cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 598 Documents
Edukasi Pembatasan Ultra-Processed Foods yang diberikan dalam Menu Makanan Balita Pada Ibu Balita di Posyandu Assyfa Widyastuti, Trioni; Azzahra, Fatimah; Marsela, Marsela
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bptxqv05

Abstract

Produk ultra-processed foods semakin banyak diberikan ke dalam menu makanan anak-anak, yang dapat menyumbang 59% dari total konsumsi energi. Produk ini diproduksi melalui proses industri yang diperkaya dengan gula berlebih, lemak jenuh, dan garam yang tinggi, serta kurangnya zat gizi penting untuk anak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan dan menjadi lebih serius dengan intervensi berlebihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pembatasan UPFs yang diberikan dalam menu makanan pada balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah dengan pendekatan face to face dengan media yang digunakan yaitu leaflet. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu atau pendamping balita yang hadir. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari bertempat di posyandu assyfa Kelurahan Guntung Manggis. Berdasarkan hasil kegiatan dilakukan pretest dan posttest dengan rata-rata pretest sebesar 57,7% dan post-test sebesar 88%. Terdapat peningkatan sebesar 30,3% setelah diberikan edukasi. Berdasarkan hal tersebut, edukasi dinyatakan berhasil untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Setelah kegiatan edukasi ini dilakukan, diharapkan ibu/pendamping dapat membatasi pemberian produk UPFs pada balita agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak terganggu dan dapat membentuk pola makan sehat sedini mungkin demi masa depan anak.
Pelatihan Guru SD dalam Menerapkan Pembelajaran Deep Learning untuk Mendukung Kesehatan Mental dan Mengurangi Kecemasan Belajar Anak Bagi Kelompok Kerja Guru Gugus Seroja Koto Kampar Hulu Marta, Rusdial; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Wahyuni, Molly; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t7x6s747

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran deep learning sebagai strategi pedagogis untuk mendukung kesehatan mental dan mengurangi kecemasan belajar anak. Program ini dilaksanakan pada Kelompok Kerja Guru Gugus Seroja Koto Kampar Hulu dengan pendekatan partisipatif melalui workshop, pendampingan implementasi di kelas, serta refleksi kolektif dalam forum komunitas profesional guru. Pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman guru mengenai kecemasan belajar sebagai emosi akademik yang dapat menghambat keterlibatan dan perkembangan siswa, serta penerapan strategi deep learning seperti pembelajaran berbasis inquiry, kolaborasi, refleksi, dan evaluasi formatif yang tidak menekan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogis guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan suportif, serta dampak awal berupa meningkatnya kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Selain itu, Kelompok Kerja Guru berperan penting sebagai komunitas profesional yang memperkuat keberlanjutan inovasi pedagogis. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumber daya pembelajaran, program ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pendidikan dasar yang lebih humanistik dan ramah kesehatan mental. Dengan demikian, pelatihan deep learning bagi guru SD dapat menjadi model intervensi pedagogis untuk mengurangi kecemasan belajar anak dan meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di sekolah dasar.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Berbasis Air Terkait Kualitas Air di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Nurwijayanti, Nurwijayanti; Fitri, Jufenti Ade; Hidayat, Titien Altini
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/758w8c89

Abstract

Penyakit berbasis air (waterborne diseases) seperti diare dan tifoid masih menjadi tantangan kesehatan signifikan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga. Masalah ini dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat yang cenderung hanya menilai kelayakan air dari aspek visual tanpa memahami standar mikrobiologis. Kondisi tersebut diperparah oleh pemukiman padat di lahan gambut yang rentan kontaminasi limbah domestik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 5 hingga 17 Januari 2026 dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan lingkungan melalui pendekatan pemberdayaan dan edukasi partisipatif. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, penyuluhan media poster mengenai perbedaan air jernih dan sehat, serta demonstrasi sensorik ciri air tercemar. Selain itu, dilakukan praktik mandiri metode "4M" (Merebus, Menutup, Membersihkan, dan Menggunakan saringan). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga mengenai hubungan kualitas air dengan penularan penyakit. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengadopsi perilaku merebus air hingga mendidih sempurna dan pengolahan air yang benar. Keberlanjutan program diperkuat melalui aktivasi peran kader kesehatan untuk pengawasan rutin. Kesimpulannya, edukasi dan pemberdayaan masyarakat merupakan investasi krusial untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis air. Perubahan perilaku yang didasarkan pada pengetahuan mandiri secara signifikan dapat menurunkan angka kesakitan serta beban ekonomi keluarga akibat infeksi saluran cerna dan kulit di wilayah Puskesmas Simpang Tiga.
Penguatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Mengenai Bahaya HIV di SMA Kota Bandung Karlina, Intan; Aliansy, Diani; Adla, Amalia tuhfatul; Aisyah, Tasya Mardiani; Merlisya, Syalwa Rifti; Nuraeni, Nuraeni; Nurlaelawati, Linda; Sirait, Citra Eltary Debora
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ygxp5422

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius, termasuk di Indonesia, khususnya di kalangan remaja yang beradapada masa transisi menuju kedewasaan. Rendahnya tingkat pengetahuan, adanya perilaku berisiko, serta kuatnya stigma sosial terkait HIV/AIDS menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya sikap tidak diskriminatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui kegiatan penyuluhan di SMA Pasundan 5 Bandung. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan menggunakan media presentasi dan booklet serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap 38 siswakelas XII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, yang ditandai dengan kemampuan peserta dalam menjelaskan pengertian HIV/AIDS, faktor risiko, cara penularan dan pencegahan, serta meluruskan mitos dan fakta yang keliru terkait HIV/AIDS. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif dan terbuka terhadap isu HIV/AIDS. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara interaktif dengan dukungan media edukatif sederhana efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS. Program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja.  
Kuliah Kerja Nyata Tematik dan Proyek Kemanusiaan di Desa Naumbai Kecamatan Kampar Suryani, Suryani; Sulistyo, Pramudya Padma; Salsabila, Addya; Yelvi, Rahmi Dwi; Hutajulu, Melva Sarmauli; Zahara, Yola Tri; Herliana, Sufika
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c50n1a44

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat, khususnya di wilayah pedesaan. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, serta pengelolaan PTM, disertai dengan belum optimalnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), menjadi tantangan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Desa Naumbai menghadapi permasalahan berupa kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan serta minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis, manfaat, dan cara pengolahan tanaman obat keluarga sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait PTM, khususnya diabetes melitus dan hipertensi, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA melalui pembuatan apotek hidup. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, pembagian leaflet edukatif, serta kegiatan praktik penanaman TOGA yang dilaksanakan secara partisipatif melalui tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum Desa Naumbai dengan melibatkan perangkat desa dan kader kesehatan setempat. Implementasi kegiatan dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman obat, antara lain jahe, kunyit, serai, sirih, temulawak, dan kumis kucing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai PTM, meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan serta pemeliharaan TOGA. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, integrasi penyuluhan PTM dan program apotek hidup berbasis TOGA efektif sebagai upaya awal dalam meningkatkan kesadaran, kemandirian kesehatan, dan perilaku hidup sehat masyarakat Desa Naumbai secara berkelanjutan.  
Enhancing English Communication Skills Through Palliative Contexts for Secondary Students Zega, Linauli Happy Christina; Gaol, Elyin A K Lumban; Salim, Catherine Hermawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p1sj1s27

Abstract

This activity aims to improve the English speaking skills of tenth-grade students through the implementation of role play activities in a palliative context through Classroom Action Research (CAR). The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects were 32 students of SMAN 19 Jakarta. Data were collected through speaking tests and classroom observations. The speaking test assessed aspects of fluency, accuracy, vocabulary, pronunciation, and pragmatic appropriateness, while the classroom observations documented student participation, engagement, and their responses during the role play activities. The results in Cycle I showed that 46.87% of students achieved the “Good” category, while 53.13% were in the “Fair” category, with an average score of 49.35. The observation results showed moderate student engagement, with 62.50–78.13% of students showing positive behaviors such as active participation, attention, and willingness to use English in the role play. However, some students were still hesitant with a negative percentage of 25–37.50%. Improvement was seen in Cycle II. The proportion of students achieving the “Good” category increased significantly to 84.37%, while only 15.63% remained in the “Sufficient” category. No students fell into the “Poor” or “Very Poor” categories. Observations also confirmed stronger engagement, with over 87% of students demonstrating positive behaviors, including enthusiasm, active discussion, and confidence in using English. It can be concluded that the integration of role play with a palliative context effectively improved students’ English speaking skills and participation in class. Suggestions for repeated improvement were found to improve both linguistic competence and students’ communicative confidence.
Pengabdian Kepada Masyarakat Mengenai Kesehatan Mental pada Remaja di SMA Negeri 1 Cimahi Aliansy, Diani; Mulyana, Rosa Sri; Mulyani, Neng Rosi Sri; Rismayanti, Vina; Solehah, Sherli Nuraeni; Arizqi, Reffalina Khoerunnisa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2vwft866

Abstract

  Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental akibat perubahan emosional, tekanan akademik, serta pengaruh lingkungan sosial. Kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar, interaksi sosial, dan perkembangan psikologis mereka. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan mental bagi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cimahi sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, serta tanya jawab dengan pendekatan edukatif. Untuk menilai efektivitas kegiatan, dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah penyuluhan, ditandai dengan meningkatnya persentase jawaban benar pada posttest dibandingkan pretest. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental serta kesadaran untuk mencari bantuan apabila mengalami masalah psikologis. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan mental yang disertai evaluasi melalui kuesioner efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap kesehatan mental remaja. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan program edukasi berkelanjutan di sekolah untuk mendukung kesejahteraan psikologis remaja.   Kata kunci: Kesehatan mental, Remaja, Penyuluhan, Sikap, Pengetahuan
Pengorganisasian Kelompok Tani Panca Karya di Desa Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Suhardiman, Suhardiman; Marsuq, Marsuq; Jamiah, Jamiah; Said, Muhammad; Rahmawati, Aisha Maulia; Atapukan, Ruhana
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1jh30v34

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan dan sikap anggota kelompok tani dalam menerapkan mekanisme pertanian modern; (2) meningkatkan akses sumber daya dan teknologi; dan (3) meningkatkan kemampuan membuat perencanaan bisnis Usaha Kelompok Tani. Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini melalui 5 tahapan dengan 8 kegiatan: 1) persiapan; 2) sosialisasi dan focus group discussion; 3) pelatihan pertanian modern; 4) penyaluran dan bimbingan teknis perakitan, penggunaan dan perawatan alat dan mesin pertanian modern; 5) pelatihan penyusunan perencanaan bisnis (business plan) usaha kelompok tani; 6) pendampingan dan fasilitiasi pengorganisasian kelompok tani; dan 7) Monitoring dan Evaluasi; dan 8) Keberlanjutan Program. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam menerapkan mekanisme pertanian modern, penggunaan pupuk dan pestisida secara efisien, pengendalian hama dan penyakit, meningkatnya pengetahuan petani dalam merakit, menggunakan dan merawat alat-alat dan mesin pertanian yang diberikan, meningkatnya kemampuan dan keterampilan pengorganisasian kelompok tani untuk bekerjasasama, bermitra dan bernegosiasi dengan pemerintah dan pasar (swasta), meningkatknya akses sumber daya dan teknologi serta tersusunnya dokumen bussiness plan di tingkat Kelompok Tani Panca Karya.