cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 565 Documents
Inovasi Edukasi Digital: Penggunaan E-Booklet untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Defisiensi Besi di SMA Swasta Primbana Medan Dita Anggriani Lubis; Yusmalia Hidayati; Wiwik Elsada Nainggolan; Ria Fazelita Br Gultom; Retno Wulan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/njf3h920

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya pada remaja putri. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 32% remaja putri mengalami anemia, yang dapat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, dan produktivitas. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya asupan zat besi dari makanan sehari-hari dan rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pencegahan anemia defisiensi besi kepada siswi SMA Swasta Primbana Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya asupan zat besi dan pencegahan anemia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pembagian leaflet informatif mengenai anemia dan pentingnya konsumsi TTD. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta
Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Agama Untuk Penguatan Psikososial Remaja: Studi Pretes-Posttest Siswa SMK 1 Muhammadiyah Banda Aceh Sutri Helfianti; Mudhafar Anzari; Zulfan Zulfan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hytm8257

Abstract

Tahun 2023 Pemerintah Indonesia telah resmi mengesahkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur berbagai aspek hukum dalam rangka mewujudkan ketertiban hukum dan penghormatan hak asasi manusia. Salah satu aspek yang diatur yaitu tindak pidana terhadap agama yang memuat perbuatan menghasut, menimbulkan permusuhan didasari pada agama yang dilakukan baik secara langsung maupun dengan menggunakan media digitalisasi, termasuk membubarkan acara keagamaan, serta menghina individu atas nama agama. Perilaku intoleransi, sangat memungkinkan terjadi ditengah maraknya kasus bullying di sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di SMK 1 Muhammadiyah Banda Aceh yaitu untuk meningkatkan kesadaran hukum siswa atas perilaku tindak pidana agama yang merusak hubungan kerukunan umat beragama. Metode yang digunakan berupa penyuluhan hukum yaitu menginformasikan kepada siswa terkait perbuatan melawan hukum yang diketegorikan menyalahi atau bertentangan dengan aturan-aturan hukum yang berlaku. Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan kepada 70 siswa SMK 1 Muhammadiyah Banda Aceh, diperoleh gambaran peningatakan wawasan hukum dari sebelumnya sebanyak 50% siswa dengan nilai terendah, setelah dilaksanakan penyuluhan hukum diperoleh sebanyak 78,6 % siswa dengan nilai tertinggi dan 14,3% siswa dengan nilai sedang. Maka, diharapkan adanya kegiatan yang berkelanjutan untuk memberikan informasi hukum dalam meningkatkan kesadaran hukum di kalangan siswa dalam kondisi maraknya tindakan bullying di sekolah.
Co-design Deep Assessment sebagai Inovasi Kolaboratif untuk Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia Kartini, Ari; Kulsum, Umi; Sahidin, Didin; Nurul Hidayati, Selvi; Utami, Malika Nur
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k77pcb80

Abstract

Kesulitan dalam merancang dan mengimplementasikan penilaian mendalam yang autentik dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21 masih dialami oleh sebagian besar guru Bahasa Indonesia SMA. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia SMA dalam mengimplementasikan penilaian mendalam melalui model co-design yang menekankan inovasi kolaboratif antara dosen dan guru. Kegiatan melibatkan 80 guru anggota MGMP Bahasa Indonesia di Kabupaten Garut. Metode yang digunakan berupa lokakarya dan pendampingan, mencakup penguatan konsep, pengembangan instrumen, simulasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru merancang instrumen penilaian autentik seperti rubrik analitis, portofolio, dan proyek, yang dibuktikan dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. Guru juga menyatakan kepuasan tinggi terhadap pelatihan serta melaporkan pengalaman positif dalam perancangan kolaboratif. Inovasi ini membuktikan bahwa co-design penilaian mendalam dapat menjadi model berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi guru serta menumbuhkan kemandirian dan berpikir kritis siswa.
Implementasi Sistem  Evaluasi Kinerja Dosen untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sholihah Ayu Wulandari; Trismayanti Dwi Puspitasari; Aji Seto Arifianto; Nugroho Setyo Wibowo; Rifqi Aji Widarso
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vs965s30

Abstract

Lecturer performance evaluation is a crucial aspect in improving the quality of learning in higher education. However, current evaluation processes are often conducted generally and fail to accurately represent the performance of individual lecturers. To address this issue, a web-based lecturer performance evaluation system was developed at the Department of Information Technology, State Polytechnic of Jember. This system allows students to directly evaluate lecturers through a Likert-scale questionnaire covering three main aspects: pre-learning, learning implementation, and post-learning activities. The method used in this program includes system design, implementation, and trials involving both lecturers and students. The results show that the system facilitates a more transparent, efficient, and real-time evaluation process, generating accurate performance reports that support accreditation and internal quality assurance. Moreover, the system encourages two-way feedback between students and lecturers as a foundation for continuous improvement in the teaching process. Therefore, the implementation of this JTI Innovation is a strategic step toward building a culture of quality and transparency within higher education institutions.
PKM Edukasi Imunisasi Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kunjungan Ibu ke Posyandu Rini Febrianti; Syarifah Alma; Defacto Firmawati Zega; Yanti Yanti; Nurbaiti Br Singarimbun; Riska Amelia Putri; Elseria Saragih; Mekar Zenni Radhia
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5d9ztf92

Abstract

Imunisasi merupakan intervensi kesehatan yang efektif untuk mencegah penularan penyakit serta menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita. Di Indonesia, masih terdapat 1.879.820 anak usia 0–11 bulan yang belum menerima imunisasi lengkap. Keberhasilan program imunisasi sangat dipengaruhi peran orang tua, terutama ibu sebagai pengasuh utama. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keikutsertaan ibu dalam membawa bayi dan balita ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Kegiatan dilaksanakan pada 17 November 2025 di Posyandu Integritas Layanan Primer (ILP) Melati, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, dengan partisipasi 25 ibu bayi dan balita. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan praktik penatalaksanaan pasca imunisasi, dengan pendekatan partisipatif agar ibu aktif mengikuti kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang imunisasi serta kesiapan mereka untuk membawa bayi dan balita ke Posyandu sesuai jadwal imunisasi. Saran agar dapat dilakukan kegiatan serupa dilakukan secara berkala untuk memperkuat peran ibu sebagai pengasuh utama dan meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.
Edukasi Kesehatan Dalam Mengubah Persepsi Remaja TentangThalassemia Sebagai Penyakit Genetik Theophylia Melisa Manumara; Andini Aulia Khaerunisa; Zaharani Akbar Ash. Shoffi; Zulfa Noviana; Jividhah Sri Wulan Gea; Susiselia Susiselia; Aliqa Anzani Yusmita; Fathur Halimansyah; Sahla Afifah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ezxcrq74

Abstract

Thalassemia beta mayor adalah penyakit kronis yang menjadi permasalahan kesehatan pada anak dan prevalensi nya semakin meningkat setiap tahunnya dikarenakan semakin meningkatnya gen pembawa thalassemia di seluruh dunia (WHO, 2021) . Thalassemia juga penyakit yang terjadi akibat gangguan sintesis hemoglobin dan tidak dialami oleh anak pada umumnya. Kegiatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dilakukan di SMK Madani bandung bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang penyakit thalassemia beta mayor. Khususnya pentingnya pencegahan penyakit tersebut upaya pencegahan yang tepat meliputi edukasi remaja menegenai risiko gen pembawa thalassemia, serta skrining dini untuk mengidentifikasi pembawa gen agar dapat menghindari transmisi penyakit kegenerasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu metode edukatif. Hasil thalassemia beta mayor pada anak terutama dipengaruhi faktor genetik dan kurangnya deteksi dini. Saran dukungan sosial orang tua berperan penting dalam membantu anak beradaptasi. Oleh karena itu, edukasi dan skirining menjadi Langkah penting dalam pencegahan dan penanganan thalassemia.
Edukasi Kesehatan tentang Dengue Hemorrhagic Fever sebagai Upaya Pencegahan DBD pada Remaja SMK PGRI 1 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Gandung Galih Asmoro; Chania Marsela Mandani Putri; Euis Nur Asy-syifa Najiah; Vika Rahmanisah; Bunga Elia; Rita Juwita
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8nnrqb11

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health concern in Indonesia, including in Cimahi City, where cases increased notably in early 2024. Transmission of the dengue virus through Aedes aegypti mosquitoes commonly affects adolescents who spend considerable time in school environments. Health education serves as a key strategy to enhance students’ knowledge and awareness regarding DHF prevention. This community service activity aimed to provide comprehensive education to students of SMK PGRI 1 Cimahi about the causes, symptoms, transmission, and prevention of DHF through the 3M Plus strategy. The method used in this service activity is an interactive method to measure knowledge improvement. The results indicated a significant increase in students’ understanding of vector characteristics, early warning signs of DHF, and preventive actions applicable at school and home. School-based health education proved effective in shaping positive health behaviors among adolescents and supporting efforts to reduce DHF incidence within the community. The outcomes of this activity include the preparation of a scientific publication and intellectual property registration.    
Pendidikan Kesehatan tentang DIC terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Handayani 1 Pameungpeuk Theophylia Melisa Manumara; Zahra Laila Junistiani; Syipa Ananta Zahra; Sindi Sri Ajeng; Nela Nuraeni; Muhammad Arif Rahman; Lania Langsa Firmansah; Gina Aprilianti; Omat Nurohmat
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0mrg633

Abstract

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) merupakan aktivasi sistemik koagulasi yang disertai kerusakan endotel vaskular. Aktivasi koagulasi sistemik ini berawal di tingkat mikrovaskular, berkembang, dan kemudian berdampak luas pada pembuluh darah kecil hingga sedang. Kondisi ini merupakan gangguan koagulasi dan fibrinolisis yang dinamis, dapat berkembang dari fase terkompensasi menjadi dekompensasi, dan sering disalahartikan sebagai sekadar gangguan hemostasis. Walaupun DIC tergolong kompleks dan jarang terjadi, pengetahuan mengenai kondisi ini tetap penting bagi remaja, terutama karena gigitan ular dapat memicu terjadinya DIC. Tujuan dari pelaksanaan Pendidikan kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan siswa mengenai DIC serta kemampuan mengenali tanda bahaya pada diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode edukatif melalui pemberian materi mengenai DIC dan pertolongan pertama pada gigitan ular. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, yang ditunjukkan melalui nilai post-test yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan kesehatan ini mengenai DIC efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko gigitan ular dan kemungkinan komplikasinya.
Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Leukimia pada Pelajar di SMAN 5 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Andhika Rafi Ramadhan; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Nadziah Mar'atush Sholihah; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/q8dkeg10

Abstract

The topic of leukemia was raised in this health education activity because this disease is a serious blood cancer that has a major impact on society. Education on prevention and understanding of the disease is considered important. Leukemia is described as a disorder caused by the proliferation of immature white blood cells that arise due to genetic abnormalities in hematopoietic cells, and is influenced by exposure to radiation, chemicals, viral infections, immune disorders, and genetic factors. Based on WHO Globocan 2025 data, there were 487,294 new cases and 305,405 deaths worldwide, with a prevalence of 17.42 per 100,000 population. In Indonesia, this disease ranks 10th as the cancer with the highest incidence and mortality rates, while Lampung Province recorded 214 inpatient cases in 2015. This information shows the need for increased public education. In implementing this health education program, a post-test design was used to assess changes in understanding after the material was presented. The presentation was delivered through a presentation, and participants' knowledge was then measured using a quiz. Students in class XII-8 at SMAN 5 Cimahi were designated as the target group. The evaluation results showed that there was an increase in understanding after the presentation and quiz methods were applied. The low level of student participation was one of the limitations of the activity. Overall, these results show that interactive educational approaches can support improvements in health literacy.  
Cegah Anemia dengan Gaya Hidup dan Gizi Seimbang Theophylia Melisa Manumara; Ahmad Adhi Karya; Agustina Hermawati; Dewi Maharani; Irwan Anugrah Gulo; Isma Amalia Istiqomah; Lutfiana Nur Azizah; Siti Ai Aryati; Silvana Zahra Ramadani; Tri Murti Ningrum
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vc0e5v28

Abstract

Anemia is a health problem commonly experienced by adolescents, especially adolescent girls, due to an unbalanced diet, lack of iron intake, and minimal knowledge about nutrition and health. This condition has an impact on decreased concentration in learning, fitness, productivity, and increases the risk of infection. National data shows that the prevalence of anemia among adolescents reaches 32%, while in West Java it reaches 41.93%. Low coverage of iron tablets (TTD) consumption and lack of education cause anemia to remain a significant problem. Health education activities were conducted at SMA Negeri 5 Cimahi, involving 40 students, with the aim of increasing knowledge about anemia, its causes, effects, and prevention through a healthy lifestyle and balanced nutrition. The methods used included delivering material through presentations, distributing leaflets, discussions, ice breaking, and quizzes to reinforce understanding. The results of the activity showed that most students did not understand anemia before the education session, but after the education, there was an increase in knowledge as seen from the students' ability to answer questions and participate actively. This education session was effective in increasing students' awareness to apply a nutritious diet, get enough rest, exercise regularly, and comply with TTD consumption. Continuous education efforts in schools are important to prevent anemia in adolescents.