cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,218 Documents
Interferensi Bahasa Ibu dalam Pemerolehan Fonologi Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua Nur Wahyuni; Indah Afrianti; Ismail Ismail; Eka Yulianti; Akhiratul Fathana; Juliang Juliang; Sulastri Sulastri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena interferensi bahasa pertama (B1) yang meresap dalam pemerolehan fonologi Bahasa Inggris di kalangan pemelajar Indonesia. Dengan menggunakan kerangka analisis kontrasif, penelitian ini mengidentifikasi deviasi fonologis spesifik pada tingkat segmental dan suprasegmental. Data yang dikumpulkan dari berbagai konteks regional di Indonesia menunjukkan bahwa pemelajar menghadapi tantangan signifikan dengan perbedaan panjang vokal Bahasa Inggris, frikatif interdental (/θ/, /ð/), dan gugus konsonan yang kompleks. Studi ini juga menyoroti interferensi ortografis, di mana transparansi fonetik Bahasa Indonesia menyebabkan kesalahan pelafalan huruf senyap dalam Bahasa Inggris. Selain itu, transisi dari ritme syllable-timed dalam Bahasa Indonesia ke ritme stress-timed dalam Bahasa Inggris menghasilkan perataan intonasi, yang memengaruhi pemahaman secara keseluruhan. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan ini adalah transfer negatif sistematis dari kebiasaan B1 dan bukan kesalahan acak. Studi ini menekankan perlunya pelatihan artikulasi eksplisit dan kesadaran fonologis dalam pedagogi Bahasa Inggris untuk memitigasi fosilisasi.
Hubungan Intensitas Pengasuhan Cucu dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Nurul Fadilah; Nurhayati Ningsih; Ajmain Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan cucu yang dilakukan oleh lansia dapat memberikan dampak secara fisik, psikologi dan sosial bagi lansia. Mengasuh cucu dapat menyebabkan lansia mengalami kelelahan, stress dan kehilangan waktu senggang. Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan terhadap 10 lansia yang mengasuh cucu diperoleh bahwa sebanyak 7 lansia (70%) lansia mengasuh cucu karena itu menggantikan posisi orang tuanya terutama ibu yang bekerja. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kualitas hidup lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia perempuan di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro sebanyak 433 orang, jumlah sampel sebanyak 54 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden sebagian besar mengasuh cucu dengan intensitas yang intensive sebanyak 30 responden (55,6%), kualitas hidup lansia sebagian besar rendah sebanyak 23 respobnden (42,6%). Ada hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kejadian kualitas hidup pada lansia dengan p-value 0,010 (p<0,05). Institusi kesehatan perlu meningkatkan dan mendukung program kesehatan lansia guna membantu mencegah dan mengatasi permasalahan psikososial serta meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia, terutama yang mengasuh cucu.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peran Ayah dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Syarifah Fuwan; Eva Purwita; Nurlaila Ibrahim
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya preventif yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Nagan Raya. Peran ayah dalam pengambilan keputusan keluarga memiliki pengaruh penting terhadap keberhasilan program imunisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran ayah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ayah yang memiliki anak usia 12–18 bulan sebanyak 63 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ayah dengan peran ayah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap (p-value = 0,025), faktor ekonomi (p-value = 0,001), dan akses pelayanan kesehatan (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap peran ayah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap.
Karakteristik Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Cangkang Telur Ditinjau dari Kandungan Unsur Hara N, P, dan K Dini Deswina Sagala; Nilfais Laia; Mesi Tambunan; Rahel Namisa Br. Ginting; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang telur merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair karena mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur ditinjau dari kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Metode penelitian dilakukan melalui proses fermentasi limbah cangkang telur dengan penambahan bahan organik pendukung dan bioaktivator selama periode tertentu. Selanjutnya, pupuk organik cair yang dihasilkan dianalisis kandungan unsur haranya menggunakan metode laboratorium untuk mengetahui kadar N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda tergantung pada komposisi bahan dan lama fermentasi. Kandungan nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor mendukung perkembangan akar dan pembungaan, sedangkan kalium berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan memperbaiki kualitas hasil panen. Berdasarkan hasil analisis, pupuk organik cair dari limbah cangkang telur berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran limbah organik rumah tangga.
Hubungan Pemberian Seduhan Jahe terhadap Emesis Gravidarum  pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Desi Ayuanita; Cut Sriyanti; Nurlaili Ramli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami pada trimester pertama kehamilan dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik. Komplikasi mual dan muntah terjadi pada sekitar 60–80% primigravida dan 40–60% multigravida. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa kejadian emesis gravidarum mencapai sekitar 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, dengan prevalensi mual dan muntah pada kehamilan sebesar 70–80%. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi emesis gravidarum adalah pemberian seduhan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian seduhan jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi frekuensi emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian seduhan jahe, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami emesis gravidarum kategori sedang sebanyak 85%. Setelah pemberian seduhan jahe, seluruh responden (100%) mengalami penurunan menjadi kategori ringan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian seduhan jahe dengan penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa seduhan jahe efektif digunakan sebagai terapi herbal nonfarmakologis dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Bidan Desa pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Cut Mir’athul Iman TS; Nurlaili Ramli; Eva Purwita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian maternal masih menjadi masalah kesehatan global dan merupakan indikator utama keberhasilan program kesehatan ibu yang diukur melalui Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu upaya penurunan AKI dilakukan melalui pelayanan masa nifas oleh bidan desa. Keberadaan bidan yang menetap di desa diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan ibu, termasuk kunjungan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan bidan desa pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 bidan desa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, pengalaman kerja, dan tempat tinggal bidan desa terhadap kunjungan nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pengetahuan (p-value = 0,230), pengalaman kerja (p-value = 0,072), dan tempat tinggal bidan desa (p-value = 0,561) dengan kunjungan bidan desa pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa kunjungan bidan desa pada ibu nifas tidak dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pengalaman kerja, maupun tempat tinggal bidan di desa. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan program pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), khususnya kunjungan nifas oleh bidan, serta pelaksanaan supervisi lapangan secara berkala untuk meningkatkan kinerja dan motivasi bidan dalam melakukan kunjungan rumah.
Asuhan Keperawatan pada Ny. D Dengan Post Operasi Mastektomi di Ruang Melur Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon Ruaida Ruaida; Desri Darmayani; Kendri Suana; Annisa Rizka
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker mammae adalah kondisi di mana sel telah mengalami pertumbuhan yang abnormal sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel kanker ini akan membentuk massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya (invasif) dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh. Tujuan penulisan ini yaitu menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi mastektomi di Rumah Sakit Umum Daerah Dau Beru Takengon. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, perencanaan keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil Ny. D ditemukan diagnosa nyeri akut ditandai dengan nyeri di luka post operasi pada area dada kiri, skala nyeri 4, risiko infeksi ditandai dengan adanya luka post operasi di dada kiri, dan gangguan citra tubuh ditandai dengan pasien merasa malu. Kesimpulan nyeri yang dirasakan sudah berkurang, keadaan luka tampak bersih, tidak ada tanda-tanda infeksi, dan mampu mengungkapkan hal positif. Saran kepada pasien dan keluarga diharapkan dapat membantu pasien dalam melakukan aktivitas ringan dan memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan pendidikan kesehatan yang telah diberikan
Isu Fundamental Dalam Pembelajaran Bahasa dan Proses Pembentukannya Serta Implikasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Fitrotin Nisa'; Nur Azmil Azizah; Intan Mafirroh; M Yunus Abu Bakar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa merupakan proses kompleks yang melibatkan aspek kognitif, sosial, dan psikologis peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu fundamental dalam pembelajaran bahasa, khususnya yang berkaitan dengan kompetensi dan performansi, komprehensi dan produksi bahasa, serta perdebatan nature versus nurture dalam pemerolehan bahasa. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran imitasi, proses pembentukan bahasa, serta mekanisme penguatan dalam pembelajaran bahasa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yaitu dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, jurnal, dan teori linguistik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor bawaan (nature), tetapi juga sangat ditentukan oleh lingkungan belajar (nurture), terutama melalui interaksi, imitasi, dan penguatan. Kompetensi bahasa peserta didik berkembang melalui proses internalisasi, sedangkan performansi muncul melalui praktik nyata. Komprehensi dan produksi bahasa juga harus dikembangkan secara seimbang agar hasil belajar optimal. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran bahasa harus bersifat komunikatif, kontekstual, dan berorientasi pada praktik penggunaan bahasa secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kedisiplinan Kerja pada UMKM Mars Chicks Bogor Muhammad Nurohman; Awa Awa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kedisiplinan kerja karyawan pada UMKM Mars Chicks Bogor serta dampaknya terhadap kinerja operasional perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi, dokumentasi, dan analisis data hasil pra-survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan kerja karyawan masih tergolong rendah, dengan rata-rata ketidakdisiplinan sebesar 52%. Permasalahan utama terletak pada rendahnya ketaatan terhadap peraturan perusahaan, yang mencapai 71% karyawan belum patuh. Kondisi ini berdampak pada tidak tercapainya target kinerja seperti penjualan, produksi, dan kepuasan pelanggan. Upaya yang dilakukan perusahaan meliputi peningkatan pengawasan, penegasan aturan, serta penerapan sanksi. Namun, diperlukan pendekatan yang lebih efektif dan konsisten untuk meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan guna mendukung pencapaian tujuan usaha.
Upaya Perlindungan Lahan dari Alih Fungsi dalam Perspektif Yuridis dan Tantangan Implementasi di Lapangan Zahra Risye Anggita Putri; Nadia Ammara Balqis; Zhafira Zaskia Alya Amani; Nasab Sabrina Febriyanti; Aprila Niravita; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri, permukiman, maupun infrastruktur merupakan salah satu persoalan strategis yang berdampak terhadap ketahanan pangan, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan yuridis mengenai perlindungan lahan dari alih fungsi berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia, mengidentifikasi tantangan implementasi penegakan hukum di lapangan, serta merumuskan upaya strategis dalam memperkuat efektivitas perlindungan lahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan lahan telah diatur dalam berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain lemahnya pengawasan, tumpang tindih regulasi, rendahnya kesadaran masyarakat, serta tekanan pembangunan ekonomi yang mendorong konversi lahan secara masif. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelanggaran alih fungsi lahan belum berjalan optimal akibat keterbatasan koordinasi antarinstansi dan lemahnya sanksi administratif maupun pidana. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, digitalisasi data pertanahan, optimalisasi peran pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat guna menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan ketahanan pangan nasional.