cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,524 Documents
Peran Metabolisme Karbohidrat dan Senyawa Bioaktif Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) dalam Pengendalian Homeostasis Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Desry Natalia Sidauruk; Dian Sharon Simbolon; Maria Oktavia Sitorus; Moses Christanto Siahaan; Tria Wulandari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia, resistensi insulin, dan penurunan fungsi sel β pankreas sehingga mengganggu homeostasis glukosa darah. Stevia rebaudiana Bertoni banyak dikaji sebagai pemanis alami karena mengandung steviol glikosida, terutama steviosida dan rebaudiosida A, yang berpotensi memengaruhi regulasi glukosa dan respons insulin. Artikel ini bertujuan meninjau potensi S. rebaudiana dalam mendukung pengaturan homeostasis glukosa pada penderita diabetes melitus tipe 2 melalui tinjauan pustaka deskriptif kualitatif berdasarkan data sekunder dari publikasi ilmiah dan sumber kesehatan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa steviol glikosida berpotensi memengaruhi jalur pensinyalan insulin melalui INSR, IRS-1, PI3K, Akt, dan GLUT4 sehingga dapat mendukung pengambilan glukosa oleh jaringan. Penelitian praklinis menunjukkan penurunan glukosa darah dan perbaikan beberapa parameter metabolik, sedangkan penelitian pada manusia menunjukkan hasil yang lebih beragam, terutama terkait HbA1c, insulin, dan parameter glikemik jangka panjang. Perbedaan dosis, bentuk sediaan, lama pemberian, karakteristik subjek, dan kandungan steviol glikosida dapat memengaruhi hasil penelitian. Dengan demikian, S. rebaudiana berpotensi sebagai bahan pendukung pengelolaan homeostasis glukosa pada diabetes melitus tipe 2, tetapi belum dapat menggantikan terapi diabetes. Penelitian klinis jangka panjang dengan dosis dan kandungan senyawa aktif yang terstandar masih diperlukan
Pengembangan Bahan Ajar PKN Berbasis Gamifikasi untuk Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara pada Generasi Alpha di Sekolah Dasar Nina Nabila; Flora Qiara Amanda Ramadhani; Ida Ida; Haris Dwi Juniansyaha; Ananda Setiawan; Preti Putri Umiarti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya teknologi di era globalisasi melahirkan Generasi Alpha yang digital, namun memicu krisis budaya akibat maraknya adopsi budaya luar yang mengikis semangat nasionalisme dan kesadaran bela negara. Oleh karena itu, penelitian kualitatif dengan metode studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan konsep pengembangan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berbasis gamifikasi sebagai instrumen adaptif di Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi elemen gamifikasi dalam bahan ajar PKn menjadi strategi dasar yang efektif melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, yang mampu menyaring dampak negatif informasi asing sekaligus membentengi karakter bela negara Generasi Alpha sejak dini.
Pemanfaatan Augmented Reality (AR) Sebagai Media Pembelajaran Pkn Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Kebhinekaan di Sekolah Dasar Aqila Rizkiyani; Chintya Maya W; Vingky anggraini; Karina Falia; Sulistiawan Sulistiawan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebhinekaan (Bhinneka Tunggal Ika) sejak usia dini. Namun, pendekatan pembelajaran konvensional yang masih mengandalkan metode ceramah dan buku teks cenderung kurang efektif membantu peserta didik memahami konsep abstrak seperti keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang mengkaji potensi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik sekolah dasar terhadap konsep kebhinekaan pada mata pelajaran PKn. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap artikel jurnal nasional maupun internasional yang terbit antara tahun 2020-2025 yang membahas media pembelajaran berbasis AR dalam pendidikan kewarganegaraan dan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa media berbasis AR mampu memvisualisasikan konsep budaya yang abstrak menjadi objek tiga dimensi yang lebih konkret, kontekstual, dan menarik, sehingga meningkatkan motivasi, perhatian, serta pemahaman konsep peserta didik. AR juga memfasilitasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menjembatani kesenjangan antara penjelasan tekstual dengan fenomena keberagaman di dunia nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AR memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam desain kurikulum PKn, dengan syarat tersedianya pelatihan guru dan infrastruktur teknologi yang memadai.
Revitalisasi Nilai Gotong Royong melalui Pembelajaran PKN Berbasis Proyek (Project-Based Learning) di Era Digital pada Siswa Sekolah Dasar Diana Anggraini; Oktarina Oktarina; Suci Indah Sari; Tri Astuti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital, nilai gotong royong di Indonesia tergerus oleh perubahan gaya hidup dan derasnya informasi. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan penting untuk merevitalisasi nilai ini melalui pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif. Model Project-Based Learning (PjBL) memungkinkan siswa SD belajar secara kolaboratif pada proyek nyata sehingga memahami dan mengalami gotong royong secara langsung. Penelitian menunjukkan PjBL efektif meningkatkan dimensi gotong royong dan kreativitas siswa kelas lima, serta selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini membahas konsep, landasan teori, strategi implementasi, dan implikasi untuk praktik PKn di pendidikan dasar
Integrasi Media Sosial sebagai Sumber Belajar PKN untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa SD Septi anggraini; Dewi safera; Chelsi Lorenza; Marseli Marseli; Putri mayang sari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menggeser lanskap pendidikan, menuntut adaptasi media pembelajaran yang responsif terhadap karakteristik siswa sekolah dasar generasi digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas integrasi media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan observasi implementasi kurikulum berbasis media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform media sosial yang terkurasi seperti YouTube Kids, Instagram, dan TikTok secara terstruktur mampu mengubah konsep abstrak Pancasila menjadi visualisasi kontekstual yang konkrit. Integrasi ini terbukti meningkatkan pemahaman kognitif, internalisasi afektif Sila Pertama hingga Sila Kelima, serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Meskipun demikian, keberhasilan integrasi ini memerlukan supervisi ketat, literasi digital guru, dan partisipasi orang tua untuk memitigasi dampak negatif media sosial.
Transformasi Pembelajaran Konsep Dasar IPS Sekolah Dasar: Dari Konvensional Menuju Blended Learning Pasca Pandemi (Tantangan an Peluang) Radi Romansah; Tahza Cahyani; Ananda Setiawan; Rista Rista; Miranda Miranda
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memaksa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD) beralih mendadak dari tatap muka konvensional menuju pembelajaran jarak jauh, lalu berkembang menjadi model blended learning pada masa pasca pandemi. Artikel ini bertujuan menganalisis proses transformasi tersebut beserta tantangan dan peluangnya, menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah jurnal ilmiah dan kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning membuka peluang berupa fleksibilitas belajar, penguatan literasi digital, dan variasi sumber belajar IPS, namun masih dihadapkan pada tantangan kesenjangan infrastruktur, kompetensi digital guru, kesiapan siswa dan orang tua, serta penyesuaian kurikulum dan asesmen. Keberhasilan transformasi ini bergantung pada kesiapan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, pelatihan guru, hingga dukungan sarana prasarana di satuan pendidikan.
Pengintegrasian Pendidikan Literasi Keuangan dalam Konsep Dasar IPS SD Sebagai Respons Terhadap Perkembangan Ekonomi Digital Rehasti Oktafika; Resi Revena; Riska Riska; Vindari Rostalia; Meta Meta
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangan ekonomi digital mengubah cara bertransaksi dan menggunakan uang, sehingga literasi keuangan penting dikenalkan sejak SD. IPS menjadi wadah yang tepat untuk integrasi karena materinya terkait aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui studi kepustakaan, ditemukan bahwa literasi keuangan dapat diintegrasikan tanpa menjadi mata pelajaran baru, melalui materi kegiatan ekonomi, konsep uang, kebutuhan dan keinginan, konsumsi, perencanaan keuangan, dan pengenalan transaksi digital sederhana. Pembelajaran kontekstual, berbasis masalah, inkuiri sosial, dan proyek membantu siswa mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Kendalanya adalah pemahaman guru yang masih terbatas, sehingga perlu penguatan kompetensi guru dan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa.
Penguatan Nilai Moderasi Beragama dan Multikulturalisme Melalui Mata Kuliah Konsep Dasar IPS Di Perguruan Tinggi Rere Eka Adelia; Risayini Risayini; Selpi Asmiranda; Sisi Katiha; Siti Aisyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama dan multikulturalisme merupakan isu strategis dalam menjaga kerukunan sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai tersebut, salah satunya melalui mata kuliah Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang mengintegrasikan pengetahuan sosial, budaya, dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penguatan nilai moderasi beragama dan multikulturalisme dapat dilakukan melalui mata kuliah Konsep Dasar IPS di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis jurnal ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mata kuliah Konsep Dasar IPS dapat menjadi media efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi (tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan tawazun) sekaligus kesadaran multikultural, melalui integrasi materi, model pembelajaran kooperatif, studi kasus, dan diskusi reflektif. Peran dosen, desain kurikulum, dan budaya akademik kampus menjadi faktor penentu keberhasilan internalisasi nilai tersebut.
Pengembangan Modul Ajar Konsep Dasar IPS SD Berorientasi Kurikulumm Merdeka Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Nur Adel Shazira; Tasya Apriyani; Pega Septiani; Pitri Pitri; Raisya Safitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami kehidupan sosial, lingkungan, serta berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penerapan kurikulum merdeka, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga perlu memperhatikan karakteristik, kemampuan, minat dan kebutuhan belajar setiap siswa. Namun, perbedaan kemampuan dan kebutuhan siswa menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran IPS. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar yang dapat digunakan secara fleksibel dan mampu mengkomondasi keberagaman karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar konsep dasar IPS SD yang berorientasi pada kurikulum merdeka dan berbasis pembelajaran berdiferensiasi. Modul ajar dikembangkan dengan memperhatikan komponen pembelajaran dalam kurikulum merdeka, meliputi capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi, kegiatan pembelajaran, serta asesmen. Pembelajaran berdiferensiasi diterapkan demgan mempertimbangkan perbedaan perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa sehingga kegiatan dan materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Perkembangan modul ajar diharapan dapat menghasilkan bahan ajar yang sistematis, relavan, mudah dipahami dan dapat digunakan dalam pembelajaran konsep dasar IPS di SD. Modul ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel dan bermakna serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing. 
Dinamika Metabolisme Darah dan Analisis Klinis: Kajian Profil Glukosa, Lipid, dan Hematologi Zakia Rahma; Nur Hasanah; Nadia Dwi Salsabila; Airyn Dwi Rezkiqa; Melisa Theoria Simanjuntak
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metabolisme darah berkaitan dengan berbagai proses biokimia yang melibatkan pengaturan glukosa dan lipid serta perubahan komponen hematologi yang beredar di dalam tubuh. Analisis klinik menyediakan parameter terukur yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi metabolik dan hematologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mensintesis hasil dari sepuluh artikel mengenai glukosa darah, profil lipid, stres oksidatif, hemoglobin, eritrosit, golongan darah, dan analisis sel darah. Metode yang digunakan berupa tinjauan literatur dengan sintesis deskriptif kualitatif melalui penelaahan tujuan, desain penelitian, sampel, parameter yang dianalisis, metode pemeriksaan, dan hasil utama dari sepuluh artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan diet berhubungan secara signifikan dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2, sedangkan kualitas diet dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada penelitian tersebut. Puasa Ramadan berkaitan dengan penurunan kolesterol total, trigliserida, dan LDL serta peningkatan HDL pada responden hiperlipidemia. Konsumsi pangan fermentasi juga menunjukkan potensi memperbaiki profil lipid pada sebagian besar penelitian yang dikaji. Pada model diabetes eksperimental, rebusan sereh menurunkan kadar glukosa darah dan malondialdehid serta meningkatkan status antioksidan. Artikel lainnya menunjukkan variasi kadar hemoglobin, glukosa darah sewaktu, asam urat, jumlah eritrosit selama penyimpanan whole blood, serta golongan darah ABO-Rhesus. Secara keseluruhan, parameter glukosa, lipid, dan hematologi memberikan informasi yang saling melengkapi dalam memahami metabolisme darah dan kondisi klinis.