cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,218 Documents
Perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Magang Palsu: Suatu Analisis Viktimologi Adelia Viola; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok magang palsu serta mengkaji viktimisasi korban melalui perspektif viktimologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban TPPO telah diatur secara komprehensif dalam berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang meliputi restitusi, rehabilitasi, pemulangan, serta perlindungan hukum bagi korban. Namun demikian, implementasinya masih belum optimal, terutama dalam menghadapi modus TPPO berkedok magang palsu yang semakin kompleks. Selain itu, hasil analisis viktimologi menunjukkan bahwa korban TPPO berkedok magang palsu merupakan korban yang terbentuk melalui proses viktimisasi yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya literasi hukum dan motivasi ekonomi, serta faktor eksternal seperti modus pelaku yang terorganisir dan lemahnya pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem perlindungan hukum berbasis korban agar dapat memberikan keadilan dan pemulihan yang lebih efektif.
Analisis Penerapan Variasi Stimulus Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas IX Pondok Pesantren Darul Ilmi Al-Islamy Dongkokang Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng Aeni Salsabilah; Fatmawati Fatmawati; Nurul Ilmah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan variasi stimulus sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas IX di Pondok Pesantren Darul Ilmi Al-Islamy Dongkokang, Kabupaten Bantaeng, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru bahasa Arab, dan 11 orang siswa, serta dokumentasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan enam bentuk variasi stimulus, yaitu variasi visual, auditori, gerakan, media, konten, dan interaksi . Penerapan ini terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang dinamis, menyenangkan, dan secara positif meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif siswa. Faktor pendukung pelaksanaannya meliputi kesiapan guru dalam pembelajaran dinamis, ketersediaan media visual pada buku, pemberian penguatan positif, dan metode belajar kelompok . Sementara itu, faktor penghambatnya adalah masih adanya dominasi metode ceramah, waktu belajar yang kurang kondusif (setelah dzuhur), guru pengampu yang bukan spesialis bahasa Arab, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti proyektor dan akses internet . Kesimpulannya, penerapan variasi stimulus sudah berjalan cukup optimal, namun memerlukan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kelengkapan fasilitas agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal
Perubahan Tata Ruang dan Relokasi Masyarakat dalam Proyek Rempang Eco-City sebagai Proyek Strategis Nasional: Analisis Kepastian Hukum dan Perlindungan Hak Atas Tanah Azriel Raffi Wahyudy; Aisyka Widi Kumala; Adi Nugroho; Viola Afriyenti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perubahan tata ruang dan relokasi masyarakat dalam proyek Rempang Eco-City sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan fokus pada kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah masyarakat terdampak. Permasalahan muncul karena pembangunan kawasan industri dan investasi di Pulau Rempang menimbulkan konflik antara kepentingan pembangunan nasional dengan hak masyarakat adat dan masyarakat lokal yang telah lama menempati wilayah tersebut secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian perubahan tata ruang dalam proyek Rempang Eco-City dengan prinsip kepastian hukum dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang serta mengkaji perlindungan hukum terhadap hak atas tanah masyarakat terdampak relokasi berdasarkan perspektif hukum agraria. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek Rempang Eco-City belum sepenuhnya memenuhi prinsip kepastian hukum karena masih terdapat persoalan sinkronisasi tata ruang, minimnya partisipasi masyarakat, serta ketidakjelasan perlindungan hak masyarakat adat atas tanah ulayat. Selain itu, perlindungan hukum terhadap masyarakat terdampak relokasi dinilai belum optimal karena masyarakat masih menghadapi ketidakpastian mengenai status hak atas tanah dan keberlanjutan kehidupan sosial ekonomi mereka setelah relokasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif, transparan, dan berkeadilan
Analisis Retorika (Balaghah) Dalam Pengajaran Bahasa Arab Modern: Integrasi Pendekatan Digital Dan Kajian Literatur Luthfia Munawaroh Ilmi; Ahmad Nur Mizan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan balaghah dalam pembelajaran bahasa Arab modern melalui integrasi pendekatan digital dan kontekstual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya metode pembelajaran balaghah yang masih bersifat teoritis dan berorientasi pada hafalan sehingga kurang relevan dengan kebutuhan komunikasi modern. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital memberikan peluang baru dalam menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang lebih interaktif, komunikatif, dan aplikatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi studi literatur dan studi lapangan (mixed qualitative approach). Studi literatur dilakukan untuk mengkaji konsep balaghah, pendekatan linguistik, pragmatik, stilistika, serta pembelajaran digital dalam pengajaran bahasa Arab. Sementara itu, studi lapangan dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) guna memperoleh data empiris terkait implementasi pembelajaran balaghah berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti video interaktif, podcast bahasa Arab, dan Learning Management System (LMS) mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan pemahaman mahasiswa terhadap konsep balaghah, seperti tasybih, majaz, dan kinayah. Pembelajaran berbasis digital juga membantu mahasiswa memahami unsur retoris bahasa Arab secara lebih konkret melalui kombinasi visual, audio, dan teks. Selain itu, integrasi pendekatan linguistik, pragmatik, stilistika, dan digital dapat menciptakan pembelajaran balaghah yang lebih komunikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Namun, implementasi pembelajaran digital masih menghadapi kendala fasilitas, akses internet, dan literasi digital mahasiswa.
Mandat dan Misi dalam Perencanaan Strategis: Analisis Konseptual Perspektif John M. Bryson pada Lembaga Pendidikan Islam Yonanda Kumala Nasrilia; Muhammad In’am Esha
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep mandat dan misi organisasi dalam proses perencanaan strategis berdasarkan pemikiran John M. Bryson serta relevansinya dengan Lembaga Pendidikan Islam. Mandat dipahami sebagai kewajiban dan batasan yang ditetapkan oleh lingkungan eksternal organisasi, sedangkan misi merefleksikan tujuan dan alasan keberadaan organisasi yang dirumuskan secara internal. Pembahasan difokuskan pada peran mandat dalam membatasi dan mengarahkan tindakan organisasi, konsep misi sebagai inti perencanaan strategis, serta keterkaitan keduanya dalam membangun legitimasi dan penciptaan nilai publik. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan analisis terhadap literatur perencanaan strategis sektor publik dan nonprofit. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejelasan mandat dan misi merupakan fondasi utama bagi organisasi dalam menentukan arah strategis, mengelola konflik kepentingan, dan memastikan konsistensi antara tujuan dan tindakan organisasi. Oleh karena itu, mandat dan misi harus dipahami sebagai elemen yang saling melengkapi dalam keseluruhan proses perencanaan strategis.
Integrasi Sertipikat Elektronik Berbasis AI dalam Penguatan Kepastian Hukum Pemanfaatan Tanah di Indonesia Hira Sabila; Alya Rizky Puspaningrum; Akhwat Widya Supandi; Aurillia Silmi Ayu Khoirunnisa; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendaftaran tanah di Indonesia masih menghadapi permasalahan asimetri informasi yang tajam antara masyarakat dengan korporasi dan otoritas pemerintah, sehingga memperlemah posisi pihak yang lemah dalam sengketa tata ruang dan agraria. Meskipun Program PTSL dan transformasi sertifikat elektronik telah diluncurkan, formalisme hukum serta kendala infrastruktur dan SDM menyebabkan masih tingginya sengketa tumpang tindih sertifikat dan rendahnya kepastian hukum substantif. Penelitian ini menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem sertifikat elektronik untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Melalui pendekatan normatif-komparatif, penelitian membandingkan mekanisme pembalikan beban pembuktian di Uni Eropa, doktrin McDonnell Douglas burden-shifting di Amerika Serikat, serta prinsip hakim aktif (active judge) dalam hukum Indonesia. Penelitian menghasilkan rekonstruksi model pembuktian baru berbasis digital yang disebut “Shifting + Active Judge”. Model ini mengintegrasikan sertifikat elektronik dan AI untuk mendeteksi ketidakkonsistenan data spasial secara real-time, melakukan pergeseran beban pembuktian secara proporsional, serta memperkuat peran hakim aktif dalam memerintahkan keterbukaan data digital. Model ini diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, mengurangi asimetri informasi, serta mewujudkan keadilan substantif bagi masyarakat dalam sengketa tata guna tanah di era digital.
Pemanfaatan Media Diorama untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Ekosistem pada Siswa Kelas III UPT SDN 087 Nagasaribu IV Murlan Siregar; Nur Afifah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS pada materi ekosistem di sekolah dasar akibat karakteristik materi yang abstrak dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III melalui pemanfaatan media diorama di UPT SDN 087 Nagasaribu IV tahun ajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa, yang terdiri atas 13 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Data dikumpulkan melalui teknik tes hasil belajar, observasi aktivitas belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang konsisten pada setiap tahapnya. Pada tahap prasiklus, nilai rata-rata kelas hanya mencapai 39,17 dengan tingkat ketuntasan 0%. Setelah dilakukan intervensi pada siklus I, rata-rata kelas meningkat menjadi 58,50 dengan persentase ketuntasan 33,33%. Pada siklus II, hasil belajar mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata mencapai 80,42 dan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 75% (18 siswa tuntas). Peningkatan ini juga dibarengi dengan meningkatnya keaktifan serta partisipasi siswa selama proses eksplorasi media diorama berlangsung. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media diorama secara efektif mampu meningkatkan pemahaman konsep ekosistem dan hasil belajar siswa melalui visualisasi konkret yang relevan dengan tahap perkembangan operasional konkret siswa sekolah dasar.
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Menengah Antara Indonesia dan Jepang Alya Maisarah; Fani Rahmadiani; M. Egi Khareza Rendra; Muhammad Ridho; Ika Kurnia Sofiani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kurikulum pendidikan menengah di Indonesia dan Jepang dari aspek tujuan, struktur, metode pembelajaran, serta sistem penilaian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dan dokumen resmi terkait kebijakan pendidikan kedua negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, pengembangan minat bakat, serta pembelajaran berpusat pada siswa, sementara Jepang menitikberatkan pada keseimbangan antara pengetahuan, karakter, dan fisik melalui sistem yang terstruktur dan disiplin. Perbedaan juga terlihat pada metode pembelajaran dan sistem penilaian, di mana Indonesia lebih variatif dan fleksibel, sedangkan Jepang lebih konsisten dan holistik. Secara keseluruhan, kedua sistem memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga diperlukan integrasi nilai-nilai positif dari keduanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Tinjauan Kritis Metode Sam'iyyah Safawiyyah Dalam Prespektif Pembelajaran Abad 21 Valevi Triyani; Ahamad Nur Mizan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulislah abstrak Bahasa Indonesia anda dengan format ini (Times New Roman,11). Abstrak mengandung pendahuluan (latar belakang dan tujuan), metologi penelitian, pembahasan dan kesimpulan. Abstrak ditulis dalam 1 paragraf yang mengandung maksimal 250 kata. Kata kunci untuk abstrak disusun secara alfabetis, diletakkan di bawah abstrak dengan diberi jeda 1 (satu) spasi. Harap menggunakan tidak lebih dari 5 kata kunci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi metode sam’iyyah syafawiyyah dalam perspektif pembelajaran abad ke-21 serta mengkaji kelebihan dan kekurangannya dalam konteks pembelajaran bahasa Arab modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan metode sam’iyyah syafawiyyah dan pembelajaran bahasa Arab. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sam’iyyah syafawiyyah efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak (istimā’) dan berbicara (kalām), memperbaiki ketepatan pelafalan, meningkatkan penguasaan kosakata, serta membangun kepercayaan diri peserta didik dalam komunikasi lisan. Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena cenderung menekankan pengulangan dan hafalan sehingga kurang mendukung pengembangan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi sebagai kompetensi utama abad ke-21. Oleh karena itu, metode sam’iyyah syafawiyyah perlu dikembangkan melalui integrasi teknologi digital dan pendekatan pembelajaran inovatif agar tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Arab modern.
Analisis Kurikulum Bahasa Arab di Perguruan Tinggi dalam Perspektif Globalisasi Anindita Malika Ratu; Ahmad Nur Mizan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum Bahasa Arab di perguruan tinggi dalam perspektif globalisasi, khususnya terkait orientasi pembelajaran, integrasi teknologi digital, dan kebutuhan pengembangan kompetensi abad ke-21. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya Bahasa Arab dalam bidang keagamaan, akademik, dan komunikasi internasional, serta tuntutan globalisasi yang mendorong pembelajaran bahasa agar lebih komunikatif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, analisis dokumen kurikulum, dan observasi terbatas terhadap implementasi pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab di perguruan tinggi masih cenderung didominasi oleh pendekatan struktural dan gramatikal, terutama pada pembelajaran nahwu dan sharaf, sedangkan pengembangan keterampilan komunikatif dan pemanfaatan media digital masih belum optimal. Selain itu, ditemukan adanya tantangan berupa keterbatasan literasi digital, kesiapan tenaga pengajar, serta belum maksimalnya penguatan keterampilan abad ke-21. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi kurikulum Bahasa Arab menuju pendekatan komunikatif-digital yang mengintegrasikan keterampilan berbahasa, literasi digital, dan wawasan global agar pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan era globalisasi.