cover
Contact Name
Roy Lamrun Sianturi
Contact Email
jurnalkolaborasisains@gmail.com
Phone
+6287870570931
Journal Mail Official
jurnalkolaborasisains@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bunga Sedap Malam IV No 8A, LK.VI. Kel. Sempakata, Kec. Medan Selayang, Medan, Provinsi Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan
ISSN : -     EISSN : 29645581     DOI : -
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan [JukSIT] merupakan wadah untuk publikasi ilmiah dari hasil penelitian, Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan [JukSIT] di kelola oleh CV. Utility Project Solution (UPS). Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan [JukSIT] terbuka untuk umum dan dosen peneliti. Jurnal Sains dan Ilmu Terapan secara periodik menerbitkan publikasi sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Bulan Desember. Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan [JukSIT] menerima pengajuan naskah (submission) setiap hari setiap tahun. Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan [JukSIT] fokus dalam bidang sains dan ilmu-ilmu terapan, seperti Ilmu Teknik Kimia, Ilmu Pengolahan Sawit, Ilmu Teknik Mesin dan Manufaktur, Ilmu Mikrokontroller, Ilmu Teknik Elektro, Ilmu Teknik Sipil dan Bangunan, Ilmu Konversi Energi, Ilmu Teknik Industri, dll. Aplikasi dari suatu bidang ilmu atau penelitian yang bersifat aplikatif. Setiap naskah jurnal yang diterbitkan akan di review terlebih dahulu oleh Mitra Bestari.
Articles 118 Documents
Investigasi Retak Dinding pada Jembatan Tipe Post Tensioned Prestressed Concrete Box Girder di Indonesia Kohar Yudoprasetyo; Andi Candra Irawan; Mohammad Sigit Darmawan; Nur Ahmad Husin
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post-tensioned prestressed concrete segmental box girder banyak digunakan pada jembatan bentang panjang karena efisiensi struktural dan kemudahan konstruksinya. Namun, keretakan pada web dapat menurunkan kinerja, durabilitas, dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik retak, mengevaluasi mutu material eksisting, menganalisis respons serta kapasitas geser struktur, dan menentukan faktor dominan penyebab keretakan. Metode penelitian mencakup inspeksi visual dan pemetaan retak, pengujian non-destruktif melalui rebound hammer, Ultrasonic Pulse Velocity, dan bar locator, pengujian destruktif melalui core drill dan uji tarik baja, serta pemodelan elemen hingga menggunakan CSI Bridge dengan elemen shell. Model dievaluasi pada kondisi layan dan ultimit, serta mempertimbangkan mutu material aktual, gaya prategang, creep, susut, dan tegangan tambahan pada zona pengangkaran. Hasil menunjukkan retak didominasi pola diagonal dan lentur-geser dengan orientasi 30°–45°, terutama di sekitar blok angkur deviasi tendon. Kuat tekan karakteristik beton aktual sebesar 31,97 MPa lebih rendah daripada mutu rencana 41,50 MPa. Tegangan tarik utama kritis mencapai 2,45 MPa, melampaui batas tarik izin beton sebesar 1,86 MPa. Evaluasi geser menunjukkan beberapa node tidak memenuhi kriteria RSNI T-12:2004, SNI 2847:2019, dan AASHTO. Pengaruh creep dan susut menurunkan angka keamanan sekitar 10–15%. Korelasi spasial menunjukkan bahwa zona tegangan tinggi berimpit dengan sebaran retak yang teridentifikasi selama inspeksi lapangan secara langsung. Keretakan disimpulkan terjadi akibat kombinasi defisit kapasitas geser, konsentrasi tegangan pada blok angkur, kehilangan prategang, dan variasi mutu beton eksisting.
Investigasi Numerik Efek Temperatur Operasi dan Kecepatan Aliran Uap terhadap Performa Termal Mesin Retort Makanan Amrijal Anshori; Hisyam Ma'mun; Muhamad Safi'i
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi pangan menggunakan mesin retort berperan penting dalam menjaga keamanan dan memperpanjang masa simpan produk, namun ketidakseragaman distribusi panas dan pengaruh parameter operasi menjadi aspek yang perlu dikaji guna untuk menemukan standar operasi yang ideal. Investigasi numerik efek temperatur operasi dan kecepatan aliran uap terhadap performa termal serta hidrodinamika mesin retort makanan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) di usulkan dalam riset ini. Variasi temperatur ditentukan sebesar 115°C, 117°C, 119°C, 121°C, dan 123°C serta kecepatan aliran uap 2–10 m/s yang dilakukan dalam keadaan steady dengan mengusulkan k-ε Realizable sebagai model viscous. Hasilnya, peningkatan temperatur operasi menyebabkan kenaikan temperatur permukaan, pressure drop, dan koefisien perpindahan panas. Nilai koefisien perpindahan panas meningkat dari 5,88–5,99 W/m².°C pada 115°C menjadi 6,67–6,74 W/m².°C pada 123°C. Dengan demikian, hasil investigasi numerik ini dapat digunakan sebagai pertimbangan awal dalam mengevaluasi desain dan kondisi operasi mesin retort, khususnya yang berkaitan dengan perpindahan panas dan distribusi temperatur. Namun, penerapannya untuk menilai efektivitas sterilisasi pangan masih memerlukan pengujian lanjutan yang mencakup temperatur produk, nilai sterilitas F₀, waktu proses, dan tingkat inaktivasi mikroorganisme.
Hubungan Paritas dengan Kejadian Kanker Serviks di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Tahun 2025 Agnes Supraptiwi Rahayu; Nabila Meilia Ananda Putri Pramesti; Venthy Angelika; Trajanus L. Jembise; Elieser; Novianto M
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara paritas dengan kejadian kanker serviks belum menunjukkan bukti yang konsisten pada berbagai populasi, sehingga diperlukan evaluasi pada wilayah dengan karakteristik reproduksi yang berbeda, seperti Papua. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara paritas dengan kejadian kanker serviks pada wanita usia ≥30 tahun di Poli Kebidanan RSUD Jayapura tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) terhadap 131 rekam medis yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis bivariat direncanakan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kemaknaan 95%; karena ditemukan sel dengan nilai expected count kurang dari 5, analisis dilanjutkan menggunakan uji Fisher's Exact Test, sedangkan kekuatan hubungan dianalisis menggunakan Contingency Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan multipara (61,8%) dan sebanyak 29,0% terdiagnosis kanker serviks. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat cukup bukti statistik untuk hubungan antara paritas dengan kejadian kanker serviks (p=0,444), dengan nilai Contingency Coefficient sebesar 0,142 yang menunjukkan kekuatan hubungan sangat lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada populasi penelitian ini, paritas tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian kanker serviks pada wanita usia ≥30 tahun di RSUD Jayapura. Temuan ini memberikan bukti ilmiah lokal awal yang menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor risiko lain di luar paritas dalam upaya pencegahan kanker serviks dan menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan desain yang mengendalikan variabel perancu.
Performance Based Structural Analysis of a Bulk Carrier Pier Using Soil Structure Interaction Modeling Irwansyah; Mohammad Sigit Darmawan; Nur Ahmad Husin; Kohar Yudoprasetyo
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accurate representation of pile-soil interaction is essential for performance-based assessment of pile-supported wharves because lateral resistance, effective fixity, and plastic-hinge development depend strongly on surrounding soil conditions. This study compares a conventional virtual-fixity-point (VFP) idealization with a calibrated soil-structure interaction (SSI) model for a bulk carrier wharf in Gresik, Indonesia. Three models were evaluated: the existing wharf with VFP supports, the same structure with distributed SSI springs, and an optimized SSI model with reduced steel-pipe-pile diameters. The 20 m-wide platform was modeled in SAP2000 under operational, berthing, mooring, environmental, and seismic loads. Lateral springs were derived from LPILE p-y analyses, assigned at 1 m depth intervals, and validated using pile-deflection profiles under a 100 kN lateral load. Linear analysis evaluated demand-capacity ratios and serviceability displacements, while nonlinear pushover analysis used fiber hinges and strain-based criteria. Relative to the VFP model, the SSI model reduced earthquake DCR from 0.648 to 0.548 and seismic displacement from 76.92 to 43.17 mm, while increasing performance-point base shear by 27%. The optimized model reached a DCR of 0.770, and maximum pile strains remained within 19.2–21.0% of the Minimal Damage limit, confirming safer and more efficient structural optimization for comparable pile-supported marine infrastructure in seismic regions
Perancangan dan Evaluasi Kinerja Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis ZigBee untuk Monitoring Data Center I Made Sastra Dwikiarta; Kadek Agus Mahabojana Dwi Prayoga; I Nengah Ludra Antara
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan dan evaluasi kinerja jaringan sensor nirkabel (Wireless Sensor Network/WSN) berbasis ZigBee IEEE 802.15.4 untuk monitoring lingkungan data center. Sistem terdiri atas node sensor yang melakukan akuisisi parameter lingkungan dan node koordinator sebagai penerima data. Evaluasi kinerja dilakukan melalui pengujian Received Signal Strength Indicator (RSSI), delay, packet loss, dan perubahan tegangan baterai terhadap variasi jarak komunikasi. Pengujian dilakukan pada lingkungan outdoor sebagai karakterisasi awal kinerja komunikasi sistem. Uji jangkauan menggunakan perangkat lunak X-CTU menunjukkan bahwa komunikasi ZigBee masih dapat terdeteksi hingga jarak 19 m, sedangkan evaluasi QoS dilakukan pada jarak 1–12 m dan komunikasi terputus pada pengujian 13 m. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan jarak komunikasi diikuti oleh penurunan kualitas transmisi, yang ditunjukkan oleh peningkatan delay hingga 6,6 detik dan packet loss sebanyak 55 dari 126 paket yang dikirim pada jarak 12 m. Pengamatan kondisi sumber daya selama interval pengujian 10 menit menunjukkan penurunan tegangan baterai sebesar 0,32–0,68 V pada variasi jarak yang diuji. Perubahan tegangan baterai tidak menunjukkan kecenderungan linier terhadap pertambahan jarak komunikasi sehingga digunakan sebagai indikator perubahan kondisi sumber daya selama pengujian dan tidak merepresentasikan konsumsi daya secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak komunikasi berpengaruh terhadap kinerja jaringan ZigBee, terutama pada delay dan packet loss. Sistem yang dikembangkan menunjukkan potensi penggunaan ZigBee sebagai media komunikasi WSN untuk monitoring lingkungan data center, dengan penempatan node dan jarak komunikasi sebagai faktor penting dalam implementasinya.
Pengaruh Kepemimpinan Pemberdayaan, Transformasional, dan Keseimbangan Kehidupan Kerja terhadap Kinerja Pegawai ASN Basarnas Mamuju Revalinda; Muhammad Arsyad; J Fuji Inzani SL; Agus Halim; Rezki Novianti
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pemberdayaan, kepemimpinan transformasional, dan keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai ASN Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Mamuju yang berjumlah 93 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh, sehingga diperoleh 93 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima jenjang sebagai instrumen utama yang didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pemberdayaan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,411 > ttabel 1,987 dan signifikansi 0,018 < 0,05. Kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dengan nilai thitung 2,641 > ttabel 1,987 dan signifikansi 0,010 < 0,05. Keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel paling dominan dengan nilai thitung 5,484 > ttabel 1,987, signifikansi 0,000 < 0,05, dan koefisien regresi terbesar sebesar 0,504. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 44,990 > Ftabel 2,71 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,603, yang berarti kontribusi ketiga variabel bebas dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 60,3% dan berada pada kategori kuat, sedangkan 39,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.
Pengembangan Model Pencegahan Malaria Berbasis Intervensi Komunitas Kuasi-Eksperimental di Bonggo, Sarmi, Papua Trajanus Laurens Jembise; Elieser Elieser; Izak Yesaya Samay; Dais Iswanto
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua, karena penularan dipengaruhi perilaku, lingkungan, dan partisipasi komunitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai model pencegahan malaria berbasis komunitas yang memadukan edukasi, pendampingan kader, pengulangan pesan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pengukuran pre-test dan post-test pada kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 45 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Wilcoxon, Mann-Whitney, serta Difference-in-Differences. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik pada kelompok intervensi, serta penurunan skor risiko lingkungan. Nilai Difference-in-Differences masing-masing sebesar 16,56 pada pengetahuan, 11,67 pada sikap, 9,91 pada praktik, dan -3,33 pada lingkungan, dengan seluruh perbedaan bermakna secara statistik (p < 0,001). Model ini berimplikasi praktis bagi Puskesmas, kader kesehatan, dan pemerintah kampung sebagai dasar edukasi, pendampingan, dan penggerakan masyarakat dalam pencegahan malaria. Kebaruan penelitian terletak pada model lokal Bonggo yang menggabungkan edukasi, pendampingan kader, dan aksi kolektif lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model berbasis komunitas dapat memperkuat pencegahan malaria secara bertahap melalui perubahan pengetahuan, perilaku, dan risiko lingkungan.
Identifikasi Pemborosan untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pengadaan Barang dan Jasa Menggunakan Metode Value Stream Mapping di PT Xyz Yoshua Ardy Putra; Emmanuella Sipayung; Ratri Kurniasari
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa dan industri yang memiliki unit pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa Value Stream Mapping (VSM) dapat mengidentifikasi pemborosan pada sektor manufaktur secara efektif, tetapi penerapan pada sektor jasa yang didominasi administratif masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang menyebabkan keterlambatan proses pengadaan serta Menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Value Stream Mapping. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan kuesioner terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pengadaan. Analisis dilakukan melalui penyusunan Current State Mapping, identifikasi aktivitas menggunakan Process Activity Mapping (PAM), analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram, penyusunan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H, dan penyusunan Future State Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual proses pengadaan memiliki lead time sebesar 35.640 menit dengan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 24%. Pemborosan yang paling dominan adalah waiting (45%) dan overprocessing (29%). Usulan perbaikan berupa penerapan sistem e-procurement, penetapan Service Level Agreement (SLA), peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan, dan penggunaan checklist dokumen diproyeksikan mampu menurunkan lead time menjadi 23.760 menit dan meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) menjadi 37%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka identifikasi pemborosan pada proses procurement berbasis Value Stream Mapping yang mengintegrasikan Process Activity Mapping, Fishbone Diagram, dan Future State Mapping sehingga dapat menjadi acuan peningkatan efisiensi proses pengadaan pada perusahaan jasa.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Keterampilan Kerja terhadap Produktivitas Pegawai UPTD Balai Latihan Kerja Provinsi Sulawesi Barat Siti Shania Marirah T; Andi Indra Martini; Tamin; Rohsita Amalyah Rasyid; Agus Halim
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Daerah Provinsi Sulawesi Barat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja daerah, sehingga menuntut produktivitas pegawai yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan keterampilan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan teknik sampling jenuh terhadap seluruh pegawai yang berjumlah 35 orang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin yang terdiri atas 30 item pernyataan dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai (β = 0,388; t = 2,893; sig. = 0,007) dan keterampilan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi yang lebih dominan (β = 0,574; t = 4,283; sig. = 0,000). Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 110,476; sig. = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,873, yang berarti 87,3% variasi produktivitas pegawai dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai pada lembaga pelatihan kerja daerah lebih efektif dicapai melalui penguatan kompetensi teknis dan digital pegawai yang disertai perbaikan kondisi fisik serta relasional lingkungan kerja secara simultan.
Tinjauan Hukum Administrasi Negara Berdasarkan Inpres 9/2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih setyo utomo; Siswadi; Aleksander Sebayang
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan tata kelola administrasi pemerintahan dalam pelaksanaan kebijakan nasional yang melibatkan koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Fokus penelitian diarahkan pada analisis kedudukan Instruksi Presiden dalam sistem hukum nasional, kewenangan Presiden dalam pembentukan kebijakan administrasi negara, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Hukum Administrasi Negara dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis melalui kajian kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menafsirkan ketentuan peraturan-undangan, doktrin hukum administrasi negara, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 bukan merupakan peraturan-undangan yang membentuk norma hukum baru, melainkan instrumen kebijakan administrasi yang bersifat mengikat secara internal bagi aparatur pemerintahan sebagai sarana koordinasi pelaksanaan kebijakan nasional. Kewenangan Presiden dalam menerbitkan Instruksi Presiden tersebut bersumber dari atribusi konstitusional berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan digunakan untuk mengintegrasikan pelaksanaan tugas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dalam percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Penelitian juga menemukan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh efektivitas koordinasi antarlembaga, pemenuhannya administrasi, ketersediaan sumber daya, dukungan pendanaan, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi yang berorientasi pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan partisipasi publik. Oleh karena itu, penguatan tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dan penerapan prinsip good governance menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan keberhasilan implementasi kebijakan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara berkelanjutan.

Page 10 of 12 | Total Record : 118