan upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang schat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya kotor tidak saja merusak keindaha tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan. Metode pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat yang berjudul Kegiatan sika peduli kebersihan sebagai upaya menanggulangi air laut yang kotor akibat sampah, dengan demikian, pada kegiatan ini pelaksana kegiatan langsung terjun kelapangan untuk membersihkan sampah di sekitar pesisir pantai Tabanio sesuai jadwal yang telah diatur dari kepanitiaan tersebut. Kegiatan sikap peduli kebersihan sebagai upaya menanggulangi air laut yang kotor akibat sampah yang bertujuan untuk menanam kesadaran tentang kebersihan dan mendisplinkan diri untuk kebaikkan bersama, kegiatan dilaksanakan di pantai Tabanio tersebut berdampak baik untuk masyarakat sekitar, karena secara langsung dapat mencontohkan kepedulian kepada alam sebagai bentuk rasa syukur yang telah diberikan oleh Tuhan yang menciptakan sebagala kebaikkan di bumi untuk manusia. Hal ini menjadi sarana kepada lingkungan lainnya, bahwa yang jauh peduli begitu pula dengan yang dekat dengan alam indah salah satunya pantai.   Kata kunci: sikap, peduli, kebersihan

Page 3 of 4 | Total Record : 35