cover
Contact Name
Ninik Yunitri
Contact Email
yunitri@umj.ac.id
Phone
+6281389723445
Journal Mail Official
ijnsp@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah I No. 1 Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice
ISSN : -     EISSN : 26220997     DOI : https://doi.org/10.24853/ijnsp.v2i2.
Jurnal Obsesi : Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice (IJNSP)is an open-access peer-reviewed journal focus on the latest issues of nursing education and clinical practices
Articles 91 Documents
KARAKTERISTIK SKRINING YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS (TB) PARU PADA ANAK Fitria, Putri Ananda; Rita, Erni
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v4i2.85-92

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular kronis yang saat ini menjadi isu tidak hanya pada level nasional saja tetapi juga menjadi isu global. Karakteristik skrining yang mempengaruhi terjadinya tuberkulosis paru antara lain ventilasi rumah, kepadatan hunian, jenis lantai rumah, gizi, pemberian ASI eksklusif, BBLR, imunisasi BCG, keberadaan dan tempat merokok dan kontak dengan penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik skrining yang dengan kejadian TB paru pada anak di Puskesmas Kecamatan Cakung tahun 2019. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan 62 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara variabel karakteristik skrining dengan kejadian TB Paru pada anak. Peneliti menyarankan agar dilakukan kerjasama yang terintegrasi antara program gizi, KIA, serta  imunisasi dengan program pemberantasan TB pada puskesmas setempat.
EDUKASI SEKSUAL DENGAN MEDIA VISUAL TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN CARA PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PADA OSTOMATE Saputra, Suanda; Waluyo, Agung; Widakdo, Giri
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v3i1.1-6

Abstract

ABSTRAK Munculnya rasa risih atau minder pada ostomate dengan pasangannya berdampak pada kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan seksual. Kondisi ini membutuhkan dukungan informasi yang cukup bagi setiap pasangan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara edukasi seksual dengan media visual terhadap pemahaman cara pemenuhan kebutukan seksual pada ostomate di Wocare Center Indonesia. Jenis penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 31 responden. Analisis data dilakukan  dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan antara edukasi seksual dengan media visual terhadap pemahaman cara pemenuhan kebutuhan seksual pada ostomate di Wocare Center Indonesia dengan P value 0,00 (P<0,05) dan OR 4,36. Kesimpulan: Edukasi seksual dengan media visual efektif meningkatkan pemahaman cara pemenuhan kebutuhan seksual pada ostomate sebanyak 4,36 kali dibandingkan dengan media yang lainnya setelah dikontrol oleh lama terpasang kolostomi. Seluruh ostomate idealnya harus mendapatkan edukasi dari perawat, salah satunya dengan menggunakan edukasi visual.Kata Kunci: Edukasi, pemahaman cara pemenuhan kebutuhan seksual, ostomate. ABSTRACT The uncomfortable feeling or self-conscious couple impact on the difficulty for sexual fulfillment. This condition requires the support of enough information for each partner related to sexual fulfillment. The provision of ostomate sexual education has been done by stoma nurses at Wocare Center Indonesia, but no evaluation of the effectiveness of the provision of sexual education has been given to the ostomate to the level of ostomate understanding. The purpose of this study was to determine the relationship between the provision of sexual education by visual media to the understanding of how sexual fulfillment of sexual in ostomate In Wocare Center Indonesia. This type of research used correlational research with cross sectional approach. The sample size involved in this research were 31 respondents and the instrument used was questionnaire. Data analysis using multiple logistic regression test. The result is to find out the relationship between the provision of sexual education by visual media to the understanding of sexual fulfillment in ostomate in Wocare Center Indonesia with P value 0,00 (P <0,05) and OR 4,36. Conclusion: Sexual education with visual media effectively improves the understanding of how to fulfill sexual needs on ostomate as much as 4,36 times after controlled by long attached colostomy in Wocare Center Indonesia. For all ostomate must get education from nurse, one of them by using visual educationKeywords: education, understanding of sexual fulfillment, ostomate
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH Muhayyah, Nada Syaida; Naryati, Naryati
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v3i2.85-90

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Menurut Stuart dan Laraia dalam (Suryani, 2015), komunikasi dalam profesi keperawatan, menjadi sangat penting karena merupakan alat atau metode dalam melaksanakan proses keperawatan. Komunikasi terapeutik diterapkan oleh perawat dalam berhubungan dengan pasien untuk meningkatkan rasa saling percaya, dan apabila tidak diterapkan akan menganggu hubungan terapeutik yang berdampak pada ketidakpuasan pasien. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 53 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara mendatangi langsung pasien diruang perawatan. Analisa data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien (ρ value= 0,020). Diharapkan pada petugas kesehatan khususnya perawat untuk meningkatkan komunikasi secara terapeutik sehingga dapat meningkatkan kepuasan pasien.Kata kunci: Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien.
DEPRESI PADA PASIEN PASKA STROKE Asmila, Lili; Nuraenah, N; Wantari, Rani Septia
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v2i1.27-32

Abstract

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sehat emosional, psikologis, dan sosial yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan koping yang efektif, Konsep diri yang positif dan kestabilan emosional (videbeck 2008). Permasalahan gangguan jiwa tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas manusia, juga berkaitan dengan kasus bunuh diri. Temuan WHO menunjukkan, diperkirakan 873.000 orang bunuh diri setiap tahun. Lebih dari 90% kasus bunuh diri berhubungan dengan gangguan jiwa seperti Depresi, Skizofrenia, dan ketergantungan terhadap alkohol (Febriani, 2008). Depresi pada penderita pasca stroke merupakan suatu gejala psikologis yang abnormal pada seseorang yang sudah menderita stroke Tujuan penelitian ini untuk mengetahui skrining tingkat depresi pada pasien pasca stroke di Ruang Poliklinik saraf RSUD Koja. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian descriptif. Teknik sampling yang digunakan random sampling dengan jumlah 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan presentase tingkat depresi pasien pasca stroke sebanyak 4 orang (4.6%) tidak mengalami depresi atau tingkat depresi normal, depresi ringan sebanyak 9 orang (10.3%) , depresi sedang sebanyak 36 orang (41.4%) dan yang paling banyak mengalami depresi berat sebanyak 38 orang (43.7 %). Penelitian ini merekomendasikan dengan diketahuinya karakteristik klien pasca stroke dan akibat depresi yang mungkin akan timbul, perawat dapat memberikan intervensi untuk pemenuhan kebutuhan psikologis klien dan mencegah resiko bunuh diri.
PERAN KONSELOR SEBAYA TERHADAP UPAYA BERHENTI MEROKOK DI SMP 219 JAKARTA Kurwiyah, Neneng
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i2.27-33

Abstract

ABSTRAKMasa remaja ditandai dengan rasa keingintahuan yang tinggi, sehingga remaja cenderung mencoba hal-hal baru untuk mencari jati diri tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkan. Permasalahan kesehatan yang ada pada remaja di antaranya perilaku merokok. Salah satu upaya yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI untuk mengatasi permasalahan pada remaja yaitu dengan membentuk program PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) sejak tahun 2003. Pelaksanaan PKPR melibatkan partisipasi aktif remaja sebagai konselor sebaya, sebagai salah satu mitra petugas kesehatan. Tujuan peneletian ini untuk mengetahui hubungan peran konselor sebaya terhadap perilaku berhenti merokok di SMP 219 Jakarta. Design penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 68 orang siswa merokok kelas VIII dari hasil smokelizer positif (+) sebagai responden. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan peran konselor sebaya terhadap perilaku berhenti merokok p-value 0,002 < α Nilai OR = 5,115. Adapun konselor sebaya yang efektif membuat keinginan untuk berhenti merokok sebesar 41,2%. Sedangkan peran konselor sebaya yang tidak efektif membuat remaja tidak memiliki keinginan untuk berhenti merokok sebesar 11,8%. Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas peran konselor sebaya dalam memberikan komunikasi, informasi dan edukasi terutama tentang bahaya rokok dan cara berhenti merokok menggunakan metode-metode yang mudah dimengerti oleh sasaran.Kata kunci: Konselor sebaya, Remaja, Merokok ABSTRACTAdolescence characterized by high sense of curiosity, adolescents tend try new things to find identity without paying attention to the consequences. Adolescents health problems include smoking. One of the effort by Ministry of Health of Indonesia to address problems in adolescents is by establishing a PKPR (Youth Care Health Service) since 2003. The implementation of PKPR involves active participation of youth as peer counselors, as one the partners of health workers. The purpose this study was to determine the relationship of  the role peer counselors to quit smoking behavior at Junior High School number 219 Jakarta. The research design used was descriptive analytical with cross sectional approach, sampling technique used was purposive sampling as many as 68 smoking students of grade VIII from the positive smokelizer (+). Results showed that there was a correlation between the role of peer counselor on smoking cessation behavior p-value 0.002 <α OR value = 5.115. The peer counselor who has been effective has a desire to stop smoking by 41.2%. While the role of ineffective peer counselors does not have the desire to stop smoking by 11.8%. It is expected that health workers can improve the quality of the role of peer counselors in providing communication, information and education, especially about the dangers of smoking and ways to stop smoking using methods that are easily understood by the target.Keywords: Peer counselor, Teenagers, Smoking
PENGARUH TERAPI MUSIK SUARA ALAM TERHADAP KEJADIAN INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL LANJUT Hilalliyah, H; Herlinah, Lily
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v4i1.17-24

Abstract

Insomnia adalah kondisi seseorang yang mengalami gangguan tidur yang menyebabkan kesulitan tidur. Music suara alam sebagai music relaksasi terapi non faramkologi untuk diterapkan kepada para lansia yang mengalami masalah pola tidur atau insomnia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi music suara alam terhadap kejadian insomnia pada lanjut usia Di BRSLU Budhi Dharma Bekasi Timur. Sampel penelitian adalah 12 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Design penelitian Pre Post Test with Kontrol Group design dengan analisa data paired sample t test. Hasil skala insomnia rating scale sebelum dilakukan terapi music suara alam dengan kriteria insomnia berat sebanyak 12 orang dengan presentase 100.0%, dan hasil skala insomnia rating scale sesudah dilakukan terapi musik suara alam dengan kriteria insomnia sedang sebanyak 4 orang dengan presentasi 33.3% dan responden yang mengalami kriteria insomnia ringan sebanyak 8 orang dengan presentasi 66.7%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara insomnia dengan terapi music suara alam pada lansia dengan P Value = 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada pengaruh terapi musik suara alam terhadap kejadian insomnia pada lanjut usia Di Balai Rehabilitasi Social Lanjut Usia Budhi Dharma Bekasi Timur Tahun 2020. Saran Diharapkan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam menangani masalah insomnia pada lansia dengan menggunakan terapi musik suara alam. 
SELF-HYPNOSIS DAN KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELURAHAN PADEMANGAN BARAT 1 JAKARTA UTARA Slametiningsih, Slametiningsih; Rachmawati, Siti
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i1.38-48

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh atau bahkan telah mengalami komplikasi dapat menyebabkan kecemasan bagi penderitanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik self-hypnosis terhadap kecemasan pada pasien hipertensi di Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat 1 Jakarta Utara. Desain penelitian yang digunakan penelitian Eksperimen Semu (Quasi-Experiment), teknik pengambilan sampel dengan systematic random sampling, dengan jumlah sampel 28 orang dibagi menjadi dua yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control dengan masing-masing  14 responden . Hasil penelitian Kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan self-hypnosis di Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat I Jakarta dihasilkan nilai. signifikasi atau p-value sebesar 0.001. Sedangkan pada kelompok kontrol di Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat II Jakarta Utara dengan nilai signifikasi atau p-value sebesar 0.025 meskipun sama-sama signifikan, namun pada pasien hipertensi yang mendapatkan perlakuan self-hypnosis memiliki nilai perbedaan 0,025. Diharapkan penelitian ini bagi petugas kesehatan khusus Keperawatan Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat I Jakarta Utara dalam menangani kecemasan pada pasien hipertensi cara menurunkan tekanan darah dengan menggunakan teknik self-hypnosis.Kata kunci: self hypnosis, kecemasan, hipertensi ABSTRACTDiabetes is a common medical condition which is chronic and life-threatening usually causes anxiety to the sufferer. From the data, it shows that hypertension is a chronic disease which is difficult to heal or even have experienced complications that can cause anxiety disorders for patients. This research aims to determine the effect of self-hypnosis techniques toward anxiety in patients with hypertension in Pukesmas Pademangan Barat 1 Jakarta Utara. The design of the study is quasi-experimental research which is the sampling deriving technique using systemic random sampling, regarding a sample of 28 people divided into a/an experimental and control group. The results of the study shows the patient's anxiety level in the experimental group and the control group who implements the technique of self hypnosis using the formula of Willcoxson rank test in SPSS version 23. With P Value 0.001 (α = 0.05) means to be found the influence of self hypnosis in lowering anxiety levels in hypertensive patients. This research is expected to provide information for paramedics in Puskesmas Pademangan Barat 1 Jakarta Utara in dealing with anxiety on hypertensive patients by using Self Hypnosis.Keywords: self-hypnosis, anxiety, hypertension
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE ADIKTIF DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA SMAN 75 JAKARTA UTARA Damayanti, Husnul; Muhdiana, Dedi
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v2i2.79-86

Abstract

ABSTRAKPenggolongan remaja terbagi menjadi 3 bagian: remaja awal, remaja tengah dan remaja akhir dari usia 13-21 tahun. Smartphone adalah salah satu teknologi yang canggih dan fleksibel. Salah satu hal yang membedakan smartphone dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan” yang artinya dari hari kehari smartphone selalu muncul menyajikan teknologi terbaru tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur siswa SMAN 75 Jakarta Utara. Metode: penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif analitik dengan pendeketan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 233 responden. Analisa yang dgunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat, analisa univariat digunakan untuk menganalisa karakteristik responden berdasarkan data demografi, dan psikologi sosial yang disajikan dalambentuk distribusi frekuensi. Sedangkan analisa bivariat untuk mengalisa hubungan penggunaan smartphone adiktif dengan kualitas tidur pada remaja di SMAN 75 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Hasil : terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan penggunaan smartphone addiction dengan kualitas tidur pada remaja SMAN 75 Jakarta Utara. Ditunjukan dengan memperoleh nilai P-value 0,000. Kata kunci: Thalassemia, dukungan keluarga, kualitas hidup ABSTRACTTeenagers divided into 3 parts: Early adolescents, middle adolescents and late adolescents from the age of 13-21 years. Smartphones are one of the most sophisticated and flexible technology. One of the things that distinguishes smartphones with other electronic devices is the "novelty" element which the art of day-to- day smartphones always appear presenting the latest technology objectives: to know the relationship of smartphone use to Quality sleep Student SMAN 75 North Jakarta. Method: This study uses the design of a descriptive analytical study with the cross sectional debiting. Sampling is done by purposive sampling method, with a sample number of 233 respondents. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis, univariate analysis is used to analyze the characteristics of respondents based on datademography, and sosial psychology presented in the form of frequency distribution. Bivariate analysis to improve the use of addictive smartphone with the quality of sleep in teenagers at SMAN 75 Semper Barat, Cilincing, North Jakarta. Result: There is a meaningful relationship between the use of smartphone addiction with the quality of sleep in teenagers SMAN 75 North Jakarta. By obtaining the value of P-value 0.000. Keywords: teenagers, addictive smartphone use, sleep quality
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN HIV Anggareani, Aniek; Purwati, Nyimas Heny
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v4i2.57-62

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Kondisi HIV yang dialami anak usia sekolah membuat mereka rentan mengalami perilaku berisiko, yang dapat mampengaruhi penyebaran penyakit. HIV tidak ada obatnya namun dapat di tekan reflikasi virus dengan pengobatan ARV. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat ARV pada anak usia sekolah dengan HIV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelatif yang menggunakan pendekatan design cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Sampel yang digunakan anak usia sekolah yang meminum obat ARV. Kepatuhan minum obat di ukur dengan menggunakan kartu berobat. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan efek samping obat (P value=0,052). Sedangkan pada variabel dukungan keluarga didapatkan P Value=0.008 yang artinya ada hubungan yang antara kepatuhan minum obat dengan dukungan keluarga. Pada variable motivasi didapatkan nilai p Value= 0.010 yang artinya ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan motivasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada 2 faktor yang berhubungan yaitu dukungan keluarga dan motivasi sedangkan faktor yang tidak ada hubungan ketidakpatuhan minum ARV yaitu efek samping obat.
PENINGKATAN SELF EFFICACY MELALUI SPIRITUAL CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 S, Baharudin Lutfi; Rayasari, Fitrian; Irawati, Diana
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i2.83-91

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disandang seumur hidup dan jika gula darah tidak terkontrol akan menimbulkan berbagai komplikasi fisik hingga psikologi seperti depresi. Penyandang DM tipe 2 mempunyai resiko mengalami depresi 15% dibandingkan orang tanpa DM,  Katon, WJ (2008). Penerimaan terhadap kondisi yang dialami akan meningkatkan keyakinan seseorang dalam melakukan perawatan dirinya atau dikenal self efficacy. Pencapaian pada Spiritual Well Being  untuk meningkatkan kesehatan biologis, psikologis dan kesehatan sosial dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan spiritual atau spiritual care. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh spiritual care terhadap self efficacy pada pasien dengan Diabetes Melitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen pre post test dengan kelompok kontrol. Jumlah sample dalam penelitian ini 16 responden pada setiap kelompok yang diambil menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukan peningkatan skore self efficacy setelah diberikan spiritual care sebanyak 6,875 point dan 3,625 point lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan p value 0,03 (p >0,05). Pemberian spiritual care pada pasien DM tipe 2 meningkatkan keyakinan dalam merawat dirinya yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, sosial dan diharapkan kualitas hidup penyandang DM semakin baik. Perawatan holistik dengan menyentuh aspek spiritual menjadi bagian penting pada pemberian asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2 khususnya dan untuk gangguan kronik lainnya. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Self Efficacy, Spiritual Care ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease which occurred to patient for a lifetime and if blood sugar uncontrolled, it will cause various physical complications till psychology such as depression. People with DM type 2 have a 15% risk of depression than people without DM, Katon, WJ (2008). An Awareness to the occurred condition will increase person’s confidence for carrying out their self-care or known as self-efficacy. The achievement of Spiritual Well Being for improving biological, psychological and social health is done through fulfilling spiritual needs or spiritual care. This study aims to identify the effect of spiritual care on self-efficacy to the patients with diabetes mellitus type 2. The research method used quasi-experimental pre-post test with the control group. The number of samples in this study were 16 respondents, which in each group taken using consecutive sampling. The results showed an increase in self-efficacy scores after being given a spiritual care of 6.875 points and 3.625 points higher than the control group with p value 0.03 (p> 0.05). Giving spiritual care to the patients DM type 2 increases their confidence in caring for themselves which has an impact on physical, psychological, social health and expected to improve the quality of life of people with DM. Holistic care by touching spiritual aspects is being an important part for the provision of nursing care to the patients DM type 2 especially and for other chronic disorders.Keywords: Diabetes Melitus Type 2, Self Efficacy, Spiritual Care

Page 4 of 10 | Total Record : 91