cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 565 Documents
Peningkatan Kepuasan Pasien Bpjs Rawat Jalan Claster 2 KIA Melalui Penguatan Mutu Pelayanan Di Puskesmas Bunut Isra Filyani; Toni Toni; Kiswanto Kiswanto
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4sc01127

Abstract

Community Health Centers (Puskesmas) play an important role as primary healthcare facilities in providing services for National Health Insurance (JKN) participants, particularly outpatient services in the Maternal and Child Health (MCH) cluster. Service quality is a key factor influencing patient satisfaction among BPJS Health participants. This residency activity aimed to analyze the effect of service quality on patient satisfaction among BPJS outpatient clients in Cluster 2 MCH at Bunut Health Center. A qualitative case study approach was employed through observation, in-depth interviews, focus group discussions, and document review. Informants consisted of BPJS patients, the head of the health center, and healthcare workers. The results indicated that MCH service quality had not been optimal, particularly in terms of limited human resources, inefficient service flow, and inadequate supporting facilities. External factors such as community knowledge and economic conditions also influenced patient satisfaction. Therefore, continuous efforts to improve service quality, strengthen human resources, and optimize service systems are necessary to enhance patient satisfaction among BPJS outpatients in the MCH cluster.
Implementasi Teori Caring Jean Watson Dalam Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur Humerus M.Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Nadia Pebriyanti; Ainna Dinda Fitriani; Fauziah Noeroel Iman; Khansa Alifia Putri Wiharsa; Alfiani Wadilla Rahma; Salwa Ramadhani; Nabillah Maya Salsa Bila; Dewi Cwintadira Nur Fatma; Suci Prissilia Juniar; Nanda Putri Stevani; May Lisa Mutiara Hikmah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/skzh5q23

Abstract

Satuan pendidikan saat ini dihadapkan dengan segudang tantangan seperti kekerasan, perilaku bullying, judi online, dan narkoba di kalangan para pelajar. Guna menghadapi tantangan tersebut diperlukan inovasi program penguatan karakter dengan optimasi konten digital yang diintegrasikan dengan living values education. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lab School UNESA dalam mengoptimasi konten digital berbasis living values education. Metode kegiatan berupa lokakarya interaktif serta praktik pengoptimalan platform digital untuk membuat konten edukasi. Pelatihan berlangsung selama satu hari penuh, mencakup sesi pemaparan materi, simulasi pembelajaran, serta refleksi kelompok. Evaluasi pasca-pelatihan dilakukan melalui kuesioner dan observasi lapangan. Pelatihan ini memberikan dampak signifikan pada peningkatan keterampilan guru. Sebelum pelatihan, 72% guru mengungkapkan masih jarang menggunakan konten digital dalam proses pembelajaran, dan 92% guru mengalami kesulitan teknis saat membuat konten digital secara mandiri dalam menghubungkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai karakter. Setelah pelatihan, 98% peserta mengungkapkan rasa percaya diri membuat konten digital secara mandiri untuk kebutuhan pembelajaran. Pelatihan optimasi konten digital edukatif ini memberikan dampak positif terhadap kompetensi guru SMK Lab School UNESA dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik, kreatif dan inovatif. Program pelatihan ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan pengembangan profesionalisme guru di sekolah.
Implementasi Teori Human Caring Jean Watson Dalam Asuhan Keperawatan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan pada Pasien HIV/AIDS Muhamad Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Nafilah Aenil Mardiyah; Fitry Febriyana; Dilla Apriliya; Kintan Elite; Siti Nur Azijah; Najwa Humairo; Siti Ayla Azzura; Silvi Febriyanti; Alda Alda; Regina Melliani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e1n0gg05

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah Kesehatan global yang memerlukan perhatian serius, termasuk di Indonesia yang harus mencatat peningkatan kasus setiap tahun. Pasien HIV/AIDS tidak hanya mengalami penurunan system imun, tetapi juga menghadapi tekanan psikologis dan stigma sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Teori Human Caring Jean Watson dalam asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan Adalah telaah literatur terhadap jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2021-2025. Pemcarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci Human Caring, Jean Watson. Hubungan terapeutik, dan HIV/AIDS. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan Teori Human dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani terapi antiretroviral, serta menurunkan Tingkat kecemasan dan dampal stigma sosial. Pendekatan ini membantu perawat memandang pasien sebagai individu yang utuh secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Disarankan agar perawat mengintegrasi prinsip Human Caring dalam asuhan keperawatan yang humanistic dan berpusat pada pasien.
Luruskan Punggungmu Luruskan Masa Depanmu Cegah Skoliosis Sejak Dini di SMA Negeri 3 Cimahi Muhammad Deri Ramadhan; Sri Ulina; Vina Helviana; Silvia Agustina; Nadzira Alfi Wahyuni; Lintang Zahra Febrianti; Tiara Juliani; Dwi Lastin Nafisah; Agnes Marthen; Syndi Sofia Ristiana
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cyts5578

Abstract

This community health education activity was carried out to increase students’ knowledge and awareness regarding early detection and prevention of scoliosis, a spinal deformity commonly found in adolescents. The program targeted 34 students of SMA Negeri 3 Cimahi and aimed to provide accurate information about signs, risk factors, and preventive behaviors related to scoliosis. The method included preliminary assessment, coordination with school partners, health education through lectures, discussions, demonstrations of Adam’s Forward Bend Test, and distribution of educational leaflets. Evaluation was conducted through pre-test and post-test. The results showed a significant improvement, with 95% of students demonstrating better understanding of scoliosis symptoms and 90% being able to identify early detection steps. Students also displayed increased awareness of maintaining proper posture and reducing daily risk factors such as carrying heavy bags on one side. Overall, this activity effectively enhanced students’ knowledge and encouraged positive preventive behavior, supporting early scoliosis detection efforts in the school environment.  
Pendampingan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak dengan Riwayat Bronkopneumonia dan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Tangerang Dodo Nugroho; Ernawati Ernawati; Stephanie Amadea; Marisca Clarissa Virgie; Meta Angelia Buntardi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9k948t63

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang dialami anak berusia di bawah lima tahun. Stunting dapat dikategorikan apabila tinggi badan anak lebih rendah dari minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Kekurangan gizi kronis serta infeksi yang terjadi secara berulang, terutama pada masa pertumbuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat berpotensi menyebabkan stunting. Studi kasus dilakukan pada anak perempuan berusia 4 tahun 3 bulan dengan pola asuh dan asupan nutrisi yang kurang baik. Satu bulan sebelumnya pasien terdiagnosis bronkopneumonia dan anemia dengan hemoglobin 10.5 g/dL dan rontgen thorax menunjukkan gambaran bronkopneumonia. Pasien didiagnosis banding dengan TB paru, namun hasil test mantouxnya negatif. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan pasien stunting dengan berat badan 9,9 kg dan panjang badan 89 cm. Pendekatan kedokteran keluarga yang holistik menggunakan Mandala of Health mampu mengidentifikasi penyebab masalah stunting pada pasien ini. Penyebab yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan orangtua terkait pola asuh sehingga asupan nutrisi yang diberikan tidak sesuai baik secara jumlah maupun jenisnya, kurangnya kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal, serta buruknya sirkulasi udara dalam rumah. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan pola makan sehat dengan menu yang bervariasi, terapi PMT susu, suplementasi vitamin, sirup zat besi, kebersihan diri, perbaikan lingkungan tempat tinggal, serta edukasi terkait pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Setelah intervensi, keluarga pasien memahami pola asuh yang baik dengan memberikan asupan nutrisi sesuai anjuran sehingga terjadi kenaikan berat badan pada pasien.
Akselerasi Penurunan Stunting Melalui Observasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Oper Emak) di RA Al Ikhlas Bambu Kuning Kabupaten Rokan Hilir Warlenda, Sherly Vermita; Marlina, Hastuti; Gumayesty, Yeyen
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f9n2tx96

Abstract

Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena pendidikan dan pengetahuan keluarga mengenai praktik pemberian makan untuk bayi dan balita masih rendah. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan komprehensif dari berbagai pihak dalam melakukan penanganan stunting salah satunya intervensi gizi sensitif melalui praktik baik dalam pengukuran status gizi anak balita salah satunya oleh guru PAUD. Tujuan memberikan informasi kepada Guru PAUD melalui pelatihan dan edukasi tentang observasi penilaian dan perkembangan anak sehingga guru PAUD tahu, mau dan mampu secara mandiri menilai perkembangan anak sesuai usia. Metode Pengabdian melakukan Pendampingan Guru dan edukasi kesehatan kepada wali murid. Hasil Pengabdian didapatkan bahwa ada kenaikan skor yang mencapai 93 (pengetahuan) dan 94 (keterampilan) pada Guru, serta peningkatan substansial pada Wali Murid. Hal ini menunjukkan program ini berhasil menciptakan agen perubahan yang kompeten untuk menyebarkan informasi dan praktik pola asuh yang benar. Kegiatan PKM ini penting dilakukan karena tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis (Pengetahuan) tetapi juga meningkatkan kemampuan praktis (Keterampilan) dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, upaya pencegahan stunting dan mengoptimalkan penggunaan media digital website Oper Emak. Saran Pada guru PAUD diharapkan melakukan pemantauan dini tumbuh kembang anak secara berkala, meningkatkan pemantauan terhadap menu makan anak dan melakukan koordinasi ke Puskesmas setempat bila terdapat anak yang dicurigai stunting.
Penguatan Eduwisata Hidroponik Barokah dan Inovasi Produk Sayur Amraini Amelia; Chindiana Khutami; Adria Wuri Lastari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5dvs2s42

Abstract

This community service program was conducted at the Barokah Hydroponic Group in Kenali Asam Atas Subdistrict, Jambi City, which operates an active hydroponic system but has not yet optimally utilized it as educational tourism or a source of value-added product development. The main challenges faced by the partner included the absence of durable processed vegetable products and the lack of standardized educational tourism management. This program aimed to strengthen hydroponic educational tourism and develop innovative vegetable-based processed products in the form of vegetable powder (simplisia) to enhance community capacity and economic potential. The implementation methods included preparation, socialization, training, application of simple technology, mentoring, and evaluation. Activities focused on producing vegetable powder from Brazilian spinach and common spinach, developing Standard Operating Procedures (SOP) for educational tourism, and providing initial mentoring for educational tourism implementation. The results indicated an improvement in partners’ knowledge and skills, as reflected by an increase in average pre-test scores from 60% to 82% in the post-test. In addition, the partners successfully produced value-added products and established structured guidelines for managing educational tourism activities. This program is important as a sustainable model for strengthening hydroponic-based educational tourism and local product innovation
Pendampingan Penerapan SOP Pengambilan Sampel Air Minum di UPT Laboratorium Kesehatan Riau Desi Susanti; M Kamali Zaman; Sangap Daniel T; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z59brg38

Abstract

Drinking water sampling is a critical stage in water quality testing, as it determines the reliability of laboratory results and serves as a basis for public health decision-making. This residency activity aimed to analyze the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for drinking water sampling at the Environmental and Health Laboratory Unit of the Riau Provincial Health Office. The study employed a qualitative case study approach through observations, in-depth interviews, and document review. Problem prioritization was conducted using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, while root cause analysis was performed using a fishbone diagram. The findings revealed that SOP implementation by sample submitters had not fully complied with established standards, particularly regarding the use of sterile containers, sampling techniques, labeling, and sample storage and transportation. These deficiencies may compromise sample integrity and result in laboratory data that do not accurately represent actual water quality conditions. Therefore, continuous education, improved SOP dissemination, and the development of simple and practical sampling guidelines are recommended to enhance compliance and ensure the reliability of drinking water quality testing results.
Donor Keluarga Terintegrasi: Strategi Ketahanan Stok Darah di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Fatia Rizki Nuraini; Nina Difla Muflikhah; Rizky Nur Aprilianti Amalia; Rio Candra Pratama
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hkmvgn09

Abstract

Ketersediaan darah di Indonesia masih menjadi tantangan, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan penanganan kasus kegawatdaruratan akibat terbatasnya stok darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan stok darah di tingkat puskesmas melalui Program Donor Keluarga Terintegrasi berbasis komunitas di wilayah kerja Puskesmas Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan literasi donor darah, serta pemetaan dan pendataan pendonor potensial berbasis keluarga melalui pemeriksaan golongan darah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam sistem donor keluarga, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest dari 53,5 menjadi 89,9 pada posttest. Selain itu, pemeriksaan golongan darah terhadap peserta yang belum mengetahui golongan darahnya berhasil membentuk basis data awal calon pendonor, dengan distribusi golongan darah terbanyak adalah O (40%) dan seluruhnya memiliki rhesus positif. Respon masyarakat, perangkat desa, dan kader kesehatan menunjukkan dukungan positif terhadap keberlanjutan program. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan program puskesmas efektif dalam meningkatkan literasi, partisipasi, dan kesiapsiagaan donor darah, serta berpotensi memperkuat kemandirian sistem stok darah di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Optimalisasi Caring Perawat dengan Teori Jean Watson pada Pelayanan Keperawatan Pasien Kanker Payudara M. Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Alya Sopia Zahra; Anisah Intan; Dianna Angelly; Diska Aulia; Elsa Apriliani; Fadilla Restu Aulia Putri; Hafsoh Abiyah; Illa Aulia Rahmayanti; Muhammad Regza; Septi Aryanti; Tri Seto Wibisono
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jjhea094

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Kondisi ini banyak terjadi karena sebagian besar penderita baru mencari layanan kesehatan ketika penyakit telah mencapai stadium lanjut. Minimnya pemahaman masyarakat mengenai kanker payudara dan pentingnya deteksi dini menjadi faktor dominan yang memperburuk angka mortalitas. Penanganan yang dilakukan lebih awal berpotensi menurunkan risiko kematian, baik pada kelompok usia muda maupun lanjut usia. Pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko serta cara pengelolaan kanker payudara masih tergolong rendah. Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara meliputi jenis kelamin perempuan, usia di atas 50tahun, riwayat keluarga, kelainan genetik, riwayat penyakit payudara, menstruasi pertama yang terlalu dini, menopause yang terlambat, serta tidak memiliki anak atau tidak pernah menyusui. Terapi yang paling sering digunakan dalam penanganan kanker payudara adalah kemoterapi dan mastektomi. Tujuan melihat karakteristik pasien kanker payudara. Metode yang digunakan berbasis kajian pustaka dengan menelusuri artikel dari Google Scholar, PubMed, Semantic Scholar, dan ScienceDirect melalui pendekatan PICOT. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada di atas usia 40tahun, terutama 40–55tahun. Pada saat terdiagnosis, mayoritas pasien sudah berada pada stadium III dan IV.