cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 228 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2025)" : 228 Documents clear
Sosialisasi dan Pendampingan Integrasi Pendekatan Deep Learning Dalam Pengembangan Rencana Pembelajaran dan Modul Ajar Pada Satuan Pendidikan Kota Lubuklinggau Mulyono, Dodik; Rijal, Akmal; Fadli, Muhammad; Saputra, Miki; Utami, Sri; Jubaedah, Siti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/21pcz143

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut inovasi dalam proses pembelajaran agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah deep learning approach atau pendekatan pembelajaran mendalam. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lubuklinggau pada tahun 2025, ditemukan bahwa tantangan utama dalam implementasi deep learning ialah rendahnya pemahaman guru terhadap konsep dan teknik penerapannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru dalam memahami serta menerapkan deep learning dalam perencanaan pembelajaran dan modul ajar. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan Mei–Desember 2025 di Sekretariat IGI Kota Lubuklinggau dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas PGRI Silampari, serta diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru SD–SMP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terkait implementasi deep learning. Sebanyak 80,36% responden menyatakan setuju dan 14,25% sangat setuju terhadap peningkatan pemahaman guru, sedangkan 76,25% menyatakan setuju terhadap aspek pemanfaatan sumber daya dan dukungan teknologi, khususnya penggunaan Learning Management System (LMS). Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan mendorong terbentuknya komunitas belajar kolaboratif berbasis teknologi di lingkungan sekolah.
Optimalisasi Produksi Sesuai Dengan CPPB Dan Inovasi Teknologi pada Sentra Industri Rumah Tangga Keripik Gadung Damayati, Ratih Putri; Oktafa, Huda; Febriyatna, Ayu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/07e3ht84

Abstract

Gadung merupakan jenis umbi-umbian lokal yang tumbuh liar maupun dibudidayakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kecamatan Sukowono termasuk salah satu wilayah di kabupaten Jember yang menjadi sentra industri rumah tangga olahan gadung menjadi keripik gadung METODE: menggunakan metode focus group discussion dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian dengan pelatihan CPPB dapat meningkatkan pengetahuan dan keamanan pangan dalam produksi keripik gadung. Penerapan teknologi tepat guna dalam pengabdian ini dengan penggunaan kapur untuk mengurangi kadar HCN gadung, penggunaan alat pemotong (slicer) dan rumah pengering (solar dryer dome) dapat meningkatan kapasitas dan efektifitas produksi keripik gadung di sentra industri rumah tangga pengolahan keripik gadung. Dengan demikian, perlu dilakukan pengolahan atau tindakan untuk mengurangi kadar racun tersebut sehingga aman dikonsumsi sesuai dengan ambang batas maksimal kandungan sianida yaitu ≤ 10 ppm (WHO, 2012). Keripik gadung dapat menjadi produk unggulan dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena memiliki cita rasa yang khas dan eksklusif, pangsa pasar yang tinggi serta kemudahan dalam budidaya bahan bakunya. Saran Perlu dilakukan perbaikan tempat produksi yang mendukung CPPB sehingga dapat segera sebagai syarat memperoleh sertifikat IRT.
Pemberdayaan Pokdakan Sekar Wangi: Pengolahan Limbah Ikan Nila Menjadi LaStik Hamka, Muhammad Subhan; Nafsiyah, Ikromatun; Rahmadiah, Triayu; Sofian, Sofian; Lestari, Siti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a0m7re86

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan Sekar Wangi di Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong menghadapi permasalahan penjualan ikan nila yang masih terbatas pada ikan segar dengan nilai ekonomi rendah dan fluktuatif, serta pemanfaatan limbah tulang dan kepala ikan yang belum optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah limbah ikan nila menjadi produk stik ikan bernilai ekonomi tinggi yang diberi nama LaStik. Metode pelaksanaan meliputi survei dan analisis kebutuhan, pelatihan teknik pengolahan dengan demonstrasi cara dan praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi pengetahuan sebesar 71,6% dengan N-Gain 0,706 kategori tinggi dan dimensi keterampilan sebesar 29,2% dengan N-Gain 0,376 kategori sedang. Tingkat kepuasan peserta mencapai 79,2% persen dengan kategori puas. Dari 18 peserta pelatihan, 80% berhasil membuat produk LaStik dengan standar kualitas yang baik. Program ini berhasil meningkatkan nilai tambah hasil budidaya ikan nila dan membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok pembudidaya.
Pengenalan dan Pemanfaatan Daun Gedi Merah Sebagai Tanaman Obat Keluarga di Lingkungan RT 01 RW 06 Kelurahan Lolu Selatan Anggi, Viani; Sara, Priskila El
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ryd9n519

Abstract

Red Gedi leaves (Abelmoschus manihot L.) are one of the traditional plants with great potential as family medicinal plants (TOGA), yet their utilization remains limited within the community. This study aims to introduce and enhance the use of Red Gedi leaves as family medicinal plants in RT 01 RW 06, Lolu Selatan Subdistrict. The method employed was a qualitative descriptive approach through counseling, demonstrations, and direct community assistance. Activities included socialization of the benefits of Red Gedi leaves, cultivation techniques, processing methods, and their application as traditional medicine. The results indicated an increase in community knowledge regarding the health benefits of Red Gedi leaves, which contain antioxidant and anti-inflammatory properties and may help alleviate various health problems such as hypertension, diabetes, and digestive disorders. The community also showed enthusiasm in cultivating Red Gedi leaves in their home gardens. This program successfully increased community awareness of the importance of utilizing family medicinal plants as preventive and curative efforts that are simple, affordable, and safe, with an improvement rate of 60–70%. It is recommended to provide continuous assistance and expand similar programs in other areas to maximize the benefits of traditional medicinal plants in supporting public health.
Menumbuhkan Minat Literasi dan Numerasi Sejak Dini Melalui Kegiatan Read Aloud dan Nature Walk Yanti, Dwi; Febriyana, Dyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vtbymz12

Abstract

Minat literasi dan numerasi perlu ditumbuhkan sejak anak masih sangat dini. Di Kota Lubuklinggau, banyak anak usia 2 tahun yang belum mendapatkan cukup stimulasi untuk mengenal cerita, buku, maupun konsep dasar bilangan secara alami. Orang tua juga seringkali belum memahami cara memberikan rangsangan literasi dan numerasi yang sesuai dengan usia dini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk membantu orang tua dalam menumbuhkan minat literasi dan numerasi anak usia 2 tahun melalui kegiatan read aloud (membaca nyaring) dan nature walk (berjalan-jalan sambil mengenal lingkungan sekitar). Pendekatan ini disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak usia 2 tahun yang berada pada fase sensori-motorik dan bahasa awal. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan praktik bermain secara langsung. Kegiatan dilakukan melalui pembacaan buku bergambar, pengamatan langsung terhadap benda-benda alam, serta aktivitas sederhana seperti menghitung daun, mengenali warna, atau membedakan bentuk. Selain melibatkan anak, kegiatan ini juga menyasar orang tua sebagai pendamping utama, melalui pelatihan singkat mengenai pentingnya stimulasi literasi dan numerasi sejak dini. Tim peneliti pengabdian juga memfasilitasi kegiatan dengan Pustaka mini dan bermain brakiasi.
Cerdas seksual, cegah HIV: Edukasi penyakit HIV/AIDS pada Kalangan Remaja Sebagai Salah Satu Kelompok Berisiko di SMAN 1 Banjaran Manumara, Theophylia Melisa; Dewi , Rahma Sukma; Ulum, Nayla Puteri Syaumi Ulum; Zamasi, Grace Angeliqch Chrystina
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z1n6s453

Abstract

Abstrak Human Immunodeficiency Virus ialah jenis virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia khususnya sel darah putih yaitu CD4 yang kemudian menyebabkan malfungsi system imun yang dapat mengakibatkan tubuh mudah terinfeksi penyakit lain yang dikenal dengan acquired immuno deficiency syndrome. Salah satu kelompok yang memiliki risiko terkena penyakit HIV yaitu remaja. Masa remaja adalah peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini remaja banyak mencoba hal-hal baru salah satunya yaitu dengan berhubungan seksual baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis yang mengakibatkan risiko terkena penyakit HIV. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kesehatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada siswa siswi di SMAN 1 Banjaran Bandung mengenai penyakit HIV AIDS. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan metode edukatif menggunakan media audiovisual dengan 100 orang siswa siswi. Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini didapatkan perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan mengenai penyakit HIV menggunakan media audiovisual. Tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi Kesehatan mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini dikarenakan metode edukatif yang dilakukan menggunakan media audiovisual yang menarik bagi siswa siswi sehingga menimbulkan rasa keinginan untuk mempelajari penyakit HIV yang diharapkan dapat membangun kesadaran akan pencegahan penyakit HIV/AIDS.    KATA KUNCI : HIV ; AIDS ; Edukasi ; Pencegahan ; Remaja   Abstract   The Human Immunodeficiency Virus is a type of virus that attacks the human immune system, particularly white blood cells known as CD4 cells, causing the immune system to malfunction and making the body susceptible to other diseases, a condition known as acquired immune deficiency syndrome. One group at risk of contracting HIV is adolescents. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. During this period, adolescents try many new things, one of which is sexual intercourse with both same-sex and opposite-sex partners, which increases their risk of contracting HIV. The purpose of this health service activity was to increase the knowledge and awareness of students at SMAN 1 Banjaran Bandung about HIV/AIDS. The method used in this activity was an educational method using audiovisual media with 100 students. The results of this community service activity showed a change in knowledge before and after the health education on HIV using audiovisual media was provided. The level of knowledge after the health education session showed a significant increase. This was due to the educational method used, which employed audiovisual media that was appealing to the students, thereby sparking their interest in learning about HIV, which is expected to build awareness about the prevention of HIV/AIDS.    KEYWORDS: HIV; AIDS; Education; Prevention; Adolescents
Implementasi Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam Pengembangan Kepemimpinan Kepala Madrasah di Kota Bandung Nugraha, Mulyawan Safwandy; Hidayat, Ara; Sirojudin, Ayi M.; Nursaadah, Nursaadah; Mukhsin, Mukhsin; Fauzan, Mohamad; Ridlo, Rasyid
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k6dnk915

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam. Namun, banyak kepala madrasah masih berfokus pada kekurangan daripada potensi yang dimiliki. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan kepala madrasah berbasis aset lokal dan nilai-nilai manajemen Islam di Kota Bandung. Program dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 dengan menggunakan kerangka Asset-Based Community Development (ABCD). Peserta terdiri dari 1 Kasi Pendidikan Madrasah, 4 pengawas, dan 10 kepala madrasah jenjang RA hingga MA. Proses pelaksanaan melalui lima tahap: discovery, dream, design, define, dan destiny. Tiga intervensi utama yang diterapkan adalah rapat mingguan terstruktur, supervisi akademik singkat dengan umpan balik tertulis, dan komunikasi orang tua yang terjadwal. Hasil menunjukkan seluruh madrasah mampu memetakan aset dengan valid, sembilan rencana aksi mencapai skor kelayakan ≥70, dan tujuh madrasah merealisasikan lebih dari 70% aksi prioritas. Nilai-nilai Islam seperti amanah, adil, musyawarah, itqan, dan ihsan terbukti memperkuat integritas kepemimpinan. Kegiatan ini disarankan untuk direplikasi dengan durasi lebih panjang dan diintegrasikan dalam RKS atau RKAM guna menjamin keberlanjutan peningkatan mutu kepemimpinan madrasah.
Edukasi Indeks Massa Tubuh dengan Keparahan Shivering pada Pasien Dengan Spinel Anestesi di Recovery Room RSUD Dr. Iskak Tulungagung Sholihah, Shintana Badi’atus; Sulastyawati, Sulastyawati; Arif, Taufan; Kurniasari, Fitriana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hvdgtz85

Abstract

Shivering atau menggigil merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada pasien pasca anestesi spinal. Kejadian ini dapat menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen, ketidaknyamanan, hingga gangguan pada pemantauan vital. Faktor- faktor seperti indeks massa tubuh (IMT) diduga memiliki hubungan terhadap tingkat keparahan shivering. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan keparahan shivering pada pasien dengan anestesi spinal di Recovery Room RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Kajian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 77 pasien yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah indeks massa tubuh, sedangkan variabel dependen adalah tingkat keparahan shivering. Analisis data bivariat menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan keparahan shivering (p < 0,001). Terdapat hubungan yang signifikan indeks massa tubuh dengan keparahan shivering pada pasien dengan anestesi spinal. Diperlukan upaya preventif terhadap pasien dengan indeks massa tubuh rendah untuk mengurangi risiko shivering pasca operasi.
Edukasi Beban Kerja dengan Keluhan Muskoloskeletal Disorder Perawat di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Iskak Tulungagung Kurniawati, Silvia Gandis; Sulastyawati, Sulastyawati; Setyarini, Anggun; Arif, Taufan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yjk01011

Abstract

Perawat perioperatif di ruang bedah menghadapi tuntutan kerja yang berat, termasuk berdiri lama, memindahkan pasien, serta menjalani jadwal operasi yang padat. Beban kerja yang berlebih menjadi salah satu faktor risiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders yang dapat berdampak terhadap penurunan kualitas pelayanan keperawatan serta menurunkan kenyamanan dan keselamatan kerja. kajian ini diberdayakan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada perawat perioperatif di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Kajian ini diimplementasikan dalam bentuk kajian berjenis kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan retrospektif. Sampel sebanyak 32 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner beban kerja dan kuesioner musculoskeletal disorders berdasarkan The Pain and Distress Scale. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman karena data berskala ordinal. Sebagian besar responden (59,4%) memiliki beban kerja sedang, dan mayoritas (62,5%) mengalami keluhan musculoskeletal disorders sedang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan keluhan musculoskeletal disorders (p = 0,005), dengan koefisien korelasi r = 0,486 yang menunjukkan hubungan sedang dan arah korelasi positif, artinya semakin tinggi beban kerja, maka semakin tinggi pula tingkat keluhan musculoskeletal disorders. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada perawat perioperatif.  
Pemetaan Partisipatif Potensi Ekonomi dan sosial Wisata Hiu Gorontalo Sebagai Basis Perencanaan Desa Wisata Bahari Jumiyanti, Kalzum R; Taniu, Silviana; R Yusuf, Barmin; Novriansyah, Moh Arif
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qq27dk13

Abstract

Wisata hiu paus di Desa Botubarani, Gorontalo, merupakan potensi bahari unggulan yang mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir. Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan manfaat ekonomi, lemahnya kelembagaan, dan rendahnya kesadaran konservasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan desa wisata bahari melalui pemetaan partisipatif serta membangun komitmen kolaboratif antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan wisata berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, FGD, dan pemetaan komunitas berbasis SIG. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterampilan teknis dan kesadaran ekologis masyarakat, memperkuat kelembagaan lokal seperti Pokdarwis, serta menghasilkan rencana pengembangan wisata yang berorientasi konservasi dan kesejahteraan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga mitra dalam menciptakan tata kelola wisata bahari berkelanjutan. Implikasinya, model pemetaan partisipatif dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pembangunan desa wisata di daerah pesisir lainnya. Kegiatan ini penting karena memperkuat konsep community-based tourism di Indonesia, dan studi lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan hasil pemetaan ke sistem digital GIS serta mengevaluasi dampak sosial-ekonomi jangka panjangnya.