Articles
41 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 2 (2024)"
:
41 Documents
clear
Program Konseling Kunjungan Rumah dan Kalender Posyandu dalam Penanganan Stunting di Salah Satu Rusun Jakarta
Thahara, Annisa Ryan;
Insan, Ahmad Zaki Khoerul;
Nadzirah, Raysa Annisa;
Muamalia, Raihani;
Puspita, Raden Roro Raisa;
Buana, Danish Genta;
Fitria, Resty Noor;
Maulida, Siti Rahma;
Azzahra, Afifah Afrah;
Febrianti, Febrianti
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jtja4r89
Rendahnya kunjungan ibu balita ke posyandu menjadi masalah utama yang dapat menghambat upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Ketidakhadiran ibu balita di posyandu dapat menyebabkan terlewatnya deteksi dini masalah stunting pada balita sehingga penanggulangannya menjadi terlambat. Oleh karena itu, dengan adanya masalah tersebut, dirasakan sangat penting untuk dilakukan suatu upaya intervensi melalui kegiatan konseling kunjungan rumah dan kalender posyandu. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan angka kunjungan ibu balita ke posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari-Maret Tahun 2024 dengan turun ke masyarakat secara langsung yang dibantu dengan media poster, alat tensi, dan kalender dinding untuk memastikan penyampaian informasi yang efektif dan optimal. Setelah dilakukan kegiatan-kegiatan tersebut didapatkan terjadinya peningkatan kunjungan ibu balita ke posyandu. Diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan ini dapat dijadikan contoh dalam upaya peningkatan kunjungan ibu balita ke posyandu dan mengurangi angka stunting.
Edukasi Mengenai Kesadaran Berkendara dengan Aman pada Pelajar SMK Muhammadiyah 9 Jakarta Selatan
Muzakir, Haris;
Birwin, Alib
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/7gtffh51
Peningkatan kebutuhan transportasi darat di perkotaan mendorong penggunaan sepeda motor lebih intensif, termasuk kalangan pelajar. Namun, minimnya kesadaran dan pengetahuan keselamatan berkendara memperburuk risiko kecelakaan lalu lintas dengan faktor utama kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, dan minimnya pengawasan. Untuk mengatasinya, program edukasi dilaksanakan 21 Februari 2024 di SMK Muhammadiyah 9 Jakarta Selatan guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara pelajar melalui edukasi aturan lalu lintas dan teknik berkendara aman. Metodenya sosialisasi keselamatan, bekerjasama dengan BHABINKAMTIBMAS Polsek Kebayoran Lama, serta seminar dan praktik diikuti 50 pelajar. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan uji Wilcoxon signed-rank mengukur peningkatan pengetahuan pelajar. Hasilnya, pengetahuan meningkat signifikan dengan p-value 0,000, menegaskan efektivitas program dalam mengubah pemahaman dan perilaku pelajar.
Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue
Astuti, Dwi;
Fadhillah, Akung;
Tiara Fitri Narantika, Francysca;
Cahya Melati, Anya;
Nur Cahya, Sherly;
Kumala, Junisa;
Kusuma Wardani, Nila;
A’izzah, Jauharotu;
Putra Armadhany, Mahendy;
Nur Fathika, Rizqiana
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/qjwvy572
Kejadian DBD khususnya di Desa Tegalsari dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal seperti pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam memahami dan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan rumah dalam pencegahan DBD. Angka CFR DBD Kabupaten Sukoharjo tahun 2022 sebesar 1,1%. Nilai CFR tahun 2022 turun dibandingkan tahun 2021 dan jumlah kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2022 sebanyak 7 kematian. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Masyarakat dalam rangka upaya penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun I Desa Tegalsari. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah edukasi atau penyuluhan serta pembagian kuesioner pretest dan posttest mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pembagian benih dan bibit tanaman obat keluarga yang berguna untuk mengusir nyamuk kepada Masyarakat. Edukasi atau penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media leaflet yang dibagikan kepada masyarakat dan video edukasi. Hasil dari pretest dan posttest dengan partisipan sebanyak 66 orang, memperoleh hasil rata-rata pretest sebesar 3,81 dan rata-rata nilai posttest sebesar 5,00 dengan selisih nilai rata-rata sebesar 1,19 dan p-value 0,000. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi atau penyuluhan memberikan dampak yang baik kepada masyarakat terbukti dengan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD).
Edukasi “GEMINSU”(Gemar Minum Susu) untuk Kesehatan Gigi Mulut di Masa Pertumbuhan
Pertami, Sawitri Dwi Indah;
Asmarani, Yolanda Kartika;
Irawan, Rudi;
Muga, Ige Frameski Radila;
Wardhana, Raden Aditya Wisnu
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/wnaehr45
The main problem of oral health in childhood is caries. Dental caries is caused by multifactorial factors including the host (tooth), substrate (food), microorganisms (bacteria) and time. Milk is a source of animal nutrition that is rich in calcium. Calcium plays an important role in the formation of dental hard tissue, making it more resistant to erosion and dental caries. By educating children at elementary school age to 'geminsu' love to drink milk can help children improve their ability to maintain oral health. This community service activity was carried out on students in grades 1-6 at SDN Lirboyo 1 Kediri City through several stages, namely pretest questionnaires, 'geminsu' education for oral health in infancy, posttest, door prize distribution, milk distribution, drinking milk together and group photos. The results of this community service showed that the percentage of knowledge about fond of drinking milk is important for oral health in infancy before education increased from 54% to 80%. The results of this service can be concluded that education on drinking milk can increase students' knowledge and awareness of the importance of milk for oral health during growth.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Triple Elimination Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Ibu Hamil
Irianti, Berliana;
Karlinah, Nelly
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/h3hevf39
Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit Human immunodeficiency virus (HIV), Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Ketiga infeksi dan penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas, disabilitas dan kematian bagi ibu dan bisa menurunkan kualitas hidup anak yang terdampak. Salah satu langkah untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah menerapkan program triple elimination. Deteksi dini HIV, Sifilis, dan Hepatitis B saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan dilakukan dengan tes cepat (rapid diagnostic test) menggunakan sampel darah ibu hamil. Apabila di awal deteksi ini ditemukan hasil yang positif, maka ibu hamil akan diterapi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menurunkan risiko penularan kepada bayinya. Pada ibu hamil yang memiliki hasil sifilis yang positif juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk melihat dan memantau perjalanan penyakit dari sifilis ini. Anak yang lahir dari ibu dengan HIV atau sifilis atau hepatitis B yang positif akan mendapat pelayanan dalam bentuk skrining awal untuk deteksi penyakitnya dan pengobatan apabila ditemukan hasil yang positif pada anak. Upaya untuk penurunan dan eliminasi ketiga penyakit ini sangat penting dan harus dilakukan terintegrasi, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Anemia Remaja SMAS Muhammadiyah Kota Ternate
Rahayu, Agustin;
Surasno, Diah Merdekawati;
Andiani, Andiani;
Mansyur, Suryani;
Soamole, Mayasari;
Musiana, Musiana;
Nurhidayanti, Siti;
Jafar, Monissa A.Hi.;
Toduho, Norma;
Sumiati, Tati;
Lestari, Tutik;
Wambes, Rahmania N;
Arsad, Aswia;
Tanassi, Dessy;
Basri, Della;
Muslim, Kiki
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/4dp8zn39
Anemia is a public health problem that has a negative impact on the cognitive abilities and physical capacity of adolescents. In Indonesia, the prevalence of adolescents aged 15-24 years experiencing anemia is 32% according to 2018 Riskesdas data. The aim of this community service is to increase the knowledge of Muhammadiyah High School students in Ternate City regarding nutrition, especially regarding anemia and its prevention. So you have the awareness to choose nutritious food which can prevent anemia and its negative effects in the future. The community service methods used are counseling and measuring nutritional status (BMI/U) for all students and measuring upper arm circumference (LILA) specifically for female students. Before the counseling was held, a pre-test was held for all students which was then followed by counseling on Preventing Anemia and discussion. Final Evaluation by carrying out a post test. The results obtained showed that there was a significant increase in students' knowledge (p=0.00), namely 2.69 points. The conclusion of community service is that counseling on preventing anemia is very useful for students in increasing their knowledge and awareness in behaving in a nutritionally conscious manner.
Pendidikan Kesehatan Tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) pada Mahasiswa di STIKes Husada Gemilang
Astuti, Haryati;
Dewi, Novita Puspita;
Pramana, Cipta
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/2h73rs33
LGBT adalah istilah terkait orientasi seksual, perilaku seksual yang menyimpang itu muncul atas dasar orientasi seksual yang menyimpang. Perilaku seksual meyimpang dilakukan oleh kelompok-kelompok orang yang memiliki orientasi seksual menyimpang, atau lebih dikenal dengan istilah kelompok LGBT. LGBT merupakan salah satu fenomena yang tidak pernah habis- habisnya untuk dibahas sepanjang sejarah manusia. Mahasiswa dengan usia yang masih muda dan sedang mencari jati diri membuat kelompok ini menjadi sasaran penyebaran LGBT. Berdasarkan survei dari Central Intelligence Agency (CIA) Negara Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi LGBT terbesar ke- 5 setelah China, India, Amerika, dan Europa. Dengan kata lain, 7,5 juta dari 250 juta penduduk adalah LGBT. Berdasarkan penelitian yang sama menyebutkan faktor predisposisi LGBT diantaranya pengetahuan, sikap, dan motivasi. Tujuan pengabdian Masyarakat ini melalui Pendidikan Kesehatan kepada Mahasiswa STIKes Husada Gemilang pada Prodi DIII Kebidanan dan Sarjana Gizi untuk memberikan pemahamam dan penambahan pengetahuan kepada mahasiswa terkait LGBT. Metode yang digunakan CTD (Cermah, Tanya jawab dan Diskusi) dengan menggunakan media kuesioner dari PPT yang disampaikan dalam bentuk leaflet yang didistribusikan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh prodi di STIKes Husada Gemilang Sebanyak 38 mahasiswa terdiri dari Prodi DIII Bidan sebanyak 30 Orang dan Prodi Sarjana Gizi sebanyak 8 orang. Didapatkan dari Kuesioner Pre dan Post dimana tingkat Pengetahuan Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai LGBT dan dampak nya pada kesehatan dan psikososial meningkat setelah Edukasi. Diharapkan program ini akan dilanjutkan kepada seluruh mahasiswa.
Penerapan Inovasi Brownies Daun Kelor dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita
Usman, Usman;
Umar, Fitriani;
Sudirman, Sudirman;
Rahman, Abdul;
Hasnah, Hasnah;
Rahmasari, Fany
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/bzgmcs77
Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan jenis pangan dengan kandungan zat gizi yang lengkap untuk balita stunting. Daun kelor pada umumnya hanya dikonsumsi sebagai sayur tanpa ada inovasi. Hal tersebut mendasari sehingga penting untuk dilakukan penerapan inovasi daun kelor dalam bentuk brownies sehingga menjadi jajanan yang dapat dikonsumsi setiap saat oleh balita. Tahapan pelaksanaan program meliputi sosialisasi kegiatan, persiapan kegiatan, pembuatan brownies, pengemasan brownies daun kelor dan pendistribusian brownies daun kelor. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan kegiatan seperti pembuatan brownies daun kelor. Pembuatan brownies daun kelor dilakukan di rumah ketua Tim Pelaksana (Usman). Langkah selanjutnya adalah pengemasan brownies daun kelor. Kegiatan pengemasan dilakukan oleh tim pelaksana dengan menggunakan bahan plastik mika DMS 4C. Setelah itu dilakukan pendistribusian atau pembagian brownies daun kelor kepada masyarakat. Selain pembagian produk brownies daun kelor, juga diselingi dengan edukasi tentang kandungan dan manfaat brownies daun kelor bagi kesehatan balita khususnya mencegah kejadian stunting. Dengan penerapan inovasi brownies daun kelor akan meningkatkan berat badan balita sehingga dapat mencegah kejadian stunting pada balita.
Pencegahan Hipertensi dengan Penyuluhan Diet DASH pada Kader Posbindu PTM
Listyandini, Rahma;
Noor Prastia, Tika;
Ariawati Putri, Pramita;
Nuryana, Hurip;
Afrianti Setiadi, Malda;
Dea Sintani, Rapika
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/71ntxt02
Pandemi merupakan situasi yang menjadi tantangan di bidang kesehatan. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia dan merupakan komorbid yang berisiko terhadap keparahan Covid-19. Pengendalian penyakit hipertensi yang optimal penting untuk dilakukan agar menurunkan fatality rate saat pandemi Covid-19. Gaya hidup seperti aktivitas fisik dan pola makan berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi. Salah satu pola makan untuk mencegah hipertensi adalah Diet Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH). Partisipasi warga pada pengukuran tekanan darah pada lansia di Desa Ciaruteun, Cibungbulang tergolong rendah dan angka hipertensi yang cukup tinggi membuat penting dilakukan pencegahan pada Posbindu PTM melalui kader. Metode pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan kader yaitu penyuluhan mengenai hipertensi, CERDIK, dan Diet DASH melalui media online supaya protokol kesehatan tetap terjaga. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan, serta peningkatan ketrampilan menyusun menu diet DASH pada kader Posbindu PTM. Penyuluhan pada kader penting dilakukan karena peran kader yang penting dalam pencegahan hipertensi di Posbindu PTM.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Lele dalam Upaya Menyehatkan Gigi dan Tulang pada Anak Usia Sekolah
Syafriani, Syafriani;
Afiah, Afiah;
Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/wzjj1d54
Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia. Ikan lele memiliki rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur, dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. Selain itu, ikan lele merupakan ikan yang dapat dikonsumsi dengan harga yang sangat terjangkau bagi kalangan apa aja. (Tuwitri et al., 2021). Nilai gizi ikan lele yang tinggi terutama protein dalam daging sudah teratur dan dapat disajikan dalam berbagai jenis olahan rendah kolesterol, harga yang murah membuat ikan lele di kalangan masyarakat kalangan bawah, menengah dan atas sangat digemari. Budidaya ikan lele saat ini berkembang pesat dan tidak hanya membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian khususnya di Desa Batu Belah. Menyusul keberhasilan program budidaya lele ini, program pengolahan lele belum maksimal (Dumbo et al., 2012). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali ide-ide inovatif, meningkatkan produktivitas hasil produksi produk dari olahan buah lele, guna meningkatkan pertumbuhan gigi dan tulang pada anak usia sekolah dengan berbagai olahannya. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu (1) keterbatasan modal. (2) Rendahnya motivasi wirausaha dengan bahan utama lele (3) Tidak ada keragaman produk olahan lele. (4) Tidak adanya pengemasan dan pemasaran lele. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program PKM ini antara lain upaya pengembangan