cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
TRANSFORMASI TARI ZAPIN DALAM DANCE CHALLENGE TIKTOK DI ERA POST-REALITAS Ratih Riau Khasanah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah menghadirkan ruang baru bagi praktik seni pertunjukan, termasuk seni tari tradisional. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi medium yang memungkinkan tarian tradisional direpresentasikan ulang dalam format dance challenge yang bersifat visual, cepat, dan viral. Salah satu fenomena yang menonjol adalah transformasi Tari Zapin, tarian tradisional Melayu yang sarat nilai religius, kesantunan, dan spiritualitas, ke dalam bentuk konten digital di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi Tari Zapin dalam dance challenge TikTok di era post-realitas serta mengkaji perubahan makna dan nilai budaya yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi digital (digital ethnography), wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semiotika dan fenomenologi budaya, menggunakan teori tari, post-realitas Jean Baudrillard, representasi budaya, serta teori transformasi seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin mengalami pergeseran bentuk dari ekspresi ritual dan sosial menjadi representasi visual yang tunduk pada logika algoritma dan estetika digital. Transformasi ini menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya Zapin dari substansi spiritual menuju citra performatif. Namun demikian, Zapin digital juga menunjukkan kemampuan budaya lokal untuk beradaptasi dan bertahan melalui reinterpretasi di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Tari Zapin di TikTok merupakan wujud negosiasi antara tradisi dan teknologi dalam konteks budaya post-realitas
Efektivitas Peran LPSK dalam Pemenuhan Hak-Hak Korban Tindak Pidana: Tantangan dan Prospek Muhamad Nur Ismail
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kompleksitas tindak pidana di Indonesia berdampak langsung pada kerentanan korban dalam proses peradilan pidana, sehingga menuntut kehadiran mekanisme perlindungan yang efektif dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak korban. Dalam konteks tersebut, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memegang peran strategis sebagai lembaga negara yang diberi mandat untuk menjamin perlindungan, pemulihan, serta pemenuhan hak korban tindak pidana. Namun, dalam praktiknya, efektivitas peran LPSK masih menghadapi berbagai tantangan yuridis, kelembagaan, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran LPSK dalam pemenuhan hak-hak korban tindak pidana, dengan menelaah kedudukan dan kewenangannya dalam sistem hukum Indonesia, implementasi perannya di lapangan, serta tantangan dan prospek penguatan peran tersebut. Pertanyaan utama penelitian ini berfokus pada sejauh mana LPSK telah menjalankan mandatnya secara efektif dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kinerjanya dalam melindungi korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain yuridis-empiris. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan hasil penelitian terdahulu, serta didukung oleh studi lapangan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen terkait praktik perlindungan korban. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai kesenjangan antara norma hukum dan implementasi perlindungan korban oleh LPSK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif LPSK memiliki kedudukan dan kewenangan yang kuat dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Implementasi peran LPSK dalam pemenuhan hak korban, khususnya perlindungan fisik, bantuan medis dan psikologis, serta fasilitasi restitusi, telah memberikan kontribusi signifikan bagi pemulihan korban. Namun demikian, efektivitas peran tersebut masih dibatasi oleh keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antar lembaga penegak hukum, serta rendahnya literasi hukum masyarakat. Temuan ini memperkaya pemahaman mengenai efektivitas peran LPSK dengan menempatkan pengalaman empiris korban dan dinamika kelembagaan sebagai variabel kunci dalam analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran LPSK memerlukan harmonisasi regulasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan sinergi antar institusi dalam sistem peradilan pidana. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian victimology dan perlindungan korban dalam perspektif hukum pidana. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan perlindungan korban yang lebih responsif dan berkeadilan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan empiris dengan melibatkan studi komparatif atau analisis berbasis wilayah guna memperdalam pemahaman mengenai efektivitas perlindungan korban di Indonesia.
Peran Program Kartu Indonesia Pintar dalam Peningkatan Akses Pendidikan bagi Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Kholifah Nur Khasanah; Nur Khasanah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam memperluas akses serta pemerataan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi dari Kemendikbudristek serta Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil kajian menunjukkan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) berkontribusi dalam menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan keikutsertaan siswa dalam pendidikan, terutama di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Berdasarkan data tahun 2025, lebih dari 2,7 juta siswa tercatat sebagai penerima manfaat program ini. Meskipun masih terdapat kendala dalam pendataan dan penyaluran bantuan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) terbukti menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan keadilan sosial di Indonesia.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam KKN UNP: Pemberdayaan Lingkungan, Kesehatan, dan Sosial Budaya di Tengah Masyarakat Nagari Singguliang Lubuk Alung Farida Mayar; Shefni Hartami; Nauli Rahmi Nursal; Syahara Hawalya; Muhammad Yoka Tantra; Yusuf Kalid
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) di Nagari Singguliang, Kabupaten Padang Pariaman, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui program yang fokus pada lingkungan, kesehatan, dan sosial budaya. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyuluhan tentang stunting, pelatihan pengelolaan sampah dengan metode Eco-Bric, serta pelestarian budaya lokal melalui kegiatan seperti pawai obor dan kuis anak-anak. Program ini melibatkan 40 mahasiswa dan masyarakat setempat yang berperan aktif dalam setiap kegiatan. Hasilnya, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, pengelolaan sampah yang lebih baik, dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Meskipun tantangan terkait keterlibatan masyarakat awalnya cukup signifikan, namun melalui pendekatan yang intensif, program ini berhasil mengubah perilaku sebagian besar masyarakat dalam mengelola kesehatan dan lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Nagari Singguliang.
Implementasi RapidMiner untuk Klasifikasi Risiko Kanker Payudara Menggunakan Metode Naive Bayes Berbasis Cross Validation M.Fery Ardiansyah; Hasbi Firmansyah; Wahyu Asriyani; Rizki Prasetyo Tulodho
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi kekambuhan (recurrence) kanker payudara pasca-mastektomi merupakan tantangan klinis yang kompleks karena melibatkan interaksi berbagai variabel biologis pasien. Ketidakpastian prognosis ini menuntut adanya sistem pendukung keputusan medis yang akurat untuk menentukan urgensi pengobatan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi risiko kekambuhan menggunakan algoritma Naive Bayes Classifier, yang dipilih karena keunggulannya dalam menangani probabilitas bersyarat pada data atribut nominal. Dataset yang digunakan bersumber dari UCI Machine Learning Repository (Institute of Oncology, Ljubljana) yang terdiri dari 286 rekam medis, mencakup 9 atribut prediktor kategorikal seperti tumor-size, inv-nodes, dan deg-malig. Dataset ini memiliki tantangan berupa missing values dan ketidakseimbangan kelas (class imbalance), dengan proporsi 201 kasus no-recurrence berbanding 85 kasus recurrence. Penelitian ini menerapkan metodologi Knowledge Discovery in Database (KDD) menggunakan perangkat lunak RapidMiner Studio. Tahapan pra-pemrosesan meliputi penamaan atribut manual dan imputasi data yang hilang menggunakan modus statistik. Validasi model dilakukan secara ketat menggunakan metode 10-Fold Cross-Validation untuk meminimalisir bias evaluasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model Naive Bayes menghasilkan tingkat Akurasi sebesar [72,03 %], Presisi sebesar [78,14 %], dan Recall sebesar [83,58 %]. Tingginya nilai akurasi namun dengan variasi pada nilai recall mengindikasikan pengaruh ketidakseimbangan data terhadap sensitivitas model dalam mendeteksi kasus positif. Kesimpulannya, Naive Bayes terbukti efektif dan komputasional efisien untuk dataset medis berdimensi kecil dengan fitur kategorikal, namun teknik penyeimbang data (resampling) disarankan untuk penelitian lanjutan guna meningkatkan deteksi pada kelas minoritas.
Penerapan Model Klasifikasi Biner Menggunakan Regresi Logistik pada Dataset Kismis Armand Cahya Nugraha; Hasbi Firmansyah; Wahyu Asriyani; Riski Prasetyo Tulodo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sektor pertanian presisi, penggunaan teknologi visi komputer menjadi solusi penting untuk menggantikan cara inspeksi manual. Penelitian ini fokus pada masalah pengelompokan varietas kismis Kecimen dan Besni yang sering tercampur karena kesamaan morfologi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif algoritma Logistic Regression dalam memprediksi jenis kismis serta menganalisis dampak fitur bentuk terhadap ketepatan klasifikasi. Dataset yang digunakan adalah Raisin Dataset yang berisi 900 contoh data. Proses pra-pemrosesan data mencakup normalisasi fitur dan penetapan peran atribut menggunakan perangkat lunak data mining RapidMiner. Tujuh fitur morfologis yang diambil dari gambar digital berfungsi sebagai variabel independen, yaitu luas area, keliling, panjang sumbu utama dan minor, eksentrisitas, luas cembung, dan jangkauan. Untuk evaluasi model, metode yang digunakan adalah Split Data dengan rasio 70:30, di mana 630 data dipakai untuk melatih model dan 270 data disiapkan untuk menguji kinerja. Hasil dari eksperimen menunjukkan bahwa model Logistic Regression mendapatkan akurasi keseluruhan sebesar 84,07%. Penilaian lebih lanjut dengan menggunakan Confusion Matrix mengungkapkan nilai Precision dan Recall yang seimbang di atas 80% untuk kedua kelas, yang menunjukkan bahwa model tidak menunjukkan bias yang signifikan terhadap salah satu dari varietas tersebut. Meskipun terdapat tingkat kesalahan klasifikasi sebesar 15,93%, angka tersebut masih bisa diterima mengingat kerumitan kesamaan biologis antar varietas. Hasil ini mendukung bahwa Logistic Regression, sebagai metode linear yang efisien secara komputasi, cukup kuat untuk digunakan dalam sistem penyortiran real-time dibandingkan dengan metode yang lebih kompleks dan lambat.
Persepsi Pemuda Terhadap Organisasi Kepemudaan Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Bergabung (Studi Kasus Kab. Kolaka) Syahrul Andi; Nurasi Surkiyah; Safira Safira; Edi Usman; Askahar Askahar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam persepsi pemuda terhadap organisasi kepemudaan serta implikasinya terhadap minat mereka untuk bergabung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis guna mengungkap makna yang dibangun pemuda terkait keberadaan, relevansi, dan fungsi organisasi kepemudaan dalam konteks sosialnya. Informan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling dengan kriteria pemuda berusia 18–40 tahun, pernah atau belum pernah terlibat dalam organisasi kepemudaan, serta bersedia memberikan informasi secara reflektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemuda dibentuk oleh beberapa faktor utama, yaitu relevansi program, kualitas kepemimpinan, pengalaman interaksi, citra organisasi, lingkungan sosial, dan tingkat transparansi organisasi. Persepsi positif muncul ketika organisasi mampu menyediakan program yang adaptif dan inovatif, menerapkan kepemimpinan yang inklusif, serta menciptakan ruang partisipasi yang setara, sedangkan persepsi negatif terbentuk ketika program dinilai stagnan, kepemimpinan bersifat hierarkis, dan komunikasi organisasi kurang transparan. Persepsi tersebut berpengaruh secara langsung terhadap minat pemuda untuk bergabung, di mana keterlibatan hanya terjadi apabila pemuda melihat adanya manfaat nyata, kesesuaian dengan kebutuhan, dan konsistensi nilai organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembenahan desain program, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan strategi komunikasi digital agar organisasi kepemudaan lebih relevan dan menarik bagi generasi muda
Tantangan Dan Peluang Peternak Dalam Mengimplementasikan Limbah Pertanian Sebgai Suplemen Makanan Sapi Bali Farhan Syamsufalah; Edi Usman; Pardawati Pardawati; Askari Zakariah; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi, dedak padi, tongkol jagung, dan ampas tahu memiliki potensi besar sebagai sumber pakan alternatif strategis bagi ternak ruminansia, khususnya sapi Bali, karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang relatif murah, menjadikannya solusi vital untuk mengatasi defisit hijauan pada musim kemarau. Meskipun demikian, tantangan utama terletak pada kualitas nutrisi limbah yang rendah, ditandai oleh tingginya kandungan serat kasar dan struktur lignoselulosa yang kompleks, yang mengakibatkan daya cerna rendah dan membatasi asupan energi serta protein ternak. Selain itu, hambatan sosial ekonomi seperti keterbatasan pengetahuan teknis mengenai teknologi pengolahan pakan (fermentasi dan amoniasi), modal, dan infrastruktur peternak tradisional juga memengaruhi tingkat adopsi. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan, diperlukan intervensi teknologi seperti fermentasi berbasis mikroorganisme dan amoniasi urea yang terbukti mampu memecah ikatan lignoselulosa, meningkatkan kecernaan, dan mutu nutrisi. Suplementasi dengan bahan sumber energi (molase) dan protein (dedak padi, ampas tahu) juga krusial untuk meningkatkan sintesis protein mikroba rumen dan performa pertambahan bobot badan ternak. Dengan demikian, integrasi inovasi teknologi pengolahan pakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan akan menjamin keberlanjutan pemanfaatan limbah pertanian sebagai strategi efisien untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sapi Bali dalam sistem peternakan rakyat
Analisis Anggaran Dan Realisasi Biaya Tenaga Kerja Langsung Pada Perusahaan Manufaktur Tempe Tahun 2025 Muammar Khaddafi; Ulya Suhaila Umri; Yasyfa Hauna Varin; Nur Fauziah; Ardiansyah Ardiansyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggaran untuk tenaga kerja langsung adalah elemen vital dalam perencanaan biaya produksi karena berkaitan erat dengan kelancaran operasional dan efisiensi biaya di dalam perusahaan. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, termasuk di sektor pengolahan pangan seperti pembuatan tempe, perlu menyusun anggaran tenaga kerja yang realistis untuk menghindari pemborosan dan kekurangan dalam sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penyusunan target anggaran untuk tenaga kerja langsung, realisasi biaya tenaga kerja, serta tingkat pencapaian anggaran yang diharapkan selama tahun 2025 di perusahaan yang memproduksi tempe. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis mencakup target waktu kerja, tarif upah per jam, anggaran biaya tenaga kerja, serta pencapaian jam kerja dan biaya tenaga kerja langsung pada tiga departemen produksi, yakni Preparation, Packing, dan Quality Control. Analisis dilakukan dengan membandingkan anggaran yang ditargetkan dan pencapaiannya untuk mengetahui perbedaannya serta menilai efisiensi dan produktivitas dari tenaga kerja. Hasil dari studi menunjukkan bahwa pengeluaran untuk tenaga kerja langsung pada tahun 2025 sepenuhnya memenuhi sasaran anggaran yang telah ditentukan, dengan tingkat pencapaian mencapai 100% dan tanpa adanya perbedaan anggaran. Ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan metode perencanaan dan pengelolaan biaya tenaga kerja yang efisien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan manufaktur kecil dan menengah dalam merencanakan dan mengelola anggaran tenaga kerja dengan lebih baik
Peran Lembaga Zakat dan Wakaf dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat di Indonesia Hamdana Hamdana; Mukhtar Lutfi; Lince Bulutoding
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat dan wakaf merupakan instrumen filantropi Islam yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim memiliki potensi zakat dan wakaf yang sangat besar, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga zakat dan wakaf di Indonesia, mencakup landasan hukum, struktur kelembagaan, mekanisme pengelolaan, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan lembaga zakat dan wakaf seperti BAZNAS, LAZ, dan Badan Wakaf Indonesia memiliki kontribusi signifikan dalam program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala seperti rendahnya literasi masyarakat, profesionalisme pengelolaan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan inovasi digital agar pengelolaan zakat dan wakaf dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan