cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6282142428742
Journal Mail Official
hamza@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30327407     DOI : -
Core Subject : Health,
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologis; Pendidikan Kedokteran; Keperawatan; dan Kesehatan Masyarakat. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal akses terbuka, diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi).
Articles 275 Documents
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI Juliansih, Ratika; Rohmah , Fathiyatur
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui memerlukan pemberian makanan bergizi tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, serta komponen imunologis yang melindungi dari berbagai penyakit dan ikatan emosional antara ibu dan anak (Mufdillah, 2017). Pemberian ASI dimulai pada jam pertama kelahiran, disediakan secara Eksklusif selama enam bulan, dan berlanjut hingga dua tahun atau lebih dengan penyediaan makanan pelengkap yang aman dan sesuai. Hal ini adalah salah satu praktik paling kuat dan direkomendasikan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan kesejahteraan anak (UNICEF, 2018). Beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI yaitu faktor psikologis (stress atau khawatir) bisa menyebabkan produksi ASI berkurang. Ibu menyusui membutuhkan dukungan dari keluarga terutama suami, karena suami menentukan kelancaran pengeluaran ASI yang sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi dan perasaan ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaram pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian deskriptif dan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yakni total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil analisis diketahui gambaran dukungan suami pada pemberian ASI Eksklusif ibu menyusui seluruh responden berjumlah 56 (100%) mendapatkan dukungan suami, berdasarkan gambaran Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada pemberian ASI Eksklusif ibu menyusui sebagian besar responden yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sejumlah 49 (87,5%), berdasarkan gambaran pengetahuan teknik menyusui pada pemberian ASI Eksklusif ibu menyusui seluruh responden berjumlah 56 (100%) dengan pengetahuan teknik menyusui dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 56 ibu menyusui memberikan ASI secara Eksklusif. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi ibu menyusui, bagi Puskesmas agar dapat bisa meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif.
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA Arifah, Nirmala Ayu; Rohmah, Fathiyatur; Kurniawati, Herlin Fitriana
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan utama di masyarakat yang sering dijumpai di seluruh dunia. Perempuan beresiko lebih tinggi mengalami anemia karena tiap bulannya kehilangan darah melalui proses menstruasi. Anemia dapat menimbulkan dampak negatif pada perempuan, antara lain adanya rasa cepat lelah, menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi, menurunkan gairah dan kebugaran tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 91 responden mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil melalui kuesioner pola menstruasi dan menggunakan alat EasyTouch GCHb. Berdasarkan hasil univariate dari 91 responden mayoritas dengan pola menstruasi normal dalam 3 bulan terakhir sebanyak 54 responden (59,3%). Mayoritas mahasiswa mengalami anemia sebanyak 56 responden (61,5%). Berdasarkan uji statistik dengan chi-square didapatkan hasil nilai p-value 0,000 (α<0,05) dan keeratan koefisien diperoleh 0,459 yang artinya ada hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Hubungan Kecanduan Gadget dengan Gangguan Emosi dan Perilaku pada Remaja di Masa Pandemi Natasya, Stella; Nurhajjah , Siti; Masnadi , Nice Rachmawati
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gadget addiction can cause emotional and behavioral disordes in adolescents. Covid-19 pandemic, which began at the end of 2019, caused children to carry out online teaching and learning process from home. This causes an increased gadget addiction during the pandemic. This study aims to determine the relationship between the level of gadget addiction with emotional and behavioral disorders in adolescents during Covid-19 pandemic. This is an analytic study with a cross-sectional design. The research sample was 155 students of SMPN 10 Batang Hari, Jambi in 2021. Sampling technique used was proportional random sampling method for grade-level samples, and consecutive sampling method for class-level samples. Characteristic results was obtained from students personal data, the level of gadget addiction from Smartphone Addiction Scale – Short Version questionnaire, and the level of emotional and behavioral disorders from Strengths and Difficulties questionnaire. The data were analyzed using chi-square. High level of gadget addiction were dominated by students in group age of 11-14 years old (60.3%), and of female sex group (32.9%). High level of gadget addiction have emotional and behavioral disorders in normal category (28.4%), borderline category (19.4%), and abnormal category (14.2%). Adolescent with high gadget addiction are correlation with emotional and behavior disorders during pandemic (p=0.001) This study concluded that there is a relation between gadget addiction and emotional and beahvioral level in adolescent during the Covid-19 pandemic.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA USIA MUDA DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2017-2019 Jamil, Muhammad Irfan; Yanni , Mefri; Noer , Mustafa
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronary heart disease (CHD) is a coronary atherosclerotic disease which refers to a pathological process that affects the coronary arteries. In general, there are two types of risk factors for coronary heart disease, namely risk factors that cannot be modified and risk factors that can be modified. Non-modifiable risk factors are age, gender, and genetics. Modifiable risk factors are hypertension, hypercholesterolemia, hypertriglyceridemia, diabetes mellitus, smoking, obesity, lack of activity, and stress. The purpose of this study was to describe the risk factors for coronary heart disease at a young age. This type of research is a descriptive study using a cross-sectional study design from secondary data of medical records of patients with coronary heart disease at Dr. RSUP. M. Djamil Padang in 2017-2019 with a total sample of 61 people. The results showed that there were 47 male patients (77.05%) and 14 female patients (22.95%). For patients who have a family history of risk factors as many as 3 people (4.9%), hypertension as many as 30 people (49.18%), hypercholesterolemia as many as 12 people (19.67%), hypertriglycerides as many as 10 people (16.39%) , diabetes mellitus as many as 10 people (16.39%), obesity as many as 5 people (8.2%), and smoking as many as 16 people (26.23%). The conclusion of this study is there were 61 patients with CHD at a young age in 2017-2019, the risk factors for CHD patients at a young age were mostly at the age of 26-45 years, followed by male gender, risk factors for hypertension, risk factors for smoking, risk factors for hypercholesterolemia, risk factors for hypertriglycerides, risk factors for diabetes mellitus, risk factors for obesity, and risk factors for family history.
HUBUNGAN KONSUMSI SUSU DENGAN KEJADIAN AKNE VULGARIS: SEBUAH TINJAUAN NARATIF Alfaridzi, Yudi Fadil; Gustia , Rina; Reza , Mohamad
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi susu dengan akne vulgaris dan mengetahui zat-zat yang terkandung di dalam susu; Metode: Studi literatur ini merupakan tinjauan pustaka naratif dengan mengambil jurnal yang memiliki desain penelitian observasional mengenai hubungan antara konsumsi susu dengan akne vulgaris sesuai kata kunci yang ditetapkan; Hasil: Dari 7 literatur yang diulas, didapatkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa mengonsumsi susu dengan frekuensi yang sering dapat mencetuskan timbulnya akne vulgaris dan memperparah derajat akne; Kesimpulan: Susu mengandung sejumlah zat nutrisi kompleks yang bagus untuk tubuh dan diantara zat-zat tersebut ternyata berperan dalam proses aknegenesis, seperti karbohidrat dan protein susu memiliki efek insulinotropik yang merangsang sintesis IGF-1 (marker utama dalam memicu timbulnya akne); asam amino esensial (leusin) meningkatkan aktivitas mTORC1 (mechanistic Target of Rapamycin Complex 1) dalam merangsang sebosit yang mendorong perkembangan akne, serta prekursor hormon pada susu dapat meningkatkan aktivitas androgen dalam produksi sebum dan akhirnya menimbulkan akne
KARAKTERISTIK PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS KALUMATA TAHUN 2018 - 2021 Ismail, Iin Mulyani; Sakurawati, Andi; Soesanty , Soesanty
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kusta yang disebut juga dengan Morbus Hansen (MH) merupakan penyakit infeksi kronis yang memiliki kasus dengan jumlah yang cukup tinggi di daerah tropis maupun subtropis yang tidak hanya menimbulkan masalah dari segi medis tapi bisa berdampak ke ekonomi, sosial, bahkan budaya yang dikarenakan adanya stigma buruk dari masyarakat mengenai kusta dan penderitanya. Hal ini menarik peneliti untuk melakukan penelitian terkait karakteristik penderita kusta itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik penderita kusta di Puskesmas Kalumata tahun 2018-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data yang diperoleh dari rekam medis pasien kusta di Puskesmas Kalumata tahun 2018 sampai dengan tahun 2021, dengan menggunakan teknik total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Distribusi penderita kusta di Puskesmas Kalumata sebanyak 113 orang dengan kelompok umur tertinggi 26-35 tahun 36 orang (31,9%), jenis kelamin tertinggi laki – laki 63 orang (55,8%), tipe kusta tertinggi 113 orang (100%) yaitu tipe multibasiler, reaksi kusta tertinggi reaksi tipe 1 yaitu 108 orang (95,6%), status pengobatan tertinggi telah selesai pengobatan (RFT) 99 orang (87,6%) dan tingkat disabilitas tertinggi 113 orang (100%) ialah disabilitas tingkat 0. Dari 113 penderita kusta di Puskesmas Kalumata tahun 2018-2021 didominasi oleh kelompok umur 26-35 tahun, jenis kelamin laki-laki, tipe kusta multibasiler (MB), jenis reaksi kusta tipe 1, status pengobatan telah selesai dan disabilitas tingkat 0.
TRAUMA TUMPUL OKULI Chairunnisa, Syifa; Rohaya, Syarifah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma okuli adalah kejadian trauma yang mengenai bola mata dan jaringan sekitarnya. Trauma mata merupakan kasus kegawatdaruratan mata, jika tidak segera ditatalaksanakan dapat menyebabkan penurunan visus. Secara umum trauma okuli dibagi menjadi dua yaitu trauma okuli perforans dan trauma okuli non perforans. Sedangkan klasifikasi trauma okuli berdasarkan mekanisme trauma terbagi atas trauma mekanik (trauma tumpul dan trauma tajam), trauma radiasi (sinar inframerah, sinar ultraviolet, dan sinar X) dan trauma kimia (bahan asam dan basa). Di Indonesia trauma okuli merupakan penyebab kebutaan tersering setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, gangguan retina dan kelainan kornea. unilateral pada penduduk di negara berkembang. Kebutaan yang disebabkan oleh trauma okuli jarang bersifat bilateral. Penderita trauma okuli pada umumnya berada dalam usia produktif, pasien trauma okuli akan kehilangan waktu bekerjanya akibat menjalani perawatan. Trauma okuli merupakan salah satu penyebab kebutaan yang dapat dicegah, dan kejadiannya cukup tinggi di populasi. Prinsip dasar penatalaksanaan pasien ini adalah memperbaiki penglihatan, mencegah terjadinya infeksi dan mempertahankan arsitektur mata.
IMPLEMENTASI MASLAHAH TERHADAP PASIEN DALAM MELAKUKAN PERAWATAN GIGI Aldilawati, Sari; Gustiawati, A. Mulya; Azis, Rifqah Aqilah; Ramadhani, Andi Wulan; Diwanti, Astifa Putri; Mahmudin, Nutfanita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i7.4611

Abstract

Maslahah Merupakan prinsip dalam hukum Islam yang berarti memelihara, dimana bertujuan untuk menghindari kerusakan dan memperoleh keuntungan. Implementasi Maslahah pada kedokteran gigi dapat berupa pemberian sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan seperti pemberian sikat gigi serta pemberian informasi mendasar tentang permasalahan yang sering terjadi di masyarakat sehingga dapat mencegah dan memelihara kesehatan gigi.
KARAKTERISTIK HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PRA LANSIA DAN LANSIA DI PUSKESMAS KALUMATA KECAMATAN TERNATE SELATAN Hidayanti, Nurul; The, Fera; Darmayanti, Dewi
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu diwaspadai. Masyarakat lanjut usia (lansia) dan pra-lansia berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif, salah satunya hipertensi. Pada tahun 2020, insidens hipertensi di Ternate adalah sebanyak 4.685 kasus pada semua kelompok usia dengan jumlah kematian sebanyak 93 kasus. Di Puskesmas Kalumata, salah satu Puskesmas Kota Ternate dengan insidens hipertensi tertinggi, lansia menyumbang 49,5% dari seluruh kasus hipertensi. Pengetahuan tentang karakteristik penderita hipertensi lansia dan pra-lansia di tempat ini penting guna menetapkan tatalaksana lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui karakteristik masyarakat pra-lansia dan lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kalumata Kecamatan Ternate Selatan. Metode: Penelitian deskriptif observasional yang mempergunakan teknik accidental ini dilaksanakan di Puskesmas Kalumata tahun 2021 dan diperoleh menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Dari 89 pasien, sebagian besar berusia 45-59 tahun (62,9%), 57,3% perempuan, 94,4% kurang aktivitas fisik, 73% gemar menyantap makanan tinggi garam dan 43,8% tidak merokok. Simpulan: Penderita hipertensi pra-lansia dan lansia di Puskesmas Kalumata sebagian besar termasuk kelompok usia 45-59 tahun, perempuan, kurang beraktivitas fisik, gemar menyantap makanan tinggi garam, dan tidak merokok.
Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Infrastruktur X Untuk Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja Alfarizqi, Rezza; Fathulla, Moh.; Alghiffary , Rizqi
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is essential in construction projects to reduce accident risks and ensure smooth operations. This study analyzes the effectiveness of OSH implementation in Infrastructure Project X using data from questionnaires filled out by workers, contractors, and consultants. The results show that OSH practices are well-implemented, with an average score of 88.16%. Key factors include active communication between supervisors and workers (92.35%), safety monitoring by field managers (90.59%), and quick action on unsafe conditions (90.59%). However, worker involvement in accident investigations scored lower (82.94%). Improving communication, supervision, and worker participation is vital to further enhance OSH practices.