cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23687
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468949     EISSN : 30468957     DOI : -
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin nasional yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Hukum, 2. Ekonomi, 3. Psikologi, 4. Komunikasi, 5. Seni dan Budaya, 6. Sosial dan Politik, 7. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Articles 69 Documents
Gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dalam Melawan Partai Komunis Indonesia (PKI) Pada Pasca Peristiwa Gestapu 1966 Al Ayyubi, Shalahuddin; M, Iqbal Hidayat; Nabil, M. Hasbi; Sujana, Ahmad Maftuh
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.353

Abstract

Artikel ini membahas tentang perjuangan HMI melawan PKI dalam konteks politik Indonesia pada masa Orde Lama.  HMI menghadapi berbagai tantangan, termasuk propaganda, pelecehan, dan ancaman fisik dari PKI yang ingin membubarkan organisasi tersebut. Namun, HMI, dengan dukungan dari pihak militer dan organisasi anti-komunis lainnya, berhasil bertahan dan memainkan peran penting dalam menekan PKI.  Pembubaran PKI setelah peristiwa G30S menjadi bukti kekuatan dan ketahanan HMI dalam menghadapi ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jalannya gerakan HMI dalam melawan PKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa Islam yang menjadi salah satu target utama pengganyangan oleh PKI dalam rangka perebutan hegemoni ideologi dan kekuasaan menjelang meletusnya Gerakan 30 September 1965. Dalam penelitian ini, teknik analisis data dilakukan melalui pendekatan studi pustaka dan dokumentasi sejarah yang relevan dengan pokok kajian, yaitu konflik ideologis antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1960-an. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang generasi muda, khususnya aktivis mahasiswa, dapat belajar dari sejarah ini tentang pentingnya integritas, kesiapan ideologis, dan ketahanan organisasi dalam menghadapi tekanan politik ekstrem.
Pemberontakan PRRI dan Permesta: Ketegangan Politik Di Awal Orde Lama (1957-1958) Dayani, Subhan Rizki; Rohayati, Tati; Sujana, Ahmad Maftuh
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.357

Abstract

Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Semesta) merupakan dua gerakan separatis yang mencerminkan puncak ketegangan politik dan militer di awal masa Orde Lama, khususnya pada periode 1957–1958. Artikel ini mengkaji latar belakang kemunculan kedua gerakan tersebut, yang dipicu oleh ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan politik dan ekonomi pemerintah pusat di Jakarta, serta dominasi kekuatan militer tertentu dalam tubuh Angkatan Darat. Melalui pendekatan historis dan analisis politik, tulisan ini menggambarkan dinamika konflik antara pusat dan daerah, peran aktor-aktor militer dan sipil, serta respons pemerintah dalam menanggulangi ancaman disintegrasi. Pemberontakan ini bukan hanya soal pengaruh regional, melainkan juga
Netnografi Polemik Akidah: Dinamika Pemikiran Herry Pras dan Ustadz Nuruddin di Komunitas Komentar YouTube Susanto, Wawan; Nur, Muhammad; Noorhidayati, Salamah
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.361

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik dakwah Islam kontemporer. YouTube menjadi salah satu platform utama penyebaran gagasan keislaman, termasuk perdebatan isu-isu teologis seperti akidah. Fenomena polemik antara Herry Pras, dengan pendekatan rasional-kritis, dan Ustadz Muhammad Nuruddin, dengan pendekatan tekstual-salafi, menjadi perbincangan hangat di ruang digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena tersebut, di mana terjadi respons masif dari netizen yang menunjukkan fragmentasi pemikiran dalam komunitas Muslim daring. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan arah wacana netizen dalam menanggapi perbedaan pemikiran akidah antara kedua tokoh tersebut, serta bagaimana ruang digital berfungsi sebagai arena kontestasi otoritas keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data diperoleh dari komentar YouTube yang dikumpulkan melalui teknik scraping dan dianalisis menggunakan analisis isi tematik. Komentar yang relevan dipilih secara purposif dan dianalisis berdasarkan tema, sentimen, dan afiliasi ideologis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah membentuk mazhab digital yang saling beroposisi, memperlihatkan polarisasi ideologis yang kuat, dan berpotensi menimbulkan disorientasi akidah di kalangan netizen yang tidak memiliki kerangka keagamaan yang mapan.
Anak Dalam Lingkaran Kekerasan: Analisis Psikologi Sosial Dan Budaya Rialdi, Najla Qanitah; Pahlevi, Syach Raihan Gerrard; Alifia, Nazhira; Kusmawati, Ati
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.369

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena kekerasan terhadap anak melalui perspektif psikologi sosial dan budaya. Metode penelitian kualitatif dengan studi literatur digunakan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang melanggengkan lingkaran kekerasan terhadap anak di indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak tidak hanya disebabkan oleh faktor individual, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika psikososial seperti peniruan perilaku kekerasan dari lingkungan, hierarki sosial yang menempatkan anak sebagai kelompok rentan, serta gangguan keterikatan emosional. Dari aspek budaya, kekerasan sering dinormalisasi sebagai metode disiplin, didukung oleh tradisi yang mengabaikan hak anak, serta stigma yang menghambat pelaporan. Interaksi antara norma budaya dan mekanisme psikososial menciptakan siklus kekerasan yang diwariskan antargenerasi. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik melalui edukasi pengasuhan non-kekerasan, reformasi kebijakan perlindungan anak, dan transformasi nilai budaya untuk memutus lingkaran kekerasan.
Implementasi Hukum Progresif dalam Menjembatani Legal Gap: Studi Kasus Seorang Ibu yang Mencuri untuk Kebutuhan Anak Gahari, Amaz Akhbar; Marbun, Adrian Ivandri; Abdillah, Noval
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.371

Abstract

Artikel ini membahas implementasi hukum progresif dalam menjembatani kesenjangan hukum (legal gap) antara hukum nasional yang bersifat formal dan hukum yang hidup di masyarakat (living law). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah kasus seorang ibu yang mencuri demi memenuhi kebutuhan anaknya sebagai gambaran nyata ketimpangan antara keadilan prosedural dan keadilan substantif. Dalam perspektif hukum positif, tindakan tersebut adalah pidana, namun pendekatan hukum progresif yang dikembangkan oleh Prof. Satjipto Rahardjo menitikberatkan pada keadilan yang bersifat manusiawi dan kontekstual. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan hukum progresif melalui restorative justice mampu menghasilkan penyelesaian yang lebih adil dan relevan terhadap realitas sosial. Dengan demikian, hukum tidak hanya menjadi alat penegakan aturan, tetapi juga sarana perlindungan dan kesejahteraan rakyat, khususnya kelompok rentan. Abstrak Bahasa Indonesia.
Kedatangan Jepang Sebagai Awal Mula Penderitaan Wanita Di Indonesia Pada Tahun 1942-1945 Ramadhan, Ibnu Daffa; Ritonga, Mhd Juniawan; Askohar, Askohar; Sujana, Ahmad Maftuh
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.375

Abstract

Artikel ini mengkaji sistem perbudakan seksual militer Jepang, yang dikenal sebagai “Jugun Ianfu,” selama pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Sistem ini secara paksa menyediakan perempuan sebagai alat pemuas nafsu seksual bagi tentara Jepang di seluruh wilayah pendudukan. Artikel ini menelusuri sejarah Jugun Ianfu di Indonesia, mulai dari proses rekrutmen, kondisi di fasilitas penahanan, hingga dampaknya terhadap korban secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Melalui analisis historis, artikel ini mengungkap bagaimana sistem tersebut dibangun, bagaimana perempuan Indonesia menjadi korban, dan bagaimana trauma yang mereka alami telah memengaruhi generasi mendatang. Artikel ini menekankan pentingnya memahami sejarah kelam Jugun Ianfu untuk menghormati perjuangan para korban, mengadvokasi pengakuan atas penderitaan mereka, dan mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Peran Komisi Penyiaran Indonesia Aceh Dalam Pengawasan Isi Siaran Lokal Rizka, Fathur Gebrina; Nova, Acik; Rezeki, Gian
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.399

Abstract

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merupakan lembaga negara independen yang memiliki mandat untuk mengawasi seluruh kegiatan penyiaran di Indonesia. Di tingkat daerah, fungsi ini dijalankan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), termasuk di Provinsi Aceh. Kehadiran Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) menjadi krusial dalam memastikan bahwa isi siaran lokal tetap sejalan dengan norma-norma sosial, budaya, dan agama yang dianut masyarakat Aceh serta sesuai dengan regulasi penyiaran nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran KPIA dalam melakukan pengawasan isi siaran lokal. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan komisioner KPIA, observasi langsung terhadap proses pemantauan siaran, serta analisis dokumen terkait. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana KPIA melakukan pengawasan terhadap isi siaran yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), serta bagaimana KPIA merespons aduan masyarakat dan memberikan pembinaan kepada lembaga penyiaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPIA menjalankan fungsi pengawasan melalui kegiatan pemantauan harian, tindak lanjut laporan masyarakat, dan pemberian rekomendasi kepada lembaga penyiaran. Namun demikian, keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya dukungan anggaran masih menjadi hambatan yang signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat antara KPIA, lembaga penyiaran lokal, serta partisipasi aktif masyarakat guna mewujudkan penyiaran yang sehat, edukatif, dan mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh.
Masculine Signs In A Female Hero: A Semiotic Perspective On Gogo Tomago Puspita, Elbi Wita
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.400

Abstract

Maskulinitas bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti budaya, lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan pengalaman pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya diskursus gender, khususnya dalam memperluas pemahaman tentang studi maskulinitas pada karakter minor perempuan Go Go Tomago dari film Big Hero 6. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengacu pada teori semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan total 20 data, dengan 5 data terkait penampilan fisik, 1 data terkait fungsi, 2 data terkait emosi, 6 data terkait intelektual, 3 data terkait interpersonal, dan 3 data terkait aspek pribadi lainnya. Hal ini disebabkan oleh fokus karakternya pada kemampuan intelektual dan fisik, ketidakhadiran subplot romantis, serta kesesuaian film untuk penonton keluarga.
Strategi Komunikasi Pemasaran Siti Munira Olshop dalam Meningkatkan Konsumen Hastuti, Nur Izah; Fakhri, Fakhri; Zulyadi, Teuku
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran, pengaruh media sosial, serta tantangan dan solusi yang dihadapi Siti Munira Olshop dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan usahanya di tengah persaingan e-commerce yang semakin kompetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siti Munira Olshop memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp sebagai saluran utama pemasaran, dengan dukungan strategi kreatif berupa kolaborasi dengan selebgram lokal, penggunaan testimoni pelanggan, dan konten visual yang menarik. Strategi pembayaran fleksibel “ambil barang dulu, bayar kemudian” terbukti mampu menarik minat konsumen, namun juga menimbulkan kendala arus kas. Tantangan lain yang ditemukan meliputi ketidaksesuaian pasokan barang dari supplier, tingginya persaingan antar-UMKM, dan keterlambatan respon komunikasi. Solusi yang diambil antara lain pencatatan arus kas secara terstruktur, pembentukan dana cadangan, peningkatan kontrol kualitas, dokumentasi proses pengiriman, pemilihan mitra promosi yang tepat, serta penguatan komunikasi personal dengan pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan usaha kecil di ranah digital memerlukan kombinasi inovasi pemasaran, pengelolaan operasional yang disiplin, dan strategi membangun kepercayaan konsumen untuk menghadapi dinamika pasar yang cepat berubah.
Semiotic Analysis Of Feminine Traits In The Character Cher In Clueless Movie Widayanti, Dika
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.411

Abstract

Feminitas adalah salah satu stereotip, yang awalnya diusulkan oleh Chafetz (1978). Femininitas adalah konstruksi sosial dan budaya yang menetapkan standar tertentu untuk perilaku, karakteristik, dan penampilan perempuan yang dianggap ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat feminin dalam film yang berjudul Clueless dengan menggunakan teori Bartes (1964). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Clueless, dan data yang digunakan adalah dialog-dialog yang ada di dalam film ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 karakteristik sifat feminin dengan total 47 data dalam film Clueless. Data tersebut meliputi emosional (10), personal lain (10), intelektual (9), fisik (8), interpersonal (5), fungsional (3), seksual (2). Karakteristik sifat feminin yang dominan dalam film ini adalah karakteristik emosional dan personal lainnya dengan total 10 data.