cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,231 Documents
APLIKASI MOBILE UNTUK MONITORING REAL-TIME DAN PENJADWALAN SHIFT KERJA DI KAFE SRI RAHAJOE Ivan Kafi Pradana
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.8861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi mobile untuk monitoring dan penjadwalan shift kerja secara real-time di Kafe Sri Rahajoe Jombang guna mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh sistem absensi konvensional yang masih mengandalkan buku manual dan pesan grup. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi ketidakakuratan pencatatan kehadiran, tidak adanya validasi lokasi, konflik jadwal, serta proses rekapitulasi potongan keterlambatan yang memakan waktu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sistem informasi berbasis mobile menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Agile yang terdiri dari tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, dan implementasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta studi dokumentasi terhadap aktivitas operasional kafe. Aplikasi dibangun menggunakan framework Flutter sebagai frontend dan Firebase Realtime Database sebagai backend. Proses absensi dilakukan melalui pemindaian QR Code dinamis yang dikombinasikan dengan geofencing berbasis GPS untuk memastikan karyawan hanya dapat melakukan absensi di area kafe. Selain itu, sistem menyediakan fitur manajemen jadwal shift, pengajuan izin dan tukar shift secara digital, dashboard real-time, serta notifikasi menggunakan Firebase Cloud Messaging (FCM). Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black-box dan evaluasi pengguna berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai spesifikasi dan tingkat kepuasan pengguna memperoleh nilai rata-rata 4,94 dari 5,00. Implementasi aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, transparansi, dan koordinasi dalam pengelolaan absensi dan shift kerja karyawan di Kafe Sri Rahajoe Jombang.
INOVASI BASRENG IKAN GABUS (Channa striata) DENGAN PENAMBAHAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Aulia Fatihah Hidayat; Ita Fatkhur Romadhoni; Lilis Sulandari; Qorry’ Aina
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11581

Abstract

This study aims to determine the sensory characteristics of basreng snakehead fish (Channa striata) with the addition of oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) and determine the most preferred formulation. The study used a quantitative experimental method with the addition of oyster mushrooms at 10%, 20%, and 30%. Organoleptic tests on color, aroma, texture, taste, and preference were carried out by 35 panelists (30 semi-trained panelists and 5 trained panelists). Data were analyzed using the One-Way ANOVA test at a significance level of 5%. The results showed that the addition of oyster mushrooms significantly affected the color attribute, but did not significantly affect the attributes of aroma, texture, taste, and preference. The addition of 20% oyster mushrooms obtained an average color value of 4.43 (light brown but there are a few brown parts), aroma 3.89 (typical snakehead fish and oyster mushrooms are quite balanced), texture 3.86 (crunchy outer and inner textures, the surface is starting to become less even), taste 4.06 (quite balanced, but one of the flavors (snakehead fish or mushrooms) is slightly more pronounced), and preference 4.11 (like). Based on the results of the study, it can be concluded that the addition of 20% oyster mushrooms produces the best sensory characteristics. Keywords: basreng; snakehead fish; oyster mushrooms; sensory quality; organoleptic test
PERBEDAAN KESIAPAN MENIKAH PADA EMERGING ADULTHOOD DITINJAU DARI WILAYAH PEDESAAN DAN PERKOTAAN Khansa Talita Azahra; Istiqomah Istiqomah; Anggraeni Swastika Sari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11597

Abstract

Emerging adulthood adalah periode transisi dari masa remaja ke masa dewasa yang berada dalam rentang usia 18-29 tahun (Arnett, 2014). Pada fase ini, individu mulai mengambil keputusan jangka panjang, salah satunya adalah pernikahan. Namun, pada masa ketidakstabilan ini, kesiapan menikah menjadi faktor penting. Menurut Blood (1969) kesiapan menikah adalah kemampuan seseorang untuk memenuhi tanggung jawab dan komitmen dalam pernikahan. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah wilayah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesiapan menikah pada individu emerging adulthood berdasarkan wilayah tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan teknik Non-Probability Sampling dalam pengambilan sampel. Sampel terdiri dari 270 responden yang berasal dari wilayah pedesaan dan perkotaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Kesiapan Menikah yang disusun berdasarkan enam aspek kesiapan menikah menurut Blood (1969), terdiri dari 38 item dengan reliabilitas sebesar 0,901. Data dianalisis menggunakan Uji T untuk melihat perbedaan kesiapan menikah antara individu di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kesiapan menikah antara individu emerging adulthood di wilayah perkotaan dan pedesaan, dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0.000 (p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Faktor sosial dan budaya di setiap wilayah berkontribusi terhadap kesiapan menikah. Implikasi penelitian ini dapat digunakan dalam program edukasi dan konseling pranikah yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor lain, seperti sosial ekonomi dan nilai budaya
Dilema Etika BYOD antara Perlindungan Aset Digital Organisasi dan Privasi Karyawan Evy Nurmiati; Muhammad Adha Darojat
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11599

Abstract

Paradigma kerja Bring Your Own Device (BYOD) telah menjadi tren global yang menawarkan efisiensi operasional serta fleksibilitas tinggi bagi organisasi modern. Namun, integrasi perangkat pribadi ke dalam jaringan perusahaan menimbulkan tantangan keamanan informasi yang serius serta dilema etika terkait privasi data. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis tantangan keamanan BYOD dan dilema etika yang muncul dalam konteks kepatuhan terhadap regulasi pelindungan data pribadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun BYOD terbukti meningkatkan produktivitas, banyak organisasi masih minim dalam menerapkan kebijakan keamanan yang komprehensif. Selain itu, terdapat ketegangan antara tuntutan perusahaan untuk memonitor aset data melalui perangkat lunak manajemen perangkat seluler dan hak privasi individu karyawan. Temuan juga menyoroti aspek lingkungan di mana penggunaan perangkat BYOD yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan jejak karbon secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kerangka kerja yang tidak hanya mengandalkan kontrol teknis, tetapi juga mengintegrasikan etika profesi serta kepatuhan hukum sangatlah penting. Perumusan kebijakan yang transparan serta pembangunan budaya keamanan siber yang kuat menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan perlindungan aset korporat dengan penghormatan penuh terhadap hak privasi pekerja di era transformasi digital.
Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajemen di Lembaga Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Delfira Sulfiawan; Ahmad Faqih Amin; Sulkifli Sulkifli
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11603

Abstract

Manajemen yang efektif dan efisien sangat penting bagi lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikannya. Artikel ini menggunakan metode literature review untuk membahas implementasi fungsi manajemen di lembaga pendidikan. Fungsi perencanaan meliputi perencanaan strategis, operasional, dan pengembangan kurikulum. Fungsi pengorganisasian meliputi pengelompokan tugas, tenaga kerja, dan penataan ruang kelas dan laboratorium. Fungsi pelaksanaan meliputi pengajaran, penilaian, dan pengembangan siswa. Sedangkan fungsi pengawasan mencakup kegiatan pemantauan dan pengendalian untuk memastikan tujuan yang telah ditetapkan tercapai secara efektif dan efisien. Melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen tersebut, lembaga pendidikan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, para pengambil keputusan di lembaga pendidikan harus memperhatikan pelaksanaan fungsi manajemen agar tujuan pendidikan dapat maksimal.
GAMBARAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KOTA TARAKAN Novi Ardianti Pratama Putri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11605

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang telah melalui semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa perubahan psikologis,dan perubahan sosial. Merokok pada usia remaja memiliki dampak yang serius. Nikotin dalam rokok bersifat adiktif dan dapat mengganggu perkembangan otak yang berlangsung hingga usia 25 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri di Kota Tarakan, dengan fokus pada karakteristik usia, jenis kelamin, frekuensi merokok, perilaku merokok. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 355 responden yang dipilih secara random sampling. Hasil penelitian menujukan mayoritas responden memiliki perilaku kurang (65,6%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Tarakan berada pada katagori kurang. Oleh karna itu sekolah perlu menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok, mengadakan program edukasi anti rokok yang melibatkan siswa, serta menyelenggarakan penyuluhan rutin bagi guru dan orang tua tentang strategi pencegahan merokok pada remaja.
STRATEGI BELA NEGARA NON-MILITER DALAM MENJAGA KETAHANAN BUDAYA PENGRAJIN TENUN IKAT BANDAR KIDUL Serli Wandawati; Bella Meylina; Firalda Kirana Putri; Nadia Cintya Anggraeni; Arimby Ristanti; Irawan Hadi Wiranata
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11606

Abstract

Pada era globalisasi, ancaman kedaulatan bergeser pada aspek sosiokultural. Penelitian ini dilatarbelakangi kontradiksi di lapangan. Tenun Ikat Bandar Kidul merupakan warisan budaya kebanggaan Kota Kediri namun menghadapi gempuran industri tekstil modern dan kain tiruan mesin (printing) murah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bela negara non-militer dalam menjaga ketahanan budaya dari sudut pandang pelaku usaha lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan pemilik UMKM tenun, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas produktif pemilik UMKM merupakan wujud civic virtue dan rekonstruksi bela negara kontemporer non-militer. Ketahanan budaya dibangun melalui tiga taktik adaptasi mandiri. Pertama, strategi edukatif melalui transfer keterampilan menenun pada tenaga kerja lokal. Kedua, strategi inovatif melalui diversifikasi produk dan pemasaran digital. Ketiga, strategi ekonomi dengan mempertahankan keaslian proses Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kegigihan pemilik UMKM mempertahankan budaya dan menolak menyerah pada kain tiruan pabrik adalah implementasi konkret nilai kebangsaan yang memperkokoh ketahanan nasional.
PENERAPAN MEKANISME PENGAKUAN BERSALAH (PLEA BARGAINING) DALAM KUHAP BARU TERHADAP TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN Edward Haposan; Jasmin Fadilla; Rizki Yana; Winda Prameswari Prabowo
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11607

Abstract

Pembaharuan hukum acara pidana di Indonesia menghadirkan konsep pengakuan bersalah (plea bargaining) sebagai salah satu mekanisme penyelesaian perkara pidana yang bertujuan menciptakan asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan. Konsep ini menjadi penting dalam menghadapi tingginya beban perkara pidana, termasuk tindak pidana keimigrasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan plea bargaining dalam KUHAP Baru dan penerapannya terhadap perkara pidana keimigrasian, khususnya kasus masuknya warga negara asing secara ilegal ke wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), dengan menggunakan kasus masuknya tiga warga negara Australia secara ilegal melalui Merauke sebagai bahan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengakuan bersalah berpotensi diterapkan dalam tindak pidana keimigrasian karena sebagian besar perkara keimigrasian memiliki karakteristik pembuktian sederhana dan ancaman pidana yang relatif terbatas. Penerapan plea bargaining dinilai dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian perkara, mengurangi penumpukan perkara di pengadilan, dan mempercepat proses penegakan hukum terhadap warga negara asing. Namun demikian, penerapan mekanisme tersebut tetap memerlukan pengawasan hakim guna menjamin perlindungan hak tersangka dan mencegah adanya paksaan dalam pengakuan bersalah.
STRATEGI MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN: MENGOPTIMALKAN EFESIENSI, AKUNTABILITAS, DAN KUALITAS PENDIDIKAN Nurul Annisa; Sulkifli Sulkifli
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11610

Abstract

Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Pembiayaan pendidikan mencakup perencanaan, pengalokasian, pengendalian, dan evaluasi sumber daya finansial untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Studi ini membahas berbagai strategi manajemen pembiayaan pendidikan, baik dari sektor publik maupun swasta, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dana pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen pembiayaan sangat bergantung pada perencanaan yang matang, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Selain itu, pengelolaan dana yang efisien dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan, kualitas pembelajaran, dan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik. Studi ini juga menyoroti peran inovasi finansial, seperti kemitraan publik-swasta, beasiswa, dan dana abadi pendidikan, sebagai alternatif untuk menghadapi keterbatasan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan yang profesional dan terstruktur mampu meminimalkan pemborosan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan pendidikan nasional. Dengan demikian, penguatan kapasitas manajemen pembiayaan pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan, adil, dan berkualitas tinggi.
PENGALAMAN TRANSPERSONAL PADA DEWASA AWAL: KAJIAN STUDI LITERATUR TENTANG KRISIS PSIKOLOGIS, PENGALAMAN SPIRITUAL, DAN TRANSFORMASI DIRI Helwina Ananda Ronaya; Naili Sayyidah Mardliyah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11613

Abstract

Pengalaman transpersonal merupakan fenomena psikologis yang melampaui identitas personal biasa dan sering kali muncul dalam konteks krisis kehidupan, penderitaan mendalam, serta pencarian makna. Artikel ini merupakan kajian studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis dinamika pengalaman transpersonal pada individu dewasa awal yang pernah mengalami krisis psikologis berat, dengan merujuk pada temuan dari berbagai sumber literatur akademis dan studi kasus empiris. Kajian ini menemukan bahwa pengalaman transpersonal mencakup beberapa dimensi utama, yaitu: (1) krisis eksistensial dan kehilangan makna hidup; (2) munculnya pengalaman spiritual di tengah kondisi kritis; (3) proses post-traumatic growth dan transformasi diri; serta (4) pencapaian penerimaan diri dan kebijaksanaan melalui refleksi spiritual. Literatur menunjukkan bahwa kondisi krisis psikologis yang ekstrem justru dapat menjadi katalis bagi perubahan kesadaran yang mendalam. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan psikologi transpersonal dalam memahami proses pertumbuhan manusia yang holistik.