cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung D7 Lantai 1 Kampus UNNES Sekaran, Jalan Taman Siswa Sekaran Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database. The criteria for articles that are included in the scope of the journal are as follows: Psychology of mathematics education, research in mathematics education, Education and instruction in mathematics, Education of foundations of mathematics, including Reasoning and proving in the mathematics classroom, Educational materials and media and educational technology in mathematics education, Learning on mathematics topics. Furthermore, the Journal Kreano does not limit the methods used in research including: Didactical Design Research (DDR), Qualitative Research, Classroom Action Research, Research and Development, Quantitative research
Articles 57 Documents
STEM Trails: Enhancing STEM Education through Math Trails with Digital Technology Cahyono, Adi Nur; Dewi, Nuriana Rachmani; Asih, Tri Sri Noor; Arifudin, Riza; Aditya, Rozak Ilham; Maulana, Bagus Surya; Nugroho, Muhammad Andi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtknv202

Abstract

This study aims to explore the development of STEM Trails to improve STEM Education through the integration of Math Trails activity with Digital Technology. An exploratory study initiative engaged researchers, teachers, students, and programmers. Data was collected through discussions and observations and then evaluated to create STEM Education through Math Trails utilizing Digital Technology. The study demonstrated the successful development of STEM Trails, comprising the STEM Trails platform and the creation of STEM Education activities utilizing Math Trails on the platform. STEM Trailblazers create paths with goals focused on science, technology, engineering, and mathematics using elements found in the surroundings. The trail and tasks are posted on a website for STEM Trail walkers to access and investigate via an application. STEM Trails enable the comprehensive exploration of science, technology, engineering, and mathematics through physical or virtual means. The study suggests that STEM Trails can serve as a mathematics learning approach that mixes outdoor activities with digital technologies and incorporates other subjects. Math Trails is a traditional concept that has been innovatively combined with digital technologies and diverse activities. This method must be broadened and refined by adjusting to the specific circumstances, conditions, and requirements, and then executed in different settings. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan STEM Trails untuk meningkatkan STEM Education melalui integrasi aktivitas Math Trails dengan Digital Technology. Sebuah inisiatif penelitian eksploratif melibatkan peneliti, guru, siswa, dan programmer. Data dikumpulkan melalui diskusi dan pengamatan dan kemudian dievaluasi untuk menciptakan STEM Education melalui Math Trails menggunakan Teknologi Digital. Studi ini menunjukkan keberhasilan pengembangan STEM Trails, yang terdiri dari platform Stem Trails dan penciptaan kegiatan STEM Education menggunakan Math Trails di platform tersebut. STEM Trailblazers menciptakan jalur dengan tujuan yang berfokus pada ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika menggunakan elemen yang ditemukan di sekitarnya. Trail dan tugas diposting di situs web untuk STEM Trail walker untuk mengakses dan menyelidiki melalui aplikasi. STEM Trails memungkinkan eksplorasi komprehensif ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika melalui sarana fisik atau virtual. Studi ini menyarankan bahwa STEM Trails dapat berfungsi sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang menggabungkan kegiatan outdoor dengan teknologi digital dan mengintegrasikan mata pelajaran lainnya. Math Trails adalah konsep tradisional yang telah digabungkan secara inovatif dengan teknologi digital dan berbagai kegiatan. Metode ini harus diperluas dan disempurnakan dengan menyesuaikan dengan keadaan, kondisi, dan persyaratan tertentu, dan dijalankan dalam pengaturan yang berbeda.
Development of Interactive Electronic Student Worksheets on Pythagorean Theorem Material to Support Students' Mathematical Reasoning in Junior High Schools Elfariana, Rizma; Aisyah, Nyimas; Susanti, Ely
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kvzmpe80

Abstract

This study aims to develop Electronic Learner Worksheets (LKPD) or interactive E-LKPD on Pythagorean theorem material that meets valid, practical, and effective criteria. This development research was conducted at SMP Negeri 1 Parittiga with the research subjects of class VIII B students totaling 22 people. This research uses the RnD method with the Tessmer model which consists of two stages, namely preliminary studies and formative evaluation. This research is since there are still many secondary school students who have low mathematical reasoning skills on geometry topics, including the Pythagorean theorem. The results of this study indicate that the development of interactive E-LKPD on Pythagorean theorem material is categorized as valid and practical. The average validity value obtained was 89.46% with a very valid category. The characteristics of valid interactive E-LKPD on Pythagorean theorem material are (1) Presenting contextual problems that are close to the lives of students; (2) E-LKPD reflects the principles and characteristics of interactive E-LKPD; (3) E-LKPD guides students in constructing their own knowledge. Interactive E-LKPD on Pythagorean theorem exercise material is reviewed in terms of ease and benefits of use, time efficiency, and presentation attractiveness. The average practicality score obtained was 83.748% with a very practical category. The characteristics of the practicality of interactive E-LKPD are (1) Interactive E-LKPD is easy to use because the instructions provided are complete, clear, and the language is easy to understand; (2) E-LKPD processing time is efficient; (3) Commands and questions on E-LKPD are clear and easy to understand; (4) The appearance and color combination on E-LKPD is attractive; (5) Students are helped in understanding the concepts and material of the pythagorean theorem. Based on the results of interviews with teachers and students, interactive E-LKPD on Pythagorean theorem material facilitates students in learning and arouses students' interest in learning. Interactive E-LKPD on pythagorean theorem material can facilitate teachers and parents in conducting student learning activities anywhere and anytime. This research can be a meaningful experience and learning resource for students in learning geometry, especially about the Pythagorean theorem. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau E-LKPD interaktif pada materi teorema Pythagoras yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Parittiga dengan subjek penelitian siswa kelas VIII B yang berjumlah 22 orang. Penelitian ini menggunakan metode RnD dengan model Tessmer yang terdiri dari dua tahap, yaitu studi pendahuluan dan evaluasi formatif. Penelitian ini dilandasi karena masih banyak siswa sekolah menengah yang memiliki kemampuan penalaran matematis yang rendah pada topik geometri, termasuk teorema Pythagoras. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan E-LKPD interaktif pada materi teorema Pythagoras dikategorikan valid dan praktis. Nilai rata-rata kevalidan yang diperoleh sebesar 89,46% dengan kategori sangat valid. Karakteristik E-LKPD interaktif yang valid pada materi teorema Pythagoras adalah (1) Menyajikan masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik; (2) E-LKPD mencerminkan prinsip-prinsip dan karakteristik E-LKPD interaktif; (3) E-LKPD menuntun peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. E-LKPD interaktif pada materi latihan soal teorema Pythagoras ditinjau dari segi kemudahan dan manfaat penggunaan, efisiensi waktu, dan kemenarikan penyajian. Rata-rata nilai kepraktisan yang diperoleh sebesar 83,748% dengan kategori sangat praktis. Karakteristik kepraktisan E-LKPD interaktif yaitu (1) E-LKPD interaktif mudah digunakan karena petunjuk yang diberikan lengkap, jelas, dan bahasanya mudah dipahami; (2) Waktu pengerjaan E-LKPD efisien; (3) Perintah dan pertanyaan pada E-LKPD jelas dan mudah dimengerti; (4) Tampilan dan perpaduan warna pada E-LKPD menarik; (5) Peserta didik terbantu dalam memahami konsep dan materi teorema pythagoras. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan peserta didik, E-LKPD interaktif pada materi teorema Pythagoras memudahkan peserta didik dalam belajar dan membangkitkan minat belajar peserta didik. E-LKPD interaktif pada materi teorema pythagoras dapat memudahkan guru dan orang tua dalam melakukan kegiatan belajar siswa dimanapun dan kapanpun. Penelitian ini dapat menjadi pengalaman dan sumber belajar yang bermakna bagi peserta didik dalam mempelajari geometri khususnya mengenai teorema Pythagoras.
Analysis of Mathematical Communication Skills Vocational School Students Assisted Desmos in Solving Mathematics of Finance Ramadhan, Sahrul; Setyaningrum, Wahyu
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/67p6jn82

Abstract

One of the mathematical skills that students must have been mathematical communication skills. Mathematical communication skills enable students to convey their understanding of mathematical concepts. The process of expressing mathematical ideas verbally or in writing helps students understand the material more deeply. Other previous research only described the effectiveness of software on mathematical communication skills, this study aims to analyze students' mathematical communication skills in 21st century learning when solving financial math problems with the help of desmos. This research is descriptive research with a qualitative approach. The results showed that the mathematical communication skills of class 11 SIJA B of 12 students belonged to the medium category. Desmos media has the potential to improve students' mathematical communication skills. A total of 2 students in the high mathematical communication skills category with a percentage of 16.7% were able to master all indicators of mathematical communication skills, 8 students in the moderate mathematical communication skills category with a percentage of 66.6% and some students were able to master all indicators of mathematical communication skills but were still lacking perfect, and 2 students in the low mathematical communication skills category with a percentage of 16.7% were only able to master one indicator, namely the second indicator of mathematical communication skills. The implications of this research are to investigate effective teaching methods to improve students' mathematical communication skills. Integrate tasks and activities that encourage mathematical communication in learning materials and further explore how technology can be applied to improve mathematical communication skills. Salah satu keterampilan matematika yang harus dimiliki peserta didik adalah kemampuan komunikasi matematis. Ketrampilan komunikasi matematis memungkinkan siswa untuk menyampaikan pemahaman mereka tentang konsep matematika. Proses mengungkapkan ide-ide matematis secara verbal atau tertulis membantu siswa memahami materi dengan lebih mendalam.  Penelitian lain sebelumnya hanya mendeskripsikan keefektifan software terhadap kemampuan komunikasi matematis, penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran abad-21 saat menyelesaikan soal matematika keuangan berbantuan desmos. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis kelas 11 SIJA B dari 12 peserta didik tergolong pada kategori sedang. Media desmos berpotensi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Sebanyak 2 siswa pada kategori kemampuan komunikasi matematis tinggi dengan persentase 16,7% mampu menguasai semua indikator kemampuan komunikasi matematis, 8 siswa pada kategori kemampuan komunikasi matematis sedang dengan persentase 66,6% dan beberapa siswa mampu menguasai semua indikator kemampuan komunikasi matematis namun masih kurang sempurna, dan 2 siswa pada kategori kemampuan komunikasi matematis rendah dengan persentase 16,7% hanya mampu menguasai satu indikator , yaitu indikator kedua dari kemampuan komunikasi matematis. Implikasi penelitian ini agar menyelidiki metode pengajaran yang efektif untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi matematis siswa. Mengintegrasikan tugas dan aktivitas yang mendorong komunikasi matematis dalam materi pembelajaran dan lebih mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi matematis.
Analysis of Numeracy Literacy for each Student's Learning Style through Differentiated Learning assisted by ORIENT based on Thinglink Munahefi, Detalia Noriza; Maharani, Sintya; Khoirunnisa’, Danika Dian; Azzahra, Nailin Nafiah; Maulana, Mirza; Budianto, Angela Vivian
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/s8g44e88

Abstract

Numeracy literacy is an ability that junior high school students must have. The facts show that junior high school students' numeracy literacy is still low because learning activities are not supported by learning media that can optimize the performance of students with various learning styles. The research aims to analyze the numeracy literacy of each student's learning style through differentiation learning assisted by thinglink-based geometry in learning style (ORIENT) media. The research method is a combination of sequential explanatory which begins with quantitative data analysis followed by qualitative data. The population is class VIII students at State JHS 22 Semarang. Samples were taken using the cluster random sampling technique. The results of the mean difference test with the Wilcoxon test show a significance value of 0.000 < 0.05 so there is an increase in students' numeracy literacy with ORIENT-assisted differentiation learning. The N-gain result of 0.4031 shows that there is an increase in numeracy literacy in the medium category. Students with an auditory learning style have difficulty analyzing information. Students with a visual learning style have difficulty using mathematical skills in making decisions. Students with a kinesthetic learning style have difficulty using numbers or mathematical symbols. Literasi numerasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa sekolah menengah pertama. Fakta menunjukkan bahwa literasi numerasi siswa SMP masih rendah dikarenakan kegiatan pembelajaran yang tidak didukung dengan media pembelajaran yang mampu mengoptimalkan kinerja siswa dengan berbagai gaya belajar. Penelitian bertujuan menganalisis literasi numerasi tiap gaya belajar siswa melalui pembelajaran diferensiasi berbantuan media geometry in learning style (ORIENT) berbasis thinglink. Metode penelitian yakni kombinasi sequential explanatory yang diawali dengan analisis data kuantitatif dilanjutkan data kualitatif. Populasi yakni peserta didik kelas VIII SMP Negeri 22 Semarang. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil uji beda rataan dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat peningkatan literasi numerasi siswa dengan pembelajaran diferensiasi berbantuan ORIENT. Hasil N-gain 0,4031 menunjukkan terdapat peningkatan literasi numerasi dalam kategori sedang. Siswa dengan gaya belajar auditori mengalami kesulitan dalam menganalisa informasi. Siswa dengan gaya belajar visual mengalami kesulitan menggunakan kemampuan matematika dalam mengambil keputusan. Siswa dengan gaya belajar kinestetik mengalami kesulitan dalam penggunaan angka atau simbol-simbol matematika.
What kind of Relation and Function Worksheet Based Tri-N improve Critical Thinking Skills? Widodo, Sri Adi; Wulandari, Ika; Ayuningtyas, Annis Deshinta; Pusporini, Widowati; Kusuma, Dianne Amor; Dwipriyoko, Estiyan
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nv2dyy08

Abstract

Mathematical critical thinking skills have so far shown unsatisfactory results, so media or learning resources such as worksheets are needed to complete them. In addition, concepts of scientific learning such as Niteni, Nirokke, and Nambahi activities have not provided opportunities for students to think critically. For this reason, this study aims to obtain valid and practical relations and function worksheets based on tri-n. The research stages used are defining, designing, and developing. These three stages are part of the development research with 4D. At the defining stage, data collection techniques use documentation to make the data analysis qualitative. At the design stage, data collection techniques use observation to make the data analysis qualitative descriptive. In the developing stage, the data collection technique uses a questionnaire, so the data analysis is quantitative. The results showed that the relations and function worksheets based on Tri-N had a V-Aiken index of more than 0.83, and some students responded well to this worksheet. Apart from that, the mathematics material in this Student Worksheet uses the Tri-N stages, namely Niteni, Nirokke, and Nambahi. Based on this, it can be concluded that the Tri-N-based Student Worksheet on Relations and Functions is a valid and practical result of development. For this reason, this worksheet can be used to improve students' critical thinking skills. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa selama ini menunjukkan hasil yang belum memuaskan, sehingga dibutuhkan media atau sumber belajar sepert worksheet untuk menyelesaikannya. Selain itu, konsep pembelajaran saintifik seperti kegiatan Niteni, Nirokke, Nambahi belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kristis. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh Lembar Kerja Siswa Relasi dan Fungsi berbasis Tri-N yang valid dan praktis. Tahapan penelitian yang digunakan adalah mendefinisi, mendesain, dan mengembangkan. Ketiga tahapan ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan tipe 4D. pada tahap mendefinisi, Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sehingga analisis data yang digunakan bersifat kualitatif. Pada tahap mendesain, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, sehingga analisis data yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif. Tahap mengembangkan, Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sehingga analisis data yang yang digunakan bersifat kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa Lembar Kerja Siswa Relasi dan Fungsi memiliki indeks V Aiken lebih dari 0,83, dan sebagian siswa memberikan respon sangat baik terhadap prototipe worksheet ini. Selain itu, materi matematika yang ada pada Lembar Kerja Siswa ini menggunaan tahapan Tri-N, yaitu Niteni, Nirokke, dan Nambahi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Siswa Relasi dan Fungsi berbasis Tri-N hasil pengembangan yang valid dan praktis. Untuk itu dimungkinkan worksheet ini digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan beprikir kritis siswa.
Effectiveness of TikTok-assisted Learning Supplement to Improve Students' Concept Understanding Ability and Learning Interest Maulana, Muhammad Azril Rizky; Setialesmana, Depi; Yulianto, Eko
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bhxxcf88

Abstract

The use of social media such as TikTok in mathematics education and row and sequence materials is still rarely explored, although it has the potential to change the paradigm of presenting supplementary materials. This is because generally additional material is presented through platforms that are specifically for learning such as Geogebra, learning modules, or Kahoot. This study aims to determine the effectiveness of TikTok-assisted learning supplements on the ability to understand concepts and students' interest in learning the material of arithmetic rows and series from the results of test work and questionnaires through pre-test and post-test that have been carried out. The population in this study were all students of class XI SMA Negeri 1 Manonjaya and the sample in this study were students of class XI IPA 5 SMA Negeri 1 Manonjaya. This study uses a quantitative approach with quasi-experimental research methods. The results of this study, namely: 1) the use of TikTok-assisted learning supplements is effective to improve students' concept understanding ability on the material of arithmetic rows and series; and 2) the use of TikTok-assisted learning supplements is not effective to increase students' interest in learning on the material of arithmetic rows and series. The use of TikTok-assisted learning supplements is said to be effective if there is a significant difference and an increase in the average value of N-Gain (normalized gain) of concept understanding ability and students' interest in learning in the experimental class is significantly better than the control class. For this reason, other research is needed regarding the effectiveness of a social media in the context of learning on the ability to understand concepts and students' interest in learning by using other social media and/or other cognitive aspects or affective aspects. Penggunaan media sosial seperti TikTok dalam pendidikan matematika dan materi barisan dan deret masih jarang dieksplorasi, meskipun memiliki potensi untuk mengubah paradigma penyajian materi tambahan. Hal ini karena umumnya materi tambahan disajikan melalui platform yang khusus untuk pembelajaran seperti Geogebra, modul pembelajaran, atau Kahoot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas suplemen pembelajaran berbantuan TikTok terhadap kemampuan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada materi barisan dan deret aritmetika dari hasil pengerjaan tes dan kuesioner melalui pre-test dan post-test yang telah dilaksanakan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Manonjaya dan sampel dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Manonjaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen. Hasil dari penelitian ini, yaitu: 1) penggunaan suplemen pembelajaran berbantuan TikTok efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada materi barisan dan deret aritmetika; dan 2) penggunaan suplemen pembelajaran berbantuan TikTok tidak efektif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik pada materi barisan dan deret aritmetika. Penggunaan suplemen pembelajaran berbantuan TikTok dikatakan efektif apabila terdapat perbedaan yang signifikan dan peningkatan nilai rata-rata N-Gain (gain ternormalisasi) kemampuan pemahaman konsep maupun minat belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dibandingkan kelas kontrol. Untuk itu, diperlukan penelitian lain mengenai efektivitas suatu media sosial dalam konteks pembelajaran terhadap kemampuan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik dengan menggunakan media sosial lain dan/atau aspek kognitif atau aspek afektif lain.  
Analysis of Errors in Students' Mathematical Communication Skills Based on Kastolan Stages at Ban Eyoh School, Thailand Lubis, Sri Wahyuni; Fitriani, Fitriani; Lubis , Ainun Mardiyah; Siregar , Yulia Anita; Samoh, Sakinah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/m8cymg05

Abstract

Communication ability is one of the five basic abilities of mathematics. Understanding communication ability is one of the important things in building a learning design suitable for students' ability levels. This study analyzes the mathematical communication based on the Kastolan stages of ability of 6th-grade students at Ban Eyoh School in Thailand in answering fractional arithmetic story problems. Three students who took the sample in the study, S1 scored 94, S2 scored 83, and S3 scored 72, were reviewed for high, moderate, and low communication ability. Students generally have difficulties in presenting steps in writing, especially in explaining what is known and asked about stories. Kastolan stage analysis reveals various conceptual, procedural, and technical errors, including challenges in converting mixed fractions and a lack of coherence in the solution process. Recommendations include a focus on written expression, enhanced conceptual understanding and school facilities support to improve students' mathematical communication ability. By understanding the level of students' communication ability, the results of this research can become the basis for didactical research to develop appropriate learning designs. This research can also be continued with research related to constructive feedback. Kemampuan komunikasi merupakan salah satu dari 5 kemampuan dasar bermatematika. Memahami kemampuan komunikasi adalah salah satu hal penting untuk membangun desain pembelajarna yang sesaui dengan level kemampuan siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis kesalahan kemampuan komunikasi matematika berdasarkan tahapan kastolan pada siswa kelas 6 di Ban Eyoh School Thailand dalam menjawab soal cerita operasi hitung pecahan. Tiga siswa yang menjadi sampel dalam penelitian, S1 dengan skor 94, S2 dengan skor 83, dan S3 dengan skor 72, ditinjau dari kemampuan komunikasi tinggi, sedang, dan rendah. Siswa umumnya menghadapi kesulitan dalam menyajikan langkah-langkah secara tertulis, terutama dalam menjelaskan hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal cerita. Analisis tahapan kastolan menunjukkan berbagai kesalahan konseptual, prosedural, dan teknikal, termasuk kesulitan dalam mengubah pecahan campuran dan kurangnya keteraturan dalam proses penyelesaian. Rekomendasi mencakup penekanan pada aspek tertulis, peningkatan pemahaman konsep, dan dukungan fasilitas sekolah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Dengan memahami level kemampuan komunikasi siswa, hasil riset ini dapat menjadi dasr riset didaktis untuk mengembangkan desain pembelajaran yang sesaui. Riset ini dapat juga dilanjutkan dengan riset terkait feedback yang membangun.
Analysis of Students' Mathematical Concept Understanding Ability in Terms of Student Resilience at Ban Kadeng School Thailand Lubis, Lisa Khairani; Lubis, Ainun Mardiyah; Fitriani, Fitriani; Siregar, Yulia Anita; Jehnah, Abdullah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bc59ec96

Abstract

Concept understanding ability is one of the main elements in learning mathematics. Understanding students' concept understanding ability will help teachers to plan better learning. Therefore, by understanding students' concepts, understanding ability, and resilience, teachers can improve the quality of education in a school. This study aims to analyze the relationship between students' resilience and understanding of mathematical concepts through story problems. The type of research is qualitative descriptive, the subject of this research is fifth-grade students of Ban Kadeng School, Thailand, and the object of research is the ability to understand students' mathematics concepts in terms of student resilience. The research instruments used are the resilience questionnaire, concept understanding ability test questions, and interviews. The analysis was carried out on indicators of concept understanding, such as restating concepts, classifying objects based on mathematical concepts, and giving examples or counterexamples to the concepts being learned obtained through the instruments that have been carried out. The results showed that in the ability to understand mathematical concepts, Ban Kadeng School students have a moderate level of resilience, namely 65% of students can understand the two main indicators, 25% of students with high resilience can understand all indicators, and 10% of students with low resilience are lacking in understanding the given indicators. So it can be concluded that there are differences in concept understanding ability between high resilience, moderate resilience, and low resilience students in class V Ban Kadeng School, Thailand. The results of this study can be used as a basis for research on the application of learning models, assessments, or types of feedback that are appropriate for students. Kemampuan pemahaaman konsep adalah salah satu unsur utama dalam belajar matematika. Memahami kemampuan pemahaman konsep siswa, akan membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang lebih baik. Oleh sebab itu, dengan memahami kemampuan pemahaman konsep, serta resiliansi siswa, guru akan mampu memperbaiki kualitas pendidikan di suatu sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antara resiliensi siswa dan pemahaman konsep matematis melalui penggunaan soal cerita. Jenis penelitian deskriftif kualitatif, subjek penelitian ini adalah siswa kelas V BanKadeng School, Thailand, dan objek penelitiannya adalah kemampuan pemahaman konsep Matematika siswa ditinjau dari resiliennsi siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket resiliensi, soal tes kemampuan pemahaman konsep dan wawancara. Analisis dilakukan terhadap indikator pemahaman konsep, seperti menyatakan ulang konsep, mengklasifikasikan objek berdasarkan konsep matematika, dan memberikan contoh atau kontra contoh pada konsep yang dipelajari yang diperoleh melalui instrumen yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan dalam kemampuan pemahaman konsep matematis siswa Ban Kadeng School memiliki tingkat resiliensi sedang yaitu sebanyak 65% siswa dapat mememahami dua indikator utama, siswa dengan resiliensi tinggi sebanyak 25% dapat memahami keseluruhan indikator, dan siswa dengan resiliensi rendah sebanyak 10% kurang dalam memahami indikator yang diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara siswa resiliensi tinggi, resiliensi sedang, dan resiliensi rendah di kelas V Ban Kadeng School, Thailand. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk riset tentang penerapan model pembelajaran, asesmen, ataupun jenis feedback yang tepat untuk siswa.
Analogical Reasoning of Sensing and Intuition Personality Student in Solving Proportion Problem: Two-Variable into Three-Variable Direct Proportion Word Problem Suwarno, Suwarno; Silvatama, M. Aditiya; Alvarez, Joel I.; Murtafiah, Wasilatul
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/tey38g29

Abstract

Students' analogical reasoning based on sensing and intuition is a topic that has yet to be studied. Specifically, there is a need to explore how these two personalities types process information and apply analogical reasoning to solve proportional problems. The research aims to describe the reasoning process based on students' personalities, especially as a first step in implementing more effective and tailored teaching. The type of research used is descriptive qualitative. The research involved four students, two with sensing personalities and two with intuition personalities, who were selected from a group of 32 seventh grade (A) students at SMP Negeri 3 Ambulu, Jember, Indonesia. Selecting four students allows the researcher to explore how students with sensing and intuition personalities use analogical reasoning. The selected subjects embody both personality types, guaranteeing the consistency and generalizability of the obtained data in a wider context. The triangulation used is a triangulation technique that compares the results of completing analogical reasoning tests and interviews. The results of this study show that students with sensing and intuition personalities show differences in analogical reasoning on proportion material. Sensing students carry out two stages of analogical reasoning, namely encoding and inferring; they identify all the information in the source and target problems, solve the source problem, and recognize material similarities and the context of snack production. However, they needed help at the mapping and applying stages; focusing on concrete details prevented them from seeing abstract relationships, and thus, they failed to use the concept of solving the source problem to the target problem. Meanwhile, intuition students carry out the four stages of analogical reasoning: encoding, inferring, mapping, and applying. They successfully identified information, concluded the source problem, a problem involving two elements, identified the relationship with the target problem, connected the solution steps from the source problem to the target problem, and applied the proportion concept to a more complex target problem. This research shows that students' analogical reasoning in proportion materials varies depending on their personality type. Therefore, we can potentially use the results of this research as a reference to implement differentiated learning. Penalaran analogi siswa berdasarkan kepribadian sensing dan intuition merupakan topik yang belum banyak dikaji secara mendalam. Terutama, bagaimana kedua tipe kepribadian ini memproses informasi dan menerapkan penalaran analogi dalam menyelesaikan masalah perbandingan masih menjadi hal yang kurang dieksplorasi. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses penalaran berdasarkan kepribadian siswa khususnya pada sebagai langkah awal dalam melaksanakan pengajaran yang lebih efektif dan disesuaikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Banyak subjek dalam penelitian ini adalah 4 siswa   dengan rincian 2 siswa kepribadian sensing dan 2 siswa kepribadian intuition yang dipilih dari 32 siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Ambulu. Jember, Indonesia. Memilih empat siswa memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana siswa dengan kepribadian sensing dan intuition menggunakan penalaran analogi. Subjek yang dipilih mewakili kedua tipe kepribadian, sehingga data yang diperoleh konsisten dan dapat digeneralisasi dalam konteks yang lebih luas. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik yang membandingkan hasil penyelesaian tes penalaran analogi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa siswa dengan kepribadian sensing dan intuition menunjukkan perbedaan dalam penalaran analogi pada materi perbandingan. Siswa sensing melakukan dua tahap penalaran analogi yaitu encoding dan inferring, mereka mengidentifikasi semua informasi dalam masalah sumber dan target serta menyelesaikan masalah sumber dan mengenali persamaan materi serta konteks produksi snack. Namun, mereka kesulitan pada tahap mapping dan applying, fokus pada detail konkret membuat mereka tidak melihat hubungan abstrak sehingga gagal menerapkan konsep penyelesaian masalah sumber ke masalah target. Sementara, siswa intuition melakukan keempat tahapan penalaran analogi: encoding, inferring, mapping, dan applying. Mereka berhasil mengidentifikasi informasi, menyimpulkan masalah sumber yang merupakan masalah perbandingan dua unsur dan mengidentifikasi keterkaitan dengan masalah target, menghubungkan langkah-langkah penyelesaian dari masalah sumber ke target, dan menerapkan konsep perbandingan ke masalah target yang lebih kompleks. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penalaran analogi siswa dalam materi perbandingan bervariasi tergantung pada tipe kepribadian mereka. Oleh karena itu, hasil penelitian ini berpotensi untuk digunakan sebagai referensi dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodasi kebeeragaman tipe kepribadian.
Students' Geometric Creative Thinking Skills: An Analytical Study Istikomah, Endang; Suripah, Suripah; Abdurrahman, Abdurrahman; Putri, Cindy Hanema Dwi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 2 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/t1es3n83

Abstract

This research is important to find out how students' creative thinking skills are in understanding the basic teaching materials of geometry. We can use this knowledge to design or develop more innovative and effective learning methods. If a student learns more about his ability to understand and apply the basic concepts of geometry, it will enable him to develop his ability further. The study aims to identify and analyze the level of students' creative geometric thinking skills on the geometrical material. The research uses qualitative descriptive methods, with data collection through tests, evaluation sections, and interviews. The research sample was taken from students in a mathematics study program at a private university in Riau Province. The tests are given to measure students' mathematical creative thinking skills in the geometry material, while the assessment and interview sections are used to gain a deeper understanding of how students use their creativity in understanding and applying the concepts of geometry so that the level of creativity can be identified. We also use interviews to validate the results of student tests. The results show that students' creative thinking skills are at the stage of identifying, describing, and understanding the basics of geometry, such as point matter, lines, and angles. Students have varying levels of understanding of visualization, analysis, and informal. Nevertheless, students have demonstrated creative thinking skills in analyzing the images given, especially on the subject where students refer to indicators of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Although not entirely original, they are able to combine existing concepts in an informative and detailed manner. The explanations provided in the question's answer offer significant and pertinent details about the concepts of points, lines, and angles, highlighting their interrelatedness. Students can also elucidate the fundamental definitions of each concept, applying them to both visual aids and supporting evidence. Implications of this research are the development of learning methods and strategies, increased student understanding and creativity in applying concepts of geometry and providing insight into how best to evaluate and evaluate creative thinking skills in a geometric context. Penelitian ini penting untuk mengetahui bagaimana keterampilan berpikir kreatif mahasiswa dalam memahami materi dasar geometri. Pengetahuan ini dapat dimanfaatkan untuk merancang atau mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Jika mahasiswa mengetahui lebih banyak tentang kemampuannya dalam memahami dan menerapkan konsep materi dasar geometri, maka memungkinkan mahasiswa untuk dapat mengembangkan kamampuannya lebih jauh lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat keterampilan berpikir kreatif geometris mahasiswa pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui tes, rubrik penilaian dan wawancara. Sampel penelitian diambil dari mahasiswa program studi matematika di sebuah universitas swasta di Provinsi Riau. Tes diberikan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa dalam materi geometri, sementara rubrik penilaian dan wawancara digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana mahasiswa menggunakan kreativitas mereka dalam memahami dan menerapkan konsep geometri, sehingga tingkat kreatifitas dapat diidentifikasi. Wawancara juga digunakan untuk menguatkan hasil tes mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif mahasiswa berada pada tahap mengidentifikasi, menggambarkan, dan memahami dasar-dasar geometri seperti: materi titik, garis, dan sudut. Mahasiswa mampu mencapai tingkat pemahaman visualisasi, analisis, dan informal. Meskipun demikian, mahasiswa telah menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dalam menganalisis gambar-gambar yang diberikan, terutama pada soal yang mendosong mahasiswa menujukkan indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Walaupun tidak sepenuhnya orisinal, mereka mampu menggabungkan konsep-konsep yang ada dengan cara yang informatif dan rinci. Penjelasan yang dituliskan dalam menjawab soal memberikan informasi yang berarti dan relevan tentang konsep titik, garis, dan sudut, sehingga dapat dimaknai ketiga konsep ini saling terkait satu sama lain. Mahasiswa juga dapat menjelaskan ketiga konsep tersebut secara detail sehingga definisi dasar masing-masing konsep dapat dijelaskan dan dapat diaplikasikan baik dalam gambar maupun pembuktian. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pengembangan metode dan strategi pembelajaran, peningkatan pemahaman dan kreatifitas mahasiswa dalam menerapkan konsep-konsep geometri, dan memberikan wawasan tentang cara terbaik untuk menilai dan mengevaluasi keterampilan berpikir kreatif dalam konteks geometri.