cover
Contact Name
Muhajir Musa
Contact Email
paiumk97@gmail.com
Phone
+6281236220680
Journal Mail Official
paiumk97@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 17 Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 28279883     DOI : https://doi.org/10.51494/ta'lim
Talim merupakan Media Publikasi yang mempublikasikan artikel ilmiah dan hasil penelitian lapangan di bidang Pendidikan Islam yang menerapkan sistem peer review. Secara spesifik ruang lingkup jurnal ini adalah Filsafat Pendidikan Islam, Modernisasi pendidikan Islam, Kebijakan Pendidikan Islam, lembaga pendidikan Islam, Pendidikan Tinggi Islam, Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Islam, Karakter dan pendidikan Islam, Pendidikan Pesantren dan Madrasah, Pendidikan Islam dan Transformasi Sosial, Kurikulum pendidikan Islam, Berbagai Model, Strategi, Metode Pengajaran Pendidikan Islam, Tokoh Pendidikan Islam, Media Pendidikan Islam, Evaluasi Pendidikan Islam.
Articles 65 Documents
SPIRITUALITAS DIGITAL TANTANGAN DAN STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK GENERASI Z DI RUANG MAYA Abdullah, Husain
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.2968

Abstract

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997-2012 tumbuh diera digital dengan karakter unik, seperti ketergantungan pada media social, multitasking, dan kecepatan akses informasi. Kondisi ini menghadirkan tantangan serius dalam pembinaan akhlak, terutama dalam menanamkan nilai nilai keislaman ditengan arus konten digital yang beragam dan tidak selalu sesuai dengan prinsip agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan merumuskan strategi pembinaan akhlak berbasis spiritualitas digital bagi Generasi Z. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, Dimana data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel terkait sepiritualitas digital, Pendidikan agama islam, dan psikologi generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi penyebaran informasi tidak valid, rendahnya literasi digital Islami, serta dominasi konten hiburan yang menggeser nilai spiritual. Strategi yang efektif mencakup integrasi teknologi dalam pembelajaran, pemanfaatan media social sebagai sarana dakwah interaktif, pendekatan mentoring personal, dan pengembangan kurikulum berbasis spiritualitasw digital. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya adaptasi pendekatan Pendidikan agama islam yang relevan dengan karakteristik Generasi Z dengan memanfaatkan platform digital untuk internalisasi nilai akhlak karimah secara kreatif dan kontekstua.
KURIKULUM DAN PRAKTIK PENDIDIKAN PADA MASA ISLAM AWAL: ANALISIS HISTORIS PENDIDIKAN DARI ERA KENABIAN HINGGA KEKHALIFAHAN RASYIDIN (610-661 M) Hironimus; Faridi
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.3000

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis historis komprehensif tentang kurikulum pendidikan dan praktik pedagogis pada masa Islam awal, yang membentang dari era Kenabian (610-632 M) hingga Kekhalifahan Rasyidin (632-661 M). Dengan menggunakan metodologi historis kualitatif melalui analisis dokumenter, penelitian ini mengkaji mata pelajaran utama yang diajarkan, metode pendidikan yang digunakan, pengaruh sosio-politik terhadap pengembangan kurikulum, dan peran institusi keagamaan dalam membentuk pendidikan Islam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan pada periode formatif ini dicirikan oleh transmisi lisan (talaqqī bi al-Mushāfahah), praktik hafalan, dan pendekatan pembelajaran kontekstual yang sangat terkait dengan lanskap sosio-politik peradaban Islam yang sedang berkembang. Kurikulum terutama berpusat pada studi Al-Qur'an, ilmu Hadits, bahasa dan sastra Arab, yurisprudensi Islam (fiqh), serta ilmu pengetahuan dasar dan matematika. Institusi keagamaan, khususnya masjid dan kuttāb (sekolah Al-Qur'an), berfungsi sebagai tempat utama kegiatan pendidikan, membangun kerangka kerja fundamental yang akan mempengaruhi sistem pendidikan Islam selama berabad-abad. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana pendidikan Islam awal berfungsi sebagai mekanisme transmisi agama, pelestarian budaya, dan konsolidasi administratif selama periode ekspansi wilayah yang pesat. Implikasi dari temuan ini meluas ke reformasi pendidikan Islam kontemporer dan pengembangan pendekatan pedagogis yang tetap setia pada metode tradisional sambil mengatasi tantangan pendidikan modern.
EKONOMI SYARIAH DI BALIK TEMBOK PESANTREN: STUDI TENTANG MODEL KEMANDIRIAN FINANSIAL LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL Khuzaini, Nanang; Hilmy, Masdar; Nasrulloh, M. Farid; Kartiko, Ari
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.3032

Abstract

This research investigates the complexity of the financial independence model of Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia through an integrative lens of social science, culture, and Islamic economics. Pesantren function not only as the epicenter of traditional Islamic religious education, but also as independent socio-economic-cultural entities, forming a unique economic ecosystem that is deeply embedded in religious values, social norms, and local wisdom. Employing a qualitative approach with an in-depth multi-location case study strategy, this research reveals that the financial independence of pesantren is built and sustained through the mutualistic symbiosis of three main pillars.
INTEGRASI NILAI PLURALISME DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (ANALISIS KEBIJAKAN NASIONAL DI INDONESIA). Tamrin, Muhammad; Kaharuddin; Musa, Muhajir; Nobisa, Yahya Nikmat
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Islam dalam merespons pluralisme dan multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia serta mengkaji implikasi kebijakan pendidikan nasional terhadap pembentukan sikap toleransi, inklusivitas, dan kerukunan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan analisis kebijakan. Sumber data diperoleh dari dokumen kebijakan pendidikan nasional, kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta literatur akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan analisis isi untuk mengidentifikasi pola, tema, dan makna yang berkaitan dengan integrasi nilai pluralisme dan multikulturalisme dalam Pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan nasional secara normatif telah mengakomodasi nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme melalui penguatan pendidikan karakter, kurikulum nasional, dan kebijakan moderasi beragama. Pendidikan Agama Islam diarahkan tidak hanya untuk membentuk kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial yang tercermin dalam sikap toleran, inklusif, dan berorientasi pada kerukunan. Namun demikian, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan di tingkat praksis, terutama terkait pemahaman pendidik, budaya sekolah, dan konteks sosial peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kebijakan nasional dan praktik Pendidikan Islam yang moderat dan multikultural merupakan kunci penting dalam membangun pendidikan yang mampu merawat keberagaman dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia.
KONSEP MUSIBAH DALAM PANDANGAN ISLAM SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN TERHADAP AL-QUR’AN DAN HADIS” Bajuri, Imam; Putra , Alfiando Prima
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.3111

Abstract

penelitian ini adalah mengkaji konsep musibah dalam perspektif Islam sebagai realitas kehidupan yang tidak terelakkan, mencakup berbagai bentuk seperti ketakutan, kelaparan, serta kehilangan harta dan jiwa. Secara teologis, pandangan Islam menegaskan bahwa setiap bencana yang terjadi di bumi maupun yang menimpa diri manusia telah tertulis dalam Lauhulmahfuz jauh sebelum penciptaan alam semesta. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan melalui penelaahan sistematis terhadap berbagai literatur relevan, termasuk Al-Qur'an, Hadis, dan karya ilmiah lainnya, guna memperoleh landasan teoretis yang kuat mengenai permasalahan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa musibah memiliki dimensi yang kompleks, yakni sebagai akibat dari perbuatan dosa manusia serta konsekuensi dari pilihan atau kesalahan internal manusia itu sendiri. Selain itu, musibah berfungsi sebagai sarana ujian untuk menguji kualitas keimanan seseorang dan membedakan antara orang yang benar-benar beriman dengan mereka yang lalai. Lebih jauh lagi, musibah berperan sebagai alat peringatan dan hidayah agar manusia menyadari kesalahannya, meninggalkan kemaksiatan, dan kembali ke jalan yang benar sesuai petunjuk Allah. Bagi orang mukmin, menyikapi musibah dengan sikap sabar, syukur, dan prasangka baik (husnuzan) kepada Allah adalah kunci utama untuk meraih kemuliaan, Setiap penderitaan atau kesedihan yang dialami dipandang sebagai penghapus dosa (kafarat) dan jalan untuk mendapatkan rahmat serta ketenangan hati. Dengan memahami konsep musibah ini.