cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Penguatan Edukasi dan pendampingan Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja Kecamatan Rejosari Dahlia Eka Okta; Syafrani Syafrani; Reno Renaldi; Hetty Ismainar; Zainal Abidin; Anusirwan Anusirwan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p61msk08

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru yang mencatat capaian pengobatan lengkap hanya 47,9% pada tahun 2023. Rendahnya keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan pasien, lemahnya peran Pengawas Menelan Obat (PMO), serta belum optimalnya edukasi dan monitoring pasien TB. Kegiatan ini ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB, memperkuat peran PMO, dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Tahun 2025. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan tentang pencegahan dan pengobatan TB, pelatihan PMO terkait pemantauan kepatuhan minum obat, penyuluhan kepada keluarga pasien, serta monitoring pengobatan secara berkala. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2025 dengan melibatkan pasien TB, keluarga pasien, kader kesehatan, dan petugas puskesmas. Media yang digunakan berupa leaflet, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penularan, pencegahan, dan pengobatan TB. Peran PMO menjadi lebih optimal dalam mengingatkan pasien untuk rutin minum obat dan kontrol ke fasilitas kesehatan. Monitoring berkala juga membantu petugas kesehatan mendeteksi hambatan pengobatan lebih dini sehingga kepatuhan pasien meningkat. Kegiatan ini ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, memperkuat peran PMO, dan mendukung keberhasilan pengobatan TB sehingga diharapkan dapat menurunkan risiko penularan TB di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru.
Evaluasi Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Poli Saraf RS Bhayangkara Pekanbaru Nadia Miftahul Jannah; Oktavia Dewi; Novita Rany; Herniwanti Herniwanti; Hastuti Marlina
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zeaqs751

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara pelayanan yang diterima dengan harapan pasien. Tingkat kepuasan pasien yang baik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit serta mendukung keberlangsungan mutu pelayanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi mutu pelayanan dengan kepuasan pasien BPJS di Poli Saraf RS Bhayangkara Pekanbaru. Kegiatan ini menggunakan metode kuantitatif responden dipilih sesuai dengan kriteria kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan dimensi empati tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien adalah jaminan, Selain itu, hasil gap analysis menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan harapan pasien berada dalam kategori baik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan, terutama pada aspek jaminan pelayanan dan kondisi fisik rumah sakit, sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan. Rumah sakit diharapkan terus meningkatkan kualitas fasilitas, kenyamanan lingkungan, kebersihan, serta profesionalisme tenaga kesehatan guna menciptakan pelayanan yang optimal dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Penguatan Retensi Tenaga Kefarmasian Melalui Peningkatan Kepuasan Kerja dan Pengelolaan Stres Kerja di Provinsi Riau Nurul Anisha Hakim; Emy Leonita; Agus Alamsyah; Jasrida Yunita; Hetty Ismainar; Adrian Mulya
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cb9ep540

Abstract

Tingginya turnover intention pada tenaga kefarmasian dapat berdampak terhadap penurunan mutu pelayanan kesehatan, terganggunya kontinuitas pelayanan, serta ketidakstabilan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena tingginya keinginan berpindah kerja dapat memengaruhi efektivitas pelayanan dan kinerja organisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan retensi tenaga kefarmasian melalui penguatan kepuasan kerja, pengelolaan stres kerja, dan peningkatan motivasi kerja tenaga kefarmasian di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui edukasi manajemen stres kerja, penyuluhan mengenai pentingnya kepuasan kerja dan loyalitas organisasi, diskusi kelompok terkait permasalahan di lingkungan kerja, serta pemberian motivasi tentang pengembangan karir dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat. Sasaran kegiatan adalah tenaga kefarmasian yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Riau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa turnover intention pada tenaga kefarmasian dipengaruhi oleh ketidakpuasan kerja, stres kerja, usia muda, dan status pekerjaan, dengan kepuasan kerja menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi keinginan berpindah kerja. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pengelolaan stres, peningkatan motivasi kerja, pentingnya dukungan organisasi, serta pengembangan karir sebagai upaya meningkatkan retensi tenaga kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu institusi kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, penguatan komunikasi organisasi, dan pemberian penghargaan yang sesuai sehingga turnover intention tenaga kefarmasian dapat menurun.
Peningkatan Kepuasan Pengguna SIMRS iCARES Melalui Pendampingan dan Evaluasi System di RS Amalia Medika Nadya Hasnafi Inra; Hetty Ismainar; Budi Hartono; Emy Leonita; Kamali Zaman; Awaliyah Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/52dt6e38

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, dan ketepatan dokumentasi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan SIMRS, memberikan pendampingan kepada pengguna, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas, serta menyusun rekomendasi perbaikan sistem untuk mendukung optimalisasi pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi penggunaan SIMRS pada unit pelayanan, pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan dan petugas administrasi, diskusi kelompok, identifikasi kendala penggunaan sistem, serta evaluasi terhadap beberapa modul pelayanan. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pengguna dalam mengoperasikan SIMRS serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem sesuai kondisi pelayanan di rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIMRS dinilai membantu mempercepat proses pelayanan, mempermudah pencatatan data pasien, serta mendukung efektivitas pekerjaan petugas. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti gangguan jaringan pada jam pelayanan sibuk, tampilan modul yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan pengguna, kesulitan pencarian rekam medis bayi, pencatatan nilai kritis, input hasil USG, serta proses rekonsiliasi obat yang belum optimal. Melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan ini, pengguna memperoleh penguatan dalam pemanfaatan SIMRS dan rumah sakit memperoleh rekomendasi perbaikan sistem, terutama peningkatan stabilitas jaringan, evaluasi modul secara berkala, serta pengembangan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Penguatan Edukasi Kesehatan Reproduksi dan pencegahan Seks Pranikah pada Calon Pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Sei LalaKabupaten Indragiri Hulu Nuromaito Siregar; Emy Leonita; Oktavia Dewi; Hetty Ismainar; Ahmad Hanafi; Predy Predy
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/det72d60

Abstract

Seks pranikah merupakan aktivitas seksual yang dilakukan oleh individu sebelum menikah dan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi remaja serta calon pengantin. Berdasarkan survei awal pada pasangan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Lala tahun 2024, masih ditemukan perilaku seks pranikah yang dipengaruhi oleh kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, serta minimnya komunikasi dalam keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon pengantin mengenai pencegahan perilaku seks pranikah melalui edukasi kesehatan reproduksi, penguatan komunikasi keluarga, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu dengan melibatkan calon pengantin, petugas Kesehatan Reproduksi, petugas Promosi Kesehatan, KUA Kecamatan Sei Lala, teman sebaya, dan orang tua. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi, community engagement, pendampingan calon pengantin, serta kerja sama antara Puskesmas dan KUA dalam penyampaian informasi kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaksanaan edukasi dan perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai dampak seks pranikah, namun akses informasi kesehatan reproduksi masih terbatas. Teman sebaya dan media sosial masih menjadi faktor yang memengaruhi perilaku seks pranikah, sementara komunikasi orang tua dengan anak terkait kesehatan reproduksi masih rendah karena dianggap tabu. Kolaborasi antara Puskesmas dan KUA melalui edukasi calon pengantin serta program KUA Goes to School dinilai dapat meningkatkan pemahaman dan pencegahan perilaku seks pranikah. Community engagement juga menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat.
Edukasi Pencegahan Anemia Melalui Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru Ayuliana Angraini; Syafrani Syafrani; Budi Hartono; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Harvandy Anwar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6v4d5d52

Abstract

Pemberian TTD pada remaja putri dilakukan melalui UKS/M di institusi Pendidikan guna mengatasi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri. Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2023 menunjukkan jumlah anemia remaja putri terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sail dengan jumlah 534 siswi. Salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sail adalah SMAN 9 Pekanbaru. Tujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2025. Variabel kegiatan meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan pihak sekolah (stakeholder), dan kesehatan. Metode menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang TTD telah tersebar luas, pemahaman yang mendalam dan kesadaran menjadi kunci konsumsi rutin. Sikap positif terhadap manfaat TTD, dukungan moral dari orang tua terutama ibu, serta peran aktif guru UKS dan edukasi yang konsisten di sekolah turut membentuk kepatuhan dan kebiasaan konsumsi. Selain itu, kesadaran terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan Hb juga menjadi faktor pendorong dalam menjaga konsumsi TTD secara teratur. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan siswi agar implemetasi program konsumsi TTD dapat berjalan dengan baik. Sekolah memberi edukasi, keluarga mendukung, dan siswi menjaga kesadaran diri terhadap pentingnya konsumsi TTD.
Optimalisasi Implementasi Layanan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Umban Sari Kota Pekanbaru Hadian Ariayani; Jasrida Jasrida; Mitra Mitra; Novita Rany; Reno Renaldi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x9qsmf90

Abstract

Puskesmas Umban Sari merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru yang melaksanakan layanan vaksinasi Covid-19. Dalam layanan vaksinasi Covid- 19 telah melaksanakan sesuai aturan yang ada dengan menerapkan alur layanan 2 meja. Pada pelaksanaan layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi layanan vaksinasi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang mengimplementasian layanan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Umban Sari Kota Pekanbaru Tahun 2022. Hasil kegiatan dari implementasi layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala antara lain belum tercukupinya tenaga kesehatan pada pelaksanaan vaksinasi, belum adanya anggaran khusus yang berasal dari anggaran Puskesmas, sarana dan prasarana puskesmas yang belum mencukupi dan memadai. Penerapan alur vaksin sudah sesuai dengan peraturan yang ada serta pemberian informasi tentang Covid-19 yang baik kepada masyarakat dan adanya inovasi-inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan layanan vaksinasi secara maksimal. Dalam mengatasi kendala yang ada Puskesmas perlu melakukan perbaikan dari segi ketenagaan dengan membuat rencana kebutuhan tenaga yang belum mencukupi, memasukkan anggaran khusus pada anggaran Puskesmas jika terjadi bencana, penyusunan SK Tim yang sesuai dengan keperluan yang ada, mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan renovasi Puskesmas atau memindahkan Puskesmas.
Optimalisasi Perencanaan Strategis Rumah Sakit Thursina Duri Menggunakan Metode Pest Analysis Devi Aswandi; Jasrida Yunita; Zainal Abidin; Syafrani Syafrani; Hetty Ismainar; Jeanny Susana Magretta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/276y3q38

Abstract

Rumah sakit memerlukan perencanaan strategis yang tepat untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal yang semakin dinamis. Rumah Sakit Thursina Duri sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan perlu menyusun strategi yang mampu mendukung pencapaian visi, misi, serta tujuan organisasi secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah analisis PEST yang meliputi faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan manajemen rumah sakit dalam mengimplementasikan perencanaan strategis berbasis analisis PEST guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pendekatan deskriptif kualitatif melalui pendampingan, diskusi, observasi, dan identifikasi faktor lingkungan eksternal rumah sakit. Fokus kegiatan diarahkan pada analisis kondisi politik terkait regulasi kesehatan, faktor ekonomi yang mempengaruhi operasional rumah sakit, kondisi sosial masyarakat sekitar, serta perkembangan teknologi kesehatan dan sistem informasi rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Rumah Sakit Thursina Duri telah memperhatikan berbagai faktor eksternal dalam penyusunan strategi organisasi. Implementasi analisis PEST membantu rumah sakit dalam menentukan langkah strategis yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan eksternal, sehingga dapat mendukung pengembangan organisasi, peningkatan mutu pelayanan, serta daya saing rumah sakit di masa mendatang.
Peningkatan Kesiapsiagaan Evakuasi Darurat pada Gedung Laboratorium Medis dan Klinik Utama Pramita dengan Satu Jalur Keluar Melynda Elka Putri; Lita Lita; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zgqykv02

Abstract

Mitigasi risiko kebakaran pada bangunan bertingkat dengan akses evakuasi terbatas menjadi perhatian penting dalam penerapan K3, terutama pada Laboratorium Medis dan Klinik Utama Pramita Pekanbaru yang beroperasi di gedung ruko tiga lantai dengan satu-satunya pintu keluar tanpa pintu darurat. Kegiatan residensi ini bertujuan mengidentifikasi risiko keselamatan, menganalisis dampak ketiadaan pintu darurat, serta menyusun strategi mitigasi dan evakuasi yang aman dan sesuai kondisi bangunan. Desain studi deskriptif kualitatif berbasis analisis risiko, penelitian dilaksanakan pada 11–28 November 2024 melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, melibatkan Koordinator Laboratorium sebagai informan kunci serta staf laboratorium sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan Fishbone Analysis untuk menelusuri akar masalah dan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil menunjukkan bahwa gedung memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi akibat keterbatasan jalur evakuasi, minimnya fasilitas K3, tidak tersedianya SOP evakuasi, serta rendahnya pemahaman staf terhadap prosedur darurat. Kondisi tersebut diperparah oleh belum adanya tim K3, keterbatasan anggaran, dan ruang sirkulasi yang sempit. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan dapat dicapai melalui pembentukan tim K3 cabang, penyusunan SOP evakuasi, pengadaan sarana proteksi kebakaran, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi evakuasi secara berkala.  
Penguatan Konten Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Engagement Masyarakat di RSUD Arifin Achmad Rika Helty; Lita Lita; Dewi Hayati Prabu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a78ttn95

Abstract

RSUD Arifin Achmad memiliki akun Facebook, Instagram, Tiktok dan website dengan jumlah pengikut per oktober 2025 pada facebook 7500 orang, intagram 6022 orang, tiktok 2582 orang yang mana jumlah postingan sudah banyak namun engagement audiens belum maksimal di akun media sosial tersebut. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik konten promosi kesehatan, mengukur tingkat engagement publik, menganalisis faktor penentu keberhasilan interaksi digital, serta merumuskan strategi pengembangan konten yang relevan. Desain kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan kerangka Problem Solving Cycle. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap staf Humas/PKRS dan kontributor medis, observasi aktivitas digital pada platform Instagram, Facebook, dan TikTok, serta analisis dokumen internal seperti SOP, laporan media sosial, dan kalender konten. Validitas data diperkuat melalui triangulasi, member checking, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa engagement publik masih fluktuatif akibat keterbatasan SDM pengelola, belum adanya SOP baku, kualitas visual yang tidak konsisten, minimnya segmentasi audiens, kurang optimalnya pemanfaatan format konten viral, serta evaluasi kinerja digital yang belum sistematis. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya penguatan kapasitas SDM, standarisasi alur kerja, peningkatan kualitas konten visual, penggunaan strategi komunikasi berbasis teori, serta analitik digital untuk optimalisasi kinerja engagement. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi branding digital rumah sakit yang lebih efektif dan berkelanjutan.